
Jacob dan Farah masih berdiri di dekat pintu kamar rawat. Mereka masih menatap dengan haru Arini yang memeluk erat suaminya.
"Alhamdulillah Ya Allah" Arini memeluk dan mencium kening suaminya.
"A-arin?"
Terdengar suara pelan Arfan yang memanggil wanita cantik yang sedang memeluk dirinya. Sungguh, dia tidak menyangka jika sang istri sedang berada di hadapannya. Entah apa yang sudah terjadi kepada dirinya, sehingga Arini masih saja memeluk dan sesekali mencium keningnya.
"Terimakasih sudah bangun, Mas"
Dengan lembut, Arini mengusap wajah suaminya.
"Jangan tinggalin aku lagi ya"
Arfan hanya bisa menganggukan kepalanya ucapan istrinya. Tanpa sengaja, matanya melihat mantan istrinya yang sedang berada dalam pelukan laki-laki.
"So-nya"
Arini terkejut mendengar suaminya memanggil nama mantan istrinya. Entah kenapa, hatinya sakit setiap Arfan memanggil nama wanita lain selain dirinya.
"Hai" Sonya menyapa mantan suaminya, masih dalam pelukan Steve. Dia bahagia, karena Arfan sadar.
Arfan tersenyum mendengar sapaan dari wanita yang pernah dicintainya dulu. Karena sekarang, pemilik hatinya sudah berpindah kepada perempuan cantik di sampingnya.
Setelah melihat Sonya, dia kembali menatap ke wajah istrinya yang terlihat chubby, terutama di bagian pipinya. Saat tangannya ingin menyentuh wajah Arini, Arfan merasakan hal yang berbeda pada perut istrinya.
"Kok perut kamu besar?" Tanya Arfan dengan keningnya yang berkerut.
"Assalamualaikum"
Belum Arini menjawab, suara salam terdengar dari arah pintu ruangan.
"Waalaikumsalam"
"Jac, Farah"
Arini berjalan dan memeluk istri dari sahabat suaminya.
__ADS_1
"Aw" Farah terkejut saat dirinya merasa sesuatu yang besar menghalangi kegiatannya berpelukan dengan Arini.
"Ya ampun, perut kamu"
Wajah Jacob juga terlihat terkejut.
"Ka-kamu hamil?"
Jacob langsung melihat ke arah sahabatnya yang juga terkejut sama seperti dirinya.
"Alhamdulillah"
Wajah Arini terlihat sangat bahagia. Dia langsung menatap ke arah suaminya yang juga menatap dirinya.
"Ha-hamil?" Ucap Arfan sambil terus menatap wajah cantik istrinya yang selalu hadir dalam mimpinya.
Dengan langkah kaki yang pelan, Arini berdiri lagi di samping Arfan. Tangan kanannya meraih tangan suaminya dan meletakkan tangan itu di atas permukaan perutnya.
"A-anak kita, Mas"
Arini tidak bisa menahan air matanya, dia menangis dengan senyuman di bibirnya.
"Alhamdulillah ... hiks" Arfan juga menangis dan matanya terus menatap istrinya.
Dug
"Aw" Arini meringis saat dia merasakan tendangan cukup keras di perutnya. Dia yakin jika putranya mengetahui kehadiran ayahnya.
"Kenapa, Sayang?" Tanya Arfan saat melihat istrinya meringis kesakitan. Tangannya refleks mengelus dengan lembut permukaan perut Arini.
"Hm, tidak apa-apa, Mas. Sepertinya anak kita tahu kalau ayahnya sedang berada di samping ibunya"
"Ya Allah, anak Ayah jangan nakal ya di dalam perut Bunda"
Semua orang di ruangan ikut tersenyum bahagia ketika melihat bagaimana senyuman Arfan dan Arini. Mereka berharap kebahagian pasangan suami istri itu selalu bahagia, sekarang dan selamanya.
"YA AMPUN"
__ADS_1
Tiba-tiba saja, Arini berteriak.
"A-ada apa?" Arfan terkejut mendengar suara istrinya, untung saja anaknya masih di dalam perut.
"Aku belum panggil dokter, Ya Allah"
Arini segera menekan tombol di dekat ranjang suaminya.
"Aku kira ada apa, aku baik-baik saja. Alhamdulillah" Ujar Arfan sambil tetap tersenyum bahagia. Tangannya masih mengelus perut istrinya. Dia tidak menyangka, jika sebentar lagi dia akan menjadi ayah.
"Kamu kan baru bangun, Mas. Jadi harus diperiksa sama dokter dulu"
"Iya, Sayang. Hm, kenapa kamu nggak bilang kalau hamil?"
"Rahasia. Oh ya, Mas masih punya utang kejujuran sama aku lho. Hm, dan aku masih belum benar-benar maafin Mas"
"Nanti Mas bakal cerita semuanya, oke?"
"Iya"
Arfan dan Arini saling melihat satu sama lain dengan tatapan cinta di mata mereka.
"Ehem, sepertinya dunia berasa hanya dua orang saja ya" Deheman Jacob berhasil membuat pasangan suami istri itu tersenyum malu.
"Ish, kamu kok ganggu sih" Farah memukul lengan suaminya.
"Aku pegel lho, berdiri terus"
"Eh, maaf. Jac, Farah, silahkan duduk dulu ya. Hm, kenalin, Steve dan Sonya, teman ku"
Arini memperkenalkan teman nya kepada sahabat suaminya. Mereka saling bersalaman dan tersenyum bersama.
🌼🌼🌼
Hai, jangan bosan menunggu up novel ini ya
Like comment dari kalian membuat aku lebih semangat
__ADS_1
Love u all
🌼🌼🌼