
Chapter 21 Rev
Awan mulai bergelut membentuk awan hujan kelabu, ketika Hu Lei menaiki mobil jemputan untuk pulang ke rumahnya. Sebelum pulang ke rumah, Hu Lei mampir ke toko hewan peliharaan dan memberi boneka ikan yang mengandung catnip dan beberapa kardus besar. Tak lupa Hu Lei membeli laser mainan untuk mengerjai mutan Kucing.
Ketika sampai di rumah pemilik tubuh asli, Hu Lei meminta supir untuk membawakan barang yang dia beli ke kamarnya. Hu Lei tidak ingin repot, maka ia memasang ekspresi manjanya dan berlari menuju orang tua pemilik tubuh asli. Ketika melihat Putri tercintanya, pasangan keluarga Zhang itu tampak berseri.
"Ibu! Ayah!" Hu Lei merentangkan tangannya untuk memeluk pasangan Zhang.
"Saat di sekolah kalian bilang akan memberiku hadiah... apa itu?"
Ayah Zhang mengusap kepala Putrinya. Ia tersenyum berseri dan menunjuk sesuatu yang di tutupi kain putih di ruang tamu. "Silahkan buka hadiahnya."
Hu Lei merasa semakin ia mendekati Mutan kucing itu semakin ia gugup. Tangannya meraih kain putih, hatinya bertanya-tanya apakah dibalik kain ini ada orang yang dia cari. Setelah menarik kain, seorang Pria yang duduk sambil menjilati tangannya muncul di pandangannya.
Pria itu memiliki telinga kucing berwarna jingga yang tampak sangat mencolok diantara rambutnya yang hitam. Tangan kanannya berbentuk cakar kucing, sementara kakinya, hampir keseluruhan adalah kaki belakang kucing. Sebuah ekor sepanjang 1,5 meter juga menjadi pelengkap tubuh Mutan kucing itu.
Hu Lei menutup matanya dan merasakan baik-baik dengan alam bawah sadarnya. Warna jiwa Mutan Kucing itu adalah Merah tua. Itu artinya dia adalah Huang Yi Zhen!
"Apakah kamu menyukainya Nak?" tanya sang Ibu.
"Aku suka! Aku suka! Karna dia adalah kucing berwarna kuning, maka aku akan menamainya Huang Yi!"
Saat mendengar ungkapan Hu Lei, Huang Yi Zhen menoleh. Ia mengetuk-ngetuk cakarnya dengan lantai kurungan. Huang Yi Zhen merasa bahwa nama yang di berikan Hu Lei sangat familiar di telinganya.
Note: Huang Yi Zhen tidak mengingat siapapun dari kehidupan nyata dan hanya melakukan segala hal menurut pengaturan dunia kecil.
Huang Yi Zhen menjentikkan ekornya sementara kepalanya berpikir keras. Namun Ia tidak dapat mengingat apapun. Setelah berubah menjadi Mutan, ia hanya mengingat sedikit dari kehidupannya. Ia hanya ingat bahwa menjadi Mutan kucing bukanlah keinginannya, kembali menjadi manusia normal dan mendapatkan kembali ingatannya adalah hal terbesar yang paling dia inginkan.
Hu Lei mendekati kandang besi dan dengan hati-hati membukanya. Ayah Zhang takut kalau Mutan itu akan menggigit Putrinya, untungnya Mutan itu bahkan tidak berniat keluar dari kurungan itu.
"Kamu tidak ingin keluar?" Hu Lei menatap Huang Yi Zhen dengan senyum yang berseri.
Hu Lei mengulurkan tangannya. Tangan itu baru saja memegang boneka yang mengandung catnip, sehingga Huang Yi Zhen tertarik untuk mencium Aroma di tangannya.
Aroma catnip memasuki rongga hidung Huang Yi Zhen. Seperti lilin aromaterapi, bau yang tercium olehnya membuatnya tenang dan merasa sedikit kecanduan.
__ADS_1
Huang Yi Zhen mengusapkan kepalanya ke tangan Hu Lei. Saat Hu Lei hendak mengambil tangannya, Huang Yi Zhen memeluk lengan itu dengan pelukan enggan.
