Benih Ayah Mertua

Benih Ayah Mertua
Bab 32


__ADS_3

Rima merasa sangat gelisah dan takut selama perjalanan pulang bersama ayah mertuanya, Sandi. Ia khawatir bahwa rahasia perselingkuhannya dengan Sandi akan terungkap. Namun, setelah sampai di rumah, Sandi terlihat baik-baik saja. Ia rasa itu hanya gertakan semata.


Pelayan sudah menyiapkan hidangan makan malam yang menggugah selera. Mereka diarahkan untuk langsung duduk di sana. Sementara, Arjun tampak menggendong Renjun yang tertidur saat di perjalanan pulang. Ia membawa anak itu dengan hati-hati dan membawanya masuk ke dam kamar. Usai mengurusi Renjun, ia kembali ke ruang makan menemui yang lain.


Suni dan Sandi duduk di meja makan dan terlihat senang berbincang-bincang satu sama lain sembari menyantap hidangan yang sudah lama tidak bisa mereka nikmati. Arjun, Rima, dan Yunita duduk di sebelah mereka dan terlihat tertarik mendengarkan obrolan mereka.


"Aku sangat merindukan makanan Indonesia selama dua tahun tinggal di Amerika sana. Lidahku sama selali tidak.bisa terbiasa dengan makanan di sana," ujar Suni, sambil tersenyum.


"Benar sekali," tambah Sandi. "Makanan Indonesia punya rasa yang unik dan tidak bisa didapatkan dari negada lain."


"Seharusnya Mama bawa koki pribadi dari sini," usul Arjun.


"Nah, itu dia! Mama agak menyesal tidak berpikir sampai sejauh itu. Tapi, untunglah setidaknya masih ada warung-warung Indonesia yang rasanya lumayan," kata Suni.


Rima mencoba tersenyum, meskipun masih merasa cemas. Ia tidak ingin Sandi mengungkapkan rahasia perselingkuhan mereka di depan semua orang.


Hal serupa juga dialami Yunita. Ia merasa sangat canggung berada di tengah-tengah mereka. Ia hanya seorang pengasuh tapi diperlakukan layaknya seperti keluarga sendiri.

__ADS_1


"Bagaimana Yunita bisa menjadi pengasuh Renjun?" tanya Suni, sambil menatap Yunita.


Arjun menjawab, "Yunita adalah teman baik kami saat kuliah dulu, Ma. Setelah kami memiliki bayi, kami memutuskan untuk mencari pengasuh yang bisa dipercaya dan Yunita merupakan pilihan yang tepat."


Arjun menjawabnya dengan sangat lugas. Rima tengah was-was jika akan dimarahi mertuanya karena menggunakan jasa pengasuh. Seharusnya ia menepati janjinya untuk mengurus Renjun sendiri seperti kemauan ibu mertuanya.


"Oh, begitu," ujar Suni. "Bagus sekali kalian menemukan seseorang yang bisa dipercaya untuk menjaga Renjun."


Sandi menambahkan, "Kami juga ingin memastikan bahwa Renjun mendapat pengasuh yang terbaik. Terima kasih Yunita, kamu telah merawat Renjun dengan baik."


Obrolan di meja makan tersebut berlangsung selama beberapa waktu hingga pelayan membawa hidangan penutup. Semua orang menikmati hidangan penutup dan merasa kenyang setelah makan malam yang lezat. Setelah itu, mereka semua menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.


Sebelum Rima sempat masuk ke kamar, Yunita menariknya ke kamar Renjun dan mengunci pintu agar mereka bisa bicara berdua dengan privat.


"Kenapa, Yun?" tanya Rima.


Yunita awalnya merasa ragu untuk mengungkapkan kegelisahannya. Namun, ia memberanikan diri untuk berbicara karena telah menganggap Rima sebagai saudaranya. Ia merasa ada yang tidak beres dan ingin memastikan bahwa Rima baik-baik saja. "Rima, aku merasa ada yang tidak beres. Apa kamu baik-baik saja?" tanyanya.

__ADS_1


Rima mengerutkan dahi. Ia merasa heran dengan pertanyaan Yunita yang seperti itu. "Aku baik-baik saja, Yun. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan," jawab Rima sambil berusaha tersenyum.


Namun, Yunita tidak bisa dipercaya dan ia tahu ada sesuatu yang disembunyikan Rima. "Tidak, Rima. Kamu jangan bohong. Aku tahu kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Apa yang terjadi? Ceritakan padaku, aku janji ini akan menjadi rahasia di antara kita berdua," bujuk Yunita.


Rima terdiam sejenak. Ia merasa tersentuh dengan kepedulian Yunita yang begitu tulus. Namun, ia masih ragu untuk mengungkapkan rahasia perselingkuhannya dengan Sandi.


Yunita merasa ada yang tidak beres dengan Rima dan Sandi. Saat mereka bertiga berkumpul untuk makan malam, Yunita merasa Sandi terlalu ramah pada Rima, bahkan terlalu sering melirik ke arahnya. Yunita juga sempat memperhatikan ekspresi wajah Rima yang terlihat pucat seperti orang yang kurang sehat. Rima juga terlihat canggung berada di dekat mertuanya.


"Tidak ada apa-apa, Yuni. Aku baik-baik saja," jawab Rima dengan senyum yang terlihat terpaksa.


Yunita merasa tidak puas dengan jawaban Rima. Ia mulai menggali lebih dalam, "Tapi aku melihat Sandi terlalu sering melirik ke arahmu. Apa ada sesuatu yang terjadi di antara kalian?"


Rima terlihat gelisah dan mulai mengeluarkan tangis kecil. "Maafkan aku, Yuni," ucapnya. Rima tak kuasa berkata-kata.


Yunita memegang tangan Rima dengan lembut. "Kamu bisa percaya padaku, Rima. Aku akan mendengarkanmu dengan sepenuh hati dan tidak akan menghakimi kamu. Apapun yang terjadi, aku di sini untukmu," ucapnya dengan lembut.


Setelah merenung sejenak, Rima akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan semuanya pada Yunita. Ia bercerita tentang perselingkuhannya dengan Sandi dan kekhawatirannya bahwa rahasia tersebut akan terungkap. Ia juga mengatakan bahwa Renjun adalah anak dari hasil perselingkuhan itu.

__ADS_1


Yunita sangat syok mendengarnya. Ia tidak menyangka Rima bisa melakukan hal semacam itu.


__ADS_2