
Chapter 63
Huang Yi Zhen membawa Hu Lei dan Huang Yi Bao dalam pelukannya. Ia tak hanya berlari, namun juga melompat untuk mempercepat perjalanannya. Tanpa Huang Yi Zhen ketahui, Huang Yi Bao saat ini sedang terbangun dan melakukan sesuatu secara tersembunyi. Mulutnya menggumamkan sebuah kalimat yang hanya ia yang tau.
Dengan itu, seluruh bukti yang merujuk kepada Huang Yi Zhen beserta dirinya dan Hu Lei, menghilang seolah itu tak pernah ada di sana. Huang Yi Zhen melihat hari yang mulai mendung, lalu ia memutuskan untuk singgah di sebuah Gua.
Setelah menggelar karpet kecil yang biasa ia gunakan untuk bermain bersama Huang Yi Bao, Huang Yi Zhen meletakkan Hu Lei di atasnya. Lalu memasuki gua lebih dalam untuk memastikan apakah gua itu aman untuk di tinggali. Dengan bola kecil api diantara jemarinya, Huang Yi Zhen memasuki gua dengan kewaspadaan.
Untungnya yang di khawatirkan tidak terjadi. Tidak ada ular, tanaman beracun atau Siluman lain di dalam gua. Huang Yi Zhen kemudian berjalan keluar gua. Bertarung membuat perutnya lapar. Dalam cincin penyimpanannya, seluruh bumbu dapur telah lengkap. Namun ia tidak membawa sayur ataupun Ikan yang menjadi favoritnya.
Saat dalam sedang pencari tempat berteduh, Huang Yi Zhen melihat ada sungai kecil yang berada tak jauh dari gua. Dengan cakar yang di keluarkan, ia bersiap untuk menangkap ikan. Setelah berkutat dengan arus sungai begitu lama, ia berhasil membawa banyak ikan dengan berbagai ukuran. Dengan bentuk semi manusia, ia memasuki gua lagi. Di luar telah hujan dan Huang Yi Zhen basah kuyup.
Itu membuat Putranya dan Hu Lei khawatir. Huang Yi Zhen melambaikan tangannya. "Tidak perlu khawatir, hanya hujan kecil saja tidak akan membuatku sakit."
Baru beberapa menit setelah ia mengatakan itu, rasa dingin dan gatal menyambut hidungnya. "Haciuh..."
Huang Yi Zhen membesarkan api yang di buat Huang Yi Bao. "Tidak apa-apa, ah aku membawa banyak ikan! Bisakah Nona Hu..."
__ADS_1
Huang Yi Zhen bertanya dengan nada canggung. Huang Yi Bao juga senang tentunya. "Bisakah Tante Hu membuatkan makanan!"
Dari pada di sebut pertanyaan, kalimat itu lebih pantas di katakan perintah. Hu Lei melihat dua pria tukang makan di depannya. Dengan menghela nafas pasrah ia mulai dengan membersihkan Ikan. Huang Yi Zhen adalah orang yang berencana untuk pindah rumah, jangankan alat dapur, bahkan seisi rumahnya telah di bawa olehnya. Ia mengeluarkan barang yang kira-kira di perlukan Hu Lei untuk memasak.
Hu Lei membersihkan Ikan di sisi mulut gua, dengan air hujan membersihkan Ikan akan lebih mudah. Karna takut masuk angin, Huang Yi Zhen segera mengganti pakaiannya. Setelah memakai pakaian kering, Huang Yi Zhen merubah dirinya menjadi Serigala. Melihat bulu tebal Ayahnya yang terlihat hangat, Huang Yi Bao berlari dengan ke empat cakarnya menuju perut Huang Yi Zhen.
Hu Lei kembali dengan bahan mentah untuk sup ikan yang telah bersih. Melihat dua Pria itu tertidur dalam bentuk Siluman sangat menarik. Hu Lei melanjutkan kegiatan memasaknya. Saat supnya hampir matang, telpon Hu Lei yang di simpan di cincin penyimpanan, bergetar. Saat ia mengeluarkan telponnya, ada nama Ibunya tertera di telpon itu.
