
Chapter 20 Revisi
Yun Hua dan yang lainnya bergantung pada Zhang Lei untuk makan siang di sekolah. Karna Zhang Lei tidak punya teman berbicara selain mereka, maka Zhang Lei tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginan mereka. Jika tidak Zhang Lei akan di tinggalkan.
Hu Lei melangkah ke kelas dengan mengikuti ingatan pemilik tubuh asli. Telinganya menangkap suara bisikan yang terdengar begitu jelas.
"Bukankah itu Zhang Lei?"
"Itu benar, tapi mengapa dia sendirian?"
"Sudahlah, biarkan saja dia, paling-paling temannya akan menyusulnya."
Hu Lei menghela nafas pasrah. Tampaknya hal-hal ini tidak semudah yang dia kira. Beberapa langkah lagi menuju kelas dan Hu Lei di hentikan oleh sesuatu. Ada suara wanita muda yang menggema di telinganya. Latar tempatnya berdiri juga bukanlah koridor kelas.
"Kak Hu berhati hati melihat dari caranya memanggilmu bisa saja itu salah satu bagian dari pengaturan dunia kecil" Mao Yun Zi mengingatkan di pikiran Hu Lei.
"Halo nyonya." Seorang gadis berseragam sekolah muncul di hadapan Hu Lei. Di sekitar tubuhnya ada Aura putih. Yang menandakan warna dari jiwa mahluk milik dunia kecil.
"Aku tidak akan dapat bertahan lama. Tapi sebelum aku pergi selamanya ku harap nyonya membalaskan dendamku dan harapanku." Gadis itu sepertinya adalah Zhang Lei yang asli.
"Itu tentu saja akan aku lakukan. Katakan apa yang membuatmu merasa tenang menyerahkan tubuhmu padaku?" Tanya Hu Lei.
"Pertama, karna aku Putri tunggal dan merupakan kesayangan keluargaku, Orang-orang melihatku sebagai emas berjalan. Aku ingin aku memiliki teman yang benar-benar teman sejati, yang akan mengerti kesusahanku." Tatapan Zhang Lei tampak sendu.
"Itu mudah, akan aku Carikan teman yang baik untuk mu. Apa selanjutnya?"
__ADS_1
"Aku... aku mengetahui bahwa sebenarnya ada seorang polisi wanita yang sekarang mungkin berusia sekitar 23 sampai 25 tahun. Masalahnya adalah Polisi wanita itu adalah Putri Ayah dan Ibuku yang hilang. Aku benar-benar tidak ingin polisi wanita itu memasuki keluargaku dan merenggut semuanya."
"Cek, ada yang lain?" Hu Lei bertanya lagi.
"Dan aku... aku ingin Mutan kucing itu mencintai aku seperti aku mencintainya." Zhang Lei tersenyum malu.
"Meski semua itu belum di mulai, aku sudah mengetahui akhir seperti apa yang akan menungguku. Aku berharap Nyonya dapat memenuhi 3 keinginanku." Zhang Lei tertunduk pasrah.
"Baiklah akan aku lakukan tiga permintaan itu. Tenang saja, Nyonya ini akan menyelesaikan tugasnya hingga tuntas." Setelah berbicara dengan percaya diri. Hu Lei kembali di tarik ke kenyataan. Saat ia melirik jam tangannya waktu yang berlalu hanyalah beberapa detik. Hu Lei mengangkat bahu dan melanjutkan perjalanan ke kelasnya.
Sebelumnya Hu Lei berpikir belajar ala kaum manusia itu akan menyenangkan. Namun ia di terpa oleh kenyataan kejam. Belajar ala manusia itu lebih membosankan jika di bandingkan cara kaum siluman belajar. Dalam ingatan pemilik tubuh asli, Zhang Lei bersekolah hanya untuk menghibur dirinya. Di rumah ia sangat kesepian, sehingga Zhang Lei pergi ke sekolah untuk mencari teman.
Baginya pelajaran sekolah sudah menjadi hal yang mudah. Dia bahkan sudah menerima Diploma dari mentornya dan siap meneruskan usaha keluarganya. Tapi karna keinginannya untuk memiliki teman, itu membuatnya menjadi egois dan membuang-buang waktunya di sekolah.
Hu Lei benar-benar merasa bosan. Baginya ini benar-benar hal bodoh dan sia-sia. Sepertinya pemilik tubuh asli adalah orang yang kesepian hingga membuatnya menjadi bodoh. Teman itu sebenarnya dapat di mana saja. Bagi Hu Lei, teman bisa di dapatkan bahkan di luar sekolah.
Yun Hua, Nie Ji Ya, dan Xin Rui merupakan siswa di kelas yang sama dengan Zhang Lei. Bahkan duduk di sekitar Zhang Lei. Berbeda dengan Zhang Lei, mereka merupakan murid bodoh yang arogan. Setiap hari mereka mengandalkan Aura Zhang Lei untuk menindas orang-orang dan mempermudah pekerjaan rumah mereka.
