
### Bab sebelumnya …
Satu kata yang Nada tulis di buku catatannya membuat Arini memijat pelan keningnya. “Aku bingung siapa dia,” ucapan dia tidak dapat dimengerti Nada yang hanya berdiri menatap bingung.
“Oh ya,” setelah sadar dari jika dirinya hanya berdua saja dengan Nada, wanita itu menggerakkan tangannya untuk memberitahu kebingungannya.
Coba kamu ingat lagi
Nada berusaha memberikan solusi atas masalah dari sahabatnya itu.
“Aku sudah tanya sama teman-teman ku, tapi mereka bilang tidak tahu”
Akhirnya, mereka berdua mengalihkan topik pembicaraan yang lain. Selain itu, Arini berusaha menghilangkan pikiran mengenai voice note dari Sonya tadi.
*_____*
Nada dan Arini memutuskan untuk memesan makanan lewat pesan antar makan online. Arini juga memesan untuk karyawan di cafe.
“Kamu pesan apa?” Tanya Arini dengan gerakan tangannya.
Nasi padang sama es jeruk
“Oke”
Mereka menunggu pesanan datang sambil berbincang santai di ruang kerja Arini.
Tok tok tok
“Masuk”
Tidak ada balasan dari orang yang mengetuk pintu, Arini melihat ke arah samping dan terkejut. “M-mas?”
“Assalamualaikum”
Arini membalas salam setelah memberikan isyarat pada Nada untuk melakukan hal yang sama seperti dirinya.
Aku tunggu di luar
Nada segera keluar dari ruangan itu. Seram, pikir gadis itu. Arfan seram ternyata. Wkwkwk.
Kini, sepasang suami-istri duduk saling berhadapan dengan suasana yang sedikit canggung. “Ada apa?” Tanya Arini dengan nada suaranya yang datar.
“Sofa yang empuk”
Nada bicara laki-laki itu terdengar berbeda di telinga Arini. “Ya, aku baru beli”
“Sepertinya cukup untuk berdua”
“Berempat juga muat”
Nyatanya, Arini tetap menyahuti setiap ucapan suaminya yang sedikit aneh dan tidak masuk akal. Memangnya dia mau beli sofa baru, pikir Arini.
“Begitu ya, boleh banget kita berdua coba,” tatapan genit Arfan tepat mengarah istrinya yang terkejut atas ucapannya.
“Maksudnya?”
__ADS_1
Arfan langsung berdiri dan menuju pintu ruangan itu.
Ceklik.
Suara pintu yang sudah berhasil Arfan kunci. Dan sekarang dia berjalan dengan pelan sambil membuka satu-persatu kancing kemeja putih yang ia kenakan. “Kita harus mencobanya, Sayang”
“A-apa yang kamu lakukan, Mas?” Suara Arini bergetar dan keringat dingin mulai terlihat di wajahnya yang putih.
“Hei, kenapa kamu berkeringat seperti ini huh? Relax, Sayang”
Usapan yang sedikit sensual di wajah Arini dengan menggunakan satu jari Arfan, membuat perempuan itu memejamkan matanya.
“Arin? Buka mata kamu, Sayang. Hm?”
Tubuh Arini sedikit bergetar. “Ja-jangan, le-lepaskan a-aku,” suaranya mulai tidak dapat terdengar dengan baik, begitu pula pada telinga suaminya.
“Layani aku, Sayang”
Tanpa menunggu jawaban sang istri, laki-laki itu langsung membuka seluruh penutup yang melekat di tubuh Arini.
“M-mas?”
Arini merasa seluruh tubuhnya sangat dingin. “Ja-jangan, M-mas”
“Kamu tahu kan, hukumnya istri yang menolak melayani suami. Iya kan?”
Kata ‘suami’ dari laki-laki yang sudah berada di atas Arini, membuat dia langsung membuka kedua matanya. “Su-suami?”
“Iya, aku adalah suami kamu. Ingat kan?”
Arfan langsung melaksanakan kewajibannya untuk memberikan nafkah batin pada sang istri.
