
“Ibu” Panggil Ayah Andika. “Arini ikhlas menjalani pernikahannya, ini adalah cobaan untuk mereka berdua”
Tok tok tok
Semua orang menoleh ke arah pintu dan terkejut siapa datang ke ruang rawat Ayah Andika.
“Astaghfirullah”
Seorang laki-laki yang mengetuk pintu terkejut karena banyak orang di dalam ruang rawat ayahnya Arini. “Perasaan tadi cuma dua orang” Ucap Steve dalam hati sambil mengelus dadanya.
“Selamat siang. Maaf, di dalam kamar pasien cukup dua pengunjung saja” Dengan senyuman mautnya, Steve menyampaikan solusi agar dokter jaga yang masuk ke dalam ruangan itu tidak terkejut seperti dirinya.
“Maaf, Dok”
Sekarang, Ayah Andika dan Bunda Rina saling menatap satu sama lain karena laki-laki yang mengenakan jas bewarna putih hanya diam dan tidak melakukan pemeriksaan.
“Dokter mau periksa suami saya ya?” Tanya Bunda Rina.
“Oh, tidak. Saya ingin menyampaikan pesan dari putri bapak dan ibu” Lagi. Steve menunjukkan senyuman.
“Pesan? Dokter rangkap ya kerjanya?” Tanya Ibu Rina sambil tersenyum geli dengan pertanyaannya sendiri.
“Rangkap kerja?”
“Iya, kalau malam jadi dokter dan siang harinya jadi pengantar surat. Hahahaha”
Mereka semua tertawa bersama setelah mendengar ucapan Ibu Rina yang sepertinya mirip dengan sebuah ungkapan yang mungkin pernah mereka dengar.
“Hahaha. Ibu mah bisa saja. Saya kira, ibu mau bilang kalau di malam hari saya jadi Stevani, nah pas siang hari saya jadi Steve”
Di dalam ruangan terdengar tawa yang cukup keras sehingga keluarga Papa Anggara yang menunggu menjadi penasaran. Apakah Ayah Andika baik-baik saja dengan kedatangan dokter yang menyampaikan pesan tentang keadaan Arini, pikir Papa Anggara.
“Papa kenal sama dokter tadi?”
“Iya, dokter itu yang pengantar pesan lewat handphone nya tadi” Ujar Papa Anggara sambil tetap menempelkan telinga kanannya di pintu kamar rawat itu, begitupula dengan anggota keluarga lainnya.
“Dokternya ganteng banget sih” Ratih tidak tahu saja jika suaminya menatap tajam dirinya karena memuji ketampanan laki-laki lain tepat di pendengarannya langsung.
“Sayang, tadi kamu bilang apa? Hm?”
Ratih langsung berdiri kaku saat mendengar suara suaminya yang terdengar tidak romantic seperti biasanya.
__ADS_1
“Eh, ya ampun ganteng sekali suamiku ini, muach” Ciuman di pipi Hans tidak berhasil membuat raut wajah datarnya berubah.
“Nanti malam sepuasnya” Bisikan Ratih di teling suaminya membuah senyuman nakal di bibir Hans.
“Aku tunggu”
Sedangkan, para orangtua di samping Ratih dan Hans hanya menggelengkan kepala saja setelah melihat bahkan mendengar kelakuan mereka.
“Kalian itu, ga tau tempat ya” Omel Mama Risa sambil memeluk manja suaminya. “Nanti malam ya, Mas” Lanjutnya dengan kedipan mata menatap Papa Anggara.
Kembali lagi dengan situasi di dalam kamar rawat, Steve mulai menjelaskan maksud kedatangannya.
“Arini benar baik-baik saja?”
“Iya, Tuan”
“Panggil Ayah”
“Iya, Ayah” Steve mengulang lagi ucapannya dengan panggilan yang berbeda.
“Panggil saya Ibu saja, jangan nyonya ya” Ujar Ibu Rina sambil mengusap air matanya setelah mendengar jika anak semata wayangnya baik-baik saja.
