Benang Merah

Benang Merah
Chapter 47


__ADS_3

Chapter 47


Huang Yi Zhen dan Hu Lei kembali bersama ke rumah Huang. Hu Lei juga telah membelikan pakaian baru agar Huang Yi Zhen terlihat lebih segar. Tentunya ia juga telah mengobati luka kecil di lengan Huang Yi Zhen.


Melihat wajah yang paling tidak diinginkan muncul kembali di depannya, Bai Li Zhi tentu tidak bisa diam saja. Tangannya mengepal, emosinya kembali naik. Ia meminta pelayan lain menyambut Tuan Muda dan Nyonya baru. Lalu pergi merencanakan sesuatu.


"Tuan Muda dan Nyonya telah kembali. Selamat datang. Saya dengar dari Bai Li Zhi, anda hilang di hutan. Untunglah Nyonya besar membawa kembali Tuan Muda..." Kepala pelayan Bai Xuo secara langsung menyambut Huang Yi Zhen yang sudah seperti putranya sendiri.


"Benar, bocah malang ini telah di perlakukan dengan buruk oleh seseorang." Ujar Hu Lei dengan nada tajam.


Entah mengapa kepala pelayan merasa sedikit gugup. Keringat dingin menetes di tubuhnya. Malam itu hujan deras menerpa bumi. Huang Yi Zhen menghabiskan waktu dengan melukis langit hujan di kamarnya. Sedangkan Hu Lei pergi menghadiri sebuah lelang amal bersama Ayah Huang. Bersama-sama insting kedua siluman itu berkata kalau akan ada sesuatu yang buruk terjadi.


Telpon Huang Yi Zhen bergetar, pertanda seseorang menelponnya. Kucing kecil yang sedang mencap cakar kucing di sudut lukisan merasa terpanggil. Ia melompati meja untuk melihat siapa yang menelponnya. Ternyata itu adalah Ayah Huang.


Huang Yi Zhen kembali ke bentuk manusia. Lalu menjawab panggilan Ayah Huang. Suaranya terdengar samar karna hujan. "Yi... Zrashh.... Berhati-hati... Dengan... Bai....Zrhasshhh.... " Lalu telpon mati begitu saja.


Tak lama kemudian Hu Lei menelponnya. Huang Yi Zhen menjawab telponnya. "Yi Zhen apa kau mendapat pesan dari Huang Lu Zhao?"


"Aku mendapat telpon, tapi karna hujan yang begitu deras. Aku tak dapat mendengar apa yang Ayah katakan."


"Yi Zhen berhati-hati di rumah, jangan biarkan dirimu tertidur. Aku sedang dalam perjalanan pulang. Kami mengalami kecelakaan, dan Ayahmu kini sedang berbaring di rumah sakit. Berhati-hatilah... Aku yakin ini sebuah rencana jahat seseorang. " Hu Lei berteriak agar Huang Yi Zhen mendengar semua kalimatnya dengan jelas.

__ADS_1


Hu Lei mematikan telpon segera setelah ia menyampaikan semuanya. Huang Yi Zhen melihat ekornya yang sejak tadi terus mengembang. Suasana dingin dari hujan tampaknya bercampur dengan niat buruk. Huang Yi Zhen mendengar langkah kaki seseorang menuju kamarnya. Huang Yi Zhen segera memanipulasi tempat tidur seolah dia sudah tertidur. Dengan bantal guling yang di tutupi selimut.


Lalu bersembunyi di atas lemari dengan bentuk kucing. Dengan mengambil sudut yang baik, Huang Yi Zhen dapat melihat seluruh penjuru kamarnya. Pintu kamarnya di buka. Lalu langkah kaki menuju tempat tidurnya kembali terdengar.


Setiap suara langkah itu terdengar mengerikan bagi kucing kecil. Dengan kegelapan yang menyelimuti seluruh ruangan, sosok itu terlihat berjalan tanpa hambatan. Seolah memang sudah mengenal kamar ini begitu baik.


Huang Yi Zhen mengenali orang ini dari bau yang melekat di tubuhnya. Huang Yi Zhen melihat orang itu memegang benda perak, yang membuat Huang Yi Zhen mengingat dunia kedua. Sosok itu mengangkat pisaunya tinggi-tinggi. Pisau perak itu tampak bergetar karna sosok itu terlalu bersemangat. Ada seringai dan niat membunuh yang kuat dari sosok itu. Lalu ia mengayunkan pisaunya sekuat tenaganya, ke bantal yang di tutupi selimut.


Sosok itu melihat tusukannya yang menusuk tanpa ada darah. Sosok itu terlihat marah dan akan mengamuk. Ia membuka selimutnya hanya untuk melihat bantal. Ia segera berlari keluar kamar Huang Yi Zhen.


"Semuanya! Cari si Marga Huang itu! Kita mulai malam pembalasan!" Suara Bai Li Zhi memenuhi langit-langit rumah.


Bai Li Zhi melirik sosok yang lebih tinggi di belakangnya. Rasanya tatapan Huang Yi Zhen saat ini lebih dingin dari kemarin. Dalam Hati Bai Li Zhi merasa sedikit takut.