Hu Lei menepuk pelan kepala Huang Yi Zhen. Pupil vertikal Huang Yi Zhen berubah menjadi pupil bulat. Ekornya yang terkulai bergerak-gerak ke kiri dan ke kanan, seolah menunggu Hu Lei mengusap nya lagi.
Tampaknya mutant kucing itu begitu patuh pada Putrinya, hal ini membuat Ayah zhang tenang untuk sementara waktu. Kemudian ia memanggil Putrinya dan Istrinya untuk makan siang, lalu meminta pengurus rumah tangga membawa mutan kucing itu ke kamarnya.
Pasangan Zhang mencoba berhati-hati dalam mengurus mutant kucing, sebab mutant kucing itu adalah separuh manusia. Ia takut jika ia berlebihan, mutant kucing akan menyakiti Nona besarnya.
Huang Yi Zhen di bawa ke sebuah kamar khusus miliknya sendiri. Dan kamar itu terhubung dengan kamar Hu Lei. Hu Lei cukup puas dengan aturan itu, ia mengangguk angguk dengan senyum di wajahnya.
Setelah di antar ke kamarnya, Huang Yi Zhen merasakan rasa bosan menjalari dirinya. Huang Yi Zhen menggaruk-garuk pintu dengan cakarnya.
"Meong...Meooo"
( Di sini bosan... Temani aku bermain )
Huang Yi Zhen masih belum terbiasa dengan suara kucing di tenggorokannya, bagaimanapun ia baru-baru ini diubah menjadi Mutan. Saat Hu Lei masuk lewat pintu samping yang menghubungkan kedua ruangan itu, ia melihat Huang Yi Zhen yang sepertinya kebingungan.
Dengan semangkuk makanan kucing dan semangkuk air minum, ia mendekati Huang Yi Zhen. Mencium amisnya ikan basah yang di campur dengan beberapa sereal kucing, membuat Huang Yi Zhen terus menatap piring yang datang mendekat.
Maka Huang Yi Zhen menunjukkan rasa terimakasihnya dengan mengusapkan kepalanya ke leher Hu Lei. Kemudian melanjutkan makannya. Huang Yi Zhen mengangkat kepalanya setelah selesai makan.
Ia dikejutkan dengan penampilan Hu Lei yang hampir menyerupai dirinya. Namun, telinga Hu Lei berwarna hitam dengan bentuk yang lebih panjang, dibanding telinga kucing milik Huang Yi Zhen. Itu adalah penampilan separuh siluman milik Hu Lei.
"Seperti janjiku, aku akan mengajari mu berbicara." Hu Lei tersenyum hingga gigi rubahnya terlihat.
Huang Yi Zhen merasa bahwa ia pernah melihat penampilan ini di suatu tempat, namun ia tidak yakin di mana ia pernah melihatnya.
........
"Huang... Yi .. ada...lah na...ma ku..."
"Mau....meong! Meo...."
(Sulit sekali.... Sulit! Mengapa belajar berbicara terasa sulit....)
__ADS_1
Huang Yi Zhen menghabiskan malam dengan belajar berbicara. Namun bahasa manusia terasa sulit untuknya, yang biasanya mengeong. Ia kembali mengulangi apa yang di ajarkan Hu Lei agar dapat berbicara dengan bahasa manusia.
BRAK
Telinga kucing Huang Yi Zhen berdiri ketika mendengar suara aneh di luar ruangan. Ia menggaruk-garuk pintu agar ia bisa membukanya, namun ia lupa cara membuka pintu sehingga ia tidak bisa melakukan apa-apa. Naluri kecilnya mengatakan bahwa suara itu bukanlah suara biasa, melainkan ada seseorang yang mencoba melakukan sesuatu yang buruk seperti mencuri.
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, dan seseorang berpakaian hitam memasuki kamarnya diam-diam. Gerakannya cukup mencurigakan, Huang Yi Zhen memutuskan untuk bersembunyi. Hu Lei juga mengajarkan nya berubah menjadi kucing kecil, yah... itu cukup mudah menurutnya.
