Benang Merah

Benang Merah
Chapter 11


__ADS_3

Chapter 11 Rev


Huang Yi Zhen terbangun setelah Xuan Yi Zhen memberikannya bola emas. Ada Ingatan baru di kepalanya, namun Huang Yi Zhen tidak terpengaruh, sebab ingatan itu datang satu persatu sehingga tidak mengganggu Huang Yi Zhen.


Berkat pemberian Bola emas, Huang Yi Zhen merasa di seluruh tubuhnya di penuhi energi spiritual. "Paman! Paman sudah bangun." Zhuo Gu Chu datang dengan nampan sarapan.


Huang Yi Zhen bukan lagi Huang Yi Zhen yang sama, begitu melihat Zhuo Gu Chu, Indranya terganggu. Huang Yi Zhen menyipitkan matanya, lalu dengan sedikit meletakkan energi spiritual di matanya, Huang Yi Zhen bisa melihat sosok asli Zhuo Gu Chu.


Huang Yi Zhen memakan sarapan yang di sediakan oleh Zhuo Gu Chu. "Kamu bukan manusia?"


Huang Yi Zhen bertanya saat sedang makan. Zhuo Gu Chu menatap Huang Yi Zhen. Bagaimana Huang Yi Zhen bisa tau pikirnya. Zhuo Gu Chu menghela nafas.


'Mungkin hanya kebetulan' batin Zhuo Gu Chu.


"Kenapa diam saja? " Huang Yi Zhen meneguk minumannya.


"Haa... apa Paman sudah sembuh?" Zhuo Gu Chu mencoba mengubah topik.


" Ya... " Huang Yi Zhen memasuki kamar Mandi.


Zhuo Gu Chu membenahi bekas makan Huang Yi Zhen. Kemudian dia memanggil Ming Tian Lei. Zhuo Gu Chu merasa bahwa Huang Yi Zhen yang sekarang sedikit berbeda dari Huang Yi Zhen biasanya.


Huang Yi Zhen yang mengenakan pakaian menatap kota melalui Jendela kamarnya. Dalam pandangannya yang sekarang, dunia manusia memiliki warna Abu-abu. Dan ada berbagai mahluk, baik yang seram atau yang indah berkeliaran bersama manusia di luar sana, mereka adalah Hantu.


Teng Tong


Bell pintu rumah berbunyi, Huang Yi Zhen berjalan menuju pintu depan. Saat ia membukakan pintu, Di depan pintu ada Chen Ji, si perawat. Chen Ji datang bersama sepasang anak kembarnya. "Dokter Huang, pengasuh Putra dan Putriku sedang sakit, dan aku harus bekerja. Maukah Dokter membantuku menjaga mereka?"


Huang Yi Zhen menatap sepasang anak kembar yang masih kecil itu. Huang Yi Zhen mengangguk.


"Serahkan padaku, aku akan menjaga anak-anakmu di sini. Jika kau menghawatirkan mereka kau bisa menelponku." Ujar Huang Yi Zhen.


"Terima kasih Dokter Huang." Chen Ji pun pergi bekerja.

__ADS_1


"Paman, apakah Paman akan menjadi Ayah kami? " tanya Anak-anaknya Chen Ji.


"Tidak, Paman dan Ibu kalian hanya teman kerja " Huang Yi Zhen menyangkal.


Anak-anak Chen Ji hanya tersenyum. Huang Yi Zhen menghabiskan waktu untuk merawat anak-anaknya Chen Ji hingga hari menjelang sore.


"Sayangku... kamu merawat anak siapa?" Suara lirih itu membuat tubuh Huang Yi Zhen merinding.


Huang Yi Zhen mengabaikan suara itu. Dan kembali menjaga anak kembar itu. Tak lama kemudian Chen Ji datang menjemput Anaknya.


"Si ****** itu lagi!!" Suara Lirih di belakangnya berubah menjadi teriakan marah seorang wanita.


Chen Ji merangkul Huang Yi Zhen kemudian mengecup pipi kiri Huang Yi Zhen. "Terima kasih Kak Huang."


Lalu Chen Ji pergi dengan sepasang anak kembarnya. Huang Yi Zhen menutup pintu. Melihat bahwa hari mulai senja Huang Yi Zhen memutuskan untuk mandi. Anehnya Zhuo Gu Chu seperti menghilang, Ia tidak terlihat lagi setelah Huang Yi Zhen mandi tadi pagi.


Saat Huang Yi Zhen memasuki kamarnya. Dengan suara 'click' pintu kamarnya terkunci. Huang Yi Zhen berbalik dan mencoba membuka pintu sekuat yang dia bisa. Lalu Suasana di Kamar Huang Yi Zhen tiba-tiba horor. Lampu yang meredup dan cahayanya yang berubah merah. Hawa dingin dan asap tipis. Serta sosok yang tidak terlalu jelas berdiri di pojokan.


Sejujurnya Huang Yi Zhen ketakutan...


Huang Yi Zhen segera mencoba membuka pintu. Sebenarnya setelah Xuan Yi Zhen memberikan sisa kekuatannya, Huang Yi Zhen tidak lagi hidup seperti manusia biasa, ia bisa melihat yang di sebut Hantu. Hantu tidak membuatnya takut, tapi sosok yang bersembunyi di pojok kamarnya membuatnya ketakutan hingga ingin bersembunyi.


