Benih Ayah Mertua

Benih Ayah Mertua
Bab 41


__ADS_3

"Renjun," panggil Arjun.


Setelah ayah Yunita pergi, Arjun, suami Rima menghampiri Yunita dan Renjun di taman.


Renjun begitu senang melihat ayahnya datang. "Ayah! Ayah!" serunya sambil menggapai tangan Arjun.


Arjun pun memeluk anaknya, "Hai, sayang. Kamu bermain bola dengan Tante Yunita ya?" tanyanya.


Renjun mengangguk riang, "Iya, ayah! Renjun main bola sama Tante Yunita."


Arjun tersenyum, "Senang ya? Yunita, sepertinya tadi ada orang yang mengganggu kamu?" tanya Arjun yang sudah melihat raut wajah Yunita yang terlihat tidak senang.


Yunita menghela nafas, "Ya, itu ayahku. Masih suka membuat masalah dan meminta uang lagi," jawabnya dengan rasa tidak enak.


Arjun mengangguk mengerti, "Maafkan kelakuan ayahmu ya, Yun. Namanya juga orang tua. Mungkin kamu tidak perlu memberikan uang kepada dia."


"Maunya seperti itu, Jun. Tapi, dia mengancam akan mencelakai Renjun jika aku tidak memberikan uang," Yunita menjelaskan dengan raut wajah khawatir.

__ADS_1


Arjun merasa sedih mendengar hal itu, "Tidak akan terjadi apa-apa pada Renjun. Aku akan menjaga Renjun," kata Arjun sambil memegang pundak Yunita.


"Sudah, Jun, kalau berurusan dengan ayahku. Takutnya dia nekad. Biarkan sajalah, yang penting tidak mengganggu Renjun," kata Yunita pasrah.


"Mau sampai kapan kamu seperti ini? Susah payah kamu kerja tapi ayahmu yang tidak tahu diri itu menghabiskan uangmu. Mulailah untuk memirkan hidupmu sendiri, jangan terus-menerus mengurusi ayahmu." Arjun berusaha memberikan nasihat kepada Yunita.


Dalam hati Yunita memikirkan ucapan Arjun. Ingin sekali ia menata kehidupannya sendiri. Sampai sekarang ia bahkan tak pernah memikirkan tentang pernikahan karena sibuk membereskan masalah yang diciptakan oleh ayahnya. Bahkan setelah semua hutang-hutang ia lunasi, ayahnya masih saja mengganggu dirinya.


Renjun yang masih asyik bermain bola, tiba-tiba menghentikan permainannya dan merengek, "Tante Yun, Renjun mau pulang," kata Renjun pada Yunita.


Lamunan Yunita berakhir. Ia menoleh ke arah Renjun. "Kamu sudah lelah main?" tanyanya.


Yunita mengangguk, "Baiklah, kita pulang ya Sayang," jawabnya sambil menggendong Renjun.


"Naik ke mobilku saja. Aku memarkirkannya di sebelah sana," kata Arjun sembari menunjuk ke arah mobilnya yang tak jauh dari sana.


Mereka pun berjalan menuju mobil yang diparkir tidak jauh dari taman. Saat memasuki mobil, Arjun mulai celingukan mencari keberadaan istrinya. "Yun, Rima mana?" tanyanya.

__ADS_1


Yunita menjawab, "Dia ada urusan katanya dan pulang lebih sore dari biasanya."


Arjun mengerutkan dahi merasa ada yang janggal dengan hal itu. Biasanya akhir pekan Rima sudah selesai kerja siang. "Jadi, kalian sejak tadi main berdua saja di taman tanpa Rima?" tanyanya.


"Iya, Jun. Aku ajak Renjun keluar karena dia bosan main di rumah soalnya tidak ada orang," jawab Yunita.


"Mama dan papa juga belum pulang?" tanya Arjun lagi.


"Belum."


Arjun mulai menyalakan mesin mobilnya. Ia melajukan mobil menuju rumah yang tak jauh dari sana.


"Apa Rima cerita dia punya urusan apa? Soalnya tidak biasanya dia telat pulang tidak memberitahu aku," kata Arjun.


"Rima tidak bilang apa-apa. Dia tadi siang hanya telepon kalau mungkin dia akan pulang sore atau malam dan minta tolong untuk menjaga Renjun. Mungkin juga masih urusan kantor atau ada pertemuan dengan temannya, Jun. Dan kebetulan dia lupa mengabarimu," ucap Yunita berusaha menenangkan Arjun.


Arjun menoleh ke arah spion tengah. Dilihatnya Renjun tengah berbaring di pangkuan Yunita. Anak itu terlihat seperti tengah memanja pada pengasuhnya.

__ADS_1


***



__ADS_2