Bai Li Zhi di paksa berjalan menuju ruangan depan kamar Huang Yi Zhen. Kamar Huang Yi Zhen berada di lantai kedua dari empat lantai di rumah Huang. Lantai kedua dan pertama bergabung. Lantai kedua memiliki tangga lingkaran besar yang dapat di gunakan untuk turun. Tinggi setiap lantai adalah 5 sampai 7 meter.


"Bai Li Zhi, ini adalah malam kematianmu" Bisik Huang Yi Zhen.


Bai Li Zhi tau dengan baik sifat kepengecutan Tuan Mudanya. Ia menyeringai. "Coba saja jika kau berani pecundang! Kau bahkan tidak berani melihat darah!"


"Sayang sekali aku bukan Huang Yi Zhen yang kau kenal, Li Zhi..." Bisik Huang Yi Zhen.

__ADS_1


Lalu ia mengangkat kerah belakang Bai Li Zhi dan langsung melemparnya ke lantai satu. Bai Li Zhi terjatuh dari ketinggian 7 meter dan langsung mengenai lantai. Yang membuatnya semakin tersiksa adalah ia tidak mati begitu saja.


Suara jatuhnya Bai Li Zhi membuat beberapa pelayan di sekitarnya panik. Lalu mereka melihat ke atas, tempat Bai Li Zhi terjatuh. Berdiri di sana Tuan Muda mereka yang mereka cari. Dengan seringai iblis, dan benda segitiga di atas kepalanya. Karna melihat dari bawah, pelayan mengira itu adalah tanduk.


Huang Yi Zhen melompat ke lantai pertama. Itu membuat terkejut para pelayan. Sekarang posisi mereka terbalik, jika tadi mereka harus mengejar Tuan Muda mereka, kini merekalah yang di kejar Tuan Muda. Dalam hati mereka menyesal, karna setuju untuk ikut dengan malam pembantaian yang di katakan Bai Li Zhi. Ini memang malam pembantaian, namun bukan pembantaian keluarga Huang, melainkan pembantaian bagi mereka, para pelayan yang mengkhianati Tuannya.


Malam itu hujan mengiringi teriakan histeris dari kediaman Huang. Tak ada yang di biarkan melangkahkan kaki keluar dari rumah Huang. Dari seluruh lantai rumah keluarga Huang, tak ada manusia yang di biarkan hidup. Merahnya darah seakan sudah menjadi dekorasi khas di rumah Huang. Dengan mayat mayat manusia yang bentuknya tidak utuh, perlahan di letakkan di sekitar Bai Li Zhi yang masih bernyawa.


Bai Li Zhi memang berniat untuk membunuh seluruh keluarga Huang. Membalaskan dendam ke ayahnya yang tidak pernah mengakuinya. Lalu membalaskan dendam ke Nyonya baru keluarga Huang yang bahkan lebih muda dari Ibunya. Kemudian membunuh satu-satunya pewaris sah harta keluarga Huang. Sejauh ini ia sudah berhasil membuat Ayahnya dan Nyonya besar itu jatuh. Malam ini seharusnya adalah malam kematian Tuan Mudanya, tapi siapa yang dapat menyangka? Sekarang malah menjadi malam kematiannya.


Tuan muda yang senantiasa ia layani beberapa tahun terakhir, adalah seorang pria tidak berguna. Gagal dalam hubungan sosial dan hubungan asmara. Hidup sebagai penghambur uang keluarga. Lalu mengurung diri di ruang tertutup seperti orang kelainan mental. Setiap hari pekerjaannya hanya mengurusi bunga seperti seorang gadis. Dan memakan makanan manis seperti anak kecil. Meski semua lukisannya bagus dan menghasilkan uang. Di matanya pria pemalu itu masih tidak berguna.


Namun kini orang yang biasanya bahkan tidak berani melihat darah, telah menumpahkan banyak darah di rumah keluarga besar Huang. Dan orang yang dia anggap paling tidak berguna, kini sedang berjalan ke arahnya dengan senyuman iblis.


"Lihat aku Li Zhi! Katakan pada Tuan Mudamu, apakah aku adalah Huang Yi Zhen yang kau kenali?!" Tanya Huang Yi Zhen dengan nada dingin.


Kemeja putih yang ia kenakan kini memiliki banyak corak merah, bahkan wajahnya juga terkena darah. Bai Li Zhi tak sanggup bergerak apa lagi berbicara. "Li Zhi... Jika bukan karna aku bukan manusia, mungkin kematianku sudah berlalu beberapa hari. "


Huang Yi Zhen mengangkat cakarnya lalu menusuk dada kiri Bai Li Zhi. Bai Li Zhi mendengar suara tulang rusuknya yang patah. "Lihat Li Zhi... Jantungmu masih berdetak untuk menghasilkan darah segar. "


Bai Li Zhi melihat jantungnya yang tampak berdetak kencang di telapak tangan Huang Yi Zhen dan itu masih tersambung dengan tubuhnya. Nafasnya kini telah tersenggal-senggal. Kematiannya sedang menjemputnya. Huang Yi Zhen menggenggam jantung merah itu sekuat tenaganya. Dan darah serta potongan jantung itu menyembur ke wajah Bai Li Zhi. Bai Li Zhi mati dengan wajah yang ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2