
Chapter 65
Hu Lei dan Huang Yi Zhen kembali saat senja. Saat hendak memasuki rumah, mereka berpapasan dengan seorang siluman Rubah Pria. Pria itu berambut jingga dengan mata hijau. Matanya menatap sinis ke tangan Hu Lei yang memeluk tangan Huang Yi Zhen.
"Halo Xiao Lei, kalau boleh tau, siapakah pria ini?" Ujar Rubah jantan itu.
Senyum hangat di bibir Hu Lei terhenti. Matanya yang indah berubah menjadi sepasang mata merah yang dingin dan apatis saat melihat Pria lain. "Itu bukan urusanmu, aku bahkan tak mengenal siapa dirimu. Maka jangan halangi jalanku! Ayo Yi Zhen, kita masuk ke dalam."
Huang Yi Zhen mengangguk. Mereka memasuki rumah, mata Huang Yi Zhen melirik Pria itu. Mendengar caranya berbicara kepada Hu Lei, Huang Yi Zhen yakin mereka memiliki sesuatu. Tapi ia masih tenang, tidak peduli seberapa kuat sesuatu itu, Hu Lei yang asli telah kembali ke pelukannya. Hu Lei yang asli takkan meninggalkannya.
Saat mereka memasuki rumah Hu. Hu Lei menatap Huang Yi Bao dengan tatapan kebencian. "Yi Zhen, mengapa dia ikut?"
Bisikannya halus dan membawa rasa dingin. "Katanya dia ingin menghabiskan waktunya bersama, bagaimanapun juga ini adalah dunia terakhir bukan?"
"Kau mempercayainya?" Hu Lei bertanya seolah pengaturan dunia adalah sosok jahat yang keji.
"Dia hanya sebuah kesadaran yang terbangun, dan sedang belajar untuk berkembang. Singkatnya seperti anak kecil yang sedang tumbuh dewasa. Tapi aku tidak tau apa pendapatku nanti setelah aku mendapatkan ingatanku."
"Karna kau bilang begitu, aku akan tenang."
Meski Hu Lei berkata demikian, hatinya sama sekali tidak tenang. Pengaturan dunia juga bisa merasakan ada yang berbeda dari Hu Lei. Melihat mata permusuhan itu, secara alami ia tau apa yang terjadi kepadanya.
"Ah, Nak! Kalian telah kembali." Sapaan dari Ibu Hu memiliki maksud lain. Tentu Huang Yi Zhen mengerti. Huang Yi Zhen adalah seorang Ayah yang baik, tentu hal pertama yang ia lakukan setelah kembali adalah menggendong Putra kecilnya.
"Apakah ingatannya kembali?" Pengaturan Dunia berbisik saat Huang Yi Zhen menggendongnya. Huang Yi Zhen mengangguk sebagai jawaban lalu mulai bertingkah sebagai Ayah yang baik.
__ADS_1
"Apakah kucing kecil Ayah sudah mandi?" Huang Yi Zhen bertanya. Saat itu ada Ayah Hu di sisinya.
Melihat kedekatan Ayah dan Anak kucing itu, Ayah Hu tidak bisa tidak bertanya. "Jika seandainya kalian menikah dan memiliki anak Rubah, akankah kau menyayanginya?"
"Tentu, Xiao Lei membantuku merawat Yi Bao dengan penuh cinta. Maka aku juga akan memperlakukan anak yang lahir dari rahimnya dengan kondisi serupa. Aku juga akan menyayanginya dan merawatnya. Aku juga yakin seharusnya Kucing dan Rubah akan berhubungan baik." Ujar Huang Yi Zhen santai.
"Oh benar, aku ingin bertanya. Tentu itu jika Tuan Hu Berkenan." Ujar Huang Yi Zhen.
"Silahkan bertanya, kamu adalah seseorang yang akan menjadi menantuku kelak. Kamu bisa bertanya apapun pada Rubah tua ini." Ujar Ayah Hu.
"Apakah... Apakah Anda tau dimana desa Kucing?" Tanya Huang Yi Zhen pelan.
Ayah Hu mengernyitkan dahi. Tapi tetap menjawab. "Ya, itu berada tak jauh dari desa Rubah. Ada apa?"
"Hubungan kami dan mantan mertuaku tidak baik. Mantan istriku dan aku tidak di restui dan Mantan istriku mengajakku ke kota untuk kawin lari. Sekarang Mantan istriku meninggal dunia dan aku pikir aku perlu mengabarkan orang tuanya." Ujar Huang Yi Zhen.
Huang Yi Zhen mengangguk. Saat itu suara manis Hu Lei menghentikan perbincangan keduanya. "Semuanya, makan malam telah selesai, mari kita makan."
Malam itu adalah malam yang membahagiakan bagi keluarga Hu. Tentunya ada seseorang yang tidak bahagia dengan kebahagiaan orang lain. Itu adalah Jiang Hai, Rubah jingga yang mengunjungi Hu Lei di sore hari.
