
Chapter 59
Matahari hangat sedang bersinar pagi itu. Huang Yi Zhen yang dalam bentuk kucing, sedang asyik tidur-tiduran sembari berjemur. Serta Hu Lei yang berada tak jauh darinya. Huang Yi Zhen berputar-putar di bawah sinar matahari yang hangat.
"Aku tidak yakin apakah wanita kucing semalam benar-benar akan melepaskanmu." Huang Yi Zhen berujar sambil menjilati bantalan cakarnya.
"Apa kau tidak takut? Mereka datang lho..." Huang Yi Zhen berbicara lagi saat mencium aroma siluman kucing lainnya.
Hu Lei tidak takut, namun ia merasakan semacam firasat buruk yang membuatnya khawatir. Bing Xi yang di minta untuk mengawasi sekitar keluarga Huang, datang. Bing Xi bergerak ke sisi Hu Lei dan berbisik banyak hal. Bisikan itu hanya mampu di dengar atau di pahami Hu Lei sebagai sesama hantu. Bahkan Huang Yi Zhen yang sudah mendekat pun tak dapat mendengarnya.
Saat itu angin dingin memeluk Huang Yi Zhen. Lalu menggendong Huang Yi Zhen memasuki rumah. Sementara itu di rumah Huang, mereka kedatangan tamu tak diundang di hari kematian Putra dan Putri mereka.
Saat itu istri Ayah Huang masih menangis di peti mati anak-anaknya. Begitu banyak air mata yang mengalir hingga membekas di pipinya, membentuk jalur air mata. Sekitar tiga orang memakai pakaian hitam. Mereka memakai caping yang di pasangi cadar. Masing-masing di pinggang mereka tergantung pedang panjang yang khas. Di lihat dari bentuk tubuhnya, dua diantaranya adalah laki-laki.
Kepala pelayan Keluarga Huang segera datang kepada mereka. Tiga orang itu begitu misterius, sehingga setiap orang yang melihatnya tanpa sadar akan meningkatkan kewaspadaan mereka. Sebelum kepala pelayan mendekati tiga orang misterius, Kepala pelayan jatuh pingsan. Tak hanya dia, orang lain mengikutinya setelah mencium aroma asing yang samar.
Wanita yang berada di tengah membuka capingnya. Tatapan matanya tajam dan berwibawa. Membuat orang tau pada pandangan pertama bahwa wanita itulah pemimpinnya. "Mereka hanya tertidur lebih kurang dua jam. Selama itu cari pusat yang mengikat hantu wanita itu dengan rumah ini. Jika kalian bertemu dengan Putranya Yun Xue, bawa dia kepadaku."
__ADS_1
"Baik Guru..." Dua pria itu melesat pergi dan segera melakukan tugasnya.
Saat itu cahaya di langit mulai meremang. Bukan karna ada awan yang menutupinya, melainkan ada gerhana matahari. Itu berlangsung cukup lama. Itu adalah gerhana matahari total. "Aku sudah menyiapkan ini untuk diriku. Ku pikir aku tidak membutuhkannya. Ternyata Master benar."
Hu Lei berbicara saat ia berada tepat di bawah matahari, di tengah rumah. Saat dimana tiada cahaya, halaman itu memunculkan sinar magis di setiap benda di atasnya. Itu bukan sinar berwarna-warni, melainkan sinar putih pucat yang bergerak seperti asap. Sinar putih itu begitu banyak dan terpisah satu sama lain. Mereka berterbangan seperti nyamuk di musim hujan.
Fenomena itu menimbulkan ketakutan di hati warga desa. Di bawah gelapnya gerhana, tubuh Hu Lei perlahan terbentuk. Seluruh sinar putih yang berterbangan itu memasuki tangannya yang terangkat. Tak hanya sinar putih, rumah tempat dirinya dan Huang Yi Zhen tinggal juga aneh. Huang Yi Zhen melihat begitu banyak bercak merah muncul di setiap sudut rumah itu. Warna merah darah yang seakan menjadi cat di dindingnya.
Warna merah itu muncul di bagian teratas dinding, lalu merambat turun seakan mereka memiliki kesadaran. Benda merah itu terus turun kebawah, saat mencapai lantai mereka terus bergerak sambil menghindari benda-benda lain di atas lantai. Benda merah itu terus berjalan hingga akhirnya mereka berhenti di sekitar Hu Lei.
