
Chapter 34 Rev
Tujuan Huang Yi Zhen datang ke dunia ini adalah melewati dunia dengan Hu Lei. Tentu saja perjodohan yang di atur keluarganya di terima dengan baik olehnya. Saat di tanya hal-hal seperti dekorasi pesta atau semacamnya, Huang Yi Zhen bingung dan menyerahkannya pada Psikopat cantik itu.
Selain di sibukkan oleh persiapan pernikahan, Huang Yi Zhen juga di sibukkan dengan pekerjaan yang di atur Ayahnya untuknya. Huang Yi Zhen adalah anak tunggal, mau tidak mau ia tetap akan mewarisi harta keluarganya.
Ayahnya adalah seorang pengusaha real estate yang terbilang sukses. Dengan umur yang terus bertambah, Ayah Huang tidak bisa setiap hari mengurusi bisnis. Sekarang Putranya sudah kembali ke padanya, sudah saatnya bisnis berpindah tangan.
Pernikahan Huang Yi Zhen di adakan di sebuah hotel terbesar di kota. Karna keluarga Huang cukup berpengaruh, banyak orang-orang penting yang datang meramaikan pesta. Beberapa teman pemilik tubuh asli juga datang meramaikan.
Pernikahan di adakan dengan gaya barat yang di dominasi dengan warna putih. Ayah Huang mengusap air mata haru. Putranya yang sudah di besarkan selama hampir separuh hidupnya, akan menikah dengan gadis manis yang cantik.
"Tidak ada lagi yang ku sesali, Putraku sudah menikah. Aku merasa tenang." Ayah Huang bergumam.
Gumaman Ayah Huang terdengar oleh Ibu Huang. Ibu Huang mencubit pinggang suaminya. Ibu Huang berkata dengan mata yang kesal. "Belum boleh merasa lega! Kita masih harus melihat cucu-cucu kita!"
Ayah Huang merasa tercerahkan. "Benar juga! Aku ingin segera melihat anak-anak mereka."
Berbeda dengan perasaan bahagia Keluarga Huang, Huang Yi Zhen merasakan rasa tidak nyaman untuk pertama kalinya. Bukan rasa tidak nyaman dari pernikahannya. Melainkan rasa tidak nyaman yang di berikan intuisinya. Kewaspadaannya meningkat, namun ia masih tidak dapat tenang.
Saat dalam perjalanan menuju altar suci, ia bertanya kepada Hu Lei dengan berbisik. Hu Lei juga mengakuinya, sebagai pembunuh, Hu Lei dapat merasakan tatapan membunuh di antara para tamu. Pernikahan ini sepertinya tidak akan mudah.
Saat prosesi pernikahan sampai di saat yang di tunggu-tunggu semua orang termasuk Hu Lei. Berciuman. Huang Yi Zhen melihat pengiring pengantin wanita di belakang Hu Lei, wajahnya terlihat berbeda. Ada tatapan dengki di matanya. Sebelum Huang Yi Zhen melakukan pencegahan, Hu Lei menarik kerah bajunya untuk ciuman panas. Huang Yi Zhen juga secara sengaja membalikkan posisi mereka.
Sesaat sebelum berciuman di altar suci, Huang Yi Zhen melihat benda perak yang familiar di matanya. Benar dugaannya, pengiring pengantin wanita itu memegang pisau yang akan di hunuskan ke Hu Lei. Namun karna Huang Yi Zhen dengan cepat membalikkan posisi, pisau itu menembus daging punggungnya.
Para tamu undangan dan keluarga Huang di buat terkejut dan marah. Pendeta bertindak cepat dengan menelpon polisi. Si pembunuh tak di kenal itu menyeringai dan melemparkan bom asap ke udara. Aksi pembunuhannya tidak berakibat fatal, ia juga salah sasaran. Jadi aksinya tidak bisa di hentikan di sini.
__ADS_1
Ia mulai kembali menyerang pengantin baru itu. Hu Lei adalah manusia biasa, Huang Yi Zhen mengamankannya dalam pelukannya. Kekuatan jiwa siluman Huang Yi Zhen mulai mengobati luka tusukan di punggungnya. Perasaan tidak berdaya di bawah Bom asap membuat Hu Lei membenci kondisinya.
