Benang Merah

Benang Merah
Chapter 15


__ADS_3

Chapter 15 Rev


"Jadi... bagaimana Nyonya akan menghadapinya?" Paman Huo bertanya dengan senyum bijak di bibirnya.


Ming Tian Lei mendengus kesal. "Mulai saat ini aku akan sibuk. Jangan panggil aku kecuali jika dunia runtuh"


Setelah mengatakan itu, Ming Tian Lei menghilang. Paman Huo hanya tersenyum tak berdaya, ia mengambil kalung Huang Yi Zhen dan menjaganya dengan baik. Jendral Gu masih merasa bingung dan penasaran, siapa yang Ratunya maksud.


Karna ia merasa Paman Huo mengetahui sesuatu. Ia mengekori Paman Huo dengan harapan Paman Huo akan menceritakan sesuatu. Setelah sepanjang hari mengekori Paman Huo, Api semangat Jendral Gu hampir padam karna Paman Huo tidak mengatakan apapun.


Saat malam tiba, Paman Huo duduk di bawah rembulan. Ada sebuah kursi goyang tua yang sengaja di letakkan di bawah pohon. Di sanalah paman Huo duduk bersama Jendral Gu. "Bocah Gu, apa kamu ingin tau siapa yang di maksud Nyonya?"


Seolah baru saja memakan suplemen penyemangat, Jendral Gu tiba-tiba bersemangat kembali dan duduk dengan posisi paling nyaman di depan Paman Huo. Melihat reaksi Jendral Gu, Paman Huo hanya bisa menggelengkan kepala tak berdaya.


"Nyonya kita adalah Siluman Rubah hitam yang terkutuk saat masa hidupnya. Berbeda dengan Rubah lain yang dapat memiliki lebih dari satu pasangan, Nyonya hanya dapat memiliki satu pasangan seumur hidupnya. Bila dia meninggalkan pasangannya dia akan mati, begitu pula jika pasangannya meninggalkannya. Kalau Tuan Kita, dia adalah Manusia separuh siluman. Ibunya adalah siluman Kucing yang bermain-main ke dinasti manusia, Namun karna tertarik oleh kecantikannya Kaisar mengangkatnya menjadi selir. Di butakan oleh cinta, Ibu Tuan menyetujui semua perlakuan sang Kaisar kepadanya. Kemudian saat hamil ia panik, takut jika bayi yang lahir nanti adalah siluman, ia bisa saja di campakkan beserta bayinya, bahkan ada kemungkinan di lenyapkan."


"Lalu apa yang terjadi? Apakah Tuan Huang lahir sebagai siluman?" Jendral Gu bertanya dengan tidak sabar.


"Lalu, Ia kembali ke klannya, Saudari dari Ibu Tuan Huang menawarkan bantuan. Sejak saat itu Bibi Tuan Huang terus datang ke istana membantu Ibu tuan Huang, agar melafalkan mantra yang bisa membuat darah siluman di bayinya tertahan beberapa tahun. "


"Apakah berhasil? Apakah Tuan Huang lahir sebagai manusia atau kucing?" Jendral Gu menyela.


"Tuan Huang lahir sebagai bayi laki-laki yang sehat. Karna ia anak pertama Kaisar, maka kaisar menamainya Xuan Yi Zhen. Karna wajahnya yang sangat mirip dengan Ibunya, Tuan sangat di sayangi oleh Kaisar. Saat berusia dua setengah tahun, Tuan berubah untuk pertama kalinya ke bentuk kucing. Bulu-bulunya lebat dan indah, berwarna hitam, matanya yang merah terang seolah dapat menebak isi hati siapapun yang melihatnya.


Ibunya Tuan Mulai melatih Tuan mengenai semua hal yang perlu di ketahui oleh Siluman. Di samping itu, Bibinya Tuan juga sering mengirim Putrinya ke istana untuk membantu Tuan. Sepupu Tuan juga siluman kucing, ia adalah siluman kucing berwarna putih."


Jendral Gu mencoba membayangkan cerita tersebut dalam pikirannya.

__ADS_1


"Karna darah Silumannya yang sudah terbangun saat kecil, Tuan tidak berniat untuk ikut dalam perebutan tahta. Namun Ayahnya sangat menyayangi Tuan hingga mewariskan tahta lebih awal. Tuan tidak punya pilihan selain menerimanya. Di tengah-tengah hidupnya sebagai Siluman yang menjadi kaisar Dinasti manusia, Tuan bertemu dengan Nyonya yang saat itu sedang terluka."


"Bagaimana proses terjadinya?" Jendral Gu mendesak Paman Huo.


"Paman hanya kasim, tidak tau jelas seperti apa proses pertemuan Tuan dan Nyonya. " Wajah Paman Huo merah saat ia di tanyai.


"Paman jelas tau sesuatu! Ayo ceritakan." Jendral Gu semakin mendesak Paman Huo.


"Baiklah Paman akan bercerita..."


Saat Paman Huo ingin bercerita, Ming Tian Lei tiba-tiba muncul. "Aku akan menelan Roh Paman jika Paman menceritakannya pada hantu penggosip ini! "


Paman Huo menjadi pias. Ia segera menggelengkan kepalanya. Dan berulang kali berucap, "Hamba tidak berani, tidak berani."