"Ya ampun Bu guru lihatlah aku tidak sengaja menjatuhkan pensilku dan apa yang aku lihat?" Hu Lei melebih-lebihkan aksinya, sehingga Bu guru yang mengawasi mereka menatap padanya, bahkan perhatian kelas mengarah padanya.
"Bu Guru, kemarilah. Mengapa Xu Nuo membuat empat tugas? lihatlah wajahnya yang berkeringat itu, dia mampu membuat empat tugas melukis, tapi mengapa ia panik?"
Melihat ada yang salah dengan ekspresi Xu Nuo ibu Guru berjalan ke bangkunya. Hu Lei melanjutkan tugas melukisnya. Diam-diam melirik tiga 'temannya' yang terlihat pias.
Bu Guru menanyai apa yang terjadi. Xu Nuo melirik takut pada Yun Hua. Hu Lei berkata dengan nada menyebalkan. "Aduh... teman sekelas Xu. Mengapa kamu seperti Manahan diri? Ada apa denganmu? Eh bukan! Ekspresi mu itu ekspresi ketakutan. Aneh, apa kamu takut pada Bu Zhen?"
__ADS_1
Bu Zhen adalah guru yang lebih menyeramkan di banding Yun Hua, sehingga Xu Huo mengabaikan tatapan jahat Yun Hua dan berkata jujur pada Bu Zhen. "Bukan begitu Bu! Aku... aku... di ancam oleh Yun Hua dan teman-temannya. Mereka bilang jika aku tidak mengerjakan tugas mereka, Zhang Lei akan menghukumku."
Raut wajah Bu Zhen berubah menjadi merah pertanda bahwa ia sedang marah. Hu Lei berkata dengan santai tanpa melirik mereka. "Aduh bagaimana ya. Aku tidak pernah mengatakan hal seperti itu loh... Aku kan pandai melukis, untuk apa mengancam Xu Nuo yang Lukisannya tidak lebih baik dari pada aku."
Bu Zhen mengangguk ia tau itu. Zhang Lei adalah jenius dalam segala bidang, jadi buat apa mengganggu Xu Nuo yang peringkat Dua di bawahnya. "Hm... Yun Hua, Nie Ji Ya dan Xin Rui kalian ikut Ibu. Xu Nuo kamu juga ikutlah dengan Ibu untuk memberikan kesaksian." Ujar Bu Zhen dengan tegas.
Sebelum meninggalkan kelas, Bu Zhen berbalik dan berkata pada Hu Lei. "Itu.. Zhang Lei, Ibu tau kamu pandai melukis, bisakah kamu mengajarkan teman-teman sekelasmu selagi Ibu tidak ada?"
"Baiklah, aku juga sedang senggang." Hu Lei mengangguk dan tersenyum lebar.
Hu Lei maju ke depan dan mengajarkan apa yang dia tau dari ingatan pemilik tubuh asli. Teman-teman sekelas menganggukkan kepalanya tanda mereka mengerti.
"Itu semua hanyalah materi yang aku ketahui. Untuk lebih jelasnya, aku akan mempraktekkannya di depan kalian, gambar paling sederhana yang ku buat. Itu keputusan kalian untuk mengikutinya atau tidak." Hu Lei mengangkat bahu.
Dengan terampil ia menggerakkan kuas di atas kanvas. Semua pasang mata menatapnya dari belakang. Alunan gemulai dari lengan lentik Hu Lei membuat seisi kelas seolah terhipnotis. Hu Lei memang sengaja menghipnotis mereka demi tujuannya. Tujuannya adalah menghipnotis mereka dan mendapatkan kesaksian terdalam mereka tentang Tiga 'teman' Zhang Lei.
Apa yang Hu Lei inginkan terjadi. Dia menyiapkan ponselnya dan merekam kesaksian teman sekelasnya. Lalu mengirimkannya pada bawahan Ayahnya yang merupakan seorang peretas hebat.
"Publikasikan ini ke akun resmi sekolahku. Aku ingin ini menjadi gosip hangat di sekolah."
Dengan pesan singkat, Hu Lei mengirimkan tujuannya. "Hahaha... dengan ini tiga sampah itu tidak akan di terima di sekolah manapun." Hu Lei tertawa jahat.
Setelah menyadarkan teman sekelasnya. Hu Lei kembali ke tempat duduknya untuk bermain ponsel. Ia mencari fakta menarik tentang kucing yang mungkin dapat di gunakan untuk membuat Mutan Kucing jatuh cinta padanya. Mari lihat dulu seperti apa dan apakah benar mutan kucing adalah Huang Yi Zhen. Jika benar, mari tarik dan genggam erat dirinya dalam pelukan. Jika bukan, mari kabulkan keinginannya dan ubah kembali menjadi manusia biasa.
Hu Lei menghela nafas malas. Sampai sebuah pesan penuh kasih sampai kepadanya.
__ADS_1
"Putriku tercinta, Ayah dan Ibu baru saja membeli sesuatu untuk mu, kamu pasti akan menyukainya."
Hu Lei tidak mengetik balasan apapun. Ia menatap langit melalui kisi jendela. "Alurnya sudah dimulai." Bisiknya.