Sebuah selendang merah terbang dan membungkus tangan kanan dan kiri Huang Yi Zhen. Sebuah kekuatan tidak terlihat melempar Huang Yi Zhen ke ranjang. Huang Yi Zhen sangat ketakutan karna ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Sosok itu tampak menyeringai, taring iblis terlihat di belakang bibir sexy nya. Huang Yi Zhen menutup matanya. Huang Yi Zhen merasakan bahwa seseorang duduk di atas tubuh bagian bawahnya. Beberapa menit kemudian Huang Yi Zhen merasakan seseorang itu menempelkan tubuhnya ke dada Huang Yi Zhen. Huang Yi Zhen merasakan dengan jelas ada sepasang bola lembut yang bergesekan dengan tubuhnya.


"Sayangku... jika kamu begitu menyukai anak-anak, aku bisa mengandungnya untuk mu... " Ming Tian Lei Berbisik di telinga kucing Huang Yi Zhen.


"Ugh... telingaku... " Huang Yi Zhen menggerakkan di kepalanya.


Ming Tian Lei menyeringai. Lalu Ming Tian Lei menggigit ujung telinga kucing Huang Yi Zhen. Mata Huang Yi Zhen terbuka. Kemudian melirik wanita cantik yang berbaring di atas tubuhnya.


"Jangan Hanya melirik saja...." Ming Tian Lei mencumbu Huang Yi Zhen.

__ADS_1


Jendral Gu yang baru datang merasakan aura Ming Tian Lei. Jendral Gu mendekati kamar Huang Yi Zhen. Dan mendengar suara aneh seperti.


"Ah... Yi... Zhen... hng... "


******* halus Ming Tian Lei membuat Jendral Gu malu. Jendral Gu adalah seorang Jendral perjaka yang mati di medan perang. Jendral Gu benar-benar belum pernah menyentuh satu wanita pun selama hidupnya.


"Abaikan saja ke dua Tuan itu, aku akan pergi menonton televisi saja."


.....


Huang Yi Zhen membuka matanya. Ia memijat dahinya. Di tangan kiri ia melihat benang merah tepatnya di jari kelingking. Huang Yi Zhen ingat bahwa ini adalah benang merah yang ia kenakan di saat di desa.


Huang Yi Zhen mencoba melepaskannya. Namun seolah benang itu tertanam di sana, benang itu sulit sekali di lepas. Huang Yi Zhen melihat ujungnya, ujung benang itu ada pada Xiao Mo, rubah kecil yang ia pelihara.


Melihat rubah kecil tidur begitu pulas, Huang Yi Zhen tidak ingin mengganggunya. Huang Yi Zhen pergi mandi. Ia melihat bayangan dirinya di cermin. Ada banyak tanda ****** di tubuhnya, tanda ini mengingatkannya dengan wanita berselendang merah semalam. Huang Yi Zhen Yakin kalau Wanita itu bukan manusia. Huang Yi Zhen selalu merasa nyaman saat berada di dekat Ming Tian Lei.


Perasaan itu sama nyamannya dengan perasaan jika ia berada di sisi Hu Lei. Apakah Ming Tian Lei adalah Hu Lei?


Setelah mandi Huang Yi Zhen memutuskan untuk pergi mencari pekerjaan. Huang Yi Zhen melihat Zhuo Gu Chu. Huang Yi Zhen memanggilnya.


"Ada apa Paman?"


Huang Yi Zhen tidak berbicara, Huang Yi Zhen menyentuh dahi Zhuo Gu Chu, dengan merapalkan sebuah mantra di hatinya. Sebuah cahaya kecil memasuki dahi Zhuo Gu Chu dan mantra penyamaran Zhuo Gu Chu pecah. Sosok Zhuo Gu Chu berubah menjadi Jendral Gu.


"Dugaan ku benar. Kamu bukan manusia..." Huang Yi Zhen mengeluarkan sebuah pedang.


Jendral Gu melihat pedang itu, itu adalah pedang yang sama dengan pedang yang di keluarkan Huang Yi Zhen saat mabuk.


"Mengapa menyamar? lalu apakah Nenek Zhuo juga hantu? Apa tujuanmu? " Tanya Huang Yi Zhen, Dengan pedang yang di acungkan ke leher Jendral Gu.


Jendral Gu merasakan aura Huang Yi Zhen, penekanan yang di timbulkan hampir menyamai Ming Tian Lei. Jendral Gu berlutut dan berkata perlahan. "Aku mengikutimu atas perintah Istrimu!"


"Hm... " Huang Yi Zhen mengingat kembali kunjungan ke desa, ritual yang di lakukan paman Huo waktu itu memang mirip ritual pernikahan. Jadi ia sudah menikah dengan wanita berselendang merah itu? Huang Yi Zhen merasa mungkin itu yang membuatnya tidak lagi menyayangi Chu Liu saat itu.

__ADS_1


"Terserah kalau begitu. Tapi aku tidak ingin ada penyamaran lagi, kecuali jika Lin Feng atau siapapun manusia yang pernah melihatmu muncul. Dan bawa ini, jika terjadi sesuatu bakar ini" Huang Yi Zhen melempar 3 jimat kertas kuning untuk Jendral Gu.


Insting Huang Yi Zhen mengatakan bahwa akan ada bahaya mendekat. Bahkan Ming Tian Lei juga akan terancam.


__ADS_2