“Kami ingin tahu, dimana Arini tinggal?” Tanya Ayah Andika setelah dibantu duduk oleh istrinya.
“Apa?” Desak Ayah Andika dan Ibu Rina bersamaan.
“Maaf, saya tidak tahu”
“Yahhh” Orang tua Arini kompak mengatakan hal yang sama dengan raut wajah mereka yang terlihat sedih.
“Hm, Arini mengirim pesan lagi kepada saya untuk Ayah dan Ibu”
Steve memberikan handphonenya yang menampilkan sebuah pesan teks untuk mereka.
“Ayah, Ibu, Arin pergi sebentar ya. Arin baik-baik saja. Ayah, Ibu, jangan terlalu memikirkan Arin ya. Arin tinggal di sebuah tempat yang nyaman dan aman. Arin akan selalu memberi kabar, janji. Jangan beritahu kepada siapapun mengenai Arin yang selalu memberi kabar ya. Dan … jangan biarkan suamiku tahu. Janji ya Ayah, Ibu. Salam cinta, Arin, putri tersayang Ayah dan Ibu [emoticon love]”
Ayah Andika dan Ibu Rina membaca pesan dari putri mereka bersama-sama dengan suara yang pelan, sebab instruksi dari Steve.
“Arin akan memberikan kabar kepada kami melalui kamu, Nak …” Ayah Andika bingung siapa nama laki-laki yang berada di hadapannya.
“Steve, nama saya Steve, Ayah. Maaf saya belum memperkenalkan diri” Steve langsung menyalami orang tua Arini meski terlambat sebab mereka sudah banyak berbicara walaupun belum saling kenal. Hahahaha.
__ADS_1
“Oh ya, Nak Steve” Laki-laki paruh baya itu tersenyum. “Jadi, Arin akan memberikan kabar nya kepada kami melalui kamu, Nak Stip?” Lanjut Ayah Andika sambil tersenyum geli karena sepertinya dia salah memanggil nama.
“Hahaha, nama saya Steve, Ayah. Maaf, saya belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai hal itu, Ayah” Steve tertawa mendengar namanya disamakan benda untuk menghapus tulisan yang menggunakan pensil.
“Ayah” Ibu Rina juga ikut tersenyum mendengar candaan suaminya kepada dokter yang dititipkan oleh putrinya.
“Baiklah, Nak Steve. Tolong kabari kami tentang Arin ya” Pinta Ayah Arifin.
“InsyaAllah”
***
Sedangkan di tempat yang berbeda namun di rumah sakit yang sama dimana Ayah Andika dirawat, Arfan masih berdiri di depan ruangan tempat istirahat dokter yang telah memeriksa istrinya. Begitulah informasi dari bagian administrasi rumah sakit.
Tok tok tok
“Dok, tolong beri tahu saya kemana istri saya pergi setelah dokter periksa” Tanya Arfan untuk kesekian kalinya saat pintu ruangan terbuka dan dokter yang sama seperti beberapa menit yang lalu dia juga menanyakan hal yang sama.
“Aduh, Pak. Saya tidak tahu” Dan ternyata jawaban dari dokter itu juga sama.
“Coba diingat lagi, Dok. Ini wajah istri saya” Tunjuk Arfan pada sebuah foto pernikahannya kepada dokter wanita yang sedang menatap garang kearahnya, tapi dia tidak peduli.
“Dengarkan baik-baik, Pak”
“Siap”
“Saya-tidak-tahu”
Setelah mengatakan hal itu, pintu ruangan tertutup dengan keras.
“Ya Allah” Arfan mengusap wajahnya dengar kasar. “Arin, dimana kamu berada, huft” Lirihnya.
Saat dirinya berusaha menenangkan pikirannya untuk mencari tahu tempat yang bisa jadi kemungkinan istri pertamanya ada di sana, terdengar suara yang memanggil namanya.
“Arfan”
🌼🌼🌼
Hai, jangan bosan menunggu up novel ini ya
Like comment dari kalian membuat aku lebih semangat ❤️
__ADS_1
Love u all
🌼🌼🌼