Benang Merah

Benang Merah
Chapter 54


__ADS_3

Chapter 54


Jauh dari Hu Lei dan Huang Yi Zhen. Tepatnya di dunia nyata, Mao Yun Zhi yang seakan stress masih berkutat dengan bunga besar.


"Nona Mao, tidak baik memaksakan diri. " Gu Chu memanggil.


Melihat manusia favoritnya telah datang menjenguknya, Mao Yun Zhi merasa semakin lelah. Ia datang dan melompat ke pelukan Gu Chu. "Bocah Gu! Aku merasa sangat lelah. Ayo gendong aku."


Gu Chu menggendong Mao Yun Zhi ala pengantin. "Ayo kita ke kamar, aku ingin mandi. Lalu panggil Paman dan Bibi Huang. Aku ingin berbicara."


Gu Chu melihat wajah lelah Mao Yun Zhi. Siluman kucing itu telah banyak berjuang. Ia tak pernah meminta bantuan. Bagaimanapun tidak ada yang mengetahui perihal bunga dan dunia kecil selain Mao Yun Zhi, sehingga ia tak bisa meminta bantuan kepada siapapun bahkan jika ia mau.


Gu Chu membawa Mao Yun Zhi ke kamar mandi yang terletak dalam kamar mereka. Lalu segera pergi untuk memanggil Tuan dan Nyonya Huang. Hanya butuh waktu beberapa menit hingga Mao Yun Zhi datang menemui tiga orang yang menunggunya.


"Maaf membuat kalian menunggu. Aku meminta Gu Chu untuk memanggil kalian karna suatu Hal. Aku yakin kalian semua juga tau itu. Kak Hu dan Kak Yi Zhen telah pergi terlalu lama. Aku yakin mereka memiliki masalah mereka sendiri. Jadi aku ingin memeriksa apa yang sebenarnya terjadi." Mao Yun Zhi berbicara dengan nada serius.


"Tapi itu berbahaya bukan!" Gu Chu adalah yang pertama menyerukannya.


"Tidak apa-apa aku akan berhati-hati." Mao Yun Zhi memegang telapak tangan Gu Chu.


"Lalu apa kami boleh ikut?" Ibu Huang bertanya.


"Tidak perlu, aku hanya pergi sebentar. Jadi aku ingin kalian melakukan sesuatu selagi aku pergi. "

__ADS_1


Mao Yun Zhi membawa Ayah dan Ibu Huang ke Aula leluhur. Mao Yun Zhi membiarkan Gu Chu mengawasi bola kaca. Sedangkan Ayah dan Ibu Huang mengawasi perubahan energi di sekitar tubuh Hu Lei, Huang Yi Zhen dan dirinya nanti.


"Semuanya, aku pergi dulu." Mao Yun Zhi berbisik. Lalu ia melangkah ke tengah kelopak bunga besar.


Perlahan aura misterius membungkus tubuhnya. Mao Yun Zhi mulai merasakan kantuk. Saat membuka matanya, ruang gelap yang terasa sunyi menyambut dirinya. Mao Yun Zhi menutup matanya dan mulai memindai seluruh area gelap. Tak jauh darinya duduk seorang Wanita yang rupanya menyerupai Wanita berusia awal empat puluh. Di depan Wanita itu ada bola kaca berwarna kemerahan.


Saat melihat lebih dekat, Mao Yun Zhi mencoba untuk mengukur tingkat kekuatan Wanita itu. Saat itu Wanita tua juga merasakan kehadiran lain yang memasuki bunga. Namun saat berbalik kehadiran yang ia rasakan itu telah tiada. Seolah ia memang tak pernah ada.


Mao Yun Zhi bangun dengan paksa. Sehingga kepalanya terasa pusing dan energi spiritualnya terkuras hampir setengahnya. Saat ia berdiri, ia akan terjatuh jika Gu Chu tidak menangkapnya.


Ibu Huang segera memberikan air minum kepada Mao Yun Zhi. Mao Yun Zhi meneguk air minumnya. Setelah merasa lebih baik ia mulai berbicara. "Ini gawat! Pengaturan dunia yang seharusnya hanya sebuah aturan tertulis yang menjaga gerbang dunia kecil, telah memiliki kesadaran! Ia mulai memaksa orang yang masuk ke dunianya untuk membantunya mengumpulkan energi!"


Mao Yun Zhi berkata perlahan. Meski ketiga orang di sekitarnya tidak mengerti apapun, mereka tau itu adalah hal buruk dari nada bicara Mao Yun Zhi. Gu Chu melihat Mao Yun Zhi yang tampaknya sangat kelelahan. "Sebaiknya kau beristirahat dulu, Nona Mao"


Sepasang alis Pria muda itu tampak turun karna khawatir. Pasangan Huang juga merasa khawatir dengan Mao Yun Zhi yang kelelahan. Mao Yun Zhi telah berjuang untuk semuanya, istirahat sebentar seharusnya tidak apa-apa.


