Berbagi Cinta : Matahari Terbenam Dengan Cinta

Berbagi Cinta : Matahari Terbenam Dengan Cinta
Nasihat Papa Anggara


__ADS_3

“Ya Allah” Arfan mengusap wajahnya dengar kasar. “Arin, dimana kamu” Lirihnya.


Saat dirinya berusaha menenangkan pikirannya untuk mencari dimana keberadaan istri pertamanya, ada seseorang yang memanggilnya.


“Arfan”


Laki-laki yang dipanggil namanya menoleh ke arah sumber suara. Terlihat anggota keluarganya berjalan dan berdiri tepat di hadapannya.


“Ngapain kamu ke sini?”


“Oh itu, hm, aku mau …”


“Mau apa?” Desak Mama Risa setelah menunggu cukup lama jawaban putranya.


“Aku mau … periksa”


Senyuman tipis terlihat di wajah Arfan. Semua orang di yang masih dalam posisi berdiri itu menatap bingung, mereka piker Arfan akan menjawab jika dia ke rumah sakit untuk menjenguk ayah mertuanya.


“Periksa apa?” Tanya Papa Anggara lagi dengan raut wajah yang tenang. Dia tidak ingin menyebabkan keributan di tempat itu perihal kemarahannya kepada Arfan yang sudah pasti dia adalah penyebab Arini memilih untuk pergi dan tidak ingin Arfan mengetahui keadaan menantunya jika Arini baik-baik saja, sesuai isi pesan dari Steve.


“Hm, sakit perut, Pa. Aduh” Jawab Arfan sambil memegang bagian perutnya.


Dan Arfan terkejut melihat anggota keluarganya bersikap biasa saja, khususnya mamanya sendiri.


“Ma?”


“Huft, apa tujuan kamu ke sini?” Giliran Mama Risa bertanya kepada putranya. Dia tidak menyangka Arfan adalah salah satu alasan kepergian menantu perempuannya. Sejak dia mengetahui isi pesan Arini melalu temannya, Mama Risa bertanya pada dirinya sendiri. Apakah Arini mengetahui sesuatu dalam pernikahannya selain tentang pernikahan kedua Arfan?


“JAWAB” Bentak Mama Risa.

__ADS_1


“A-aku …”


“Mana menantu Mama, huh?” Desak Mama Risa lagi saat melihat putranya hanya diam dan bingung untuk menjawab dimana keberadaan istrinya sendiri.


“Dek, jawab” Akhirnya Kak Ratih mengucapkan kalimat itu setelah dirinya hanya bisa diam melihat adiknya tidak bisa menjawab ucapan orang tua mereka.


“Hiks … hiks … Apa salah Mama di masa lalu, huh? Kenapa kamu tega menyakiti istri kamu sendiri? Jawab, Arfan”


Mama Risa menangis dalam pelukan suaminya. Dia tidak dapat menahan lagi perasaannya sejak Arini menghilang dan ternyata menantunya sendiri yang memilih untuk pergi.


“Mama tahu jika agama kita mengijinkan para suami boleh memiliki istri lebih sari satu. Hiks … tapi, apa kekurangan Arini di matamu, huh? Arini adalah sahabatmu sendiri, Arfan. Perempuan yang kami pilih untuk menjadi pendamping hidupmu dengan harapan kalian bisa hidup bersama selamanya karena kalian sudah saling kenal satu sama lain” Wanita paruh baya berusaha mengungkapkan semua kegundahan hatinya mengenai pernikahan putranya yang ternyata tidak bahagia karena kehadiran orang ketiga diantara mereka.


Arfan menundukkan kepalanya. Dia tidak bisa melihat wanita yang saya dia sayang dan hormati sangat kecewa dengan dirinya.


“Ma-maaf”


“Perkataan maaf mu tidak bisa langsung mengembalikan adik ipar Kakak berdiri bersama kita sekarang, Arfan” Ucapan Kak Ratih dengan tegas yang duduk di samping mamanya dan mengelus punggung Mama Risa.


“Aku …”


“Kakak kecewa, Arfan. Kamu telah menyakiti Arini sama seperti kamu menyakiti Kakak dan Mama”


“Tapi, aku …”


“Papa harap kamu tidak menyesal dengan apa yang sudah kamu perbuatan terhadap kehidupan pernikahan mu sendiri”


“Pa …”


“Seharusnya, kamu cari tahu dulu kebenaranya sebelum mengambil keputusan itu”

__ADS_1


Anggota keluarga Anggara menatap bingung dengan ucapan kepala keluarga tersebut.


“A-apa maksud, Papa?”


Mama Risa melepas pelukannya dan menatap dengan dalam suaminya.


“Pa?” Panggil Kak Ratih saat papanya belum menjawab pertanyaan mamanya yang sama seperti dirinya.


“Bukan hak Papa untuk mengatakannya” Jawab Papa Anggara sambil menatap tajam putranya yang menggelengkan kepalanya seperti dirinya mengatakan jangan kepada papanya.


“Arfan? Kamu tahu maksud ucapan papa mu?”


Kini, Arfan tidak menyangka situasi ini datang di waktu yang tidak tepat. Dia tahu jika kebohongan nya perihal alasan pernikahan keduanya akan terbongkar sama seperti kejadian dulu saat keluarga nya dia menikah lagi.


“Arfan, Mama tanya sama kamu. JAWAB!” Sentak Kak Ratih yang masih segugukan dalam pelukan suaminya.


“Ma-maf”


“Kami tidah butuh ucapan maaf mu, Dek. Apa maksud ucapan Papa? Kakak yakin kamu menyembunyikan sesuatu dari kami semua, termasuk kepada Arini. Iya kan?”


Arfan memejamkan matanya, dia harus ikhlas dan terima jika keluarga besarnya akan sangat marah dan kecewa kepada dirinya setelah mendengar jawaban dari pernyataan Papa Anggara tadi.


“Se-sebenarnya, aku sudah meng-ham …”


🌼🌼🌼


Hai, jangan bosan menunggu up novel ini ya


Like comment dari kalian membuat aku lebih semangat

__ADS_1


Love u all


🌼🌼🌼


__ADS_2