Berbagi Cinta : Matahari Terbenam Dengan Cinta

Berbagi Cinta : Matahari Terbenam Dengan Cinta
Arin Hamil?


__ADS_3

### Bab sebelumnya …


Suasana menjadi hening. Hanya celotehan James yang membuat semua orang tersenyum geli.


“Pi, atu au tu,” tunjuk James pada daging sapi yang masih berwarna merah dan terlihat segar.


“Dimasak dulu ya dagingnya”


Tanpa Arini sadari, perempuan itu mengelus perutnya yang datar. “Cara bicara James seperti Jef ya, Mas?” tanyanya pada laki-laki yang duduk tepat di sampingnya.


“Iya”


“Mas?”


“Hem?”


“Ka-kamu ben-bentar … la-lagi pu-punya a-anak kan?”


Pertanyaan Arini itu berhasil membuat semua orang di sana menatap dia dan Arfan, bergantian.


*_____*


Arfan terkejut dengan ucapan istri pertamanya. “Maksud kamu?”


Sebelum Arini menjawab, ada pertanyaan lain yang membuat mereka berdua terkejut.


“Anak? Arin hamil?,” tanya Kak Ratih saat dia tepat berada di belakang Arini.


“Hamil? Siapa?”


Suara Kak Ratih yang cukup keras berhasil membuat anggota keluarga lain terkejut dan bahagia jika ucapan putri pertama keluarga Papa Anggara memang benar.


“Tidak mungkin Arin tahu,” lirih Arfan saat dirinya kembali menatap mata istrinya.


Arin tahu jika suaminya menatap dirinya. Tetapi, dia memilih untuk melihat James saja dan kebingungan anggota keluarganya. “Huft, salah paham”


“Arin, jawab aku. Apa maksud ucapan kamu tadi?,” tanya Arfan sambil memaksa Arini untuk melihat dirinya.


“Aku harap kamu jujur, Mas”

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Arin langsung pergi begitu saja.


“Arin? Sayang?,” panggil Mama Andin saat melihat menantunya berlari masuk ke dalam rumah.


“Arfan, apa yang terjadi?,” kini giliran Papa Anggara yang bertanya pada putranya.


“Oh, itu …”


“Ada apa, Dek?,” desak Kak Ratih. Dia tidak sabar menanti jawaban dari adiknya. Tadi dia melihat Arin meneteskan air matanya. “Seharusnya berita kehamilan Arini itu kalian berdua bahagia, tapi kenapa kalian sedih seperti ini. Apa jangan-jangan bukan Arin yang hamil? Iya?”


Ucapan Kak Ratih berhasil membuat Papa Anggara dan Mama Andin terkejut, sepertinya mereka berdua tahu apa yang sedang terjadi. Dan alasan kenapa menantu kesayangan mereka sedih karena berita tentang hamil.


“Halo, cari tahu wanita itu. Sekarang,” bentak Papa Anggara setelah melakukan panggilan kepada orang suruhannya.


“Ada apa, Pa?”


“Sepertinya, putra kita menyembunyikan rahasia lain,” Papa Anggara tersenyum sini kepada putranya yang menatap dirinya.


“Maksud Papa?”


Arfan masih diam. “Se-sejak kapan Arin tahu? Atau mereka pernah bertemu? Tapi bagaimana bisa? Sonya baru kemarin pulang dari liburannya. Dan … dan Sonya tidak mengatakan apapun padaku tentang pertemuannya dengan Arin. Gawat kalau sampai Papa tahu,” batin Arfan berperang untuk mencari jawaban dari ucapan Arin tadi.


Tanpa menunggu ijin dari anggota keluarga, Arfan langsung berlari dan masuk ke dalam rumah. Kamar dirinya adalah tujuannya.


“Arin?,” panggil Arfan saat dia masuk ke dalam kamarnya di lantai dua.


“Hiks … hiks … hiks”


Suara Arin yang menangis terdengar sangat menyakiti hati bagi yang mendengarnya.


“Arin,” panggil lagi laki-laki itu saat dia duduk di sebelah istrinya yang tidur telungkup dengan bantal yang menutupi wajahnya.


“Sayang?”


Arfan memeluk istrinya. “Ma-maaf”


“Berapa kali hiks ... kamu minta maaf sama aku, Mas?"


Suara Arini yang sangat pelan karena dirinya masih menangis.

__ADS_1


"A-aku ragu"


Jawaban suaminya membuat Arini bangun dari posisi tidurnya. "Maksudnya?"


Sroot


Arini mengelap bekas air matanya di pipi cantiknya dan ingus nya yang keluar dari hidungnya. Dan Arfan tersenyum geli dengan sikap istrinya. "Jujur, aku masih ..."


Pintu kamar yang dibuka dengan kasar, menghentikan perkataan Arfan.


"Kurang ajar kamu," pukulan yang keras mengenai pipi Arfan.


"Papa," semua orang masuk ke dalam kamar Arfan. Papa Anggara memukul putranya setelah dia masuk ke dalam.


"Dasar kamu ya, tidak tahu malu"


Pukulan kedua dari Papa Anggara berhasil membuat ujung bibir Arfan mengeluarkan darah.


"Papa, tenang." Mama Andin berusaha menghentikan pukulan untuk ketiga kalinya pada putra tercintanya.


🌼🌼🌼


Hai, jangan bosan menunggu up novel ini ya


Like comment dari kalian membuat aku lebih semangat


Love u all


...



...


...



...

__ADS_1


L0ve Macan


__ADS_2