
Chapter 60
Tubuh Hu Lei tercipta dari darah serta ribuan jiwa para tumbal yang di berikan keluarga Huang kepadanya. Kegelapan dan kutukan akan menyertai dirinya. Tempat manapun yang dipijaknya akan hancur atau mengalami kesengsaraan. Itu sebabnya Hu Lei dan Huang Yi Zhen berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat lainnya.
"Haih... Cepat atau lambat semuanya akan berakhir... Jika ada ahli yang lebih kuat dariku, aku akan tamat. " Gumam Hu Lei saat melihat kutukannya mulai menular ke desa yang baru saja ia singgahi.
"Kalau begitu berhenti berlari, lakukan apapun yang kau inginkan sebelum semuanya berakhir." Huang Yi Zhen berkomentar.
Hu Lei menatap pemuda berpakaian hitam itu. Benar juga, semuanya akan berakhir cepat atau lambat. Bagaimanapun juga Hu Lei adalah hantu yang usianya mungkin sudah ribuan tahun. Dia sudah kehilangan kesempatan untuk bereinkarnasi. Bahkan neraka tidaklah pantas untuknya. "Sebelum saat itu tiba, aku ingin melakukan banyak hal menyenangkan denganmu."
Huang Yi Zhen menatap sepasang mata merah Hu Lei. Ada kerinduan dan cinta yang teramat besar di dalam mata itu. Meski samar Huang Yi Zhen juga merasa sangat menyayangi dan mencintai wanita di depannya lebih dari apapun. Huang Yi Zhen tak pandai berkata-kata manis, baginya tindakannya sudah cukup untuk membuktikan segalanya. Maka sebisa mungkin ia akan memberikan yang terbaik untuk wanita hantu ini.
"Berhenti main mata, lihat orang yang jauh di sana." Pengaturan dunia muncul dengan bentuk anak kecil seperti terakhir kalinya.
Mengikuti arah yang di tunjuk oleh pengaturan dunia, Huang Yi Zhen melihat seorang pria tua berpakaian gelap. Dengan caping lebar dan banyak kertas jimat suci. Huang Yi Zhen bisa merasakan energi yang besar di kertas itu.
Huang Yi Zhen mengulurkan tangannya kepada Hu Lei. Hu Lei menatap Huang Yi Zhen. Di sinari oleh rembulan, membuat wajah Pria di depannya semakin rupawan. Hu Lei menyambut tangannya. Huang Yi Zhen memberikan senyuman. "Seseorang pernah berkata kepadaku, menari membuatmu merasa lebih baik."
Baik Hu Lei atau Pengaturan dunia, tidak dapat membaca jalan pikiran Huang Yi Zhen saat itu. Pria tua itu mendekati dua mahluk berbeda jenis yang berada tak jauh darinya. Dengan duduk bersila di tanah, ia mengeluarkan alat-alatnya. Melihat siluman kucing ia berencana membuat siluman itu terikat kontrak dengannya. Lalu memusnahkan hantu itu, untuk menyelamatkan dunia. Pria tua itu menyeringai. "Heh, inilah yang di sebut melempar dua burung dengan satu batu."
__ADS_1
Pria itu mulai melempar jimat kertas. Huang Yi Zhen yang masih mengajak Hu Lei menari, membuat Hu Lei berputar di udara untuk menghindari kertas itu. Lalu dengan memanfaatkan aliran energi di udara, Huang Yi Zhen melempar kertas jimat itu menjauh dari mereka.
"Tidak mungkin meleset begitu saja." Pria tua menggeram kesal, lalu mulai menyiapkan jimat lainnya.
Hu Lei sudah tak lagi memperhatikan sekitar, ia semakin terpesona kepada pria di depannya. Terlebih saat rembulan menyoroti tarian mereka berdua. Kelembutan cahaya rembulan membuat dirinya terhipnotis kedalam tarian.
Dua jimat berikutnya di lemparkan. Huang Yi Zhen berhasil lagi mengakalinya agar tak mengenai mereka. Namun itu tak selamanya bisa membohongi Hu Lei. Benang merah yang mengikat ujung jari mereka, memberikan perasaan hangat ke kepala Hu Lei. Perasaan yang nyaman, namun hatinya terasa sakit. Sakit yang Seakan-akan di tinggalkan oleh orang yang kau cintai. Hatinya di penuhi derita dan jeritan rasa rindu yang dalam.
Begitu perasaan nyaman itu berakhir, ingatannya kembali. Sepasang mata merahnya terlihat membara. Huang Yi Zhen sengaja melakukan gerakan tarian yang berpola, guna untuk mengecoh pria tua.
