Benang Merah

Benang Merah
Chapter 51


__ADS_3

Chapter 51


Sesuai janjinya, Meng Lu datang berkunjung di pagi hari. Tak lama setelah Huang Yi Zhen dengan keluarga barunya sarapan. "Eh, Meng Lu, mencari Yi Zhen ya?"


Yang Hua sedikit terkejut saat melihat Putra Lao Meng. Meng Lu mengangguk, ia mengatakan kepada Yang Hua perihal janjinya dengan Huang Yi Zhen. "Kalau begitu tunggu sebentar, Bibi akan pergi memanggilnya. "


Saat Yang Hua memasuki Kamar Huang Yi Zhen, Huang Yi Zhen baru saja memasang kancing baju terakhir. Yang Hua merasa segar setelah melihat Putra angkatnya yang baru saja selesai mandi. "Eh Ibu? Ada apa?"


"Meng Lu telah datang, ia berkata tentang janji untuk mengelilingi desa." Yang Hua mengingatkan.


"Oh benar! Aku hampir lupa. Aku akan segera ke sana!" Huang Yi Zhen segera berjalan keluar.


Untuk mencari Hu Lei, pertama-tama ia harus mengenal setiap sudut rumah di desa. Dengan bantuan Meng Lu semuanya akan lebih mudah. Hal pertama yang di lakukan Meng Lu adalah, mengenalkan Huang Yi Zhen kepada setiap warga desa yang ia temui.


Meng Lu juga membawa Huang Yi Zhen ke peternakan dan perkebunan. Ada pula sungai besar tak jauh dari desa. Airnya sangat jernih, ikannya juga besar-besar. Huang Yi Zhen melihat Matahari yang mulai terik.


"Mari kita memancing!" Ajak Huang Yi Zhen.


Meng Lu setuju dengan ajakan itu. Mereka pergi ke hutan bambu yang terletak tak jauh dari sungai. Setelah menajamkan ujung batang bambu, ia memberikannya kepada Huang Yi Zhen. "Kita akan memburunya dengan ini, peganglah aku akan membuat satu lagi. "


"Hei Kak Meng, rumah di puncak bukit itu rumah siapa?" Huang Yi Zhen bertanya.


Gerakan Meng Lu terhenti. Ia mendekati Huang Yi Zhen setelah melirik ke kanan dan kiri. "Jangan pernah kau tanyakan pertanyaan itu ke orang lain. Dengarkan aku, rumah itu adalah rumah terkutuk. Tak ada manusia di tempat itu. Orang bilang rumah itu adalah gerbang untuk memasuki dunia Siluman. Jangan pernah sekalipun kau memikirkan untuk pergi ke sana. Sekali kau pergi, kau takkan pernah bisa kembali!"


Mendengar bisikan Meng Lu yang setengah memperingatkan. Huang Yi Zhen tidak bisa tidak meneguk ludah. Suasana seakan berubah saat Meng Lu berbisik-bisik. Meng Lu melihat wajah Huang Yi Zhen yang semakin memucat saat menatap rumah itu.


"Hei, Yi Zhen, tidak perlu terlalu takut, selama kau tidak sembarangan pergi ke sana, takkan ada yang terjadi." Meng Lu menenangkan Huang Yi Zhen.


"Di-di belakangmu!" Huang Yi Zhen berkata dengan suara gugup. Keringat dingin telah banyak menetes di dahinya.

__ADS_1


"Apa itu? Ayo katakan perlahan, jangan terlalu gugup. "


"Di belakangmu ada seekor macan besar!" Huang Yi Zhen berbisik.


"Apa!" Karna terkejut, tanpa sengaja Meng Lu menaikkan volume suaranya.


Macan betina itu melompat ke arah Huang Yi Zhen. Huang Yi Zhen segera tiarap, sehingga lompatan itu meleset. Dengan bambu runcing di tangannya, Huang Yi Zhen hendak menusukkannya tubuh macan. Tapi macan itu seolah memiliki akal, ia berhasil menghindar dengan mulus.


Saat itu Meng Lu yang tadi berhasil menghindar, hendak melemparkan bambu runcing yang satunya. Namun sebelum itu terjadi, Macan itu telah berlari menaiki gunung dengan Huang Yi Zhen di punggungnya. Huang Yi Zhen juga tidak bisa melawan karna merasakan kantuk.


Meng Lu segera berlari ke desa dengan wajah pias. Macan itu terus berlari dan berlari. Tapi tak hanya Macan itu saja yang menginginkan Pria di punggung Macan. Banyak hewan-hewan lain berlomba-lomba untuk mendapatkan Huang Yi Zhen.


Pada akhirnya ada seekor ular besar yang melenyapkan segalanya. Ia sangat cepat dan melesat ke sana kemari, membuat Macan kehilangan Arah. Ular besar segera menggulung Huang Yi Zhen yang tidak sadarkan diri, dengan ujung ekornya. Ia segera melata ke tempat lebih tinggi. Hingga ia bertemu seorang Pria. Wajahnya tidak jauh berbeda dengan Huang Yi Zhen.


Ular besar tampak menghormatinya. Ular besar juga memberikan Huang Yi Zhen ke Pria itu. Sebelum Huang Yi Zhen jatuh ke tanah, ia telah menangkapnya. Pria itu melihat wajah Pria muda di pangkuannya.