Cup
“Su-suami”
“Iya”
Cup
Ciuman lembut mendarat di bibir Arini yang sedikit bercampur dengan air matanya. Suami. Kata itu selalu diucapkan dalam hati dan pikiran Arini.
Arfan mulai melakukan bagian inti dalam permainannya. Waktu yang singkat baginya untuk menyelesaikan kegiatan panasnya bersama istri pertamanya. ‘Mainan’ Arfan mulai masuk ke dalam rumah milik Arini. Dia ingin bertamu sebab di rumah yang lain, ‘mainan’ Arfan menolak bangun dari posisi tidurnya.
“Kenapa aku selalu bangun saat bersama mu ya, Sayang?” Tanyanya sambil mengelus dengan pelan wajah istrinya yang tidur karena kelelahan. Ternyata waktu satu jam sangat melelahkan bagi wanita di sampingnya, namun tidak dengan dirinya.
“Hah, gara-gara mainan ku tidak bangun saat Sonya mengenakan pakaian laknat itu, kamu yang menjadi sasaran atas kemarahan mainan ku yang ingin sekali berkunjung. Aku tidak tahu, kenapa hasrat ku selalu naik saat melihat mu, Sayang”
Laki-laki itu terus bercerita sendiri sambil menatap dengan dalam wajah wanitanya.
“Sekarang, Papa sudah tahu tentang pernikahan keduaku, Sayang. Aku tidak mau kamu pergi. Tidak akan pernah. Kamu tidak akan pergi kan, Sayang?”
Arfan memeluk dengan erat tubuh istri nya yang polos tidak mengenakan apapun.
"Kamu kedinginan ya, Sayang? Sini aku peluk kamu biar hangat"
__ADS_1
Berkali-kali Arfan mencium kening istrinya. Dia tidak sadar, jika hal itu pertama kali yang ia lakukan setiap mereka berdua selesai berhubungan intim.
Tok tok tok
“Siapa?” Teriak Arfan dengan nada yang kesal sebab acara bercerita nya harus terhenti di tengah jalan.
Tidak ada suara selain ketukan pintu yang berulang kali.
“Ishhh, siapa sih,” gerutunya sambil mengenakan celana pendek dan kemeja tanpa dikancing.
Ceklek
“Apa?”
Nada berdiri kaku saat melihat seorang laki-laki yang tidak mengenakan pakaian dan benar.
“Hei,” ujar Arfan.
Dengan tangan yang bergetar sehingga tulisannya menjadi tidak bagus, Nada menuliskan tujuan kedatangannya.
Makanannya sudah datang
“Oh, Arin belum makan?”
Lagi. Nada terdiam sebab tidak mengerti apa yang diucapkan orang yang ada dihadapannya.
Dengan raut wajahnya yang sangat dingin, Arfan mengambil dengan paksa buku tulis kecil dan pen dari tangan Nada.
Makan duluan. Simpan makanan untuk arin.
Setelah menutup pintu, Arfan langsung melanjutkan sesi bercerita dengan sang istri yang masih tidur.
“Teman kamu aneh, Sayang”
Sedangkan di luar ruangan, Nada berusaha membaca tulisan dari laki-laki tadi. Kenapa tulisannya jelek banget seperti jejak kaki ayam saja, pikirnya sambil berlalu dari ruangan atasannya.
"Nada? Mana Mbak Arin?" Tanya Chika dengan gerakan tangan nya saat dia melihat Nada turun sendirian dari lantai dua.
kata laki-laki seram, makanannya disimpan buat nanti
"Laki-laki seram? Siapa?"
Suami Arin, mungkin
"Oh, Mas Arfan?"
Mungkin
"Ya udah, kita makan siang duluan saja. Mumpung cafe sepi, jadi ga perlu karyawan tambahan buat stay di depan"
Dua wanita itu berjalan bersama menuju ruangan yang digunakan untuk karyawan Jasmine Cafe istirahat.
❤️❤️❤️
Like Comment Favorite ya novel ini
__ADS_1
L0ve Macan
❤️❤️❤️