Berbagi Cinta : Matahari Terbenam Dengan Cinta

Berbagi Cinta : Matahari Terbenam Dengan Cinta
Cium Aku


__ADS_3

Dengan telaten, Arini menyuapi suaminya sarapan pagi, bubur dan suwir ayam tanpa rasa. Saat suapan pertama, Arfan sudah mengeluh tidak ingin makan makanan yang dibuat khusus untuk orang sakit oleh pihak rumah sakit. Untung saja, Arini bisa membujuk suaminya agar bisa menghabiskan makanan itu agar cepat sembuh.


“Ayo, Mas. Tinggal satu suap lagi lho”


“Nggak mau, Ayah mau maem ayam KCF aja, ada rasanya”


“Mas masih sakit, jadi jangan makan makanan yang ada micin. A, buka mulutnya, Mas”


Arfan tetap tidak membuka mulutnya dan menggeleng kepalanya. Dia tidak ingin lidahnya merasa sakit juga gara-gara makanan hambar, pikirnya.


“Huft, Ayah harus cepet sembuh, dedek bayi kangen lho” Arini tersenyum genit dan kedipan mata ke arah suaminya.


“Ka-kamu? Ayo makan lagi, aku kangen juga mau ketemu dedek bayi”


Tanpa menunggu rayuan maut Arini lagi, laki-laki itu langsung membuka lagi mulutnya lebar-lebar.


“Maaf” Arfan menatap dengan dalam istrinya. Raut wajahnya menjadi sedih.


“Maaf? Untuk apa, Mas?” Tanya Arini saat suaminya tiba-tiba mengucapkan kata maaf kepadanya.


“Minum dulu, Mas. Bismillahirrohmanirohim”


Arfan memegang dengan erat tangan lembut Arini. Matanya menatap dalam dan penuh cinta wanita hamil yang duduk disampingnya. Dia tidak menyangka jika Arini masih mau menemani dirinya dalam keadaan sakit setelah apa yang pernah dia lakukan kepada Arini


“A-aku …”


“Ssst, Mas harus sembuh dulu. Dan minta maaf kepadaku dengan benar. Oke?” Dengan senyuman manis di bibirnya, Arini mengelus dengan lembut tangan Arfan.


“Cium”


“Hah?”


Mulut Arini terbuka lebar.


“Cium aku. Sekarang”

__ADS_1


Cup


Arini langsung mencium pipi Arfan, cepat dan kilat.


“Kok cepet?” Protes Arfan, “Bukan pipi, tapi di sini” Tunjuk Arfan pada bibirnya.


“Di rumah aja ya”


“Nggak mau, sekarang dan di bibir”


“Malu, Mas. Ntar ada yang masuk, gimana?” Tanpa Arini sadari, dia menggigit bibir bawahnya.


“Ish, nggak ada siapa-siapa. Ayo, cepetan”


Arfan memajukan bibirnya dan memejamkan matanya.


“Sayang?” Panggil Arfan saat dia tidak merasakan apapun di bibirnya.


“Sa-sayang? Siapa dia, Mas?”


“Hah?” Arfan membuka matanya lagi, karena bibirnya yang masih kering dan pertanyaan aneh istrinya.


Cup


Arini tersenyum bahagia. Dia langsung mencium tepat di bibir suaminya. Sejujurnya, dia bingung langkah apa selanjutnya setelah bibirnya menempel.


Sedangkan, Arfan juga ikut tersenyum saat istrinya hanya diam saja. Dia tahu, jika Arini bingung bagaimana cara ciuman yang benar dan tepat.


Dengan pelan dan lembut, Arfan menggerakkan bibirnya dan ******* bibir Arini. Mereka memejamkan mata dan menikmati kegiatan romantis itu.


Brak


“Pasien Bapak Ar …”


Dokter dan perawat yang akan melakukan pemeriksaan di ruang rawat Arfan, terkejut melihat adegan intim sepasang suami istri tepat di depan mata mereka.

__ADS_1


“Tutup mata kamu” Perintah sang dokter kepada perawat yang berdiri disampingnya.


“Kenapa, Dok?”


“Mata kamu masih suci, tutup”


Dengan wajah cemberut, perawat itu terpaksa memejamkan matanya.


“Untung gue dah nikah. EHEM”


Arini terkejut mendengar suara orang lain selain dirinya dan Arfan di ruangan itu.


“Maaf mengganggu waktunya, saya akan periksa Pak Arfan sebentar ya. Hm, kira-kira 10 menit. Tahan dulu ya, Pak, Bu”


Pipi Arini merah merona, dan dia langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


“Ketuk pintu dulu dong, Dok”


“Sudah saya ketuk, Pak Arfan. Silahkan berbaring sebentar”


Dokter tampan itu mulai melakukan tugasnya untuk memeriksa pasiennya yang telah sadar dari koma, sekitar satu minggu yang lalu.


“Syukurlah, kondisi Pak Arfan sudah mulai membaik. Untuk fisioterapinya tetap harus dilakukan ya”


“Saya fisioterapi sendiri, boleh kan, Dok?” Tanya Arfan.


“Hm, boleh saja, Pak. Kita tunggu hasil perkembangan fisioterapi Pak Arfan nanti siang ya, Kalau bagus, kemungkinan besok Pak Arfan boleh pulang”


“Te-terima kasih, Dok” Arini tersenyum malu setelah dia berhasil menenangkan jantungnya, karena kegiatan intimnya bersama suami dilihat oleh orang lain.


🌼🌼🌼


Hai, jangan bosan menunggu up novel ini ya


Like comment dari kalian membuat aku lebih semangat

__ADS_1


Love u all


🌼🌼🌼


__ADS_2