Jiang Hai adalah teman masa kecil Hu Lei. Mereka saling mengenal dan membangun ikatan sejak kecil. Jauh dalam hati Jiang Hai tentu ada rasa cemburu, ketika melihat Hu Lei kembali ke desa dengan Pria lain di sisinya. Baginya yang pantas berada di sisi Hu Lei adalah dirinya, dan akan selalu begitu.
Dahulu Hu Lei menolak ajakannya untuk menikah. Jiang Hai tau saat itu dia tidak memiliki apa-apa untuk di perlihatkan kepadanya. Sekarang Jiang Hai juga telah kembali dari pelatihannya. Dan telah berhasil melatih tiga ekor rubah. Dengan ini pasti nilainya di mata Hu Lei lebih tinggi dari pada Pria yang membawa anak kucing itu.
Dengan pendapat personalnya, Jiang Hai telah merencanakan sesuatu untuk hari berikutnya. Jika Hu Lei masih tak menyukainya, ia akan menggunakan cara lama. Yaitu membunuh Pria lainnya untuk menang.
__ADS_1
Huang Yi Zhen yang sedang tidur di kamar tamu keluarga Hu merasakan rasa dingin di punggungnya. "Kau baik-baik saja?"
Pengaturan Dunia tidak perlu berpura-pura karna mereka hanya berdua di kamar tamu. "Punggungku terasa dingin, seharusnya seseorang baru saja membicarakan ku dari belakang."
"Mana ada yang seperti itu, tutup jendela kamarmu itu dan kenakan selimut. Angin begitu besar memasuki kamar tentu saja punggungmu akan terasa dingin." Pengaturan dunia tidak menyukai mitos dan hanya mempercayai fakta yang nyata.
Tentu Huang Yi Zhen segera menutup jendelanya dan kembali melanjutkan tidurnya. Huang Yi Zhen benar-benar berharap semuanya akan berjalan mulus karna ini dunia terakhir. Setidaknya jangan biarkan ia berada dalam ketegangan lagi. Tapi tidak ada yang tau apa yang terjadi di saat berikutnya bukan?
Itu adalah hari berikutnya ketika Huang Yi Zhen pamit untuk pergi ke desa kucing. Awalnya ia ingin membawa Huang Yi Bao, namun Ayah Huang memerintahkan agar Huang Yi Bao tetap tinggal. Huang Yi Zhen tentu akan menurut.
Dengan begitu, Serigala beraroma kucing mulai melangkahkan kaki keluar setelah sarapan. Ia mengingat rute yang di ajarkan oleh Ayah Hu dan bersiap untuk melakukan perjalanan. Karna Ayah Hu mengatakan jaraknya cukup dekat, maka Huang Yi Zhen bisa berjalan untuk mencapai tempat itu.
Meninggalkan desa Rubah ada pohon hijau yang menemani perjalanannya. Rumput, dedaunan, dan kupu-kupu telah mengikuti setiap langkahnya tanpa tertinggal. Sesekali Huang Yi Zhen akan berhenti untuk memastikan lokasi.
Tentu tak semuanya akan semudah itu untuk di lewati. Seseorang telah memanipulasi jalannya, memasangi beberapa mantra ilusi untuk mengelabuhinya. Huang Yi Zhen tak bisa menyadari kesalahan jika Pengaturan dunia tidak bersamanya. Huang Yi Zhen terus berjalan menurut instingnya. Ayah Hu selalu memperingatkannya untuk mengikuti arah matahari terbenam.
Ayah Hu mengatakan padanya kalau perjalanan akan memakan waktu selama hampir satu jam tiga puluh menit. Namun Huang Yi Zhen sudah tersesat selama tiga jam. Ia mulai menyadari ada sesuatu yang menghambat perjalanannya.
Huang Yi Zhen mengubah dirinya ke bentuk Serigala dan mulai mengendus aroma untuk kembali ke desa Rubah. Di saat ia sendiri hampir berhasil kembali, sesuatu membingungkan dirinya lagi. Kali ini Huang Yi Zhen mengandalkan pendengarannya. Pendengaran Serigala sangat kuat, Huang Yi Zhen dapat mendengar kikikan bayi Rubah di telinganya.
Mengikuti suara, Huang Yi Zhen dapat kembali ke Desa Rubah segera. Saat mencapai pintu keluarga Hu, ia melihat sosok Jiang Hai. Dengan merubah dirinya kembali ke bentuk manusia, Ayah Hu berkata. "Karna kamu sudah kembali, bagaimana kalau kalian berdua duel saja?"
"Duel apa?! Aku bahkan tidak menyukai Rubah jingga itu! Atas dasar apa Yi Zhen-ku harus menyetujui duel! Aku tidak setuju dan hanya akan menikahi Huang Yi Zhen selama sisa hidupku!" Hu Lei segera memisahkan Jiang Hai dan Huang Yi Zhen.
"Haih... Kalau begitu terserah padamu saja Anakku." Ujar Ayah Hu.
__ADS_1
"Kalau begitu di putuskan kalau aku hanya akan menikahi Huang Yi Zhen seumur hidupku!"