Benang Merah

Benang Merah
Chapter 26


__ADS_3

Chapter 26 Rev


Huang Yi Zhen terbangun ketika hawa dingin memeluk kakinya. Huang Yi Zhen memegangi dahinya yang terasa berdenyut. Saat itulah Huang Yi Zhen menyadari bahwa ia memakai pakaian yang bukan miliknya.


Pakaian hitam yang terlihat kuno dan Kumal itu membuat Huang Yi Zhen merasa tidak nyaman. Terutama ketika aroma jamur dan debu mengetuk hidungnya. Kemudian langkah kaki ringan yang terdengar berirama memasuki gendang telinganya.


Huang Yi Zhen berada di tempat asing, dan tidak diketahui untuk apa dia ada disini. Huang Yi Zhen segera berubah ke bentuk kucing dan bersembunyi di balik pintu. Saat langkah kaki mendekat, hawa dingin menyelimuti Huang Yi Zhen.


Pintu kamar asing itu terbuka dan orang berpakaian putih memasuki kamar. Huang Yi Zhen tidak yakin siapa itu sampai ia mendengar. "Dimana Huang Yi Zhen! Mengapa aku tidak menemukannya dimanapun!?"


Suara itu adalah suara Huang Chi. Huang Chi sangat marah hingga ia membanting vas di meja ke lantai. "Argh! Cari dia! Bawa dia kepadaku!"


"Tapi Nyonya... Huang Yi Zhen adalah orang baru, tidak semua dari kami mengenalnya."


Huang Chi melemparkan tamparan. "Apa kau bodoh atau apa?! Hanya Huang Yi Zhen yang mengenakan pakaian hitam khas itu! Kalian bawakan dia kemari!"


Melihat Huang Chi yang marah, orang-orang segera berlarian dengan wajah panik. Huang Chi mengusap kepalanya yang pusing.


"Ritual harus segera di lakukan! Sebelum aku kehilangan kendali dari tubuh ini." Gumam Huang Chi.


Huang Yi Zhen yang berada di balik pintu mengintip Huang Chi. Benar saja, Aura yang berada di sekitar Huang Chi merupakan aura iblis, bukan Aura manusia. Wanita tua itu muncul lagi secara tiba-tiba di depan Huang Chi, untungnya tidak ada yang bisa melihatnya selain Huang Yi Zhen.


Wanita tua itu melihat Kucing Kecil yang mengintip di sisi pintu. "Pilihanmu bagus." Wanita itu berkata sembari tersenyum.


"Kamu bisa melewati dunia ini jika kamu bisa mengembalikan desa ini seperti semula. Semoga berhasil." Wanita tua itu menghilang lagi setelah mengatakan omong kosong.

__ADS_1


Huang Yi Zhen benar-benar ingin mengikat wanita tua itu, dan memberikan beberapa pukulan keras kepadanya. Huang Yi Zhen keluar diam-diam tanpa sepengetahuan Huang Chi.


Huang Yi Zhen menelusuri lorong gelap. Untungnya bulunya berwarna hitam, sehingga tidak ada yang menyadari kehadirannya. Huang Yi Zhen tidak tau kemana arah dia berjalan, nalurinya mengatakan bahwa ia harus berjalan mengikuti lorong.


Huang Yi Zhen akhirnya sampai di ujung lorong. Ujung lorong merupakan sebuah aula besar. Ternyata ini adalah Aula persembahan yang waktu itu di lihatnya. Namun kali ini Aula sangat kosong. Tanpa ada satu mahluk hidup pun. Kecuali wanita berpakaian merah yang terbaring lemah di peti.


Dan seorang gadis berpakaian merah yang tubuhnya nyaris menghilang. Gadis itu tampak kebingungan. Ia mengitari peti yang tertutup. Ketika melihat kucing kecil yang dikenalnya, wanita itu tampak riang.


"Huang Yi Zhen, aku tidak tau kenapa kamu bisa tiba-tiba berubah menjadi kucing. Tapi maukah kamu membantuku? Bantu aku membuka peti ini dan biarkan aku membantumu menyelamatkan Adikmu dan seluruh desa!"


Tiba-tiba seluruh pergerakan dunia berhenti, seolah ada tombol pause yang di tekan oleh seseorang. Wanita tua muncul lagi secara tiba-tiba. "Ini adalah titik balik dari semuanya Huang Yi Zhen, jika kamu bisa mengikuti alurnya dengan benar dan menyelesaikan dunia. Maka petunjuk menuju ujung dari benang merah akan muncul. Semua bergantung pada pilihanmu."


Huang Yi Zhen terdiam. Wanita tua pergi dengan mengatakan. "Aku menantikan pilihanmu~ "


Huang Yi Zhen merubah dirinya ke bentuk manusia. Lalu membantu gadis hantu membukakan peti. Dengan usaha dan bulir keringat yang menetes, barulah Huang Yi Zhen berhasil membuka tutup peti.


