Benang Merah

Benang Merah
Chapter 14


__ADS_3

Chapter 14 Rev


Sebenarnya setelah pertarungan singkatnya dengan Tiga Chenayang itu. Huang Yi Zhen merasa bahwa masih ada nasib buruk yang menanti di depan sana. Tapi dia tidak tau apa itu. Perasaan Waspada selalu mengganjal di hatinya, membuat Huang Yi Zhen tidak senang.


Di sisi lain tiga Chenayang yang hampir gila itu berhasil di selamatkan oleh seorang pria misterius, yang tidak jelas apakah dia manusia atau Hantu. "Murid-murid bodohku... ini akibatnya jika kalian mencampuri kehidupan orang lain." Pria misterius itu mengangkat tangannya ke atas kepala Tiga Chenayang. Dengan sedikit pengorbanan separuh dari efek jimat yang menyerang mereka dapat di hilangkan.


"Terima... kasih... Guru... " Kakak Besar mencoba untuk bangun dari tanah. Namun sisa jimat kutukan membuatnya batuk darah.


"Jangan berbicara! Diam di tempat dan pulihkan diri kalian!!! Biar aku mengurus sisanya." Pria yang di panggil Guru itu menggenggam tangannya.


Sepasang matanya terpejam, Aura ungu nan dingin menyebar ke seluruh area. Begitu ia membuka matanya, ia mengepalkan tinju kirinya sekuat tenaga, hingga darah hitam mengalir di tangannya. Di wajahnya terukir senyuman iblis, yang tidak jelas apakah marah atau senang.


"Ternyata kamu berhasil kembali Xuan Yi Zhen... tidak sia sia usahaku saat itu... Yang Mulia pasti akan senang dengan kehadiranmu." Pria yang di sebut guru itu mungkin memiliki hubungan tertentu dengan Huang Yi Zhen.


Pria misterius itu mengikuti jejak yang di sisakan dari aroma nafas binatang roh milik Huang Yi Zhen. Mungkinkah dia yang membuat Huang Yi Zhen merasakan firasat buruk?


Huang Yi Zhen mengikuti peta yang tertera di telponnya. Namun di tengah perjalanannya, salah satu ban mobilnya bocor. Huang Yi Zhen bersyukur bahwa ia selalu membawa ban cadangan. Namun Jendral Gu si hantu sok tau, ingin menyenangkan Tuannya sehingga ia keluar untuk mengganggu Huang Yi Zhen.


"Tuan Huang, biarkan aku membantumu. Tuan cukup duduk saja, biarkan aku yang bekerja." Jendral Gu memunculkan kursi santai, dan membiarkan Huang Yi Zhen duduk di atasnya.


"Terserahmu saja, ganti ban mobilku." Ujar Huang Yi Zhen.


Jendral Gu ingat ia pernah melihat seseorang mengganti ban mobil di televisi. Ia mengambil dongkrak dan beberapa alat lainnya dari bagasi serta ban cadangannya. Huang Yi Zhen sedikit ragu dengan kemampuan Jendral Gu, namun begitu melihatnya serius ia mulai merasa Bocah Gu akan baik-baik saja.


"Eh! aduh! bannya menggelinding! " Jendral Gu mengejar Ban yang menggelinding jauh ke arah hutan.

__ADS_1


'Lupakan kata-kataku tadi' batin Huang Yi Zhen.


Langit di atas kepala Huang Yi Zhen tampak gelap. Ini bukan langit gelap biasa. Ada Aura pasukan kematian di dalamnya. Pasukan kematian lebih mirip Mayat hidup di banding hantu. Ini adalah Sihir ilmu hitam yang mirip dengan sihir misterius yang ada di tubuh Xuan Lu Chen saat itu. Jika tidak salah ini merupakan salah satu dari energi pendekar iblis.


Huang Yi Zhen segera memasuki keadaan siaga. Ia tidak lagi dalam bentuk manusia. Ia berubah ke bentuk tempur binatang Roh. Tubuhnya sebesar Serigala. Bulunya sangat lebat tampak mengkilap di bawah matahari. Matanya menatap tajam pada aura iblis yang terpancar di kejauhan.


Beberapa bagian dari jalan aspal tampak retak, Lalu pecah dan memunculkan beberapa mayat hidup. Dari satu menjadi dua, dari dua menjadi empat, begitu seterusnya seolah tidak akan habis. Huang Yi Zhen yang berada dalam bentuk kucing besar mengembuskan api emasnya.


Api emas itu mengandung energi Yang yang sangat murni, sehingga sesuatu yang memiliki energi negatif dapat musnah karnanya. Beberapa sulur hijau keunguan juga mencuat dari dalam tanah. Mereka tampak seperti ular berukuran besar yang menggeliat hendak menangkap mangsanya.


Cambukan demi Cambukan datang satu persatu menyerang Huang Yi Zhen. Api emas tidak dapat membunuh akar tua itu dengan mudah. Setelah satu gosong, maka akan datang satu lagi penggantinya. Huang Yi Zhen melompat hendak mencabut akar itu dari tanah. Namun tanah membentuk retakan lain dan memunculkan sebuah bunga yang berbau busuk. Cambukan datang dari sulur lainnya yang menempel pada bunga tersebut, membuat Huang Yi Zhen terhempas.


