Benih Ayah Mertua

Benih Ayah Mertua
Bab 28: Kesepakatan


__ADS_3

Arjun berjalan memasuki sebuah restoran yang terdapat di salah satu pusat perbelanjaan teramai di kota. Seorang pelayan menyambut kedatangannya dengan senyuman ramah. Ia dipersilakan masuk dan dipandu menuju meja yang sebelumnya telah dipesan. Di sana juga sudah ada Yunita yang tengah menunggunya.


"Apa kamu menungguku lama?" tanya Arjun seraya duduk di tempatnya.


"Tidak juga," kata Yunita.


Padahal di meja itu sudah ada tiga gelas kosong yang isinya telah ia habiskan selama menunggu Arjun di sana. Ia memaklumi jika Arjun orang yang sangat sibuk sehingga sampai terlambat selama dua jam untuk menemuinya.


Yunita sudah terlanjur mengosongkan pekerjaan selama satu hari karena Arjun bilang akan membahas suatu hal yang sangat penting. Ia tidak enak menolak karena Rima pernah membantunya.


"Jadi, apa hal penting yang mau kita bicarakan?" tanya Yunita.


"Kita makan dulu saja. Kita bahas setelah makan," pinta Arjun.


Ia memberi kode memanggil pelayan dengan jarinya. Alan meminta pelayan tersebut menghidangkan makanan yang telah dipesannya.


Sekali lagi Yunita menahan kesabaran. Mungkin saja Arjun sangat kelaparan setelah bekerja sehingga perlu makan. Padahal, orang seperti Yunita sangat suka to the poin, tidak perlu basa-basi.


Arjun memesan banyak pilihan makanan. Yunita sampai bingung untuk memilihnya.

__ADS_1


"Kamu ini kenapa pesan banyak banget? Kita hanya akan makan dua orang, bukan satu RT," ujar Yunita.


"Hahaha ... Makan saja yang kamu suka, Yun. Kalau tidak habis juga boleh dibungkus," kata Arjun.


Yunita nenuruti saja perkataan lelaki itu. Toh ia tak perlu mengeluarkan uang untuk semua makanan yang akan ia makan. Arjun telah membayarnya.


"Mau nggak kalau kamu keluar dari pekerjaanmu?" tanya Arjun di sela-sela kegiatan makan mereka.


Yunita memperlambat kunyahan makanannya. "Maksud kamu apa?" tanyanya penasaran.


"Aku mau melunasi semua hutangmu, asalkan kamu mau keluar dari pekerjaanmu yang sekarang!" pinta Arjun.


"Bekerjalah di rumahku, bantu Rima menjaga bayinya. Aku akan menggajimu setiap bulannya. Makannya aku menyuruhmu untuk berhenti kerja."


Yunita masih ingat sebelumnya Arjun meminta dirinya sebagai teman bicara Rima. Sekarang, ia diminta menjadi pengasuh anak Arjun.


"Kenapa harus aku? Bukankah banyak orang yang lebih berpengalaman?"


"Kamu satu-satunya orang yang dekat dengan Rima dan aku hanya percaya padamu," kata Arjun.

__ADS_1


Ia telah berjanji kepada istrinya untuk membujuk Yunita agar mau menerima tawarannya.


"Aduh, bagaimana, ya?" Yunita terlihat ragu. "Aku bahkan belum menikah tapi malah kamu suruh menjadi pengasuh anak. Apa nanti anakmu tidak akan takut padaku?" tanyanya.


"Kita lihat saja, apa dia akan takut atau tidak padamu. Masa kamu mau melewatkan kesempatan ini? Aku benar-benar akan melunasi hutang ayahmu."


Yunita terdiam sejenak untuk berpikir. Tawaran yang Arjun berikan tentu saja sangat menggiurkan. Ia tak perlu kelelahan bekerja lagi demi membayar hutang. Pekerjaannya hanya perlu mengasuh bayi. Dibandingkan dengan dirinya yang harus melakukan banyak pekerjaan setiap hari itu jauh lebih baik.


"Bagaimana kalau aku tidak bisa seperti yang kamu harapkan?" tanya Yunita.


"Dicoba saja dulu, penilaiannya nanti," kata Arjun.


Yunita mengangguk. "Baiklah, aku akan mencobanya," jawabnya mantap.


"Ah, iya. Selain itu, aku punya tugas tambahan untukmu," ujar Arjun.


Yunita jadi curiga dengan Arjun.


"Tolong kamu juga mengawasi istriku. Jika ada yang mencurigakan, cepat hubungi aku!" pinta Arjun.

__ADS_1


__ADS_2