
Chapter 57
Huang Yi Zhen membuka matanya perlahan. Jantungnya bahkan masih belum stabil. Samar-samar ia melihat sosok yang menakutinya beberapa saat lalu. Dengan segera pula kucing itu menutupi wajahnya dengan cakarnya. Hu Lei hanya tertawa kecil. Hu Lei mengusap kepala kucing berbulu itu.
"Bukalah matamu Kucing kecil." Mendengar suara Hu Lei. Huang Yi Zhen membuka matanya, tapi tidak seluruhnya. Kucing kecil itu mengintip di antara cakar mungilnya.
"Tenangkan dirimu, yang menakutimu di siang hari bukan aku. Ayo buka matamu, aku ingin kau berkenalan dengan temanku." Tangan dingin mengusap kepalanya. Huang Yi Zhen memberanikan diri agar ia membuka matanya.
Dengan segenap tekadnya, ia menegakkan tubuhnya dan menatap Hu Lei dan temannya dengan sepasang mata yang terbuka lebar. "Ini Bing Xi. Temanku sejak aku menjadi hantu. Dia adalah tikus yang tadi siang kau kejar. Dia juga yang mengagetkanmu di siang tadi. Jiwaku terikat dengan keluarga Huang, dan aku tak bisa keluar di siang hari. Selama aku tidak dapat mengawasimu, Bing Xi yang akan mengawasimu. "
"Lagi pula mengapa aku di awasi? Lalu mengapa aku tak di bolehkan bermain keluar?" Kucing hitam itu mengeluh seperti anak kecil.
Huang Yi Zhen merasakan tangan dingin dengan kuku tipis berwarna hitam mengusap kepalanya dengan kaku. "Kamu adalah milikku, aku tidak bisa membiarkan dirimu meninggalkanku."
Huang Yi Zhen merasa kematiannya akan tiba jika ia melawan. "Terserahmu saja." Gumamnya.
"Kucing pintar..." Hu Lei berubah menjadi angin dingin segera.
Huang Yi Zhen melirik Bing Xi. Bentuk Bing Xi sekarang memang tidak semengerikan saat siang tadi, tapi Bing Xi terus memelototi Huang Yi Zhen dengan sepasang matanya. "Berhenti menatapku seperti itu, aku tidak akan kabur lagi!"
Kucing di tempat tidur mengayunkan cakarnya ke kanan dan kiri. Huang Yi Zhen merasa lapar. Ia segera melangkahkan empat cakarnya menuju dapur. Hantu wanita bernama Bing Xi itu melayang mengikutinya. Perasaan di ikuti Bing Xi lebih tidak nyaman di bandingkan diikuti Hu Lei yang dalam bentuk angin dingin.
__ADS_1
Huang Yi Zhen menghabiskan waktu makannya sembari memikirkan cara agar Bing Xi tidak terkesan mengerikan. "Bing Xi, kamu tidak bisa berbicara ya?"
Huang Yi Zhen melihat Bing Xi menganggukkan kepalanya. "Bisakah kamu merubah dirimu menjadi binatang seperti tadi siang?"
Bing Xi Menganggukkan kepalanya. Saat itu, Huang Yi Zhen juga baru saja selesai makan. Ia melihat Hantu Bing Xi berubah menjadi benda hitam lantas berubah menjadi kucing kecil. Ia lebih kecil dari Huang Yi Zhen. Huang Yi Zhen mendekati Bing Xi. Huang Yi Zhen mengendus aroma kucing lainnya. "Wah, Aromamu sungguh seperti kucing. "
Saat itu telinga kucing Huang Yi Zhen menangkap suara berisik di halaman sekitar rumah. Huang Yi Zhen segera berlari ke area Halaman. Tapi kalungnya menghentikannya. Angin dingin yang terasa akrab datang lagi. Angin dingin itu berubah menjadi Hu Lei. "Mau kemana hm?"
"Ada suara berisik di halaman. Lagi pula ada Bing Xi yang mengawasiku, aku tidak akan lari, sungguh!" Kucing kecil berkata dengan nada sungguh-sungguh. Hu Lei hanya menyipit, lalu mengizinkan Huang Yi Zhen keluar.
Bing Xi mengikuti Huang Yi Zhen sesuai perintah Hu Lei. Huang Yi Zhen telah berubah ke bentuk manusia, ia mengintip melalui sisi rumah. Gerbang itu baru saja di lompati oleh beberapa orang, Huang Yi Zhen mengenal mereka sebagai saudara dan saudari Huang yang lainnya. Itu adalah Huang Yi Ke dan Huang Yi Zhao.
Sepasang kembar itu memasuki halaman terlarang bersama dua orang lainnya. Huang Yi Ke membawa sebuah buku. Huang Yi Zhao membawa sebuah lentera. Dua orang sisanya membawa jimat kertas kuning yang palsu. Huang Yi Zhen tau itu palsu karna tidak ada energi di dalam kertas itu.