Kembali ke ruang gelap. Wanita tua memeriksa setiap inci di ruang gelap. Ia menggaruk kepalanya yang bingung. Seharusnya tidak ada apapun. Tapi ia baru saja merasakan kehadiran seseorang.


Wanita tua mencoba mengabaikan gangguan kecil itu. Wanita tua melihat Huang Yi Zhen dan Hu Lei melalui bola kaca. Dengan menghitung waktu, wanita itu bergumam. "Seharusnya sekarang adalah saat dimana konflik besar muncul. Mari kita lihat apakah kucing kecil dan Rubah mampu menyelesaikannya, atau memerlukan bantuan ku?"


Hu Lei baru saja menyelamatkan Huang Yi Zhen dari serangan seseorang yang tidak di ketahui. "Hei Huang Yi Ran! Keluarlah sebelum rumah tercintamu ku hancurkan! "


Suara Pria terdengar menggema dari luar rumah. Ayah Huang segera keluar untuk melihat. "Akhirnya kau keluar juga, aku kesini untuk menjemput Putra kecilmu! Kau berjanji kepadaku kalau ia bisa berubah menjadi kucing, akan menikahkannya dengan Putriku. Aku mendengar dari orangku kalau Huang Yi Zhen telah berubah menjadi kucing."

__ADS_1


Hu Lei mampu mendengar omong kosong lelaki tua di luar. Ia sangat marah. Ia melompat keluar dan rubah besar berekor delapan itu menepuk cakar depannya ke tanah. "Bocah itu adalah milikku, jangan berpikir untuk merebutnya dariku!"


Huang Yi Zhen segera berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi. Tapi sebelum ia berlari terlalu jauh, Ayahnya menangkap ekornya dan menggendongnya. Huang Yi Ran memiliki hutang dengan Pria di depan saat muda. Lalu dengan mulutnya ia mulai mengumbar janji itu.


Namun saat melihat ternyata putra Huang Yi Ran adalah separuh siluman, maka bunyi janji berubah. Huang Yi Ran juga tak bisa menolak. Laki-laki di depannya itu lebih kuat darinya. Dalam tingkat kekuatan siluman kucing, pria itu telah mencapai tingkat tertinggi. Yakni siluman Kucing berekor tiga.


Meski Yang Mulia Putri adalah Rubah, ia belum mencapai tingkat tertinggi. Sehingga ia bukanlah tandingan Pria kucing. "Yang Mulia Putri, jangan merepotkan dirimu sendiri untuk Putraku. Kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dengan statusmu."


Rubah besar itu melirik Huang Yi Ran dengan tatapan tajam. "Kau tidak berhak mengaturku!"


"Jadi, kau ingin melawanku untuk kucing kecil itu?" Pria kucing bertanya.


Jawaban dari Hu Lei adalah geraman kasar tanda permusuhan. "Baiklah, jangan menangis jika seandainya kau kalah Yang Mulia Putri!"


Pria itu kemudian ikut merubah dirinya. Seekor kucing dengan tiga ekor dan seekornya lagi adalah Rubah berekor delapan. Duel itu bisa saja membahayakan Putra kecilnya. Huang Yi Ran segera berlari menghindari mereka. Begitu pula dengan para anak-anak Huang lainnya.


Huang Yi Ran memeluk erat Huang Yi Zhen yang berada dalam bentuk kucing, dan menolak untuk melepaskannya. Wanita tua muncul di sisi Huang Yi Zhen. "Hei, Rubah mu itu sedang dalam masa kritis. Tak mungkin ia mampu melawan Kucing berekor tiga. Kucing berekor tiga memiliki kekuatan tiga kali lipat dari pada Rubah berekor sembilan. Seharusnya kau dapat mengira siapa pemenang dalam duel itu. "


"Jangan banyak omong! Cepat katakan solusinya! Aku tau kau punya hal hebat di belakang punggungmu!"


Wanita tua tertawa licik. "Kau sungguh pintar kucing kecil. Baiklah, aku punya bola energi yang akan meningkatkan kekuatanmu hingga menjadi kucing berekor tiga. Sebagai bayarannya... "


"Biar ku tebak, aku akan mati?"

__ADS_1


Sudut bibir wanita tua berkedut dalam tawanya. "Benar, tapi hanya roh mu yang pergi. Tubuhmu akan tetap hidup dan menemani Hu Lei. Namun jangan khawatir, begitu Rubah itu selamat, maka misimu telah terhitung selesai."


"Baiklah, aku ambil kesempatan itu. "


__ADS_2