Setelah berubah menjadi kucing kecil, ia bersembunyi di bawah lemari. Karena bulunya yang berwarna jingga bercampur putih, ia memilih untuk bersembunyi ke tempat yang gelap agar tidak ditemukan oleh orang yang berpakaian hitam tersebut.
"Di mana sih mutant kucing itu, aku tidak menemukannya di manapun. Apakah zhang lei membawanya ke kamarnya? Tapi itu tidak mungkin, aku harus mencarinya lagi. Jika tidak, aku tidak punya cukup bukti untuk diberikan kepada bos!"
Orang berpakaian hitam itu tampaknya adalah seorang wanita. Suaranya dan tubuhnya yang terlihat kecil mengidentifikasikan jenis kelaminnya. Wanita itu benar-benar mencurigakan dan Huang Yi Zhen tidak tahu harus berbuat apa.
Di jendela kamarnya muncul seorang wanita asing yang terasa akrab. Ia berdiri di jendela. Dengan di terangi sinar bulan, wanita itu berkata pada wanita berpakaian hitam yang mencurigakan. "Ingin mencuri, hah!"
Dari siluet nya, wanita yang berdiri di jendela memiliki dua telinga rubah yang besar dan ekor Rubah yang tampak lembut. Huang Yi Zhen memikirkan seseorang yang memiliki penampilan seperti itu. Kucing kecil yang bersembunyi itu tersenyum.
"Ti... ti... ti tidak! Aku tidak mencuri... aku hanya... aku.... aku hanya... " Wanita berpakaian hitam itu tampak gugup. Ditambah lagi aura dari wanita yang bertelinga rubah itu sangat mendominasi, sehingga membuatnya kesulitan untuk berbicara.
" Harrrraaaaaaaaaa.... Raaaaaa.... " Wanita rubah itu berteriak dengan keras, sehingga penghuni rumah bangun dan mengikuti suaranya.
Saat orang-orang memasuki pintu kamar mutant, Wanita rubah itu menghilang. Hanya ada Wanita berpakaian hitam di dalam kamar mutant kucing. Ayah Zhang menghidupkan lampu kamar mutant dan terlihatlah wajah dari Wanita berpakaian hitam.
Ternyata wanita berpakaian hitam itu adalah salah satu pelayan baru yang baru saja berkerja di rumah besar Zhang. Kepala pelayan yang juga ada di kamar mutant, ia berkata. "Xiao Ya? Kenapa kamu ada di kamar Tuan mutant? Apa yang ingin kamu lakukan? Dan di mana Tuan mutant itu? Apa kamu ingin membawanya pergi!?"
Xiao Ya si pelayan kecil tampak lebih gugup saat ditanyai oleh kepala pelayan. Disaat itulah Huang Yi Zhen keluar dari bawah lemari. Ia cukup ketakutan pada Wanita berpakaian hitam, sehingga tubuh mungilnya bergetar ketakutan. Ia tampak begitu malang dengan bentuk kucing kecil itu, sehingga semua orang yang ada di ruangan tidak bisa tidak merasa kasihan padanya.
Dengan mempertimbangkan kondisi mutant kucing yang tampak ketakutan. Orang-orang di dalam ruangan sudah menebak apa yang dilakukan Xiao Ya. Sehingga Ayah Zhang berkata dengan nada dingin.
"Haih... sepertinya aku tidak bisa memperkerjakan mu di tempat ini lagi, Xiao Ya nanti biarlah Kepala pelayan yang memberikan gajimu. Dan pergilah, sekarang juga aku tidak ingin melihatmu di sini."
Xiao Ya si wanita mencurigakan itupun di bawa keluar dari ruangan. Huang Yi Zhen menghela napas lega, ia berjalan ke kaki Ayah Zhang dan Kepala pelayan. Ia mengusapkan kepalanya ke kaki Kepala pelayan dan Ayah Zhang sebagai tanda terima kasihnya.
"Aku tidak tahu kamu bisa berubah menjadi kucing kecil, ya sudah kalau begitu kami pergi dulu. Selamat malam mutant kucing... ah, tidak, selamat malam Huang Yi." Semua orang keluar dari kamar Mutan kucing sembari menutup pintu.
__ADS_1