
Chapter 53
Huang Yi Zhen menghabiskan waktu siangnya dengan para sepupunya. Ia mempelajari apa yang di turunkan keluarga Huang untuk keturunannya. Saat Huang Yi Zhen bertanya kepada Wanita tua. Wanita tua mengatakan kalau semua hal yang terjadi di desa selama Huang Yi Zhen hadir telah di lupakan oleh penduduk desa. Dan Nenek Huang juga telah melenyapkan seluruh keluarga Paman dari Ibunya.
Tak ada yang bisa ia lakukan selain menghela nafas lelah. Neneknya berjanji untuk tidak marah, ia memang tak marah kepada Huang Yi Zhen, namun sangat marah kepada keluarga Pamannya. Huang Yi Zhen berjalan keluar rumah untuk melihat-lihat dunia luar. Tapi karna menurut keluarganya ia masih seorang bayi kecil, dua Kakak sepupu laki-lakinya menemaninya keluar.
Huang Yi Zhen duduk di depan kolam ikan. Huang Yi Zhen melihat ikan-ikan yang berenang. Yang menjaganya ada seorang yang penampilannya seperti pemuda berusia awal dua puluh. Yang satunya lagi seperti seseorang yang berusia awal enam belas. Ia bertanya ke yang tertua.
"Hei Kak, katakan padaku. Menurut kalian aku ini sebesar apa?" Huang Yi Zhen bertanya saat tangannya menyentuh air kolam.
"Apa yang kau pikirkan memangnya. Bagi kami kamu masihlah balita kecil yang lucu." Huang Zhan adalah yang berpenampilan seperti orang berusia awal dua puluhan. Ia menjawab segera pertanyaan Adik kecilnya.
"Bagaimana jika aku berkata usia mentalku sudah awal tiga puluh bagaimana? apa kau akan percaya?" Huang Yi Zhen bertanya lagi, tapi kali ini dengan mata serius dan tatapan dalam.
Huang Zhan terkejut dengan tatapan teduh itu. Bahkan ia juga merasakan penekanan yang hanya timbul dari orang dewasa kepada yang lebih muda. Melihat wajah Huang Zhan yang kaku, Huang Yi Zhen berhenti menatapnya dan tersenyum kekanak-kanakan. "Abaikan saja. Aku ingin tanya lagi."
Huang De adalah sepupunya yang satunya. Ia berkata dengan nada bahagia. "Tanyakan saja."
"Jika ada seorang wanita, lalu wanita itu memaksakan pernikahan kepadaku yang kalian anggap masih kecil, apakah kalian akan setuju?" Huang Yi Zhen bertanya saat ia merasakan kehadiran Hu Lei yang mendekat dengan banyak orang.
"Tentu saja kami akan melarangnya!" Huang Zhan berkata dengan tegas.
"Lalu bagaimana jika orang itu adalah orang yang kalian hormati dan tak sanggup kalian lawan. Akankah kalian masih melarangnya?"
__ADS_1
Huang Zhan semakin merasa bahwa pertanyaan Huang Yi Zhen semakin sulit. "Kakak tidak tau bagaimana, atau harus melakukan apa saat itu terjadi. Tapi mungkin kami hanya merasakan kekecewaan jika saja wanita itu berbuat jahat kepadamu." Huang Zhan menjawab dengan helaan nafas panjang.
Tak lama setelah ia menjawab, tiba-tiba saja seorang Paman Huang Yi Zhen datang dengan wajah panik. "Semuanya! Segera bersiap, Putri Hu Lei telah datang berkunjung. "
Huang Yi Zhen merasakan hawa dingin di lehernya. Ia sangat yakin wanita gila yang anehnya ia sukai, telah sampai di rumah keluarga Huang. Huang Zhan merasa semuanya seperti kebetulan. Saat memikirkan pertanyaan Huang Yi Zhen.
"Adik, katakan padaku! Apakah ini maksud pertanyaanmu?"
"Sayangnya apa yang kau khawatirkan benar Kakakku."
Saat itu juga Hu Lei muncul di pintu dan berjalan menghampiri Huang Yi Zhen. "Halo Yi Zhen! Aku sangat merindukanmu kucing kecil!"
Rubah hitam itu melompat untuk memeluk kucing favoritnya. "Kenapa kau meninggalkanku huh?" Bisik Hu Lei.
Melihat interaksi dua siluman berlawanan jenis di depannya, Huang Zhan merasa semua dugaan yang ia pikirkan telah terbukti kebenarannya. Ia berlari ke Huang Yi Ran. Saat itu, Huang Zhan melihat Neneknya dan Pamannya yang merupakan Ayahnya Huang Yi Zhen tengah berbicara serius.
