
“Ba-bagaimana Mas Arfan bisa kecelakaan, Pa?”
Para orang tua saling pandang satu sama lain. Arini bisa melihat dengan jelas jika mertua dan orang tuanya sendiri berat untuk mengatakan alasan suaminya mengalami kecelakaan.
“Papa? Beri tahu alasannya, Pa?” Arini memanggil ayah mertuanya.
“Huft, Arin harus janji sama Papa”
“Janji apa, Pa?”
“Kamu harus tetap tenang, oke?”
Arini menganggukan kepalanya dan tersenyum jika dia akan baik-baik saja.
“Oke. Hm, sejak kamu memutuskan untuk pergi meninggalkan Arfan, anak Papa itu seperti manusia tanpa jiwa saja. Dia hanya melamun dan menangis. Arfan sangat kehilangan mu, Arin”
“Mama sempat mengajaknya untuk tinggal bersama kami saja, tapi Arfan menolak. Dia terus mencari keberadaanmu, dan sebenarnya sikap kami juga tidak baik kepadanya. Kami marah karena dia telah menghianati pernikahan kalian berdua” Mama Risa ikut menjelaskan bagaimana keadaan putranya setelah ditinggal pergi oleh istrinya. Dia menangis dalam pelukan suaminya.
“Ayah tidak memberitahukan tentang surat yang selalu kamu kirim kepada kami, Nak. Ayah dan Bunda benar-benar merahasiakannya, meski Arfan pernah kehujanan tepat di depan rumah kita karena dia keras kepala untuk tetap mengetahui kabarmu”
Arini menutup mulutnya. Dia menangis dan langsung berdiri. Wanita itu berjalan ke arah ranjang dimana suaminya berbaring, masih dalam keadaan yang sama saat dia datang pertama kali ke ruang rawat itu.
“Hampir setiap hari, Nak Arfan selalu berkunjung ke pantai”
__ADS_1
“Pantai?” Arini bingung dengan ucapan Bunda Risa.
“Iya, Nak Arfan selalu melihat matahari terbenam sambil menangis. Dia selalu duduk di bawah pohon kelapa, tempat yang selalu kalian datangi jika ke pantai. Pertama kali kesana setelah kamu pergi, tanpa sengaja Bunda melihat Nak Arfan. Dan kami sering lewat di sekitar pantai, maka di sana pula Nak Arfan duduk. Mungkin hingga malam, Nak Arfan masih di sana. Kami tidak tahu, jam berapa Nak Arfan meninggalkan pantai”
Penjelasan Bunda Rina berhasil membuatnya menangis lagi untuk kesekian kalinya. “Ya Allah. Mas, bangun … hiks … hiks”
“Mobil Arfan terbalik saat dia mendadak injak rem mobil. Sepertinya Arfan baru pulang dari pantai. Cuaca hari itu memang kurang baik, karena hampir sepanjang hari terus turun hujan. Dokter juga menyatakan jika Arfan kurang asupan gizi sehingga kondisi tubuhnya menjadi lemah dan mungkin hal itu yang menyebabkannya tidak bisa konsentrasi saat mengemudi” Jelas Papa Anggara sambil menghapus air matanya. Laki-laki paruh baya itu sangat bersalah karena telah menjauhi anaknya sendiri.
Sungguh, Arini tidak kuat lagi menahan air matanya, Rasa bersalah dalam hatinya karena telah membuat suaminya hidup tidak sehat dan mengalami kecelakaan.
“M-mas Arfan kapan sadar, Pa?”
“Jika siang ini Arfan belum sadar, maka Arfan dinyatakan ko-koma”
“M-mas, bangun yuk? A-aku datang, suamiku. De-dedek bayi mau ketemu Ayahnya, jangan tinggalin aku, M-mas … hiks … hiks”
***
Jarum jam menunjukkan angka 12. Arfan masih belum sadar pasca operasi. Saat ini, dokter tengah memeriksa keadaanya.
“Ba-bagaimana keadaan suamiku, Dok?”
Arini berdiri tepat di samping suaminya. Untung saja, Bunda Rina memeluk erat dirinya.
__ADS_1
“Operasi memang berjalan lancar, tapi maaf. Bapak Arfan mengalami koma, hal ini dikarenakan …”
Setelah mendengar kata ‘koma’, Arini tidak bisa mendengar lagi ucapan dokter tersebut. Dia langsung memeluk suaminya dan menangis.
“M-mas bangun, kamu harus bangun, Mas. Maafin aku, hiks … hiks”
Bukan hanya Arini yang menangis, semua orang di ruangan itu ikut merasakan kesedihan mendalam.
“Mas, kamu harus bangun ya. Kamu harus menjadi orang pertama yang gendong anak kita … hiks …. Ka-kamu harus nemenin aku buat berjuang ngelahirin anak kita … hiks. BANGUN, MAS”
Arini hampir saja jatuh, untung saja Ayah Andika berada di sebelah putrinya.
“Arin, bangun, Ya Allah” Ayan Andika berusaha membangunkan Arini yang pingsan.
🌼🌼🌼
Hai, jangan bosan menunggu up novel ini ya
Like comment dari kalian membuat aku lebih semangat
Jangan lupa mampir karyaku yg lain BERBAGI CINTA: MATAHARI TERBENAM DENGAN CINTA 🌼CANTIK DEMI KELUARGA
Love u all
__ADS_1
🌼🌼🌼