
Chapter 41
Kucing mutan itu diikat oleh Hu Lei. Tak tega rasanya jika ia harus membunuh Hu Lei. Huang Yi Zhen menatap benang merah yang melilit cakarnya. Ia menggulung benang merah itu di cakarnya. Lalu merubah bentuknya ke bentuk manusia.
Huang Yi Zhen takut jika ia menyampaikan pesannya melalui telepati, wanita tua akan mendengarnya. Maka ia ingin mencoba mengirim perasaannya melalui Benang merah. "Hu Lei... Aku bahkan tidak mengingat diriku sendiri. Yang kuingat tentang diriku hanyalah namaku dan tubuhku yang merupakan kucing siluman. Aku tidak punya ingatan lain."
Huang Yi Zhen merasakan kalau cengkraman sulur merah sedikit melonggar. Ia mencoba menyampaikan pesan yang lain. Tapi Ia mendengar Hu Lei berbicara melalui Benang merah. "Benarkah? "
Huang Yi Zhen membalasnya dengan mengatakan. "Benar. Yang kuingat tentangmu hanyalah Hu Lei yang menemaniku di dua dunia semu sebelumnya. Wanita tua mengatakan kalau ingatanku akan di kembalikan, jika aku berhasil melewati tujuh dunia miliknya bersamamu. Ini adalah dunia ke tiga. "
"Jadi ingatan baru itu benar. Ku katakan padamu Yi Zhen. Wanita itu bukan orang baik. Dia yang mengurung kesadaranmu, membuatmu tak sadarkan diri. Bahkan aku yang menjemputmu juga terpisah dari tubuhku. Kini aku hanya berkeliaran melalui instingku. "
Huang Yi Zhen mengusap Benang merah dengan bantalan cakarnya. "Maukah kau keluar dari dunia ini? Tunggu aku di dunia berikutnya. Setelah aku menyelesaikan misi yang di berikan wanita itu, aku akan segera memasuki dunia berikutnya. Meski aku tidak percaya kepada wanita tua, aku ingin berjuang untuk ingatanku. Aku berjanji akan mengurus semuanya setelah ingatanku kembali."
Saat itulah sulur merah yang mengikat Huang Yi Zhen terlepas. Warna benang merah terlihat memudar. Huang Yi Zhen merasakan sesuatu yang hangat memeluknya lalu mencium bibirnya. Kemudian Benang merah menghilang sepenuhnya. Ia tau kalau Hu Lei telah pergi.
Hati Huang Yi Zhen terasa dingin. Rasanya sejak awal ia memasuki dunia buatan wanita tua, semua memang terasa palsu. Rasanya hanya Hu Lei yang terasa nyata baginya. Pembicaraan singkatnya dengan Hu Lei, membuatnya bersemangat untuk menjalankan tujuh dunia yang di katakan wanita tua. Jika dunia ini berhasil di lewati bukankah itu tersisa empat? Pikir Huang Yi Zhen.
Dirinya sudah melihat berbagai kegilaan. Rasanya melihat sekali lagi tidak apa-apa. Mendengar Raungan Zombi tak jauh darinya, Huang Yi Zhen segera berlari untuk melihat kondisi. Huang Yi Zhen lagi-lagi di hadapkan dengan sebuah pilihan.
Di kirinya ada keluarganya yang tak sadarkan diri. Keluarganya di kurung dalam jeruji yang terbuat dari sulur merah milik Hu Lei. Di sebelah kanan ada rekan-rekannya yang berada dalam kondisi sama. Jeruji mereka berada tinggi di udara, namun di bawah jeruji Zombi-zombi berserakan. Mereka semua telah membentuk gunung dengan saling menumpuk satu sama lain. Mencoba untuk meraih jeruji.
Wanita tua muncul lagi dengan melayang-layang di udara. "Siapakah yang kau pilih? Keluargamu? Atau Rekanmu?"
__ADS_1
Huang Yi Zhen tak mengatakan apapun. Ia hanya menyipitkan mata ke arah keluarganya dan rekan-rekannya. "Kali ini aku ingin coba melakukannya dengan bantuan diriku sendiri. "
Ada kepercayaan diri dalam nada bicara Huang Yi Zhen. Membuat wanita tua merasa bingung dan takut. Apakah triknya telah terlihat? Pikirnya.
"Meski saat ini kau termasuk bertemu, tapi yang ku maksud adalah bertemu dengan keluargamu saat kondisi mereka sedang sadar. " Ujar Wanita tua.
Huang Yi Zhen menyipitkan mata ke arah lengan Ibu Huang. "Benar, aku tau. Tapi kali ini, aku masih ingin mengandalkan diri sendiri."
Wanita tua hanya menganggukkan kepalanya. Ia segera menghilang tanpa menyebutkan apapun. Wanita tua merasa sedikit kesal. Ia duduk di ruang khususnya. Menatap bola kemerahan dengan wajah kesal. "Memangnya apa sih yang akan kamu lakukan"
Huang Yi Zhen menghirup nafas panjang lantas menghembuskannya kembali. Lalu mengubah bentuk tubuhnya ke bentuk mutan. Kemudian meraung sekuat tenaganya. Tanah tempatnya berpijak gemetaran. Tak jauh darinya banyak mahluk-mahluk mutan berlari ke arahnya.
