
Chapter 31 Rev
Setelah membeli beberapa barang keperluan kucing, Hu Lei dan Huang Yi Zhen pulang ke apartemen Hu Lei tentunya. Huang Yi Zhen yang ada dalam bentuk kucing kecil berada dalam pelukan penuh cinta Hu Lei. Kucing itu memberontak, tidak ingin di dalam pelukan Hu Lei yang menurutnya menyesakkan. Namun kucing itu berhati-hati agar cakarnya tidak menggores luka.
"Diamlah, aku sudah lama tidak memeluk kucing yang bulunya selebat dirimu."
Hu Lei mengusap kepala Kucing kecil, sesekali mengusap telinga lembutnya. Huang Yi Zhen menggerakkan telinganya untuk menghindari tangan Hu Lei. "Paling tidak berikan aku cemilan! Aku ingin rasa salmon!"
Hu Lei melirik kucing di pelukannya. Meletakkan Huang Yi Zhen di sisinya, kemudian mencari Snack kucing yang ia beli tadi. Ekor kucing itu terangkat menghadap langit, saat mencium aroma amisnya ikan dari snacknya.
"Berikan padaku! Berikan padaku!" Kucing hitam mungil itu tampak tidak sabaran.
"Nih, ini untukmu." Hu Lei memberikan mangkuk makanan kucing yang berisi Snack kucing.
Saat kucing itu mengunyah cemilannya dengan lahap. Pintu apartemen di ketuk, Hu Lei melirik kucing rakus yang terus menggeram jika diganggu saat makan. Hu Lei mengangkat bahu. Kemudian bergerak untuk membuka pintu, mungkin itu adalah seseorang yang ia nantikan.
"Maaf, apakah Huang Yi Zhen sudah pulang ke apartemennya? Aku mengetuk pintu sejak tadi namun tidak ada yang membuka pintunya." Itu adalah Sheng Luo yang datang dengan pakaian pria.
Hu Lei menyeringai, tawa jahat menggema di hatinya saat melihat beberapa bekas merah di kulit putih Sheng Luo. "Hm... Mungkin Kak Huang ada di dalam. Apakah kamu ingin masuk?"
Sheng Luo sebenarnya cukup meragukan Hu Lei. Hu Lei selalu misterius, belum lagi rumor para tetangga mengatakan bahwa Hu Lei itu agak gila. "Mengapa ragu... Apakah kamu ingin mampir?"
Telinga Huang Yi Zhen bergerak-gerak saat namanya di sebut. Namun ia tidak peduli, menurutnya perut adalah hal yang paling penting. Begitulah pikiran semua kucing.
"Um... Aku akan datang lagi lain kali."
__ADS_1
Sheng Luo segera berlari di koridor tanpa menoleh ke belakang. "Cih, sayang sekali. Jika kau masuk mungkin aku bisa bermain-main sebentar." Gumam Hu Lei.
Hu Lei menatap ke kursi di mana bola bulu berwarna hitam itu sudah terlelap. Hu Lei menatap hari yang mulai senja. Ia harus memikirkan alasan agar kucing kecil ini tidak meninggalkannya. Melihat perut bundar kucing kecil yang terus saja naik turun, Hu Lei terpikir sebuah ide cemerlang.
Orang bilang untuk menaklukkan hati seorang Pria adalah melalui perutnya. Maka untuk menaklukkan hati kucing rakus adalah Ikan!
Huang Yi Zhen terbangun saat aroma ikan segar terbang ke hidungnya. Kucing itu merenggangkan tubuh mungilnya. Setelah bangun kucing itu menjilati cakarnya, singkatnya ia sedang cuci muka dengan cara kucing.
Huang Yi Zhen kemudian menatap jam dinding yang terus bergerak. Jam menunjukkan pukul lima sore. Huang Yi Zhen berubah ke bentuk manusia, lalu memeriksa telponnya. Ada banyak panggilan tak terjawab, ada yang dari Sheng Luo ada pula yang dari keluarga Huang.
"Kucingku... Ayo mandi..."
Suara Hu Lei seperti Sirine pembawa kematian menurut Huang Yi Zhen. Ia segera berubah menjadi kucing dan bersembunyi di bawah sofa. "Huang Yi Zhen.... Kau tidak akan bisa sembunyi dariku... Aromamu masih ada di apartemen ini, jangan remehkan kemampuan hidungku."
Hu Lei bergerak menjauh dari Huang Yi Zhen. Tepat saat Huang Yi Zhen merasa lega, lengan putih Hu Lei menangkap perutnya. Kucing itu sangat terkejut hingga bulu bulunya mengembang.
Hu Lei membawa kucing kecil ke ruang makan. "Oke! Tapi bisakah kau biarkan aku pulang untuk mengambil pakaian?"
"Kau tidak perlu pulang, aku sudah menyiapkan semuanya." Hu Lei membawa Huang Yi Zhen ke kamarnya dan memperlihatkan sebuah lemari yang berisi pakaian untuk Huang Yi Zhen.
"Sekarang pergilah mandi, aku tidak ingin ada kucing bau di meja makan. Atau kau yang akan di jadikan menu makan malam ini."
