Benih Ayah Mertua

Benih Ayah Mertua
Bab 71


__ADS_3

Apartemen yang biasanya sunyi dan tenang tiba-tiba menjadi penuh dengan kehebohan. Lampu-lampu darurat berkedip-kedip, memancarkan cahaya yang redup, menciptakan atmosfer yang mencekam. Suara langkah cepat dan bisikan-bisikan penasaran terdengar di koridor yang biasanya sunyi.


"Ada kasus apa ini?" tanya salah seorang petugas polisi bernama Hilman yang baru turun dari mobilnya.


"Memangnya kamu belum dengar?" tanya Yudi.


"Belum. Tadi aku sedang patroli langsung disuruh kemari karena katanya ada kasus," jawab Hilman.


Keduanya berjalan cepat setengah berlari mengikuti anggota polisi yang lain memasuki gedung apartemen.


"Katanya ada pembunuhan," jawab Yudi.


"Benarkah?" tanya Hilman memastikan. "Kenapa orang-orang yang kelihatannya baik-baik saja dan nyaman hidupnya dengan bergelimangan harta malah sering main bunuh-bunahan atau bahkan bunuh diri," gumannya.


"Namanya juga manusia, Man. Memangnya ada manusia yang puas dengan kehidupannya?" tanya Yudi.

__ADS_1


"Ah, sudahlah! Ini pasti akan menjadi kacau. Kita harus cepat mengamankan!" kata Hilman. Keduanya mempercepat langkah.


Polisi tiba di tempat kejadian dengan sigap, memasuki apartemen yang penuh dengan ketegangan. Orang-orang yang penasaran berkumpul di sekitar pintu, mencoba untuk melihat apa yang terjadi di dalam.


Ketika kerumunan semakin ramai di luar unit apartemen milik Sandi, beberapa penghuni apartemen lainnya mulai mencoba mendapatkan informasi tentang apa yang terjadi di dalam. Mereka bertanya-tanya dan mengobrol dengan kekhawatiran yang nyata.


Salah satu penghuni, Nyonya Tan, berani mendekati polisi yang berjaga di pintu. Dengan rasa ingin tahu yang besar, dia berusaha mencuri-curi pandang ke dalam apartemen.


"Maaf, Pak Polisi, bisa saya tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana?" tanyanya dengan penuh rasa ingin tahu. Seharian ia berada di unit apartemennya dan ketika membuang sampah ke depan justru melihat keributan di sana.


Polisi yang berjaga dengan sabar menjawab, "Maaf, Nyonya Tan, tetapi kami sedang melakukan penyelidikan. Kami tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut saat ini. Mohon mengerti."


Seorang penghuni lain, Bapak Rahman, ikut bergabung dengan Nyonya Tan. Dia juga ingin tahu apa yang sedang terjadi di dalam apartemen.


"Pak Polisi, mohon beri tahu kami apa yang sedang terjadi di dalam. Kami penghuni apartemen ini dan berhak mengetahui kejadian penting seperti ini!" kata Bapak Rahman dengan nada yang tegas.

__ADS_1


"Kami memahami kekhawatiran Anda, Bapak Rahman. Namun, kami perlu menjaga integritas penyelidikan kami dan memastikan semua fakta terungkap dengan benar. Kami akan memberikan informasi lebih lanjut secepatnya." Polisi yang semakin merasa terganggu dan khawatir akan keselamatan penghuni apartemen yang lain, mencoba menjelaskan dengan lembut


Tetapi semakin banyak penghuni yang berkumpul, semakin keras pula desakan mereka untuk mengetahui kejadian di dalam apartemen. Beberapa di antaranya mulai saling berdebat dan terjadi sedikit keributan.


Polisi yang berjaga menjadi semakin khawatir akan situasi yang semakin memanas. Dia memberi isyarat kepada rekan-rekannya yang lain untuk membantu menjaga ketertiban di luar apartemen.


"Saya mohon pengertian dari semua penghuni apartemen. Kami sedang melakukan tugas penyelidikan yang serius dan membutuhkan ruang untuk bekerja. Mohon kembali ke apartemen masing-masing," pinta polisi dengan nada tegas.


"Halah, Pak! Kami kan hanya mau melihat saja," celetuk salah seorang penghuni yang masih berusaha melongok ke arah dalam.


"Semuanya akan diketahui setelah penyidikan, Bapak, Ibu, jadi, mohon kerja samanya!" tegas pak polisi.


"Lanjutkan saja, Pak, biarkan kami melihat dari luar."


Kepala polisi bernama Pak Shaki itu terlihat menghela napas panjang. "Bapak, Ibu, kami himbau, silakan untuk semuanya saja kembali ke unit apartemen masing-masing. Kalau masih ada yang keras kepala, kami anggap sebagai upaya menghalangi penyelidikan! Anda bisa dipolisikan dan dipenjara!" tegasnya.

__ADS_1


"Huuuu ...."


***


__ADS_2