
Arjun keluar dari kamar mandi dengan handuk mengelilingi pinggangnya, rambutnya masih basah setelah mandi. Dalam keheningan kamar tidur, ia melihat istrinya, Rima, tertidur dengan wajah yang lelah. Sebuah senyum penuh cinta muncul di wajah Arjun, sementara kebingungannya semakin terasa.
Ia merenung sejenak, berusaha mencari jawaban atas kelelahan yang begitu mencolok pada Rima. Mereka baru saja bercinta dengan penuh gairah, tetapi itu hanya berlangsung sebentar. Arjun merasa heran dan penasaran apa yang membuat Rima begitu lelah setelah momen yang singkat itu.
Dengan hati-hati, Arjun duduk di sisi tempat tidur dan memandangi Rima yang sedang tidur nyenyak. Ia memilih untuk tidak membangunkannya, namun pikirannya masih dipenuhi dengan keheranan.
"Apa ini karena pekerjaan? Kenapa kelihatannya dia lelah sekali. Biasanya dia kuat sampai berkali-kali," gumamnya lirih.
Arjun merenung tentang kemungkinan - kemungkinan yang ada. Mungkin Rima merasa sangat lelah sebelum mereka bercinta dan hanya butuh istirahat yang mendalam. Atau mungkin ada hal lain yang menyebabkan kelelahan yang tidak biasa ini.
Dilihatnya kembali wajah sang istri yang terlihat begitu nyenyak tertidur. Bahkan saking lelahnya wanita itu tak sempat untuk membersihkan diri kembali setelah bercinta denganya.
"Padahal aku lagi kangen-kangennya, tapi dia malah tidur duluan. Makin susah saja mencari waktu berdu seperti ini," Kata Arjun sembali mengelus lembut pipi Rima yang masih terlelap itu.
Setelah beberapa saat berpikir, Arjun memutuskan untuk tidak membiarkan rasa penasaran menghantui pikirannya.
"Sudahlah, mungkin lanjut dibicarakan besok pagi saja," katanya.
Ia memutuskan untuk mengajak Rima berbicara saat ia terbangun. Bagaimanapun, komunikasi adalah kunci dalam setiap hubungan.
***
__ADS_1
Waktu berlalu begitu cepat hingga pagi kembali menjelang. Rima akhirnya terbangun dari tidurnya yang pulas. Ia merasakan kelelahan yang masih menyelimuti tubuhnya, tetapi juga merasakan cinta dan kehangatan dari kehadiran Arjun.
"Selamat pagi, sayang," sapa Arjun dengan penuh kasih saat Rima membuka matanya.
Rima tersenyum lemah, mencoba mengumpulkan energi yang tersisa. "Selamat pagi, Mas. Maaf, ya. Semalam aku ngantuk banget," ucapnya.
Ia sepertinya merasa menyesal tidak bisa memberikan pelayanan terbaik untuk suaminya. Semalam ia benar-benar sudah sangat tidak kuat padahal ia tahu Arjun belum sepenuhnya puas dengannya.
Arjun membelai rambut Rima dengan lembut. "Aku khawatir, sayang. Kenapa kamu begitu lelah? Kita hanya bermain sebentar."
Rima merasa sedikit terkejut mendengar pertanyaan Arjun. Ia menggelengkan kepala, mencoba mengungkapkan perasaannya. "Sebenarnya, Mas, ada sesuatu yang perlu aku bicarakan padamu."
Arjun melihat ekspresi serius di wajah Rima dan memutuskan untuk mendengarkannya dengan penuh perhatian.
Arjun merasa hatinya berdegup kencang, khawatir akan kesehati
Arjun merasa hatinya berdegup kencang, khawatir akan kesehati Rima. Ia memegang tangan istrinya dengan penuh perhatian.
"Apa hasil pemeriksaannya?" tanya Arjun dengan khawatir.
Rima mengambil napas dalam-dalam sebelum melanjutkan, "Dokter mengatakan bahwa aku sedang mengalami beberapa perubahan hormonal yang bisa mempengaruhi kelelahan dan perubahan siklus menstruasi."
__ADS_1
Arjun merasa lega mendengar penjelasan itu, namun tetap ingin memastikan kondisi Rima dengan lebih jelas. "Apakah itu sesuatu yang serius, sayang? Apa yang harus kita lakukan?"
Rima menyentuh wajah Arjun dengan lembut, mencoba menenangkan kegelisahannya. "Dokter mengatakan bahwa ini bisa menjadi hal yang sementara, tetapi kita perlu melakukan beberapa tes lanjutan untuk memastikan. Aku yakin kita bisa menghadapinya bersama."
Arjun merasa terharu oleh sikap Rima yang tetap optimis dan tegar. Ia mencium kening istrinya dengan penuh cinta. "Kamu hebat, sayang. Kita akan melalui ini bersama. Aku akan mendukungmu sepenuhnya."
Rima tersenyum, merasakan dukungan dan cinta dari Arjun yang begitu kuat. Mereka saling memeluk, menunjukkan rasa kebersamaan dan komitmen mereka untuk menghadapi segala rintangan bersama-sama.
"Dan Mas," lanjut Rima, "aku ingin meminta maaf jika kelelahanku dan perubahan hormonal ini mempengaruhi hubungan kita dan waktu yang kita habiskan bersama Renjun."
Arjun menggenggam tangan Rima erat-erat. "Sayang, kamu tidak perlu meminta maaf. Kesehatimu dan kebahagiaan kita bersama adalah prioritasku. Kita akan menemukan cara untuk mengatur waktu dan memberikan perhatian yang cukup pada Renjun."
Rima tersenyum lega mendengar ucapan Arjun. Mereka saling memahami dan saling mendukung dalam setiap aspek kehidupan mereka.
"Kita akan melewati masa ini, Mas," kata Rima dengan tegas. "Aku berterima kasih atas cintamu dan dukunganmu. Bersamamu, aku tahu bahwa kita bisa menghadapi segala tantangan yang datang."
Arjun menjawab dengan tatapan penuh keyakinan. "Kita adalah tim yang tak terpisahkan. Tidak ada yang bisa memisahkan kita. Bersama, kita mampu mengatasi apapun yang datang. Aku mencintaimu, Rima."
Keduanya berpelukan erat. Rima kembali bisa merasa bernapas lega. Hari-harinya terasa semakin sulit untuk menyembunyikan hubungan terlarangnya dengan Sandi.
***
__ADS_1