Wanita tua yang menatap bola kaca melihat seluruh prosesnya, terutama tatapan rindu Hu Lei. "Heh, ingatanmu kembali ya... Tidak masalah. Lagi pula aku hanya mengizinkan kalian benar-benar bersama jika kalian benar-benar melewati Tujuh dunia kecilku, dan menyelesaikan masing-masing misteri di dalamnya."


Wanita tua tertawa keras sambil menepuk lengan kursi. Huang Yi Zhen yang di tatap oleh Hu Lei merasakan perasaan akrab yang hampir sama dengan benang merah di jarinya. "Itu dia! Cepat tangkap Pria itu!"


Huang Yi Zhen segera berlari menghindari para Pria desa. Semua warga desa hanya fokus untuk mengejar Huang Yi Zhen, sehingga tidak memperhatikan peti mati yang terbuka. Begitu Huang Yi Zhen berlari ke luar ruangan, Hu Lei mencoba keluar dari peti.


Saat kedua kakinya menginjak lantai. Huang Chi segera berdiri. Kendalinya pada tubuh Hu Lei hilang! Itu artinya tubuh di peti mati telah di curi atau malah hidup kembali.


Huang Chi menggertakkan gigi. "Mengapa semuanya menjadi kacau!"

__ADS_1


Huang Chi segera berlari menuju Aula. Benar dugaannya, peti mati terbuka dan tidak ada tubuh Hu Lei di dalamnya. Huang Chi mengepalkan tangannya marah, kepalan tangannya begitu kuat hingga kukunya menancap di telapak tangannya. Huang Chi berjalan dengan marah ke luar Aula.


Tidak ada yang tau apa yang akan di lakukan Huang Chi. Huang Yi Zhen berhasil menghindari kejaran Warga. Ia berhasil bersembunyi dalam bentuk kucing. Di tempat persembunyiannya ia berpikir bagaimana cara untuk membuat warga desa kembali normal.


Huang Yi Zhen berpikir sejenak. Ia menarik nafas dan mencoba menebak segala hal.


Wanita tua misterius itu terus berkata 'duniaku' itu artinya wanita itulah yang menciptakan dan membuat pengaturan dunia yang Huang Yi Zhen masuki saat ini. Lalu mengikuti kata 'lewati Tujuh duniaku' Huang Yi Zhen merasa bahwa seharusnya tujuh dunia itu bukanlah dunia biasa.


Wanita tua itu selalu ingin menahan Huang Yi Zhen. Sehingga Mustahil Tujuh dunia yang di sebutnya adalah dunia biasa yang aman. Huang Yi Zhen mengulas kembali seluruh ingatan pemilik tubuh asli.


Dalam ingatannya, 'hantu' itu ada dan terlihat olehnya. Lalu Huang Chi yang bersikap aneh, Huang Yi Zhen menduga bahwa Huang Chi mungkin saja di rasuki oleh 'hantu' asing. Hantu itu seharusnya bukanlah hantu biasa, Hantu itu adalah hantu tua yang sangat kuat.


Ketika memikirkan gadis berpakaian merah yang di pisahkan dari raganya. Huang Yi Zhen pikir 'Hantu' itu ingin bangkit kembali. Mengingat bahwa kuil kuno di belakang gunung memang misterius. Tapi Huang Yi Zhen masih bingung mengapa 'Hantu' itu menginginkan Huang Yi Zhen.


Huang Yi Zhen kembali berpikir. Seluruh desa juga berpakaian putih seperti menyambut hari duka. Kunci dari sebuah ritual seharusnya adalah waktu dan kekuatan. Huang Yi Zhen menebak mungkin saja doa yang di panjatkan warga desa memperkuat hantu tua itu.


Tapi bagian ini sedikit sulit. "Sepertinya tidak ada cara lain selain melawan hantu ini secara pribadi."


Kucing kecil itu berlari secepat yang ia bisa. Sepertinya hantu itu tertarik padanya karna kekuatan jiwanya sangat kuat. Huang Yi Zhen berpikir mungkin saja sihir yang mempengaruhi warga desa bisa hilang selama 'hantu' di lenyapkan.


"Tapi apa kamu tau caranya?" Suara wanita tua lagi lagi menghentikan langkah Huang Yi Zhen.


"Aku tidak yakin." Huang Yi Zhen hanya mengingat samar sesuatu tentang jurus perlawanan.


Wanita tua menyeringai. "Kamu ikuti saja nalurimu. Dan jangan biarkan Hu Lei mati. Karna jika ia mati maka ia akan lenyap. Sedangkan kau jika kau, mati kau akan segera memasuki dunia lain."

__ADS_1


Huang Yi Zhen menganggukkan kepalanya. Kucing kecil itu kembali berlari menuju kuil. Hari mulai malam dan banyak hantu berkeliaran di desa. Huang Yi Zhen melihat banyak hantu dari segala penjuru mendatangi kuil.


Huang Yi Zhen mempercepat larinya. Kucing hitam itu memasuki kuil tanpa halangan. Namun apa yang ia lihat di saat berikutnya adalah hal yang sama sekali tidak ingin dia lihat.


__ADS_2