Benang Merah

Benang Merah
chapter 28


__ADS_3

Chapter 28 Rev


Portal hitam mengirim Huang Yi Zhen ke taman kota yang gelap. Mungkin karna ini tengah malam. Tapi suasananya terkesan berbeda. Namun Huang Yi Zhen masih belum sempat memikirkan apapun, kepalanya terasa kosong. Seperti ada yang di ambil secara paksa dari ingatannya.


"Itu wajar saja, kesepakatan sudah berakhir dan ingatanmu aku ambil kembali." Wanita tua muncul tiba-tiba di sisi Huang Yi Zhen.


"Kau!..." Huang Yi Zhen tidak tau kenapa, namun ia merasa bahwa rasa kesalnya terhadap Wanita tua meningkat dua kali lipat.


"Tunggu, sebaiknya kau perhatikan di belakangmu." Ujar Wanita tua.


Huang Yi Zhen berbalik, di belakangnya ada lampu taman yang berkedip-kedip. Huang Yi Zhen mengaktifkan mata kucingnya, ternyata ada seseorang di sana. Sosok itu agak mungil dan pendek, sepertinya seorang perempuan. Wajahnya tertutup jas hujan berwarna merah terang. Dan di tangannya ada pisau.


"Huang Yi Zhen, sebaiknya kau lari untuk hidupmu." Bisik Wanita tua.


Huang Yi Zhen melihat wanita berjubah merah itu mulai mendekat dan langkahnya mulai berubah menjadi lari. Huang Yi Zhen memilih untuk berlari, dia baru Sampai ke dunia ke dua dan seorang psikopat gila mengejarnya.


Huang Yi Zhen menguraikan ingatan pemilik tubuh asli untuk menemukan tempat tinggalnya. Mengikuti ingatan, ia akhirnya sampai di apartemen milik pemilik tubuh asli. Setelah mengunci pintu rapat-rapat, Huang Yi Zhen bersembunyi dalam bentuk kucing.


Saat menguraikan ingatan pemilik tubuh asli, Huang Yi Zhen tidak menemukan dendam atau konflik apapun yang di miliki tubuh asli pada orang lain. Jadi mengapakah kiranya psikopat itu mengejarnya?


"Sial, apa yang sebenarnya terjadi?" gumam kucing kecil.


"Sudah ku katakan bukan, Kutukan Hu Lei hanya akan membuat Hu Lei menjadi karakter dengan hati gelap. Dan dia akan selalu memiliki obsesi besar untuk memilikimu dalam pelukannya. Temukan dia dan tenangkan dia, kali ini aku menyegel kemampuannya untuk berubah menjadi Rubah."


Kucing kecil tidak mengerti apapun selain nama Hu Lei. Wanita tua baru ingat kalau ingatan Huang Yi Zhen masih di segel olehnya. "Lupakan, kau hanya perlu ingat bahwa psikopat itu mengincar mu. Hehehe..."


Wanita tua pun menghilang, meninggalkan kucing kecil yang dalam keadaan bingung. Huang Yi Zhen memutuskan untuk menelusuri ulang ingatannya. Pemilik tubuh asli memiliki nama yang sama dengannya.

__ADS_1


Bedanya kali ini pemilik tubuh asli adalah seorang anak tunggal. Hari-harinya di jalani dengan mengajar anak muridnya di sekolah dasar. Hari ini Pemilik tubuh asli di pecat dari pekerjaannya karna ketahuan memiliki kekasih dengan gender yang sama.


Hal itu membuat Pemilik tubuh asli berada dalam kesulitan besar. Karna ia memiliki perjanjian dengan keluarganya. Jika ia di pecat dari pekerjaannya karna kekasih sama jenisnya, maka Pemilik tubuh asli harus kembali ke keluarganya dan mengikuti kehendak keluarganya.


Pemilik tubuh asli sangat mencintai kekasih kecilnya, dia juga yakin bahwa ia dapat menyembunyikan hubungannya dari orang ramai. Namun kenyataan menampar wajahnya. Hubungannya di umbar oleh seorang anonim, kekasihnya mendapat hujatan dari penduduk sekitar, dan sekarang ia kehilangan pekerjaan.


Pemilik tubuh asli memutuskan untuk minum-minum di bar. Saat dalam perjalanan pulang seorang psikopat gila mengejarnya. Huang Yi Zhen bertanya-tanya pada dirinya. Apakah ia harus menerima 'kekasih' yang bergender sama ini atau tidak?


Masalahnya pemilik tubuh asli adalah Gay. Dan Huang Yi Zhen adalah pria normal. Ini agak membuatnya bingung. Untunglah kekasihnya itu tidak serumah dengannya, jika tidak Huang Yi Zhen tidak akan tau harus berbuat apa.


.....


Kucing kecil terbangun ketika cahaya matahari mengenai wajahnya. Ia merenggangkan punggungnya, membentuk busur yang menghadap keatas. Kemudian berubah ke bentuk manusia.


