Benang Merah

Benang Merah
Chapter 36


__ADS_3

Chapter 36


Gadis yang menggendong Huang Yi Zhen telah tertidur. Huang Yi Zhen menatapnya, kemudian menatap jari kelingkingnya. Ujung benang merah tidak ada pada gadis itu. Sejauh yang diketahuinya, benang itu selalu ada di ujung tangan Hu Lei. Dan tidak pernah tidak ada.


Huang Yi Zhen sudah mencoba untuk tidur, namun ia tidak dapat tidur sama sekali. Maka ia memutuskan untuk berlatih, ia mencoba menyerap energi dunia ke tubuhnya. Namun tidak ada hasil sama sekali. Huang Yi Zhen dilanda kebingungan besar. Bagaimana cara meningkatkan kekuatannya, jika cara yang ia ketahui sama sekali tidak berhasil?


Huang Yi Zhen berjalan keluar gua, ia melihat langit berbintang yang tidak berawan. Merasakan suhu udara tidak sedingin sebelumnya, ia mencoba untuk berjalan keluar. Huang Yi Zhen mencoba mengamati sekelilingnya dengan energi spiritualnya.


Huang Yi Zhen merasakan hawa mahluk hidup selain Gadis itu, di sekitar gua. Mengikuti arah yang di rasakannya, Huang Yi Zhen berjalan ke sisi lain gua. Tidak jauh darinya ada seekor kelinci Mutan dengan kristal hijau di dahinya. Kelinci itu berhadapan dengan beberapa manusia aneh yang berbau busuk. Mengikuti ingatan pemilik tubuh asli, manusia berbau tidak sedap itu adalah apa yang di sebut sebagai Zombie.


Karna evolusinya, ukuran kelinci itu hampir menyerupai kucing dewasa. Kelinci itu merentangkan sepasang cakar depannya. Lalu sulur tanaman hijau melesat keluar dari cakarnya. Kelinci itu mencambukkan sulur dari cakarnya ke arah Zombie. Zombie adalah mahluk bodoh tanpa kemampuan berpikir. Apalagi Zombie di hadapan kelinci hanyalah Zombie level rendah. Cambukan itu berhasil membuat Zombie busuk terjatuh dengan tubuh yang tercincang.


Kelinci putih itu tampak mendengus dengan angkuh. Kelinci itu mendekati mayat Zombie yang sudah tidak bergerak. Cakarnya terentang, lalu memukul kepala Zombie. Huang Yi Zhen menyipitkan matanya. Dengan begitu ia melihat kelinci itu sepertinya sedang mencari sesuatu. Namun Kelinci itu tidak menemukan apa yang ia cari.


Huang Yi Zhen terus mengikuti kelinci itu. Kelinci itu berjalan tidak jauh dari gua, kelinci itu bertemu tumbuhan mutan. Tumbuhan itu adalah rerumputan liar yang tumbuh sampai setinggi satu setengah meter, karna evolusinya. Kelinci itu bergerak ke sisi tumbuhan Mutan. Kelinci itu sepertinya hendak tidur. Namun rumput Mutan itu menggulung tubuh kelinci diantara pelepah daunnya. Rumput Mutan itu mencekik leher kelinci dengan cepat, sehingga kelinci tidak bisa lagi berbuat apa-apa selain menunggu ajal yang akan tiba.


Saat kelinci tidak lagi bernafas, ujung daun rumput itu bergerak menuju dahi kelinci. Rumput Mutan dengan paksa mencabut kristal hijau di dahi kelinci. Lalu menggulung kristal di antara helaian daunnya. Ada cahaya kuning lembut di sekitar tubuh rumput Mutan, kristal itupun perlahan-lahan memudar dan hancur.


Saat Huang Yi Zhen melihat rumput Mutan dengan kekuatan spiritual, rumput itu tampaknya memiliki jumlah energi yang bertambah. "Apa sekarang kau memahami cara kerja dunia ini?"


Wanita tua muncul lagi secara tiba-tiba. Huang Yi Zhen mengangguk. 'Secara garis besar aku memahaminya. Memakai inti kristal milik mahluk mutan lain untuk meningkatkan diri. Cara ini lebih mirip cara iblis dari pada siluman' batin Huang Yi Zhen.


Wanita tua itu menganggukkan kepalanya. "Alam iblis mengalami kebocoran energi dan sebagian besar energi negatifnya menyebar ke dunia manusia. Energi negatif inilah yang menyebabkan dunia berubah. Pihak alam iblis juga tidak berniat untuk memperbaiki masalah ini, mereka malah dengan sengaja memperluas kebocoran dan membiarkan dunia manusia di kendalikan oleh kekacauan."

__ADS_1


Huang Yi Zhen mengerutkan dahi. Itu artinya untuk bertahan hidup di dunia yang di selimuti energi iblis, ia akan hidup dengan cara iblis. Cara iblis terbilang kotor dan tercela, binatang siluman seperti Huang Yi Zhen tidak menyukainya sama sekali. Wanita tua mengetahui apa yang di pikirkan Huang Yi Zhen. "Yah kamu harus membiasakan diri kucing kecil"


Huang Yi Zhen mengepalkan cakarnya. Dia harus bisa! Demi bertahan! Demi ingatannya!