Jendral Gu meneguk ludahnya. Ming Tian Lei pergi setelah menerima kalung Huang Yi Zhen dari Paman Huo. "Baiklah Paman aku tidak akan bertanya lagi tentang Tuan dan Nyonya, tapi aku ingin bertanya, siapa orang yang di maksud Nyonya. "


"Kenapa dia melakukan itu! " Jendral Gu menggertakkan giginya kesal.


"Hanya atas dasar dia suka, Sebenarnya dia iri dengan Tuan dan Nyonya yang menjalin kasih. Berbeda dengannya yang kesepian tanpa pasangan." ujar Paman Huo.


Jendral Gu merasa kesal namun lebih banyak merasakan takut, tidak terbayangkan olehnya jika ia memiliki seorang kekasih yang mencintai konflik.


.....


Paman Huo menyambut kedatangan Ming Tian Lei dengan hangat. "Tidak perlu basa basi lagi, bisakah Paman memanggilkan bocah Gu dan hantu yang lainnya ke sini."


Ming Tian Lei tampak kelelahan, ia menyandarkan dirinya ke kursi tamu, tempatnya duduk di ruangan itu. Tak Lama kemudian Bocah Gu datang bersama dengan seluruh pasukan hantu yang ada di bawah pemerintahan Ming Tian Lei.

__ADS_1


"Aku meminta kalian datang karna aku ingin pensiun." Saat Ming Tian Lei selesai berbicara, seorang hantu yang terkuat ke dua setelah Ming Tian Lei maju dan berkata.


"Apa maksud Yang mulia? "


"Seperti yang kalian semua duga, Aku akan melakukan Ritual untuk membangun kembali tubuhku. Aku akan meninggalkan kehidupan Hantu. Sekarang aku bertanya kepada kalian siapa yang ingin ikut bersamaku? Siapa yang ingin kembali hidup? "


"Apa untungnya?! Bukankah kehidupan Anda sebagai hantu sudah bagus? Apa Anda meninggalkan kami karna siluman Kucing itu?!" Hantu itu sepertinya tidak terima jika Ming Tian Lei meninggalkan dunia Hantu.


Ming Tian Lei menatap tajam Hantu itu. Tekanan yang muncul dari tatapan itu membuat hantu itu ketakutan, Namun kesal karna Ratu tidak menerima opininya. Ekspresi hantu itu tampak seperti seseorang yang baru saja menelan kotoran. Begitu tidak sedap di pandang.


"Sekarang berpisah lah, Yang ingin kembali hidup pindah ke sisi kiri ku. Namun perlu ku ingatkan lagi, Identitas kalian saat hidup tidak akan pernah berubah. Kekuatan hantu yang kalian capai saat ini akan menghilang begitu kalian kembali hidup. Namun karna kita adalah hantu yang di hidupkan kembali melalui ritual, kita masih punya kemampuan untuk merasakan Hantu saat kita hidup."


Ada sekitar 670 hantu dalam barisan. Saat berpisah, sekitar sepertiga dari jumlah total memilih menjadi manusia. Termasuk hantu Ayah dan Ibu Huang Yi Zhen.


"Aku sangat senang Ayah dan Ibu mertua ingin ikut dengan ku."


"Apa yang Yang Mulia bicarakan kami ikut kemanapun Yang Mulia pergi." Perkataan Ibu Huang membuat Ming Tian Lei sangat senang. Padahal Ibu Huang dan Ayah Huang adalah Ayah dan Ibu Huang Yi Zhen di kehidupan sebelumnya, Sebelumnya Ayah Huang Yi Zhen adalah orang yang sangat membenci Siluman dan tidak mengetahui keberadaan Siluman. Sedangkan Ibu Huang Yi Zhen sangat menentang Hubungan Huang Yi Zhen dan Hu Lei. Yah... Meski mereka bereinkarnasi, mereka tidak seperti Huang Yi Zhen yang memiliki ingatan dari kehidupan sebelumnya.


Tapi Ming Tian Lei dalam suasana hati yang baik sekarang. "Baiklah mari ucapkan perpisahan dulu pada yang lainnya. Ming Hu aku menyerahkan jabatan Raja hantu kepadamu, kuharap kamu bisa menggantikan aku menjaga dunia Hantu."


Ming Tian Lei menepuk bahu Hantu terkuat ke dua setelah dia. Ming Hu terharu, hantu yang lainnya juga, mereka menangis. Namun karna mereka adalah Hantu, Air mata hitam mengalir dari kedua mata mereka, beberapa bahkan meneteskan air mata darah.


"Hei hei... sudah, ada apa dengan kalian? Hentikan lah.. kalian terlihat jelek sekarang hahaha..." Ming Tian Lei mencoba mencairkan suasana.


"Huaaaa! Ratu!" beberapa menangis keras untuk mengekspresikan rasa sedih mereka.


Beberapa hanya menatap punggung ramping Ming Tian Lei yang pergi bersama Hantu hantu yang ingin kembali hidup. Beberapa ikut mengantarkan Ming Tian Lei ke Altar Ritual. Malam itu Dunia hantu bergejolak karna kepergian Ming Tian Lei.

__ADS_1


__ADS_2