Benang Merah

Benang Merah
Chapter 44


__ADS_3

Chapter 44


" Yi Zhen?"


Huang Yi Zhen menolak untuk mengakui namanya, saat di panggil. Rasanya canggung sekali, mengapa ia bisa tiba-tiba berubah?


"Cermati baik-baik ingatan kucing mu Huang Yi Zhen." Suara wanita tua terdengar.


Huang Yi Zhen mengingat ulang ingatan kucing kecil. Benar, pemilik tubuh asli memang siluman, namun ayahnya adalah manusia. Meski ia bisa berubah menjadi kucing, itu hanya dapat bertahan beberapa jam saja. Di sisa waktu Pemilik tubuh asli akan berubah menjadi separuh kucing atau manusia.


Huang Yi Zhen mengumpat di hatinya, mengapa ia baru mengingat ini di saat-saat canggung seperti ini?! Huang Yi Zhen masih menutupi wajahnya, ia perlahan berdiri lalu berjalan menuju pintu keluar. Wajahnya hingga lehernya telah memerah seperti buah tomat. Mulutnya menggumamkan kata. "Kamu tidak mengenalku. " Berulang kali.


Hu Lei menatap pemuda konyol yang ia yakin wajahnya sudah merah. Hu Lei melihat telinga kucing yang terlipat di kepala Huang Yi Zhen dan ekor yang mengembang. Kini menyimpulkan yang ia lihat, ia mengangguk-anggukkan kepalanya seolah memahami sesuatu. Melihat tangan Huang Yi Zhen hendak membuka pintu keluar, Hu Lei menangkap ekor Huang Yi Zhen dan menariknya ke sisinya.


Huang Yi Zhen terkejut saat ekornya di genggam oleh Hu Lei. "Wah! Ja-jauhi tanganmu dari ekorku!"


Huang Yi Zhen menarik ekornya agar Hu Lei melepasnya. Hu Lei melihat wajah gugup pemuda itu. Ia berniat mengerjai pemuda itu. Hu Lei mengeratkan genggamannya pada ekor hitam yang lembut itu. Huang Yi Zhen dan rasa malunya semakin memuncak. Dengan wajah yang masih memerah malu, ia berkata. "I-ibu tiri... Tolong lepaskan tanganmu..."


Hu Lei menarik ekor Huang Yi Zhen lagi, sehingga Huang Yi Zhen mendekat untuk meredakan rasa sakit dari ekornya. "Aku ingin melihatmu dari dekat kemarilah."


Huang Yi Zhen mendekat perlahan. Karna sifat malunya masih ada, ia tidak berani menatap mata Hu Lei. Tangan Hu Lei berhenti menggenggam ekor Huang Yi Zhen. Melihat pria berkulit tipis itu ingin kabur, kini Hu Lei menggenggam telinga kucingnya. Tentu itu membuat pergerakan Huang Yi Zhen berhenti.


"Duduk aku ingin membicarakan sesuatu."


Dengan patuh, pria separuh kucing itu mendudukkan dirinya di lantai. Hu Lei melihat ekor kucing yang menjentik ke kanan dan kiri. "Aku yakin kau akan suka berita ini"


Hu Lei mendudukkan dirinya di tepian tempat tidur, tangannya mengambil dua lembar kertas foto. Telinga kucing di kepala Huang Yi Zhen tegak dan mata vertikalnya menatap fokus ke arah lembaran kertas foto. Ekornya berhenti bergerak-gerak. Tanpa sadar Huang Yi Zhen mendekati Hu Lei.

__ADS_1


Melihat pria muda itu menunjukkan ketertarikan, Hu Lei menyeringai. Dengan begini maka proses membujuk akan lebih mudah, Pikirnya.


"Yi Zhen, apa kau tau Ibu kandungmu."


Huang Yi Zhen mengangguk, lalu ia berbisik lirih. "Ta-tapi... Bukankah dia sudah tiada..."


"Tidak, dia masih hidup dan kami adalah kenalan."


"Benarkah?" Karna terlalu bersemangat tidak ada tanda-tanda kegugupan sama sekali.


"Benar, kau lihat ini. Ini adalah wujud kucing Ibumu. Dan ini adalah wujud manusianya. Ibumu adalah siluman kucing, dan Ayahmu adalah manusia. Identitas tidak dapat di sembunyikan, Ibumu takut jika ia terus berkeliaran bersama manusia, rahasianya bisa di ketahui. Dan masalah akan berdatangan." Huang Yi Zhen duduk di sisi Hu Lei untuk melihat kedua lembar foto lebih dekat.


"Lalu... Siapa kamu?" Huang Yi Zhen bertanya.


"Aku adalah utusan Ibumu, tugasku adalah melindungi mu dari anak haram Ayahmu jika kau manusia. Dan membawamu jika kau bisa menjadi kucing sepertinya. "


"Bisakah aku bertemu Ibu?"


