Benang Merah

Benang Merah
Chapter 19


__ADS_3

Chapter 19 Revisi


"Oke, pertama-tama, aku ingin kalian mengetahui seluk beluk tubuh kalian sendiri. Biar aku beritaukan kepada kalian, tubuh kalian di bentuk dari ritual khusus yang di bangun dengan bahan-bahan tambahan dari tujuh jenis barang langka. Sehingga tubuh kalian lebih baik di sebut tubuh spiritual dibandingkan rubuh biasa." Mao Yun Zi menerangkan seperti seorang guru yang mengajari muridnya.


"Baik manusia ataupun Siluman yang memiliki tubuh Spiritual akan menjadi bibit yang cocok untuk berkultivasi di jalan keabadian. Kultivasi yang paling menguntungkan adalah memasuki berbagai dunia kecil dan memproses energi dunia itu untuk menjadikannya energi kita sendiri." Mao Yun Zi duduk sejenak untuk mengambil nafas.


"Tapi cara itu sebenarnya cukup terlarang untuk kultivator pemula. Kecuali kalian memasuki dunia kecil dengan tujuan menjemput seseorang yang jiwanya terikat dengan jiwa kalian. Seperti Kak Yi Zhen dan Kak Hu Lei, jiwa mereka sebelumnya sudah terikat karna ritual pernikahan hantu. Sehingga mereka bisa merasakan keberadaan masing-masing. Nah, kalian juga perlu tau aturan dunia kecil. Pertama mereka tidak mengizinkan kekuatan luar merusak dunia mereka. Sehingga kemungkinan kalian akan menjadi tokoh malang ataupun seorang antagonis dalam dunia kecil tersebut. Kedua, dunia kecil adalah dunia yang berfokus pada pemeran protagonis. Sehingga bila Protagonis tiada, maka dunia kecil akan hancur. Ketiga, dunia kecil akan melakukan segala cara untuk menjaga mahluk yang ia sukai tetap berada di sisinya. Dalam hal ini, Kak Yi Zhen adalah salah satunya. Dunia kecil tidak akan melepaskan kita dengan mudah, maka berhati-hatilah! Apa kalian mengerti?"


"Mengerti!"


Mao Yun Zi tersenyum puas. Latihan keras ala Mao Yun Zi dimulai. Mereka melatih kemampuan dasar dari jiwa mereka. Baik kemampuan bertahan maupun menyerang. Mao Yun Zi juga membatasi waktu istirahat, dari sepanjang malam menjadi separuh malam.


Usaha Mao Yun Zi dalam melatih mereka cukup berhasil. Yah... setidaknya 1 dari 5 orang lulus dan siap melakukan perjalanan menjemput Huang Yi Zhen. Siapa dia? Hu Lei tentunya. "Baiklah, karna Kakak sudah lulus pelatihanku, mari kita pergi mencari beberapa benda."


Mao Yun Zi menulis catatan kecil berisi hal hal yang harus di dapatkan. Hu Lei mengintip catatan itu. Beberapa diantaranya ada dalam kalung milik Huang Yi Zhen.


"Yang harus kita dapatkan hanyalah Mustika hitam dan kumis naga putih." Ujar Mao Yun Zi.


"Kebetulan aku memilikinya." Ujar Hu Lei sambil mengeluarkan barang-barang tersebut dari kalung Huang Yi Zhen.


"Baiklah, Kakak bisa istirahat. Oh iya, tolong pantau mereka selagi aku tidak ada. Aku harus pergi membuat sesuatu." Mao Yun Zi menatap 4 orang yang berlatih dengan sudut matanya.


Hu Lei mengangguk. Hu Lei selalu merasa meski ia berhasil memasuki dunia kecil dan menyusul Huang Yi Zhen, pasti ada hal besar yang menunggunya. Sesuatu yang lebih sulit di banding Mao Yun Zi.


...

__ADS_1


"Ayo Kak, bangun! Bangun!" Mao Yun Zi menggoyangkan tubuh Hu Lei yang masih tertidur nyenyak.


"Hm... iya sebentar lagi ya...." Hu Lei menyembunyikan dirinya dalam selimut.


Mao Yun Zi menghela nafas lelah. Ia meminta Hu Lei istirahat. Tapi Hu Lei kenghabiskan waktu istirahatnya dengan tidur!


"Bocah Gu, bisakah kau membangunkan Kak Hu?" Mao Yun Zi pikir mungkin saja Gu Chu bisa membangunkan Hu Lei. Gu Chu kan salah satu dari 5 hantu kepercayaan Hu Lei saat itu, pikirnya.


Gu Chu mencoba berpikir, apa yang sekiranya mungkin membuat Nyonya Hu terbangun. "Hm..."


"Ah, benar! Nyonya, bangunlah, jika tidak Nona Mao akan menjodohkan Tuan Huang dengan 263 wanita!"


Begitu mendengarnya, Hu Lei segera melotot. "Jangan coba-coba!" Ujarnya dengan energi buruk di sekitarnya.