"Paman! Sepertinya Putra kecilmu punya seorang kekasih." Huang Zhan masih tidak mempercayai apa yang di lihatnya, saat mengatakannya kepada Ayah Huang, wajahnya masih di selimuti keterkejutan.
Sementara itu Huang Yi Zhen sendiri menghadapi sedikit masalah. "Katakan padaku, bagaimana pendapatmu jika kita menikah?"
Hu Lei berkata dengan senyum mesum seperti biasa. Huang Yi Zhen sudah terbiasa dengan sifat Hu Lei yang selalu sama. Ia melepaskan tangan Hu Lei yang terus memeluknya. Meski sudah terbiasa, ujung telinga atasnya masih memerah. "Kita bahkan baru mengenal sehari..."
Huang De mulai merasa tersingkir dari percakapan. Sepertinya ia harus memberikan waktu kepada dua siluman di depannya. Meski sedikit sulit untuk menerimanya, apalagi saat memikirkan Huang Yi Zhen yang di anggap masih bayi.
__ADS_1
Huang De mulai melangkah pergi. Kepergian Huang De semakin membuat Rubah mesum itu tak tau malu. "Tapi aku merasa kita seperti telah mengenal dalam banyak kehidupan. Aku rasa, kita bahkan telah menikah dan bersama di lain kehidupan."
Hu Lei mulai berbicara serius. Huang Yi Zhen juga tau apa yang sebenarnya di bicarakan Hu Lei. Ia hanya mengangguk-angguk. Di dunia ini ia memang baru mengenal sehari. Namun dalam kenyataannya, mereka berdua telah mengenal dalam lima kehidupan.
"Huang Yi Zhen, aku serius soal mengajakmu menikah. Besok lusa aku akan pergi bersama pasukanku untuk memperluas wilayah, aku ingin kau menjadi milikku sebelum aku pergi." Hu Lei berkata dengan mata memohon.
"Dengarkan aku wahai Yang Mulia Putri yang cantik. Aku hanya kucing kecil yang bahkan belum bisa berbicara, di tambah lagi aku hanya setengah siluman, menjadi pengantinku sama dengan menikahi bayi kucing, apa kata orang jika orang tau itu. Aku hanya tidak ingin kau merasa terhina karna aku. " Huang Yi Zhen terus mencari alasan. Rasanya sikap serius Hu Lei tidak seperti karakter Hu Lei di dunia ini.
Huang Yi Zhen memikirkan satu hal. Huang Yi Zhen menggenggam tangan Hu Lei. Lalu mengatakan hal yang ingin ia tanyakan melalui Benang merah. "Xiao Lei, ingatanmu telah kembali?"
Huang Yi Zhen melihat wajah Hu Lei tampak sedikit berubah. Lalu ia tersenyum, senyumnya adalah senyum tulus kali ini. "Benar."
Hu Lei memeluk lengan Huang Yi Zhen, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Huang Yi Zhen. Huang Yi Zhen bertanya melalui Benang merah lagi. "Apakah kau memiliki ingatan tentang dunia nyata? "
Hu Lei hanya mengangguk. "Katakan kepadaku, sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa aku tak mengingat apapun?"
Pesan Huang Yi Zhen masih terdengar di benang merah. Hu Lei hanya menghela nafas panjang. "Banyak yang terjadi Yi Zhen. Aku tidak tau harus berbuat apa. Tak lama setelah aku tiba di dunia kecil ini, kutukanku memisahkan jiwaku dengan tubuhku. Sama seperti kondisimu saat ini. Jika saja aku dapat kembali ke tubuhku. Aku dapat menghubungi dunia luar untuk meminta bantuan. "
Huang Yi Zhen mendengar balasan Hu Lei. Huang Yi Zhen memeluk Hu Lei, lalu mencium dahi Hu Lei untuk menenangkannya. "Meski aku tidak tau apa yang aku lupakan, aku tau kalau kau pasti sangat penting untukku. Benang merah ini menyampaikan banyak perasaan samar kepadaku. Tenang saja, ini adalah dunia ke lima. Jika seandainya hingga dunia ke tujuh berakhir, wanita tua itu masih tak membiarkan kita pergi. Aku akan mencari segala cara untuk mengalahkannya."
Hu Lei meneteskan air mata saat mendengar balasan Huang Yi Zhen dari benang merah. Perjuangannya terlalu panjang, bertemu Huang Yi Zhen yang tidak menolaknya adalah hadiah terbesar baginya. "Huang Yi Zhen! Aku semakin ingin menikahimu! "
Hu Lei menangkupkan tangannya di wajah Huang Yi Zhen dan hendak menerkam bibir siluman kucing itu. Huang Yi Zhen dengan cepat berubah ke bentuk kucing dan berlari menghindari Hu Lei. Hu Lei tak ingin tertinggal ia juga berubah dan mengejar Huang Yi Zhen.
__ADS_1