"Aku ingin kalian membantuku." Huang Yi Zhen berbicara kepada ribuan mahluk mutan di depannya. Huang Yi Zhen hanya menduga saja. Siapa sangka dugaannya benar. Ternyata memang benar, dirinya adalah Raja Mutan.
Lalu dengan wewenang Raja Mutan, Huang Yi Zhen membuat para mutan itu menghadang para Zombie untuk sementara. Lalu membuat para Zombi menjauh dari kedua jeruji. Huang Yi Zhen mengepalkan kedua cakar depannya. Lalu dua cakram api muncul di cakarnya, dengan melempar ke atas kedua jeruji. Jeruji yang terikat dengan batang pohon besar itu jatuh.
Dengan suara berdebam yang keras, jeruji itu menghantam punggungnya.
Merasakan tempat yang menopang tubuh mereka bergoyang, orang-orang di dalam jeruji terbangun. Huang Yi Zhen dan para mutant menurunkan perlahan jeruji di atas punggung mereka. Di jeruji berisi rekan-rekannya, hanya para rekan mutan yang terbangun. Merasakan energi membara yang keluar dari Kakak kucing, para rekan Mutan tau apa yang di kehendaki Huang Yi Zhen.
"Chici... Jika nanti aku tiada, aku ingin inti Kristal ku gi gunakan olehmu. Pimpin binatang dan tumbuhan mutan agar mereka menjadi mahluk mutan yang baik. " Huang Yi Zhen berbicara dengan mutan kelinci.
'Tapi...'
__ADS_1
"Keputusanku takkan berubah, Chici."
Huang Yi Zhen merubah bentuknya ke bentuk manusia. Lalu melangkahkan kakinya ke jeruji berisi orang tuanya. Api di langkahnya membuat jeruji yang berisi orang tuanya terbakar. Dalam Api yang terbakar, Ibunya yang sadar menatap Huang Yi Zhen yang berjalan ke arahnya. "Yi Zhen..."
Ibunya tampak pias. Ibunya hendak menjauh dari Huang Yi Zhen, namun ada api di belakangnya. Sehingga ia hanya bisa berteriak untuk memperingatkan putranya. "Yi Zhen, jangan kemari! Ibu sudah terinfeksi!"
"Tidak apa-apa. Yang kuinginkan telah sirna, dan kini tujuanku hanya ada Ibu dan Ayah." Gumam Huang Yi Zhen.
Sejak tadi hatinya terasa kosong. Apalagi saat mendengar pernyataan Hu Lei yang mengatakan keluarga palsu. Semua itu membuat dirinya bimbang. Apa yang di katakan Hu Lei tidak ada salahnya, memang orang tua di depannya bukan orang tua kandungnya. Huang Yi Zhen juga merasakannya.
"Hei wanita tua aku sudah bertemu Ibuku, apakah sudah selesai begitu saja?" Bisik Huang Yi Zhen.
Perlahan Huang Yi Zhen merasakan energi tubuhnya menipis. Saat itu, Ayahnya terbangun. Pandangannya yang tak lagi fokus menandakan ia sudah menjadi zombi. Ibunya pun mulai kehilangan kesadaran. Dengan kehadiran raja mutan di depan mereka, tentu saja bagi zombi orang tua Huang Yi Zhen, Huang Yi Zhen merupakan nutrisi paling lezat.
Huang Yi Zhen membentangkan kedua tangannya. Zombi Ayah Huang dan Ibu Huang melompat ke Huang Yi Zhen. Saat itulah seluruh tubuh Huang Yi Zhen meledak dengan suara yang menggelegar. Roh Huang Yi Zhen melayang. Ia ingin memastikan apakah kelinci mutan itu berhasil melakukan keinginannya, atau tidak.
Ledakan besar membuat rekan-rekannya sadar. Para binatang Mutan mengelilingi api ledakan. Kepala mereka semua menunduk, seolah menghormati kematian Raja mereka. Saat api ledakan padam. Hanya tersisa tumpukan besar abu hitam dengan sebuah permata merah yang bersinar dalam gelap.
Sesuai keinginan Huang Yi Zhen, kelinci mutan melangkah ke dalam abu hitam. Dengan di saksikan malam dan ribuan pasang mata mutan. Kelinci mutan itu memeluk inti kristal merah yang ukurannya hampir menyamai tubuhnya. Lalu mulai menyerap kekuatan besar dari dalam inti kristal merah.
Asap-asap merah mengelilingi kelinci mutan. Dalam asap merah yang semakin pekat, Kelinci Mutan berevolusi. Tubuhnya tampak membesar. Saat asap merah menghilang, seorang lelaki muda berambut hitam. Pakaian yang ia gunakan persis seperti pakaian Huang Yi Zhen sebelum tiada. Di dahi pemuda itu ada sebuah kristal ungu yang bercampur merah.
"Kakak kucing, aku akan menjaga Kak Su dan yang lainnya untuk Kakak." Pemuda itu berkata sambil menatap bulan.
__ADS_1
"Meski caramu tidak salah, aku tidak menyangka kau akan memilih mengakhiri semuanya. " Wanita tua muncul dengan Portal hitam menjijikan yang khas.
Huang Yi Zhen selalu enggan untuk memasukinya. Tapi dengan menyemangati dirinya sendiri, ia akhirnya memasuki dunia ke empat. "Hehe... kesadaranmu sudah samar samar kembali ya " gumam wanita tua.