Huang Yi Zhen berlari menuju rumput Mutan. Ia ingin Mencoba mengajaknya berbicara. Huang Yi Zhen masih merupakan Siluman yang bertindak rasional, sedangkan Iblis bertindak berdasarkan emosi, beberapa bahkan tidak memiliki emosi.


Tetapi sebelum Huang Yi Zhen mendekat ke sisi rumput Mutan, rumput Mutan mendekatinya lebih dulu. Rumput itu berputar-putar mengelilingi Huang Yi Zhen, seolah sedang berkomunikasi. Tapi Huang Yi Zhen tidak mengerti apa yang dilakukan rumput Mutan.


'Biarkan aku ikut bersamamu! Kamu singa kecil yang manis!'


Ada suara yang terdengar seperti suara renyah khas anak-anak, muncul di kepala Huang Yi Zhen. Seperti suara telepati. Huang Yi Zhen melirik rumput Mutan yang meliuk-liuk.


"Meong! Meong!"


'Jangan marah, biarkan aku ikut denganmu. Aku ingin ikut denganmu! Aku ingin ikut dengan mu!'


Kepala Huang Yi Zhen dipenuhi suara telepati Rumput Mutan. Kepalanya berdenyut dengan rasa sakit. Huang Yi Zhen mencoba berbicara dengan kekuatan spiritualnya ke Rumput Mutan.


'Baiklah! Terserahmu! Aku tidak peduli! Jangan berisik'


Rumput Mutan meliuk-liuk dalam rasa bahagia. Ia berubah menjadi rumput yang lebih kecil dan melilit pergelangan tangan cakar depan Huang Yi Zhen. Huang Yi Zhen berlari kembali menuju gua. Gadis yang membawa Huang Yi Zhen terbangun, ekspresi wajahnya tampak senang saat melihat Huang Yi Zhen.


"Syukurlah kamu kembali, aku pikir aku akan kehilanganmu" ujar gadis itu.

__ADS_1


Huang Yi Zhen menatap gadis itu dengan mata kucingnya. Gadis itu merasa ada yang salah, tapi ia tidak bisa menebak apapun. Bagaimanapun setelah berevolusi menjadi binatang Mutan, hewan-hewan itu akan mengembangkan kecerdasan. Dari tingkahnya, gadis itu yakin kucing Mutan itu ingin mengatakan sesuatu.


'Halo Kakak, aku punya teman baru!'


Huang Yi Zhen melompat ke pelukan gadis itu. Ada keterkejutan di Sepasang mata gadis itu saat suara seorang pria dewasa menggema di kepalanya. Di gua ini tidak ada orang lain selain dia dan kucing Mutan jantan di pelukannya. "Kucing kecil, apakah itu kamu?"


Huang Yi Zhen mengangguk. 'lihat aku memiliki teman baru '


Huang Yi Zhen memperlihatkan pergelangan tangannya yang di lingkari oleh rumput Mutan. Gadis itu menatap pergelangan Huang Yi Zhen. 'Kakak, siapa namamu?'


Gadis itu masih dalam keterkejutan. Suara pria dewasa yang terngiang-giang di kepalanya, tidak selaras dengan kucing manis di pelukannya. 'Kakak?'


"Eh, namaku ... Shen Li Yao, tahun ini berusia 25 salam kenal." Shen Li Yao berbicara dengan nada canggung.


Huang Yi Zhen sudah menduga kalau gadis itu bukanlah Hu Lei. 'salam kenal! Kalau begitu panggil aku Yi Zhen'


Shen Li Yao menggaruk kepalanya. Apakah kucing Mutan ini menamai dirinya sendiri? Atau dia adalah kucing peliharaan sebelumnya? Ada banyak kemungkinan yang berkeliaran di dalam kepala Shen Li Yao. Sampai ia kembali mendengar suara Pria dewasa di kepalanya.


'Kakak, jika bukan Kakak yang menyelamatkan Yi Zhen saat itu, Yi Zhen bisa tiada. Maka sekarang Yi Zhen akan menjaga Kakak.'


"Meong" Huang Yi Zhen mengusapkan kepalanya ke tangan Shen Li Yao.


Huang Yi Zhen memang sangat berterimakasih kepada Shen Li Yao. Jika saja Shen Li Yao tidak menghangatkannya tepat waktu saat itu, dia mungkin harus meminta bantuan wanita tua licik itu. Lagi pula tidak ada salahnya untuk pergi bersama dalam perjalanan pulangnya.

__ADS_1


Huang Yi Zhen berencana untuk menemukan rekan-rekannya terlebih dulu. Barulah ia dapat merasa tenang. Seharusnya mereka tidak jauh dari posisi Huang Yi Zhen yang sekarang. Dari ingatan pemilik tubuh asli setelah menjadi mutan, aroma rekan-rekannya masih terasa di udara. Seharusnya rekan-rekannya tidak jauh darinya.


__ADS_2