Sesaat kemudian dia melihat kucing berbulu lebat berukuran besar di depannya. Itu adalah Huang Yi Zhen dalam bentuk tempurnya. Ukuran kucing itu setinggi orang dewasa, saat duduk ia lebih mirip singa daripada kucing. Namun karena warnanya hitam, itu memunculkan pesona tersendiri darinya.
Huang yi Zhen merasakan intuisi akan bahaya semakin kuat. Aura membunuh dari pembunuh tak dikenal itu semakin kuat, dan sasarannya adalah Hu Lei. Huang Yi Zhen menghentakkan kaki depannya, membuat pembunuh tak dikenal itu tersungkur dalam bom asap. Huang Yi Zhen memerintahkan agar Hu Lei menaiki punggungnya.
"Naiklah ke punggungku, aku merasa orang itu mengincarmu."
Kucing besar itu segera berlari melewati tangga hotel. Ia berlari menuju lantai teratas, tak lama kemudian efek bom asap mereda. Beberapa tamu undangan ada yang tak sadarkan diri, ada pula yang sedang ter batuk-batuk ringan. Si pembunuh tak dikenal itu mendecakkan lidahnya kesal. Ia segera berjalan santai melewati pintu depan dan keluar tanpa diketahui siapa pun.
Karna banyak yang terluka akibat insiden ini, pihak Hotel menelpon rumah sakit. Saat itu Ayah Huang Dan keluarga Huang sedang dalam keadaan panik, karna tidak menemukan pasangan pengantin baru di manapun. Untungnya darah yang berceceran di lantai membuat mereka mengetahui kemana Huang Yi Zhen dan pengantinnya pergi. Keluarga Huang mengikuti darah dan mereka sampai pada lantai teratas.
Kondisi Huang Yi Zhen sangat buruk. Siapa yang mengira bahwa dalamnya tusukan pisau juga di sertai dengan racun. Racun itu begitu kuat sehingga tidak mampu di deteksi oleh Huang Yi Zhen.
Kucing besar itu melemah, ia berubah ke bentuk manusia. Hu Lei juga melihat kondisi Suaminya yang memburuk. Keadaan semakin buruk saat beberapa orang tak di kenal menyerang mereka. Orang yang mengincar Hu Lei sepertinya bukan orang biasa. Pembunuh yang di kirimnya adalah pembunuh profesional. Dengan penyamaran yang serupa dengan mata-mata super, dan senjata yang selengkap anggota militer.
"Kau perlu bantuan, pengantin baru?" Wanita tua kembali muncul di sela nafas Huang Yi Zhen yang mulai memendek.
"Aku akan memberimu sebuah kekuatan untuk membantu istrimu. Sebagai bayarannya, aku akan mencabut kewarasanmu." Wanita tua menyeringai, pilihan kali ini lebih sulit di banding terakhir kali.
Huang Yi Zhen mengingat perkataan Wanita tua itu sebelumnya. Wanita tua itu mengatakan padanya dalam ingatannya 'Kamu ikuti saja nalurimu. Dan jangan biarkan Hu Lei mati. Karna jika ia mati maka ia akan lenyap. Sedangkan kau, jika kau mati kau akan segera memasuki dunia lain.'
Huang Yi Zhen segera mengangguk. Wanita tua berpikir kewarasan adalah hal paling penting yang di miliki dalam hidup, sehingga Wanita tua mengira Huang Yi Zhen akan menolaknya. Jadi dia berkata "Tentunya aku akan mengembalikan kewarasanmu setelah kita tiba di dunia ke tiga. Pikirkanlah baik-baik."
"Aku bilang aku bersedia, berikan aku kekuatan dan aku akan menyelamatkan Hu Lei." Huang Yi Zhen yang terbaring lemah di sisi dinding berkata pada wanita tua.
"Baiklah aku akan memberikan kekuatan kepadamu, tapi kau harus cepat karna racun di tubuhmu tidak akan berhenti menyebar. Bunuh semua pembunuh yang ingin melenyapkan istrimu sebelum nyawamu lenyap." Ujar Wanita tua.
__ADS_1
Huang Yi Zhen mengangguk. Dan Wanita tua mengangkat tangannya, kewarasan Huang Yi Zhen di tarik dan kekuatan jiwa yang melimpah mengalir ke tubuhnya. Wanita tua pergi dengan seringai jahat di wajahnya.