Huang Yi Zhen melihat jam di dinding menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Ia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Hari masih panjang dan banyak waktu yang bisa ia gunakan untuk mencari keberadaan Hu Lei.


Huang Yi Zhen mengelap rambutnya yang basah dengan handuk kecil, ia menggunakan tangannya yang lain untuk membuka kulkas. Tidak ada apapun selain sayuran hijau dan beberapa buah yang hampir membusuk.


Siluman kucing itu menjadi tidak bersemangat. Huang Yi Zhen menghela nafas. Ia memutuskan keluar untuk membeli beberapa protein untuk dirinya sendiri. "Kak Huang, apa kau bisa mampir sebentar."


Suara manis itu terdengar akrab. Huang Yi Zhen berbalik, seorang gadis mungil tersenyum kepadanya. Ternyata itu adalah tetangganya. "Hm?..."


Gadis itu seolah menyadari sesuatu. "Ah... Jika Kak Huang tidak mau tidak apa-apa."


Melihat gadis itu tampak menunduk kecewa, Huang Yi Zhen merasa bersalah di hatinya. "Em... Aku akan mampir sebentar."


Gadis itu tersenyum dan menarik tangan Huang Yi Zhen untuk masuk ke apartemennya. "Aku memasak sup terlalu banyak, jadi ku pikir tidak ada salahnya mengajak Kakak untuk ikut sarapan denganku."

__ADS_1


Hidung Huang Yi Zhen bergerak-gerak. Aroma ikan! Saat itu perut Huang Yi Zhen segera memberi sinyal dengan suara 'ggrrrr'


"Hehe... Sepertinya aku mengajak Kakak di waktu yang tepat." Nona manis itu tersenyum lagi.


Huang Yi Zhen duduk bersama gadis itu untuk makan. Perlakuan gadis itu padanya sangat baik, seolah gadis itu menganggapnya kenalan lama. Tanpa di sadari Huang Yi Zhen merasa sedikit nyaman dengan perlakuan tetangganya ini.


Namun di tengah-tengah makan, hidungnya mencium aroma lain. Ada aroma darah manusia yang hampir hilang di udara. Huang Yi Zhen tidak bisa tidak mengingat Psikopat Wanita yang ia lihat semalam. Di tambah lagi di sudut dapur ada mantel hujan berwarna merah.


Huang Yi Zhen berdiri karna terkejut. "Ada apa Kak Huang...?"


"Jika di ingat-ingat, sepertinya aku lupa mematikan kompor." Huang Yi Zhen berlari keluar dapur untuk keluar dari rumah. Namun sebelum Huang Yi Zhen menyentuh gagang pintu keluar, sebuah pisau dapur menancap di pintu tepat di samping kepalanya.


Huang Yi Zhen berbalik, Gadis itu berdiri di dapur dengan seringai di wajahnya. "Sepertinya Kakak mengetahui sesuatu... Lagi pula Kakak tidak punya kompor..."


Huang Yi Zhen tidak berbicara, matanya melihat tangan mungil gadis itu. Di tangannya pisau dapur yang masih mengkilap tampak menakutkan. "Kak Huang ... Aku ingin..."


Ucapan gadis itu terhenti saat pintu apartemennya di ketuk dari luar. Huang Yi Zhen merasa lega saat gadis itu meletakkan pisau silver ditangannya ke meja. Ekspresi gadis itu pun kembali normal dalam sekejap.


Ia bergerak ke sisi Huang Yi Zhen untuk membuka pintu. Keringat dingin masih mengalir di dahinya. Padahal jika Huang Yi Zhen mampu berpikir dengan benar, ia bisa membunuh gadis itu dalam beberapa gerakan. Namun ada sesuatu yang menekan kemampuannya. Huang Yi Zhen pun tidak tau apa itu.


"Oh ternyata Nona Leng, ada apa?"


Yang di panggil Nona Leng itu melihat seorang Pria berwajah pucat di belakang Gadis psikopat. "Oh apa aku mengganggu Kak Hu? Kalau begitu lain kali saja."


"Tidak!"


Teriakan Huang Yi Zhen membuat Nona Leng dan Nona Hu itu menoleh padanya. Merasakan tatapan dingin dari Nona Hu, Huang Yi Zhen segera berkata. "Tidak mengganggu kok. Lagi pula aku sudah ingin pergi."

__ADS_1


Huang Yi Zhen keluar dari apartemen Nona Hu. Ia tidak langsung ke apartemennya, melainkan pergi ke taman untuk meredakan jantungnya yang terus berdebar kencang. Huang Yi Zhen selalu merasa bahwa, di samping rasa takut ada rasa lain yang seolah olah menyukai tatapan predator milik Nona Hu.


"Sekalipun aku menyukai Wanita, juga tidak mungkin menyukai Wanita gila." gumam Huang Yi Zhen.


__ADS_2