Huang Yi Zhen tidak menyerah. Sulur itu selalu mencoba mendekati bagian kalungnya seolah ingin merebut kalung itu dari Huang Yi Zhen. Huang Yi Zhen benar-benar tidak bisa menerima hal itu. Huang Yi Zhen mengeluarkan Cakarnya dan berlari menuju kuncup bunga, ketika sulur-sulur akan mencambuknya, ia mencakar sulur itu hingga sulur itu terhempas ke tanah.


Huang Yi Zhen bergerak memutar tubuhnya di udara lalu menukik tajam ke arah kuncup bunga. Putaran tubuhnya yang tidak pernah berhenti, menciptakan bor yang bergerak ke bunga itu. Namun tanpa sepengetahuan Huang Yi Zhen kuncup bunga itu malah terbuka, dan mengatup kembali setelah Huang Yi Zhen jatuh ke dalamnya.


Namun setiap bekas cakaran itu timbul ia akan dengan cepat menghilang, seolah tidak pernah ada yang mencakar sebelumnya. Huang Yi Zhen merasa putus asa.


"Tuang Huang, Anda di dalam? " Suara Jendral Gu membuat Huang Yi Zhen memiliki secercah harapan.


Namun Jendral Gu bukan hantu yang hebat, ia hanyalah hantu yang bertugas sebagai pengintai di dunia hantu. Sehingga kekuatannya tidak seberapa besar. Pada akhirnya Huang Yi Zhen harus bergantung pada dirinya sendiri.


Huang Yi Zhen mengangkat kedua kaki depannya, kemudian mencakar dinding bunga tanpa berhenti. Disertai api emas yang terus ia keluarkan, cara itu sedikit bekerja. Proses regenerasi dinding bunga menjadi lebih lambat dari sebelumnya. Huang Yi Zhen dengan cepat memberikan kalungnya pada Jendral Gu, melalui celah kecil yang muncul.


"Bawa dan berikan pada Paman Huo di kediamanku!" ujar Huang Yi Zhen.

__ADS_1


Jendral Gu melihat celah kecil itu mulai menutup, ia merasa sedikit khawatir. "Jangan khawatirkan aku! bawa Xiao Lei ke Paman Huo! Kau bisa menolongku nanti-nanti! "


Jendral Gu mematuhi perintah Huang Yi Zhen. Jendral Gu terbang secepat yang dia bisa ke desa Wang Jia yang tinggal beberapa kilo meter lagi. Huang Yi Zhen melihat benang merah itu mulai merenggang. Huang Yi Zhen membakar benangnya. Benang itu putus, namun akibat perbuatannya ia mengalami batuk darah. Tubuhnya juga sedikit melemas dan kelelahan.


Dinding Bunga semakin mengecil dan mulai mendekati Huang Yi Zhen. Perisai alami yang melindungi Huang Yi Zhen pecah, Dinding bunga juga terus mengecil hingga benar benar menempel di sekitar tubuh Huang Yi Zhen. Dinding bunga memproduksi lebih banyak lendir yang membuat Huang Yi Zhen kehilangan kesadaran.


Seolah sudah selesai dengan tugasnya, Bunga itu kembali ke tanah dan jalanan kembali tertutup seolah tidak ada pertarungan sengit di sana. Bunga tadi bergerak di dalam tanah menuju suatu tempat, menuju sebuah ruangan independen yang terlihat sangat rahasia.


Ming Tian Lei terbangun saat merasakan benang merah di jari kelingkingnya putus. Saat ia keluar dari kalung itu, Ia sudah ada di ruang tamu kediaman Huang. Paman Huo sudah menunggunya bangun.


"Selamat datang kembali Nyonya."


"Dimana Yi Zhen! " Ming Tian Lei khawatir pada Huang Yi Zhen.


"Itu... aku melihat tuan Huang di telan oleh bunga iblis yang besar. Aku tidak sanggup mengalahkan bunga itu maka aku hanya bisa kemari... " Jendral Gu mengeluarkan suaranya dengan lirih.


Aura raja Hantu berkobar dari tubuh Ming Tian Lei begitu dia mendengar jawaban Jendral Gu. Ia menggenggam benang merah yang tersisa di tangannya. Benang merah itu mengirimkan ingatan terakhir Huang Yi Zhen sebelum benang itu putus.


"Bunga besar yang sebenarnya tidak berbahaya, serta aura iblis yang kuat namun tidak ada kebencian di dalamnya. mungkinkah itu.... dia? " Ming Tian Lei mengingat seseorang yang pernah hadir dalam kehidupan Huang Yi Zhen dengan dia di kehidupan lalunya.


Siapakah seseorang yang Ming Tian Lei maksud?


.....


Halo Semuanya, Author di sini untuk menyampaikan beberapa pemberitahuan.

__ADS_1


Karna Ujian semester, Author mungkin tidak bisa publis seperti biasa. Dengar dengar dari guru sih Author akan ujian selama kurang lebihnya 9 hari. Sekitar 2 minggu lah. Jadi Author izin hiatus ya...


sampai jumpa 2 minggu lagi O(≧▽≦)O


__ADS_2