Berbagi Cinta : Matahari Terbenam Dengan Cinta

Berbagi Cinta : Matahari Terbenam Dengan Cinta
Ayah Bayi Sonya


__ADS_3

Sonya hanya memberikan senyuman kecil di bibirnya.


“Cantik, udah nikah?” Tanya Steve dengan raut wajahnya yang terkejut.


Tanpa memberikan jawaban, Sonya langsung pamit dan keluar dari ruang pemeriksaan. Namun, dia tidak menyangka Steve masih mengikutinya hingga di parkir mobilnya.


“Cantik?”


“Hm?”


Sonya masih mencari kunci mobilnya di dalam tas.


“Kamu wanita itu, kan?”


Pertanyaan Steve membuat wanita itu menghentikan gerakannya.


“Apa aku adalah ayahnya debay?”


“Bu-bukan”


Dengan cepat Sonya membuka pintu mobilnya. Namun, pintu itu berhasil ditahan oleh tangan kekar milik Steve.


“Jawab!” Sentak Steve sambil menatap tajam wanita hamil di depannya.


“Bayi ini milikku”


“Juga milikku”


“Jangan menghayal terlalu tinggi, Tuan”


Tangan Sonya melepas paksa jemari Steve di pintu mobilnya. “LEPAS”


Dokter tampan itu tidak menyerah begitu saja, pencariannya selama ini tidak sia-sia. Akhirnya dia bisa mengetahui siapa pemilik aroma yang sangat ia ingat sejak malam itu. Dan dia berhasil mencium aroma yang sama di tubuh Sonya. Maka, dia harus memastikan lebih lanjut lagi tentang wanita hamil itu.

__ADS_1


“Hey, lepaskan tanganku. Aw, lepas” Sonya berusaha melepas genggaman tangan Steve di pergelangan tangannya.


“Ada apa ini?” Tanya seorang satpam di rumah sakit saat melihat seorang perempuan yang kesakitan karena Steve menarik dengan paksa Sonya.


“Maaf, ini hanya permasalahan rumah tangga kita berdua” Jawab Steve dengan tangannya yang lain memeluk bahu Sonya dengan erat. “Senyum, Manis” Bisik Steve di telinga Sonya dengan nada suaranya yang berat.


“Apakah benar begitu, Mbak?”


“Oh, i-iya”


“Baiklah. Permasalahan harus bisa diselesaikan dengan baik-baik, jangan ada kekerasan. Mengerti, Mas, Mbak?” Satpam itu memberikan nasihat kepada pasangan yang belum terikat pernikahan namun terpaksa harus berhubungan karena bayi yang dikandung Sonya.


“Masuk”


Steve membuka pintu mobilnya dan menyuruh Sonya duduk di kursi depan.


“A-aku duduk di belakang saja”


“Ma-suk”


Brak


Pintu tertutup dengan kasar dan menimbulkan suara yang membuat Sonya terkejut. “Pelan-pelan” Lirih Sonya. Dia tidak berani menatap Steve yang dia yakini jika laki-laki itu sedang menatap dirinya.


“Lihat aku”


“Enggak mau”


“Li-hat a-aku” Steve berusaha sabar agar dia tidak membentak wanita di sampingnya.


“Apa?” Tanya Sonya dengan nada yang kesal dengan perintah laki-laki yang kenal saat malam itu, saja.


“Jujur”

__ADS_1


“Hm”


“Apa benar malam itu … aku telah melakukannya kepada … mu?”


Meski gugup, Steve ingin menemukan wanita yang tanpa sengaja ia ambil paksa kehormatannya. Sungguh, dirinya tidak sengaja melakukan hal itu. Kalau bukan karena keisengan teman-temannya yang mengajaknya minum, dia mabuk berat sebab temannya juga menukar kadar alkohol di minuman dengan yang tinggi. Padahal, sudah lama dia menjauhi minuman terlarang itu sesuai dengan janjinya kepada sang mama untuk menjadi seseorang dengan pribadi baik dan taat pada agama.


“Apa maksudmu?”


Raut wajah Sonya tetap datar, namun tidak tahu saja jika detak jantung nya sedang berpacu cepat. Dia tidak ingin laki-laki di hadapannya tahu jika bayinya adalah miliknya juga. Arfan adalah laki-laki yang dia pilih untuk menjadi ayah bagi bayinya meski harus hati wanita lain yang dia sakiti.


“Apakah aku adalah ayah bayi itu?” Tunjuk Steve dengan perlahan tangannya ingin menyentuh perut Sonya yang terlihat buncit.


“Siapa yang bilang, huh? Anak ini adalah anakku dan Arfan”


Sonya menyentak dengan kasar tangan Steve. Dia tidak rela laki-laki lain menyentuh perutnya meski dia adalah ayah kandung bayinya. Suaminya saja tidak pernah menyentuhnya, maka tidak ada siapapun yang boleh menyentuh bayi nya yang masih ada dalam kandungannya.


“Akting yang bagus” Senyum sinis ditujukan kepada Sonya.


“Sudah kan? Aku mau pulang”


Pintu mobil terkunci. Sonya mulai panik karena kendaraan roda empat itu mulai berjalan dan meninggalkan area rumah sakit.


“BUKA” Teriak Sonya sambil terus berusaha membuka pintu mobil.


“Kita belum selesai, Manis”


🌼🌼🌼


Hai, jangan bosan menunggu up novel ini ya


Like comment dari kalian membuat aku lebih semangat


Love u all

__ADS_1


🌼🌼🌼


__ADS_2