"Ah, Yi Zhen telah besar!" Ada kegembiraan dalam kalimatnya. Segera Pria itu membawa Huang Yi Zhen pergi dari tempat itu.


Lu Xi Han segera menghampiri Meng Lu saat namanya terpanggil. "Gawat apa? Mengapa wajahmu begitu pucat?"


"Yi Zhen! Yi Zhen telah di culik seekor Macan besar!" Meng Lu segera berbicara.


"Apa?! Segera hubungi kepala desa! Kita harus segera menolongnya. Aku akan bertanya kepada Tuan Penjaga, apa ia bisa bantu." Lu Xi Han segera berlari.


Meng Lu juga pergi untuk melakukan apa yang Lu Xi Han minta. Lu Xi Han pergi ke kuil untuk bertemu Tuan Penjaga. Tapi yang ia lihat hanyalah kesunyian dari kuil yang di tinggalkan. Hanya ada asisten Tuan Penjaga.


"Pak Asisten, apakah Tuan Penjaga ada?" Lu Xi Han berkata dengan nada khawatir.


Asisten itu bisu, ia hanya bisa menggeleng. Dengan bahasa isyarat, ia mengatakan bahwa. Penjaga kuil sedang melakukan perjalanan. Baru akan kembali setelah empat hari. Penduduk desa yang telah berkumpul juga segera berdatangan.

__ADS_1


"Bagaimana? Apakah Tuan Penjaga bisa menolong kita?" Salah satu penduduk desa berkata.


Lu Xi Han hanya mampu menggeleng pilu. "Semuanya tolong bantu aku mencari Putra Angkatku."


Semua orang tau kalau Tuan tua Lu tidak memiliki anak. Kehadiran Huang Yi Zhen adalah anugrah bagi keluarga mereka. Para penduduk desa segera setuju, bagaimanapun Tuan tua Lu selalu menyayangi anak-anak di desa. Kini mereka harus membantu Tuan tua Lu menemukan Putra Angkatnya.


Yang mereka khawatirkan hanyalah rumah terkutuk di gunung. Bagaimana jika Huang Yi Zhen di bawa ke tempat itu? Atau malah yang lebih buruk lagi, Bagaimana kalau Huang Yi Zhen malah di makan oleh Macan itu?


Dalam keadaan ini setiap orang yang membantu mencari, segera pergi. Huang Yi Zhen yang di cari oleh para warga saat ini telah tidur di sebuah rumah aneh. Ia sempat mengira semuanya mimpi karena melihat desain ruangan yang sedikit aneh.


Tapi ruangan ini familiar. Huang Yi Zhen sudah mengingatnya! Ini adalah kamarnya di rumah Ayahnya! Ayah Kandungnya!


"Kamu telah sadar? " Seorang gadis siluman Kucing mendekat ke kepala Huang Yi Zhen untuk mengendus-endus aroma Huang Yi Zhen.


Huang Yi Zhen sedikit menghindari kepala gadis itu. Telinga gadis itu bergerak-gerak. Ia melangkah ke pintu kamar lalu berteriak begitu keras. "Semuanya! Adik sepupu Yi Zhen telah banguuuuun!"


Huang Yi Zhen dapat mendengar suara derap langkah kaki. Ia yakin akan ada sangat banyak orang. Huang Yi Zhen bersembunyi di selimutnya. Saat ia mendengar langkah mendekat ke tempat tidur. Di pengaruhi oleh rasa takut dan sifat pemalu pemilik tubuh asli, Huang Yi Zhen juga membenamkan kepalanya di bantal.


Huang Yi Zhen sangat takut hingga dirinya berubah menjadi kucing hitam kecil . Tubuhnya sepenuhnya terkubur di bawah bantal, namun ekornya yang panjang mencuat ke ujung bantal. Itu memberitahu orang lain tentang keberadaannya.


Huang Yi Zhen bingung. Mengapa ia bisa berubah? Bukankah Wanita tua berkata usia tubuhnya belum cukup?


"Yi Zhen! Nenek sangat rindu! Ayo keluar jangan bersembunyi!" Wanita tua dengan wajah bersemangat berkata dengan nada riang.


"Nenek, angkat saja selimutnya. Bukankah Nenek tau kalau sepupu Yi Zhen itu pemalu." Seorang kucing kecil abu-abu mengingatkan.


Nenek Tua mengangkat selimutnya, ia tak menemukan Huang Yi Zhen di manapun. Ia panik dan memerintahkan para siluman lain mencari di sekitar ranjang dan ruangan. Lalu seseorang di samping si Nenek melihat ekor kecil di ujung bantal. Ia menyikut lengan Neneknya dan berbisik. "Nenek lihat itu."


Si Nenek sangat bersemangat hingga ia menarik ekor kucing Huang Yi Zhen. Dan terlihatlah tubuh mungil kucing hitam dengan mata berwarna merah. Tubuh kucing Huang Yi Zhen berusia empat bulan. Si Nenek sangat senang, saat melihat bayi kucing di tangannya.

__ADS_1


"Yi Ran! Cepat kesini! Lihat putra kecilmu!"


__ADS_2