Benang Merah

Benang Merah
Chapter 12


__ADS_3

Chapter 12 Rev


Huang Yi Zhen mencari pekerjaan di rumah sakit lainnya. Anehnya semua rumah sakit menerimanya, namun seolah mereka di sihir oleh sesuatu mereka tiba-tiba menolak lamaran kerja Huang Yi Zhen. Huang Yi Zhen menghempaskan kepalanya di sandaran kursi kemudi.


Huang Yi Zhen memeluk kakinya, kenyataan yang membuatnya berubah menjadi kucing masih membuatnya bingung. Di tambah sekarang ia tidak di terima oleh rumah sakit manapun membuatnya frustasi. Emosi yang terlalu kentara membuat ekor dan telinga kucingnya muncul lagi.


"Wah bagaimana cara menghilangkannya? "


'Pulanglah, hanya kami semua yang bisa menerimamu, di Wang jia' Bisikan Ming tian Lei terdengar di telinga Huang Yi Zhen.


Huang Yi Zhen menatap cermin spion di dalam mobil. Selain telinganya yang berbulu Huang Yi Zhen juga melihat mata merah dan taring di wajahnya. Huang Yi Zhen menggaruk telinga besarnya dengan kebingungan.


Karna Huang Yi Zhen tidak tau cara menghilangkan penampilan semi manusianya maka Huang Yi Zhen mengenakan jas hujan biru tua yang memiliki penutup kepala dan mengenakan masker untuk menutupi taringnya. Dan memakai kacamata hitam untuk menutupi mata merahnya.


"Apa-apaan ini! Penampilanku bahkan lebih mencurigakan sekarang." ujar Huang Yi Zhen.


Huang Yi Zhen berpikir bahwa ia tidak akan turun dari mobilnya dan langsung pulang menuju rumah. Namun Aroma ikan bakar di jalanan yang mulai senja membuatnya berubah pikiran. Huang Yi Zhen takut di kira orang aneh dan di laporkan, Namun perutnya memaksanya untuk tetap pergi.


Pada akhirnya Manusia separuh kucing itu memutuskan untuk mengikuti kata-kata perutnya. Huang Yi Zhen keluar dari mobilnya setelah memarkirkannya. "Uhm.. wanginya sangat enak! Paman, aku ingin semua dari setiap jenisnya! " Huang Yi Zhen berkata dengan mata berbinar.


"Baik Tuan silahkan duduk " Huang Yi Zhen dengan patuh duduk menunggu hidangan pesanannya datang. Karna berada di samping taman kota, jalanan mulai ramai oleh pejalan kaki, banyak orang-orang dengan peliharaannya berjalan untuk pulang.


Beberapa kucing baik betina maupun jantan mengerubungi Huang Yi Zhen. Karna sesama kucing Huang Yi Zhen mengerti apa yang di bicarakan kucing-kucing itu.


"Halo semuanya? kalian tampak lelah apakah baru selesai bermain? " tanya Huang Yi Zhen sambil mengusap beberapa dari mereka.


"Maafkan saya Tuan, saya tidak bisa mengontrol kucing saya, dia terus berjalan kemari, mungkin ia begitu ingin bertemu Tuan. " ujar salah satu pemilik kucing tersebut.


"Benar, kucing kami juga begitu, jika bisa apa Tuan bisa membujuk mereka? Mereka masih harus mandi dan beristirahat di rumah."

__ADS_1


"Benar kucing kami juga."


Huang Yi Zhen melihat makanan pesanannya sudah datang. Lalu Huang Yi Zhen berkata "Mungkin kucing kalian semua ingin makan, " Huang Yi Zhen mengambil huapan pertama lalu berkata pada para kucing. "Teman-teman, aku akan membagikan ikan ini pada setiap dari kalian, namun kalian harus berjanji untuk pulang bersama Tuan kalian."


Telinga para kucing tampak turun, para kucing ingin bermain dengan Huang Yi Zhen, bukan ingin makan makanan Huang Yi Zhen, sehingga mereka cukup sedih.


"Aduh... jangan bersedih semuanya, jika berjodoh kita bisa bertemu lagi. Aku juga harus pulang, jadi makanlah dahulu sebelum pulang." Huang Yi Zhen berkata sambil membagikan beberapa piring olahan ikannya pada kucing-kucing.


Huang YI Zhen pun ikut makan makanannya, para pemilik menjadi ikut lapar melihat pria misterius dan anak-anak kucing mereka makan dengan lahap. Setelah selesai Huang Yi Zhen pamit pada teman kucingnya.


"Sampai jumpa semuanya, semoga kita bertemu lagi" Ujar Huang Yi Zhen setelah membayar biaya makannya.


Kucing-Kucing menolak pergi sebelum mobil Huang Yi Zhen menghilang. Lalu tiga orang lainnya yang mengendarai mobil juga mampir untuk berhenti. mereka adalah tiga chenayang yang di bawa Chu liu. Melihat para kucing yang berkerumun mulai bubar, Kakak besar berkata pada Li Zhi Hua. "Coba terawang apa yang terjadi disini beberapa menit lalu"


"Ada seorang Pria misterius dengan jas hujan menutupi seluruh tubuhnya, wajahnya juga di tutupi oleh masker dan kaca mata hitam. Anehnya Pria ini memiliki aura binatang Roh di tubuhnya. Kucing-kucing berlarian entah dari mana, para kucing itu seolah menjilat pria misterius itu, mereka bermanja-manja padanya. kemudian... uhuk! " Li Zhi Hua batuk darah.


"Adik! "


"Kakak-Kakak, aku yakin kalau sebenarnya dialah pria yang kita cari. " ujar Wan Biao.