Saat kekuatan penuh merasuki Huang Yi Zhen. Kepalanya terasa kosong dan ia merasa bodoh. Melihat darah di lantai hanya membuatnya ingin bertarung. Huang Yi Zhen yang sekarang mirip anak kecil yang tidak pintar, dan sedikit nakal. Ia yang seorang siluman benar-benar ingin membakar energinya dengan pertarungan dan darah.
Telinga kucing hitam muncul di kepalanya, taring dan pupil vertikal ikut muncul. Cakar kucing yang tajampun menyusul. Huang Yi Zhen melompat ke arena pertempuran dengan bentuk semi manusia.
Raungan khas kucing keluar dari tenggorokannya. Geraman marah diikuti serangan brutal menghabisi para pembunuh tak di kenal. Hu Lei melihat tatapan buas di pupil vertikal Huang Yi Zhen. Hu Lei tau ada sesuatu yang salah pada Huang Yi Zhen.
Huang Yi Zhen yang di kenalnya adalah Huang Yi Zhen yang lembut dan berbudi luhur, sekalipun ia bertarung dengan orang lain, tidak ada niat membunuh di matanya. Namun Huang Yi Zhen yang berdiri dan mencincang musuh dengan cakar di depannya, memiliki tatapan jahat yang sarat akan niat membunuh.
Ada rasa kekosongan dalam hati Hu Lei, ia merasa seperti sesuatu telah di ambil secara paksa dari suaminya. Huang Yi Zhen membunuh orang-orang dengan brutal. Ada kesenangan dalam diri kucing gila itu. Terlebih perasaan saat daging manusia terpotong seperti tahu di antara cakar-cakarnya.
Para pembunuh tak di kenal yang tersisa melarikan diri. Kucing gila merasa teman bermainnya telah meninggalkannya. Huang Yi Zhen menatap sekeliling. Hanya ada Hu Lei di belakangnya. Semangat kembali muncul di matanya, dan niat membunuh itu kembali ada.
Namun saat cakarnya hendak membelah tubuh Hu Lei, ada aroma menenangkan dari Hu Lei. Huang Yi Zhen menurunkan cakarnya. Hu Lei meneteskan air matanya, Huang Yi Zhen menatap air mata bening yang menetes di sudut mata Hu Lei. Hu Lei tidak tau mengapa dia menangis, perasaan hampa di hatinya semakin besar dan rasa sedih mendatanginya.
Huang Yi Zhen mendekat, kucing tidak waras itu mengendus Hu Lei. Aroma menenangkan itu muncul dari air mata Hu Lei yang menetes. Huang Yi Zhen ingin membawa Hu Lei ke pelukannya, agar ia bisa mengendus aroma itu lebih lama. Namun jantungnya terasa sakit dengan rasa seolah ada seseorang yang meremasnya.
Hu Lei melihat ada kehangatan di pupil vertikal Huang Yi Zhen, tapi dengan segera itu kembali seperti semula. Ia melihat Huang Yi Zhen yang kesakitan. Dengan jantung dan kepala yang terasa seakan akan di hancurkan, Huang Yi Zhen tidak tahan lagi. Saat ia hampir memilih melenyapkan hidupnya dan kewarasannya kembali sesaat.
"Xiao Lei..." Bisiknya, Hu Lei mendengarnya. Ia segera memeluk raga suaminya
Rasa sakit hampir menghilang dan Huang Yi Zhen merasa tubuhnya seakan menguap ke langit. Dan seperti di dunia sebelumnya ia melayang seperti Hantu. Dan tubuhnya Ambruk dengan mata yang tertutup. Saat itulah keluarga Huang baru sampai di lantai teratas. Darah dan tangisan Hu Leilah yang menyambut mereka.
Huang Yi Zhen melihat semuanya dalam bentuk kucing. Karna kewarasannya masih ada di wanita tua, Huang Yi Zhen merasa sangat bingung dengan semua hal. Kewarasannya dalam artian akalnya. Sehingga hantu kucing yang bodoh sama sekali tidak tau apa yang harus di lakukan di saat berikutnya.
Sampai seorang wanita tua datang menjemputnya. Wanita tua juga melayang sepertinya, namun kucing kecil yang tidak berakal sangat membenci interaksi dengan orang asing tak di kenal. Wanita tua mengeluarkan sebuah benda merah menyala dan melemparnya ke portal yang muncul. Kucing terpikat dan melompat ke dalam portal.
__ADS_1