Hu Lei menghela nafas lelah. Sambil mengaduk sup, ia menjawab telponnya."Ya Ibu?... Benar, aku dalam perjalanan pulang... Tidak perlu khawatir, aku bersama seseorang. Sudah ya bu, aku sedang memasak."
Sambungan telpon pun di matikan. Hu Lei melihat Serigala dan kucing yang tidur tak jauh dari api. Sejak awal ketertarikan dan obsesi untuk memiliki muncul ketika melihat Siluman Serigala itu memasuki tokonya. Seharusnya mustahil rasa seperti itu muncul kepada orang tak di kenal yang baru dekat kurang dari dua hari. Tapi mata itu menarik hatinya.
Author note: jangan di bayangkan kalau merasa jorok ya 😊, Happy reading 😘
"Untukmu yang melihatku, telan sup mu dan cintailah aku." Saat Hu Lei melantunkan mantra itu, untuk sesaat Sup di panci berubah warna menjadi merah muda. Lalu kembali normal dalam beberapa menit berikutnya.
Itu adalah mantra khusus turun-temurun yang di ajarkan oleh leluhur Rubah. Meski terkesan menipu sebenarnya ini salah satu Mantra yang kuat. Itu bisa membuat seseorang yang awalnya membencimu hingga ingin membunuhmu, berubah menjadi orang yang mencintaimu hingga ingin menyerahkan dirinya kepadamu. Namun Mantra itu tak berlaku untuk orang yang mencintaimu atau menyayangimu sepenuh jiwanya.
__ADS_1
Huang Yi Zhen yang sebenarnya sedang bangun menahan tawanya. Bahkan tanpa ramuan, ia telah mencintai Hu Lei sejak awal, sehingga mantra itu tak berlaku untuknya. Beberapa menit kemudian Sup Ikan telah masak, dan Hu Lei telah memasukkannya ke dalam mangkuk sup. Hu Lei mengubah dirinya menjadi Rubah hitam kecil, lalu membangunkan Serigala dan kucing.
Huang Yi Zhen membuka matanya, dan ia bertemu dengan Rubah kecil yang ia rindukan. Sudah lama sejak ia melihat bentuk Rubah Hu Lei, rasanya begitu Rindu. Huang Yi Zhen bangun setelah Huang Yi Bao menghampiri Hu Lei. Huang Yi Zhen mengendus Aroma Rubah di depannya.
"Aroma supnya lebih enak dari biasanya, serta ada sedikit aroma tubuhmu dari sana."
Rubah kecil yang diam-diam melakukan trik, takut triknya terbongkar. Ia melambaikan cakar depannya dengan gelisah. "Itu mustahil, sudah ayo makan. Mungkin itu hanya perasaanmu saja."
"Hehehe... yang benar?"
Hu Lei menganggukkan kepalanya. Huang Yi Zhen ikut mengangguk. "Oke, aku juga sudah sangat lapar."
Lalu Serigala besar itu meneguk sup dan mengunyah ikan, tanpa keraguan. Huang Yi Zhen merasa semakin hidup setiap kali memakan sup Ikan. Begitu pula dengan Huang Yi Bao. Hu Lei ikut makan saat perutnya berbunyi.
Saat Mereka semua telah selesai makan, Hujan masih mengguyur deras di luar sana. Rasa kantuk telah datang dan tak ada yang mampu menghentikannya. Setelah makan makanan hangat di saat Hujan, hal terbaik untuk dilakukan setelahnya adalah tidur. Dengan berpegang pada kalimat itu. Tiga Siluman berbeda jenis itu menaiki karpet dan tidur bersama. Hu Lei mendekat ke perut serigala besar. Dan Huang Yi Bao melompati punggung Rubah untuk tidur di tengah Serigala dan Rubah. Ekor besar Huang Yi Zhen ia gunakan untuk memeluk punggung Hu Lei. Dengan begitu tak ada yang merasa dingin. Apalagi Huang Yi Bao yang tidur diantara sela Ayah dan wanita yang kemungkinan akan menjadi Ibu barunya.
Ini ilustrasi Huang Yi Zhen, Huang Yi Bao dan Hu Lei ya😘
__ADS_1
Yang telinganya agak panjang adalah Hu Lei. Yang satunya Huang Yi Zhen, dan yang nyempil di tengah itu Huang Yi Bao, ya 😘.