
Chapter 9 Rev
"Tok tok tok." pintu di ketuk.
Zhuo Gu Chu membukakan pintu. Huang Yi Zhen yang di papah Lin Feng datang. Hari sudah malam dan Huang Yi Zhen yang mabuk membuat Zhuo Gu Chu dan Lin Feng kesulitan. Karna ketika Huang Yi Zhen mabuk ia akan sedikit 'gila' Lin Feng ingat terakhir kali Huang Yi Zhen mabuk adalah saat lulus dari kuliahnya. Di Saat Huang Yi Zhen mabuk biasanya dia akan seperti anak kecil berusia 5 atau 7 tahun.
"kik" Xiao Mo si rubah kecil melompat ke kerut Huang Yi Zhen.
"Hm... waah Lin Feng matamu cantik sekali... hic... mengapa... hic... kau menjadi hitam... hic... " Huang Yi Zhen akan cegukan saat mabuk.
"Yi Zhen, itu adalah rubah kecil yang kamu pelihara. "
"Rubah? " Huang Yi Zhen tiba-tiba teringat sosok Hu Lei.
"Xiao Lei? benarkah kamu? Xiao Lei jika tidak segera berubah Yi Zhen bisa mati karna frustasi." Huang Yi Zhen tiba-tiba bertingkah seperti orang lain membuat Lin Feng kebingungan.
"Pasti karna Paman Huang mabuk, Paman Lin pulang saja." Ujar Zhuo Gu Chu.
"Em... baiklah, tapi jika terjadi sesuatu telpon Paman ya."
Zhuo Gu Chu mengangguk dan menutup pintu. Saat Zhuo Gu Chu berbalik, Huang Yi Zhen menyerangnya dengan pedang yang di dapat entah dari mana. Mata Huang Yi Zhen terlihat berubah emas.
"Jangan Harap kau bisa menyakiti Xiao Lei!" Huang Yi Zhen menebas pintu, pintunya terbelah dua.
Huang Yi Zhen mengejar Zhuo Gu Chu, ia terus menerus menebas benda yang di lewati Zhuo Gu Chu. Huang Yi Zhen tiba-tiba duduk menatap lampu ruangan. Mata emasnya meneteskan air mata, pipinya memerah karna ia menangis. Tangannya di gerakkan untuk menyeka air mata.
__ADS_1
"hiks.. Ibu... Yi Zhen rindu... "
"Nyonya ada apa dengan tuan Huang? " Zhuo Gu Chu berbisik pada Ming Tian Lei yang berdiri sebagai rubah kecil.
"Kamu jaga agar formasi spiritual yang ku bangun tetap utuh, saat ini jiwa Yi Zhen sedang kacau."
Huang Yi Zhen menangis hingga ia tertidur. Awalnya Ming Tian Lei ingin mengantarkan suami manusianya ke kamar, namun hal yang aneh dan tidak masuk akal terjadi.
Ujung jari tangan kiri maupun kanan mengeluarkan api keemasan yang mengelilingi seluruh tangannya. Namun sepertinya Huang Yi Zhen tidak terganggu. Api itu mulai mengelilingi Huang Yi Zhen. Bahkan api itu melukai Ming Tian Lei.
Ming Tian Lei melepas rangkulannya. "Ada apa Nyo.. wah! Mengapa api itu mengelilingi tuan Huang?" Jendral Gu menghindari tubuh Huang Yi Zhen.
Ming Tian Lei menatap kosong pada kobaran api. Bukannya ia tak pernah melihatnya. ia ingat suatu saat ketika ia masih hidup, ia tak sengaja melihat sepasang anak dan ibu kucing berlatih, di seluruh tubuh mereka ada api emas yang sama.
Poof asap tiba-tiba menghilang dan seekor kucing jantan yang juga berwarna hitam muncul. Kucing itu menatap Ming Tian Lei. Ming Tian Lei merubah dirinya ke bentuk Rubah.
(Ibu!)
Kucing itu berlari mendekati Ming Tian Lei. Kucing itu mengusap-usapkan kepalanya ke leher berbulu Ming Tian Lei.
"Wah... nyonya dan tuan terlihat imut." Jendral Gu yang menatap mengulurkan tangan hendak mengusap mereka.
Namun Huang Yi Zhen yang menjadi kucing mengembuskan nafas api berwarna emas ke arah Jendral Gu.
"Ahh! panas sekali! "
__ADS_1
Huang Yi Zhen mengabaikan hantu yang berteriak-teriak karna terbakar api emasnya. Lalu ia menatap Ming Tian Lei.
"Miao, mao, meow ?"
(Ibu, abaikan si bodoh itu, bisakah menemani aku tidur?)
Ming Tian lei tidak mengiyakan atau menolak, ia hanya menggigit kulit leher Huang Yi Zhen yang dalam bentuk kucing, kemudian membawanya untuk tidur ke kamar. Ming Tian Lei masih bingung mengapa Suaminya yang seharusnya Manusia malah bisa memiliki aura siluman?
Tak butuh waktu lama hingga pagi datang. Huang Yi Zhen menatap Zhuo Gu Chu yang membukakan jendela kamarnya. Huang Yi Zhen mengusap matanya. Huang Yi Zhen mencoba duduk untuk melihat jam di telpon, Namun begitu melihat layar telponnya di mana ada foto dia dan Chu Liu, membuatnya marah. Chu Liu yang dia kenal adalah gadis baik baik mengapa tiba-tiba dia menjadi binal? Atau apakah dirinya memang tidak mengenal Chu Liu dengan baik? Huang Yi Zhen merasakan bahwa hatinya sekarang mati rasa.
"Paman sarapanlah, Paman Li Sudah berkata bahwa ia akan membantumu meminta cuti pada Pihak rumah sakit, jadi Paman tidak perlu bekerja." Zhuo Gu Chu memberikan nampan makanan pada Huang Yi Zhen.
Huang Yi Zhen memakannya sambil berterima kasih. Huang Yi Zhen ingin menghapus semua ingatannya tentang Chu Liu. Jadi setelah makan ia memilah-milah barang barangnya, di bantu dengan Zhuo Gu Chu.
Setelah selesai mengumpulkan seluruh barang yang memiliki kenangan dia dan Chu Liu, Huang Yi Zhen beristirahat dengan rubah kecil bermain di tangannya.
Ting Tong Ting Tong
Bel rumah berbunyi, Huang Yi Zhen dengan malas melangkah ke pintu luar. Namun ia malah pas pasan dengan Chu Liu. Huang Yi Zhen sedang malas melihat fotonya apalagi orangnya.
"Kak Zhen ..."
Huang Yi Zhen menutup pintunya segera. Huang Yi Zhen memanggil Zhuo Gu Chu. Dan mengatakan padanya.
Sampai di sini aja dulu ya... sekarang author sama sekali tidak memungkinkan untuk menulis karna kondisi author yang memburuk, sejak beberapa hari lalu.
__ADS_1
maaf ya... maaf yang menunggu...
insyaallah.... minggu depan saya akan aktif, dan Mencoba tetap membawakan cerita minggu depan.