"Benar Kak! aura binatang roh dari pria itu sama dengan aura binatang Roh di rumah tunangannya Nona Chu "


"Hm... kalau begitu besok kita akan mulai mencari pria misterius itu di sekitar sini " ujar Kakak besar.


Wan Biao dan Li Zhi Hua mengangguk.


Selain itu di rumahnya Huang Yi Zhen Juga mengalami masalah. Saat Huang Yi Zhen pulang, Huang Yi Zhen mendekati Istri hantunya yang sedang dalam bentuk rubah. Ia tau bahwa Ming Tian Lei saat hidup haruslah Binatang Roh sepertinya. Jadi Binatang Roh pasti tau bagaimana cara menghilangkan bentuk semi manusia.


"Xiao Mo ajari aku untuk berubah ke bentuk manusia sepenuhnya dong." Huang Yi Zhen yang sudah melepas alat alat misteriusnya datang menghampiri Rubah kecil.

__ADS_1


Rubah kecil mengkikik marah, dan menolak untuk melihat Huang Yi Zhen. Huang Yi Zhen bingung mengapa Xiao Mo bisa marah. Huang Yi Zhen bukan rubah sehingga tidak mengerti apa yang di bicarakan Xiao Mo.


"Nona hantu, aku tau kamu adalah Xiao Mo. tolong berubahlah aku tidak memahami perkataan rubah karna aku hanya kucing biasa, bukan rubah." Huang Yi Zhen memelaskan suaranya agar Rubah Kecil yang agresif itu menoleh padanya.


"Huang Yi Zhen! Kamu bermesraan dengan kucing lain di belakangku! Masih berharap aku membantu mu?! " Rubah Kecil berubah menjadi Ming Tian Lei dan melipat tangannya di dada.


"Hmph! makan tai saja sana! " ujar Ming Tian Lei yang sedang merajuk.


Huang Yi Zhen duduk di samping wanita cantik berwajah pucat itu. Huang Yi Zhen menyandarkan kepalanya di bahu wanita hantu itu. "Xiao Lei sudah menjadi Raja hantu juga masih pencemburu ya. Mereka hanya kucing biasa, sungguh. Aku tadi tergoda aroma ikan sehingga mampir dulu hehehe..."


Ming Tian Lei Terharu! Huang Yi Zhen mengingatnya! Artinya semua pengorbanannya berhasil! Sayang sekali melihat tubuhnya yang mulai transparan bahkan mulai tidak bisa bertahan di bawah matahari. Ming Tian Lei takut bahwa dirinya akan segera lenyap.


"Wah mengapa menangis? Aku benar-benar tidak melakukan apapun selain makan ikan bersama beberapa kucing." Huang Yi Zhen mencoba memberanikan diri menghibur Raja hantu itu.


"Benar, Kak Yi Zhen sangat bodoh... huhuhu... bahkan setelah di lahirkan kembali juga sangat bodoh... huhuhu... " Ming Tian Lei yang menangis menghilang, dan pergi ke kalung Huang Yi Zhen.


Huang Yi Zhen menggaruk kepalanya dalam kebingungan. Huang Yi Zhen memanggil Jendral Gu.


"Hei bocah Gu, katakan apa yang terjadi mengapa Xiao Lei menangis ?" Tanya Huang Yi Zhen.


Jendral Gu yang berlutut di lantai menggeleng dan berkata. "Menjawab Tuan, hamba tidak tau, namun Nyonya sudah lama berada di kota manusia yang mana sangat jauh dari desa Wang Jia. Tubuh Hantu nyonya mulai melemah. Bagaimanapun Raga asli Nyonya ada di desa wang Jia, sehingga jika nyonya tidak juga kembali ke desa, tubuh hantunya akan menghilang selamanya bahkan tidak bisa bereinkarnasi." ujar Jendral Gu.


"Apa! lalu dimana Xiao Lei setiap hari jika ia menghilang? " tanya Huang Yi Zhen.


"Nyonya selalu bersama Tuan, sejak Tuan dan Nyonya di ikat oleh benang merah. Nyonya hanya bisa mengikuti Tuan, atau keluar sekitar 10 sampai 50 meter di sekitar Tuan. Namun energi yang tersisa di kalung Tuan yang merupakan tempatnya tinggal Mulai habis terhisap oleh Tuan. Sehingga jika sebelum purnama Nyonya masih belum kembali ke desa, Nyonya akan menghilang selamanya. "


Huang Yi Zhen terdiam. Purnama itu akan terjadi dalam 3 hari lagi! sedangkan Huang Yi Zhen membutuhkan waktu sekitar 1 setengah hari untuk pulang ke desa. Itu artinya usia Hu Lei-nya juga tinggal beberapa hari!


"Bocah Gu! cepat bantu aku membenahi barang-barang! Kita pulang ke desa Wang Jia sekarang juga! " ujar Huang Yi Zhen yang panik.

__ADS_1


Ming Tian Lei alias Hu Lei muncul dan mengecup Dahi Huang Yi Zhen, Huang Yi Zhen yang panik mulai tertidur nyenyak. "Bocah Gu! kamu membohongi orang ya! Tapi kerja mu bagus, hehehe.... Di desa Wang Jia adalah area kekuasaanku, Kak Zhen bisa melihatku sepanjang hari di sana! "


Jendral Gu menatap Nyonyanya yang memandang Tuan Huang dengan tatapan mesum. Yah sebenarnya perkataan jendral Gu tidak sepenuhnya bohong. Ming Tian Lei benar benar melemah dan akan menghilang jika Huang Yi Zhen tidak kembali dalam setengah tahun.


__ADS_2