Berbagi Cinta : Matahari Terbenam Dengan Cinta

Berbagi Cinta : Matahari Terbenam Dengan Cinta
Arfan Menangis


__ADS_3

Arini izin terlebih dahulu kepada keluarganya untuk meninggalkan acara syukuran kecil-kecilan yang diadakan untuk dirinya, dia merasa sangat mengantuk. Setelah makan, dia ingin sekali merebahkan tubuhnya di atas kasur apalagi perut yang terasa berat.


“Hm, kangen kasur. Ehem, kasur baru I’m coming”


Wanita hamil itu bersenandung riang sambil berjalan menuju kamar di lantai bawah, sebab suaminya memang ingin sementara waktu mereka tidur di sana. Arini tersenyum bahagia hari ini, suaminya telah sadar, Arfan mencintainya juga, lalu sebentar lagi dia akan bertemu dengan anak pertamanya.


“Oh ya, aku belum cari nama bagus untuk anak Bunda ya. Maaf ya, Sayang”


“Kamu kok ninggalin aku sih”


Suara yang sangat Arini kenal tepat terdengar di telinganya. Dia menoleh ke belakang, dan benar saja jika suaminya sedang berdiri sambil memeluk tubuhnya.


“Aku ngantuk, Mas. Hoam”


Arini menutup mulutnya yang terbuka lebar.


“Yaudah, yuk kita bobok”


“Kita? Aku aja yang tidur, Mas balik lagi aja ke ruang keluarga”


“Nggak mau, Mas pengen bobok sambil peluk-peluk manja sama kamu, Sayang” Arfan mendusel hidungnya di bagian belakang kepala istrinya yang masih mengenakan hijab.


“Huft, jangan. Nanti mereka mikir aneh gitu kalau salah satu dari kita nggak disana”


Arini berusaha menahan suaranya, sebab tengkuk lehernya yang terasa geli sebab suaminya bermain nakal di sana dengan mengangkat sedikit kerudungnya.


“Ish, geli Mas. Aku mau ganti baju dulu, Mas”


“Mandi bareng yuk, biar dapat pahala” Arfan menaik turunkan alisnya, dan senyuman nakal di bibirnya.


“Ma-mandi ba-bareng? Nggak mau, Mas. A-aku malu, a-aku kalau mandi lama banget”


Rona merah terlihat jelas di kedua pipi Arini yang putih.

__ADS_1


“Ngapain malu, hm? Aku itu suami kamu, Sayang”


Arini hanya diam.


“Maaf”


“Untuk apa?”


Arfan menuntun istrinya untuk duduk di tepi ranjang. Kemudian, dia mengambil posisi duduk di lantai dan menghadap Arini. Arfan dapat melihat dengan jelas wajah Arini yang terlihat chubby dan lebih cantik.


“A-aku … minta maaf. Aku salah karena telah mempermainkan pernikahan kita. Aku telah menyakitimu. Aku tahu, permintaan maaf dariku sangat terlambat dan mungkin kamu berat untuk menerima diriku lagi dalam hidupmu, Arin”


Arfan meletakkan kepalanya di paha istrinya sambil memegang dengan erat tangan lembut istrinya.


“Hiks … a-aku nggak mau kamu pergi … hiks” Arfan menangis tersedu-sedu. Dia menyembunyikan wajah tampannya.


“M-mas?”


“Ja-jangan pergi, Sayang. Beri aku kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan rumah tangga kita”


“Maafkan aku, Sa-sayang … hiks”


“Ouch”


Saat mendengar suara Arini yang mengerang sakit, Arfan langsung mengangkat kepalanya. Bukan rasa sakit yang terlihat di wajah istrinya, melainkan senyuman. Arini bahagia, begitulah pikir Arfan.


“Ke-kenapa, Sayang?” Tanya Arfan sambil menatap dalam wanita hamil yang mengandung benih cintanya yang terlambat dia sadari.


“Mana tangan kamu, Mas?”


Tanpa menjawab pertanyaan Arfan, wanita cantik itu meletakkan tangan kanan sang suami di permukaan perutnya yang besar.


Dug

__ADS_1


“Ouch” Arfan terkejut saat telapak tangannya merasakan sesuatu yang sangat menakjubkan.


“Kok kamu sih Mas yang ngomong gitu, seharusnya aku. Nih anak kamu kalau tendang-tendang kenceng banget. Tapi, aku suka. Ayo, elus-elus lagi”


Arini mengambil lagi tangan kanan suaminya. Perlahan, Arfan menggerakkan tangannya di permukaan perut Arini.


“A-anak kita”


“Iya, anak kita”


Kini, giliran tangan lembut Arini mengusap wajah suaminya.


“Aku cinta kamu, Mas”


“Arin … hiks” Bukannya membalas ungkapan cinta dari Arini, laki-laki itu malah semakin banyak menumpahkan air matanya.


“Ish, laki-laki kok cengeng banget sih. Udah dong, ntar lagi dah jadi ayah lho” Goda Arini sambil tertawa kecil melihat suaminya menangis, dan masih tetap mengelus perutnya.


“Balas cinta aku dong” Arini menatap kesal suaminya yang masih betah menangis dan dirinya sudah tidak sabar ingin mendengar ungkapan cinta dari Arfan.


“Aku cinta kamu, Arin”


Pelukan hangat suami sekaligus ayah bayi dalam kandungannya, telah berhasil dia rasakan. Arfan duduk di samping istrinya dan memeluk erat Arini.


🌼🌼🌼


Hai, jangan bosan menunggu up novel ini ya


Like comment dari kalian membuat aku lebih semangat


Maafkan aku baru up


Love u all

__ADS_1


🌼🌼🌼


__ADS_2