Hu Lei masih melayang saat itu. Saat semua sinar putih telah memasuki tangan Hu Lei, ia menurunkan lengannya. Dengan mata yang tertutup, dirinya yang melayang perlahan menginjak lantai. Benda merah di lantai naik seperti genangan yang di pijak, itu memercik ke atas menutupi tubuh Hu Lei. Selain itu cahaya putih sebelumnya muncul mengelilingi benda merah yang membentuk tiang merah.
Dalam hitungan detik darah merah itu memasuki tubuh Hu Lei sepenuhnya. Matanya terbuka, netra merahnya yang indah begitu memikat. Hu Lei terlihat menggerakkan tubuhnya seolah memastikan sesuatu. Lalu ia tersenyum senang. Melihat Huang Yi Zhen yang dalam bentuk kucing menatapnya, Hu Lei mengulurkan tangannya untuk menggendongnya. Lalu dalam satu kerjapan mata, mereka menghilang. Bersamaan dengan hilangnya mereka, cahaya matahari kembali perlahan.
Dua lelaki berpakaian hitam sebelumnya melihat fenomena aneh di halaman itu. Mereka bergegas untuk melihat. Namun mereka datang terlambat. Saat mereka sampai, rumah tua itu telah hancur. Menghilangkan bukti keberadaan Huang Yi Zhen yang pernah berada di sana.
Wanita yang di panggil guru itu muncul di belakang dua muridnya. Melihat puing-puing benda hitam di tanah, ia merasakan sesuatu. Wanita itu berjongkok untuk menyentuh tanah. Dengan merasakan tatanan energi di halaman itu, ia tau satu hal. Rumah itu adalah benda yang mengikat Hantu wanita yang di sebutkan Yun Li.
__ADS_1
"Hantu wanita itu melepaskan ikatannya dengan Keluarga Huang. Keluarga Huang sudah berakhir, begitu pula dengan tugas kita. Tapi Hantu wanita itu membawa Putra Yun Xue bersamanya, aku ingin melihat anak itu! Jadi tugas kalian adalah menemukan Putra Yun Xue! Aku berikan kalian waktu saampai tiga hari. Jika kalian kembali dengan tangan kosong, hanya hukuman yang akan menanti kalian, mengerti?!" Suara wanita itu terdengar kesal.
Ada keringat dingin muncul di wajah kedua lelaki di depannya. Mereka mengangguk dan memberi salam hormat. "Baik Guru!"
Wanita itu menghilang setelah mendengar salam hormat. Kedua pria berpakaian hitam itu merubah diri mereka menjadi kucing dan mulai mencari petunjuk mengenai Putra Yun Xue. Tak lama kemudian keluarga Huang bangun dalam keadaan linglung.
Ayah Huang merasakan ada sesuatu yang hilang. Ini bukan rasa hilang dari meninggalnya Putra dan putrinya. Namun itu sesuatu yang lain, yang dia tidak tau apa itu.
Jauh dari desa itu, seorang wanita muda berpakaian merah sedang minum bersama seekor kucing hitam. "Kita akan kemana?"
Hu Lei melihat Huang Yi Zhen yang masih menjilati cakarnya. "Untuk sekarang kita pergi sejauh mungkin. Tunggu tubuhku mulai stabil, barulah kita habisi mereka. "
Huang Yi Zhen memikirkan kronologi kehidupan di masing-masing dunia yang di alaminya. Ia sangat yakin kalau dunia ini akan segera berakhir. Apakah dirinya yang mati karna kegagalan Hu Lei atau karna dirinya mengorbankan diri lagi.
Huang Yi Zhen menghela nafas panjang. "Haih... Biasanya kan memang begitu..."
Melihat kucing itu menghela nafas panjang tanpa alasan yang di ketahuinya. Hu Lei bertanya. "Kenapa?"
__ADS_1
Seolah tertangkap basah karna melakukan sesuatu yang seharusnya tidak di lakukan. Huang Yi Zhen segera berkata. "Bukan apa-apa..."
Hu Lei hanya menyipitkan matanya. Kucing hitam itu pasti menyembunyikan sesuatu, pikirnya.