Berbagi Cinta : Matahari Terbenam Dengan Cinta

Berbagi Cinta : Matahari Terbenam Dengan Cinta
Perceraian


__ADS_3

“Mas? Mas, kamu kenapa? Mas Arfan?” Panggil Arini saat tanpa sengaja dia melihat jari-jari tangan suaminya sedikit bergerak.


Waktu yang tepat. Dokter yang menangani Arfan masuk ke dalam ruangan. Ternyata keluarga Arfan dan Arini juga berada di belakang laki-laki berjas putih itu.


“Selamat pagi” Ucap Dokter Zidan sambil tersenyum ramah.


“Pagi, Dok. Monitornya berbunyi terus, Dok. Suami saya baik-baik saja kan?” Tanya Arini dengan raut wajah khawatir. Tangannya menggenggam erat tangan Arfan.


“Saya periksa dulu ya, Bu”


Tidak lama kemudian, Dokter Zidan selesai memeriksa keadaan Arfan. Dia tersenyum sambil mengalungkan kembali stetoskop di lehernya.


“Alhamdulillah, tidak ada hal buruk. Keadaan pasien baik-baik saja”


“Alhamdulillah, Ya Allah. Ta-tadi jari-jari suami saya bergerak”


“Tidak apa-apa, Bu. Keadaan pasien mulai membaik, semoga dalam waktu dekat ini Pak Arfan segera sadar”


Arini tersenyum bahagia dan tanpa malu dia mencium kening suaminya lama dan dalam. Usapan lembut tangannya di pipi Arfan membuat wanita itu tidak bisa menahan air matanya.


“A-aku yakin kamu akan bangun, Mas. Kita harus hidup bersama-sama lagi ya”


“Saya permisi, mari” Ucap Dokter Zidan sambil berjalan menuju pintu ruangan itu, diikuti oleh perawat di belakangnya.


“Syukurlah, Arfan baik-baik saja. Semoga Arfan lekas sembuh” Sonya memeluk lengan Steve dan tersenyum ke arah Arini.


“Maaf, bagaimana bisa kamu dan Mas Arfan bercerai?”


Mereka bertiga duduk bersama di sofa.


“Hm, ceritanya panjang. Intinya, aku sudah bahagia bersama Mas Steve”


Sonya tersenyum bahagia menatap Steve yang duduk di sampingnya dan juga tersenyum sama seperti dirinya. “Aku juga bahagia, selalu, dan selamanya, Sayang”


Cup


Steve mencium bibir merah Sonya.

__ADS_1


“Ka-kalian …” Arini terkejut melihat adegan mesra dan cukup intim yang dilakukan oleh Steve dan Sonya.


“Ya, kami sudah menikah” Jelas Sonya.


Perempuan itu melepas rangkulan tangannya di tubuh suaminya, dan beralih menggenggam erat kedua tangan Arini.


“Arini, maafkan kesalahanku karena telah masuk ke dalam pernikahan mu dan menghancurkan kehidupan rumah tanggamu dengan Arfan. A-aku sangat menyesal telah menyakitimu … hiks … hiks, Jujur saat itu aku tidak ingin anak dalam kandunganku tidak memiliki ayah sama seperti ku dulu. Aku ingin anakku bisa merasakan kasih sayang seorang ayah. Arfan bukan ayah kandung anakku”


“A-apa? Ta-tapi, kamu bilang kalau Mas Arfan …”


Sonya menggeleng kepalanya dan air matanya terus keluar membasahi wajah cantiknya.


“Hiks … hiks … A-aku …”


“Aku adalah ayah kandung anak Sonya” Ucapan Steve berhasil membuat Arini terkejut lagi. Entah berapa kali pagi itu dia terkejut.


Arini langsung melihat ke arah teman baiknya yang sedang menghapus air mata istrinya dengan sapu tangan miliknya.


“Tanpa sengaja, aku telah memperkosanya dan pergi begitu saja. Sonya tidak mengetahui tentang siapa yang telah menodainya. Tapi, dia menutup semua hal yang berhubungan tentang perbuatanku kepadanya” Steve menatap dengan lembut Sonya.


“Selama beberapa bulan, aku berusaha mencari siapa perempuan yang telah kunodai. Akhirnya aku berhasil menemukan bidadari cantik ini”


“Arfan mengetahui kebenaran tentang siapa ayah kandung anak dalam perut Sonya. Dan semua itu adalah rencanaku. Karena aku ingin anakku hanya memanggil diriku ayah, bukan kepada orang lain” Lanjut Steve.


“Saat kamu pergi, Arfan langsung memberitahukan diriku jika dia akan menceraikanku setelah aku melahirkan” Sonya menjelaskan kembali bagaimana dia bisa bercerai dengan Arfan.


“Butuh perjuangan yang besar untuk menikahi ibu dari anakku ini. Iya kan, Sayang?”


Steve mencubit dengan gemas pipi Sonya dan mengusap puncak kepalanya yang tertutup jilbab.


“Sekali lagi, tolong maafkan atas semua kesalahanku, Arini”


Dalam hati, Arini bahagia jika kehidupan pernikahannya hanya ada dirinya dan Arfan. Dia tidak perlu lagi membagi cintanya dengan perempuan lain. Tapi, ada satu hal yang masih dia pikirkan. Apakah suaminya mencintai dirinya atau tidak.


Arini membalas genggaman tangan Sonya dan ikut tersenyum manis.


"Aku sudah memaafkan mu, jauh sebelum hari ini"

__ADS_1


"Terimakasih, Arini" Sonya memeluk erat wanita yang pernah dia sakiti. Sungguh, dia tidak menyangka telah memutuskan untuk menjadi istri kedua Arfan.


"Arin"


Arini juga membalas pelukan mantan madunya. "Alhamdulillah" Ucapnya dalam hati.


"Iya?"


Mereka berdua saling melepas pelukan. Sonya menatap bingung dengan ucapan Arini.


"Panggil aku Arin"


"Baik, Arin"


Dua wanita itu saling tersenyum bahagia.


"Kamu semakin cantik dan bercahaya" Ungkap Arini, dan Sonya tersenyum malu mendengar pujian itu untuknya.


"Te-terimakasih"


"Sepertinya kalian berdua akan menjadi sahabat sejati" Ujar Steve dengan senyuman jahil di bibirnya.


"Boleh banget"


Arini menyetujui ucapan teman baiknya itu.


"Bagaimana keadaanmu?"


Arini tahu maksud pertanyaan Steve. Selama beberapa bulan terakhir ini atau lebih tepatnya yakni sejak Arini memutuskan pergi ke luar kota, wanita itu tetap melakukan terapi. Namun, hanya konsultasi biasa. Alhamdulillah, trauma perlahan mulai membaik. Dia juga bisa ikhlas untuk melupakan masa lalu itu dan berharap bisa membangun masa depan yang penuh dengan kebahagian bersama Arfan dan anak-anak mereka nanti. Amin.


🌼🌼🌼


Hai, jangan bosan menunggu up novel ini ya


Like comment dari kalian membuat aku lebih semangat


Love u all

__ADS_1


🌼🌼🌼


__ADS_2