"Kalau begitu, mari ikuti aku ke aula leluhur keluarga Huang." Mao Yun Zi menarik tangan Hu Lei untuk pergi.


"Sst... dengarkan instruksiku. Kak Hu, ku berikan ini padamu. Selain berguna sebagai tas penyimpanan, ini juga berguna sebagai penghubung Kakak dan kami. Dengan ini, aku dapat berkomunikasi dan menberitahu Kakak mengenai pengaturan hidup Protagonis dunia kecil."


Hu Lei menatap kalung dengan bandul batu hitam, di telapak tangan Mao Yun Zi. Di tangan lainnya Mao Yun Zi memegang sebuah bola kaca hitam. Hu Lei mengenakan kalungnya. Saat dikenakan, bandul kalungnya mengeluarkan cahaya biru muda, dan cahaya itu bergerak memasuki bola kaca. Secara bersamaan bola kaca dan bandul kalung berubah warna menjadi merah terang.


"Oke, proses integrasi roh sudah berhasil, sekarang mari bergerak ke langkah selanjutnya." Mao Yun Zi memimpin Hu Lei menuju tempat bunga raksasa dan bersiap menjemput Huang Yi Zhen.


Mao Yun Zi mengangkat tangan kanannya, dan bunga besar itu membuka kelopaknya. Huang Yi Zhen melayang dalam posisi tidur. "Kak Hu, berdirilah di tengah kelopak bunga, bunga akan mengirimmu secara otomatis."


Hu Lei memantapkan tekadnya. Ia menghela nafas dalam-dalam untuk menghilangkan kegugupannya. Kemudian dengan langkah pasti, ia pun menjejakkan kakinya di tengah bunga besar. Hu Lei merasakan Aura misterius membungkus tubuhnya. Dan itu membuatnya mengantuk.

__ADS_1


Saat Hu Lei membuka matanya lagi, Hu Lei melihat tempat di sekelilinngnya. Hu Lei ada dalam sebuah Ruangan gelap yang kosong. Pada saat itu kalung yang Hu Lei kenakan memancarkan cahaya dan mengusir kegelapan. Namun cahaya itu juga terlalu terang untuk mata Hu Lei.


Saat cahaya mereda, ruang gelap tadi menghilang. Itu telah tergantikan menjadi lingkungan kantin sekolah yang bising dan sesak. Pada saat yang bersamaan, ingatan pemilik tubuh yang asli dikirimkan. Info tentang protagonis juga di sampaikan.


Hu Lei membaca ingatan tubuh asli. Tubuh asli bernama Zhang Lei, Putri bungsu di keluarga terkemuka di kota. Zhang Lei dibesarkan oleh Harta. Karna melirik harta jugalah orang-orang bersedia bermain dengannya. Zhang Lei benar-benar berharap memiliki teman bicara yang bisa menemaninya dan juga tulus .


Lalu Ayahnya membelikan mutan kucing untuk menjadi peliharaannya. Mutan kucing itu adalah seorang Pria tanpa latar belakang, yang menjadi objek eksperimen biogenetika seorang profesor gila. Yang setelah sempurna kemudian di lelang kepada orang-orang kaya secara ilegal.


Dalam cerita itu Mutan Kucing masih mempertahankan pikiran dan perasaannya. Karna banyaknya pelecehan yang sering dilakukan pihak Lab dan pihak keluarga Zhang, Mutan kucing itu berniat balas dendam.


Pertama, ia akan menghancurkan Keluarga Zhang dari dalam. Di mulai dari beberapa pelayan, Tuan dan Nyonya Zhang, lalu Zhang Lei, yang paling banyak menghina dan mempermalukan Mutan Kucing. Lalu di tengah amukannya polisi wanita berhasil menenangkan hatinya. Dan cerita berakhir dengan kebahagiaan mutan kucing dengan polisi wanita.


"Yah! Sepertinya ini tidak terlalu sulit untukku!" Gumam Hu Lei.


"A-Lei kamu menggumamkan apa?" Ujar Yun Hua teman Zhang Lei.


"Tidak, bukan apa-apa kok. Kalau begitu aku pergi ke toilet sebentar ya, sampai nanti." Hu Lei segera meninggalkan teman yang tidak berguna itu.


Saat Hu Lei pergi, teman-temannya berbisik. "Hei, apa aku salah lihat atau bagaimana, tatapan Zhang Lei seperti bukan Zhang Lei." Ujar Xin Rui.


"Apa maksudmu?" Tanya Yun Hua.


"Apa lagi? Tidakkah kau lihat? Sepertinya dia bosan dengan kita, dan kita akan ditinggalkan." Cibir Nie Ji Ya.


"Yang benar saja?! Tidak bisa begitu! Jika dia pergi, kita tidak akan mendapat uang jajan tambahan lagi!" Yun Hua tampak panik.

__ADS_1


Hu Lei yang berada di pintu masuk kantin mendengar semua percakapan mereka. Telinga Rubahnya benar-benar efektif.


"Benar-benar teman yang tidak berguna." Cibirnya.


__ADS_2