Pria tua yang jimatnya terus di tepis oleh Huang Yi Zhen, merasa kesal. Satu atau dua kali bisa menjadi kebetulan, tapi bagaimana dengan yang keempat atau kelima? Tentu itu adalah kesengajaan. Di lihat dari caranya bertingkah, itu adalah ulah Siluman kucing itu. Berkatnya, Pria tua telah kehilangan semangat untuk menangkap siluman kucing itu. Satu-satunya yang ia inginkan saat ini adalah melenyapkannya bersama hantu terkutuk itu.
Dengan begitu Pria tua melemparkan tujuh jimat andalannya bersamaan. Gerakan tarian Huang Yi Zhen dan Hu Lei juga telah berakhir. Huang Yi Zhen memeluk Hu Lei, lengan kanannya mengusap kepala Hu Lei. Huang Yi Zhen tau kalau ingatan Hu Lei kembali saat melihat tatapannya yang berbeda. Huang Yi Zhen berbisik dengan lembut. "Maafkan aku karna selalu meninggalkanmu. Aku berjanji di kehidupan yang berikutnya aku takkan melepaskanmu, Rubah kecil."
"Kamu meninggalkan aku lagi. Apa yang akan kau lakukan jika aku menyerah untuk bersamamu?" Di sela desingan angin, Hu Lei bergumam.
"Apalah arti hidupku bila engkau meninggalkanku seperti ini." Bersamaan dengan berakhirnya kalimat itu, tubuh Hu Lei kehilangan warnanya. Lalu menjadi transparan dan menghilang.
Huang Yi Zhen tak melihat proses itu. Karna ia telah pergi memasuki portal bersama pengaturan dunia. Ada sedikit rasa semangat yang menggebu, di karenakan ini adalah dunia ke tujuh. Pengaturan dunia menjanjikan ingatannya bagaimana ia tidak bersemangat?
__ADS_1
Seperti apakah dunia terakhir ini? Tentu Huang Yi Zhen berharap itu dunia yang santai.
Hal yang pertama kali di rasakan Huang Yi Zhen setelah membuka matanya adalah rasa kesedihan dan duka yang dalam. Bahkan ada tetesan air mata yang mengalir tanpa sadar di pipinya. Huang Yi Zhen melihat jas putih yang ia pakai. Seluruh pakaiannya putih seolah itu adalah pakaian duka.
"Sudah sampai Pak, silahkan turun." Sopir menghentikan Lamunannya.
Mengikuti instingnya, Huang Yi Zhen melangkah keluar dari mobil itu. Berjalan memasuki gedung di depannya dengan rasa duka yang membuatnya tidak nyaman. Untuk memproses ingatannya, Huang Yi Zhen memerlukan ruang sunyi. Maka Huang Yi Zhen memilih berjalan menaiki setiap lantai melalui tangga.
Seperti biasanya, pemilik tubuh asli memiliki nama yang sama dengannya. Dunia tempatnya berada adalah dunia siluman, dimana di dominasi oleh dunia modern dengan unsur magis. Pemilik tubuh asli adalah siluman yang lahir dari siluman kucing dan Serigala. Rupa binatang pemilik tubuh asli adalah serigala, namun dari sifat dan kebiasaan serupa dengan kucing.
Pemilik tubuh asli jatuh cinta dengan seekor siluman kucing yang manis. Siluman kucing itu juga memiliki perasaan yang sama untuknya. Namun orang tua siluman kucing itu tidak merestuinya dengan alasan pemilik tubuh asli bukanlah siluman kucing murni. Namun siluman kucing itu tidak suka dengan keputusan orang tuanya, lalu pemilik tubuh asli kawin lari dengan siluman kucing itu.
Dua tahun mereka tinggal di kota, dan kini mereka memiliki anak kecil yang lucu. Untungnya anak mereka adalah kucing kecil yang imut. Sayang sekali selang beberapa bulan setelah istrinya melahirkan, pemilik tubuh asli harus berpisah kehidupan dengan istri kucingnya. Istrinya meninggal karna sakit yang datang mendadak.
Huang Yi Zhen memijat dahinya. Pemilik tubuh asli sangat mencintai istrinya, tapi Huang Yi Zhen tidak. Meski begitu perasaan pemilik tubuh asli mempengaruhi suasana hati Huang Yi Zhen.
Mengikuti ingatan pemilik tubuh asli, Huang Yi Zhen memasuki apartemennya. Begitu ia membuka pintu, seekor kucing kecil berwarna hitam berlari menuju kakinya. Ada anak kecil di rumahnya sekarang. Huang Yi Zhen sebenarnya tidak tau harus berkata atau bertingkah seperti apa.
"Mii..."
__ADS_1
("Ayah...")
Ternyata anak kecil itu belum bisa berbicara. Namun Huang Yi Zhen bisa mengerti apa yang di katakannya.