Berbagi Cinta : Matahari Terbenam Dengan Cinta

Berbagi Cinta : Matahari Terbenam Dengan Cinta
Teka-teki


__ADS_3

Arfan menatap dalam wajah sang istri. Sungguh, dulu dia menyesal telah membuat wanitanya tersakiti karena kelakuannya sendiri.


"Ma ... maaf kan Mas, Sayang"


Cup


Tidak bosan Arfan mencium istri tercintanya, tidak lupa calon buah hatinya.


"Sehat selalu ya anak Ayah"


Cup


"Oh ya, Ayah lupa. Kira-kira anak Ayah boy or girl ya?"


Arfan tidak merasa ngantuk setelah dia menyelesaikan pekerjaan penting bersama Arini.


"Sayangku ini pulas banget sih boboknya, hm?"


Karena alasan bosan, laki-laki tampan itu mulai mengganggu tidur wanita yang kini berada dalam pelukannya.


Cup cup cup


Arfan mencium semua wajah dan bagian tubuh Arini yang lain.


"Bangun, Sayang. Mas pengen enak-enak lagi nih"


"Aku masih ngantuk banget, Mas"


"Ngantuk?"


"Hm"


Sungguh, Arini tidak bisa membuka sedikit saja kelopak matanya, seperti ada lem di sekitar matanya.


"Yah, padahal Mas mau ajak kamu jalan-jalan pagi sambil makan bubur langganan kita dulu"


"Bubur?" Sahut Arini dengan suara yang pelan, dan masih memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


"Iya, Sayang. Bubur ayam kesukaan kamu dulu, ingat nggak?" Ujar Arfan sambil mengelus dengan lembut punggung sang istri yang polos, tidak tertutup apapun karena dirinya sendiri yang membuka selimut tebal yang dikenakan Arini.


"Geli, Mas. Ish, bisa nggak sih tangan Mas diam"


Arini memukul pelan tangan suaminya yang asyik memeluk tubuhnya.


"Nggak bisa, Sayang. Sulit sekali, yuk mandi terus jalan-jalan pagi ya? Hm, atau kamu mau kita di kamar aja seharian, gimana?"


Sontak saja, Arini membuka lebar matanya setelah mendengar ucapan terakhir suaminya.


"Nggak mau, kita keluar dan jalan-jalan ya, terus makan bubur. Anak kamu laper banget nih"


Arini membalikkan badannya dan langsung bertemu tatap dengan mata Arfan yang juga menatap dirinya.


"Anak Ayah laper ya?"


Cup


Arfan mencium dengan lembut perut Arini yang sudah terlihat sangat besar.


Cup


Cup


"M-mas, ish ngapain sih. Ayo, mandi"


Arini berusaha mengangkat kepala suaminya yang sedang bersembunyi di balik selimut yang menutupi bagian bawah tubuhnya sendiri. Entah apa yang sedang dilakukan oleh si calon ayah dari anak yang masih ada dalam kandungannya.


"Hm, eungh, hm"


"Ish, Mas ngomong apa?" Arini sebal karena tidak mendengar ucapan suaminya yang tidak jelas.


"Huft, indah banget di bawah sana"


"Indah? Apanya? Perut besarku?" Tanya Arini dengan keningnya yang berkerut.


"Yah, itu salah satunya. Tapi, hal paling indah itu tepat pas di bawah perut kamu"

__ADS_1


Arfan tersenyum licik, dan sang istri tahu itu.


"A-apa? Kamu jangan senyum kayak gitu dong Mas"


Entah kenapa, Arini merasakan hal tidak baik akan terjadi kepada dirinya. Tapi, dia yakin jika hal itu sangat menyenangkan untuk suami tercinta.


"Mau main teka-teki nggak?"


Senyuman manis masih terlihat dengan jelas di wajah tampan Arfan. Sebelum keluar dari tempat persembunyiannya di balik selimut Arini, Arfan mencium dengan lembut perut besar Arini.


Cup


Muach


"Ayah nggak sabar banget ketemu kamu Sayang. Cup"


"Geli, Mas"


"Gimana? Tertarik main teka-teki?"


"Emang mau main gimana Mas? Kan kita mau jalan-jalan"


Arini berusaha bangun dari posisi tidurnya dan bersandar pada dashboard ranjang.


"Yah, kita main sambil jalan-jalan pagi. Mau ya?"


Lagi-lagi, Arini melihat senyuman licik di wajah laki-laki di depannya itu.


🌼🌼🌼


Hai, jangan bosan menunggu up novel ini ya


Like comment dari kalian membuat aku lebih semangat


Maafkan aku baru up


Love u all

__ADS_1


__ADS_2