"Aku pergi aku pergi." Kucing itu melompat dari tangan Hu Lei dan berubah ke bentuk manusia. Kemudian mengambil beberapa potong pakaian, lalu berlari ke kamar mandi.
Hu Lei menatap pintu kamar mandi yang tertutup. Ada sebuah tawa puas di hatinya. "Akhirnya kita benar-benar bersama, aku tidak tau harus membunuhmu untuk tetap bersamaku atau memelukmu agar tetap bersamaku. Namun sekarang... Rahasia kecilmu ada di tanganku... Yi Zhen... Namamu saja dapat menghadirkan rasa cinta yang pernah hilang dari hatiku."
__ADS_1
Hu Lei bergumam sambil sesekali tertawa. Kadang kala tawanya sangat keras hingga Pria yang sedang mandi di kamar mandinya bergidik ngeri. Kadang kala tawanya sangat kecil seperti tangisan hantu.
Tak lama kemudian Huang Yi Zhen keluar dalam bentuk manusia. Huang Yi Zhen sebenarnya merasa kalau Hu Lei sangat mengenalnya dengan baik. Ukuran semua pakaian pas dan warnanya sesuai selera pemilik tubuh asli. Baik sabun mandi maupun shampo itu sama dengan yang biasa di pakai pemilik tubuh asli. Huang Yi Zhen merasa bahwa ini bukanlah kebetulan belaka.
"Nona Hu, apa kita saling mengenal sebelumnya?" Huang Yi Zhen pun tau, dalam ingatan pemilik tubuh asli nama Hu Lei tidak ada di sana.
Hu Lei Hanya menyeringai, Huang Yi Zhen dapat melihat empat taring kecil yang mempermanis senyuman Hu Lei. Hu Lei tidak berbicara apapun, ia hanya menarik tangan Huang Yi Zhen untuk makan di meja makan.
Meski tidak berbicara sepatah katapun, Huang Yi Zhen tau iblis kecil di sebrang meja makan sedang dalam suasana hati senang. Senyumannya yang tidak berhenti terbentuk, dan matanya yang hampir setiap saat terpejam menandakan itu semua.
Meski Huang Yi Zhen tidak mengerti mengapa pihak lain tampak bahagia. Ia masih tetap senang dengan makanan di meja makannya. Di meja ada banyak hidangan ikan dari yang mentah, separuh masak, hingga yang masak tersedia di meja makan.
Saat prosesi makan malam selesai, Hu Lei membenahi piring-piring kotor. Huang Yi Zhen tidak tau harus berbuat apa. Hu Lei melempar bola bulu ke ruang tamu, Huang Yi Zhen segera mengikuti Arah bola bulu untuk menangkapnya. Tentunya setelah ia berubah menjadi kucing.
Huang Yi Zhen bermain dengan bola bulu. Ia tidak tau mengapa bentuk aslinya masih sangat kecil. Bentuk aslinya adalah kucing roh dengan rupa seperti kucing biasa yang masih berusia tiga sampai empat bulan. Hanya saja bulunya sangat lebat seperti singa jantan dewasa. Huang Yi Zhen merasa bahwa bentuk aslinya seharusnya tidak mungil. Seharusnya itu adalah kucing dewasa, namun sepertinya ia begini setelah ia kehilangan ingatannya.
"Kamu benar. Sebagian ingatan yang di ambil darimu menyebabkan beberapa kekuatan aslimu juga ikut di ambil, itu menyebabkan dirimu melemah sehingga tubuhmu juga ikut mengecil." Wanita tua kembali muncul lagi setelah sekian lama menghilang.
"Hm... Lalu apa yang harus ku lakukan? Tidak mungkinkan kisah di dunia kecil kali ini biasa-biasa saja?" Huang Yi Zhen bertanya.
"Yah... Sebenarnya Psikopat kecil ini buruan polisi, namun identitasnya masih anonim. Biar ku katakan, dia memang memiliki obsesi besar dengan nama 'Huang Yi Zhen'. Alasan mengapa dia tau semua hal yang di pakai pemilik tubuh asli adalah karna dia menguntit hidup pemilik tubuh asli. Alasan dia membunuh juga karna pemilik tubuh asli. Orang-orang yang dia bunuh adalah orang yang mengganggu kehidupan pemilik tubuh asli atau orang yang berniat jahat terhadap pemilik tubuh asli. Ku peringatkan kau, sebaiknya kau turuti keinginannya jika kau ingin selamat."
"Kucingku... " Suara Hu Lei lagi-lagi menggema di apartemen ini.
"Hahaha... Selamat berjuang bola bulu." wanita tua menghilang lagi.
__ADS_1
Huang Yi Zhen berbalik, dan tangan Hu Lei menangkapnya. Hu Lei membawanya ke ruang televisi. "Khu Khu Khu... Huang Yi Zhen... Duduklah baik-baik, dan temani nyonya ini menonton televisi."
Hu Lei menekan tombol di remote televisi, dan film horor di luncurkan. Huang Yi Zhen sebenarnya tidak begitu membenci darah, ia lebih suka film aksi berdarah yang keren jika di bandingkan film horor. Menurutnya film horor itu tidak memiliki seni dan agak menjijikan. Sehingga ia tidak begitu bersemangat.