Bing Xi mengangguk-angguk tanpa suara. Huang Yi Zhen tersenyum jahil. Ia segera berubah menjadi kucing lalu berlari melewati kaki mereka. Huang Yi Zhao yang membawa lentera, merasakan bulu halus menyentuh kakinya. Dengan panik ia menyinari bagian kaki.
"Ka-kalian merasakannya?" Tanya Huang Yi Zhao.
Wajah Huang Yi Ke dan dua orang lainnya terlihat pias dengan keringat dingin di leher dan dahi mereka. Mereka diam-diam mengangguk. Hu Lei melihat melalui jendela, ia memahami niat Huang Yi Zhen. Diam-diam Hu Lei menambahkan kabut yang muncul secara tiba-tiba. Bagaimanapun juga anak-anak muda itu telah memasuki halamannya tanpa izin.
"Ba-bagaimana mungkin ada kabut..." Huang Yi Ke berkata dengan suara yang mulai gemetar.
__ADS_1
Kabut muncul tiba-tiba dan sosok berbulu yang melewati kaki mereka. Bibit ketakutan mulai tumbuh, tapi itu belum cukup untuk membuat mereka berniat lari. Para anak muda nekad itu masih melangkahkan kaki lebih jauh. Huang Yi Zhen berubah ke bentuk manusia. Lalu berdiri di belakang mereka. Merasa di perhatikan para anak muda itu berbalik dengan perasaan was-was.
Huang Yi Zhen memakai pakaian Putih, setiap pakaian yang di berikan Bu Lei berwarna putih. Huang Yi Ke dan Huang Yi Zhao belum tau perihal Huang Yi Zhen yang di korbankan kepada Hantu. Mereka hanya mengira kalau Huang Yi Zhen tidak terlihat karna sibuk melakukan pekerjaannya.
Tapi wajah Huang Yi Zhen sendiri begitu pucat, sehingga mereka tidak terlalu yakin apakah Huang Yi Zhen adalah mahluk yang hidup atau mati. Huang Yi Zhen berjalan perlahan menuju sudut lain halaman. Huang Yi Zhen berusaha menjaga ekspresi wajahnya agar terlihat datar. Mati-matian ia menahan tawa agar aktingnya tidak berakhir.
Huang Yi Zhao mengikuti Huang Yi Zhen. Yang lainnya tentu mengikuti langkah Huang Yi Zhao. Huang Yi Zhen melewati tikungan, lalu segera berubah menjadi kucing. "Bing Xi! Cepat angkat aku!"
Bing Xi menggendong kucing hitam. Sesuai permintaan Huang Yi Zhen, Bing Xi meletakkan Huang Yi Zhen di atas atap rumah. "Bing Xi pasti ingin ikut bermain bukan? Pergilah..."
Mendengar ujaran Huang Yi Zhen, Bing Xi menunjukkan seringainya lalu menghilang. Huang Yi Zhao menyinari jalan, namun tidak terlihat olehnya seseorang di manapun. Suasana semakin dingin saat Hu Lei muncul di sisi Huang Yi Zhen.
Huang Yi Zhao merasakan firasat buruk, saat melihat sosok wanita di kejauhan. "Se-semuanya Sebaiknya kita pergi saja." Yang lain juga takut, tentu saja mereka setuju.
Tapi Hu Lei tidak membiarkan mereka pergi. Dua anak Huang yang lainnya membawa orang lain memasuki halamannya tanpa izin. Atas dasar itu saja Hu Lei sudah pantas untuk marah.
"Huang Yi Zhen, kamu diam dan tunggu saja di sini. Aku akan pergi menghukum seseorang." Hu Lei menunjukkan senyuman manis yang membuat Huang Yi Zhen merinding.
Hu Lei menghilang, muncul di sisi hantu Bing Xi untuk berbisik sesuatu. Huang Yi Zhao melihat hantu wanita itu menjadi dua. Terlebih lagi hantu berpakaian merah yang satunya pernah ia lihat saat kecil. Huang Yi Zhao telah melihat foto Hu Lei di sebuah figura yang di sembunyikan oleh Ayahnya.
Huang Yi Zhen tentu tidak ingin melewatkan ini. Namun ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Jauh di belakangnya, Huang Yi Zhen merasakan keberadaan yang membuat jantungnya menghangat. Huang Yi Zhen mencoba untuk mencarinya dari atas puncak tertinggi di atap rumah itu.
__ADS_1
Tetapi sebelum ia menoleh, sosok hitam tak di kenal menggigit lehernya dan membawanya pergi. Satu hal yang di ketahui Huang Yi Zhen, sosok itu juga kucing sepertinya.