Hu Lei memberikan tatapan misterius. "Bisa, aku bisa mempertemukan kalian. Berperilaku baiklah dan aku akan membawamu untuk bertemu Ibumu lain kali. "


Sepasang telinga kucing itu tampak turun. "Mengapa lain kali?"


"Ibumu adalah Kucing yang di buang oleh klannya. Sekarang ia tinggal bersama dengan seorang kenalanku. Ia ingin aku merebut Harta keluarga Huang dari Ayahmu. Lalu menghabiskan hidupnya dengan membesarkanmu, tanpa gangguan manusia."


"Lalu... Apakah Ibu tiri adalah manusia?"


"Aku ini siluman Rubah yang hidup sendiri. Aku sangat terkenal di dunia siluman. Oleh sebabnya Ibumu meminta bantuan ku" Hu Lei menepuk dadanya dengan perasaan bangga.

__ADS_1


Pintu kamar Hu Lei di ketuk dari Luar. Hu Lei menatap pemuda di sampingnya. Ia mengurung Huang Yi Zhen dengan selimut lalu melangkah ke pintu. Untungnya kamarnya begitu besar dan tidak terhubung langsung ke tempat tidur. Sehingga siapapun yang datang takkan melihat bulatan besar di atas tempat tidur.


Hu Lei membuka pintu kamarnya. Itu adalah Bai Li Zhi. "Nyonya, saya tak dapat menemukan Keberadaan Tuan Muda di manapun. Perlukah menelpon Tuan besar?"


"Tidak, tidak perlu. Aku akan bantu mencarinya, ayo kita cari lagi dia. " Hu Lei meninggalkan kamarnya dengan pintu yang terbuka. Huang Yi Zhen melihat sekeliling. Setelah memastikan tidak ada orang di luar kamar Hu Lei. Ia melangkahkan kaki keluar.


Huang Yi Zhen berjalan santai seolah tak ada yang terjadi. Tentunya setelah ia mengubah ekor dan telinganya.


Saat ia ingin kembali ke studio melukis, perhatiannya tertarik oleh sesuatu. Ada kolam ikan tak jauh darinya. Air di kolam itu terbilang jernih, dan ia dapat melihat ikan ikan cantik bersirip lebar berenang. Sebagai seekor kucing. Huang Yi Zhen sangat mencintai ikan. Ia menatap ikan-ikan yang berenang kesana kemari seakan mengejeknya.


Ikan-ikan di kolam itu menolak untuk berenang di sekitar manusia aneh. Mereka melihat di atas air ada seorang manusia aneh, yang menatap mereka seperti kucing menatap mereka. Melihat para ikan bersembunyi di bawah daun teratai, Huang Yi Zhen mengetuk permukaan air dengan tangannya agar menimbulkan gelombang.


"Ternyata Anda di sini Tuan Muda. Saya sangat menghawatirkan Anda."


Huang Yi Zhen berbalik, ia melihat Bai Li Zhi dan Hu Lei. Matanya enggan melihat Hu Lei.


"Kenapa?" Huang Yi Zhen bertanya dengan mata yang melihat ke tanah.


"Jam makan siang sudah tiba, saya ingin memanggil anda untuk makan." Bai Li Zhi berkata dengan senyuman.


"Aku ingin ikan" gumam Huang Yi Zhen. Dalam kehidupannya di dunia ke tiga, setiap kali makan ia akan pergi menangkap ikan di sungai. Intinya hari-harinya di habiskan dengan ikan sebagai sumber makanannya.


Bai Li Zhi menghitung menu masakan yang di buat juru masak. Tak ada satu pun makanan berbahan dasar ikan. "Mungkin anda Harus menunggu."


"Tidak apa-apa!" Huang Yi Zhen sangat bersemangat. Dia tidak ingin memakan makanan manis lagi. Dirinya ingin IKAN!!!


Huang Yi Zhen berjalan di belakang Hu Lei dan Bai Li Zhi. Namun jantungnya tiba-tiba terasa sakit. Dan ia terjatuh ke tanah. Hu Lei dan Bai Li Zhi berbalik saat mendengar suara berdebam di belakang mereka. Hu Lei dalam hati merasa khawatir. Dengan bantuan Bai Li Zhi ia membawa Huang Yi Zhen ke kamarnya.

__ADS_1


Hu Lei tidak pernah mempercayai siapapun di rumah Huang, termasuk Bai Li Zhi. Kini ia telah memastikan dan bertemu putra Kak Mao-nya. Tugasnya yang lain hanyalah, mengamankan agar seluruh harta benda jatuh ke tangan Huang Yi Zhen. Lalu membuat kematian Ayah Huang tiba lebih cepat. Penyakit yang tiba-tiba muncul dari Huang Yi Zhen bisa merubah haluan rencananya.


__ADS_2