BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI

BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI
BAB 19 : MARAH


__ADS_3

...MARAH...


Minggu siang itu bukan saat yang tepat untuk pergi ke luar. Matahari cukul terik, berangin sepoi-sepoi. Apalagi Minggu merupakan hari libur nasional.


Bisa di pastikan seluruh orang di muka bumi sedang bermalas-malasan di rumahnya sambil menonton televisi tapi matanya tertuju ke layar ponsel, padahal cuma menscrolll postingan yang tidak penting, atau ada pula yang masih rebahan di atas ranjang, mereka enggan untuk beranjak dari atas bantal yang empuk, namun penuh dengan lingkaran pulau yang Ia buat sendiri.


Salah satu mahkluk yang masih berbaring di atas tempat tidurnya adalah Mauriel, matanya masih terpejam sambil memeluk gulingnya yang kucel. Nenek sudah berulang kali membangunkan gadis itu, tali hanya terdengar ucapan " Iya " dari mulutnya.


Lucas gregatan melihat Nenek keluar masuk ke kamar Mauriel hanya untuk membangunkannya, dan gadis itu belum bangun juga.


Sambil membawa Simbal di tangannya, Lucas memasuki kamar Mauriel, lalu membunyikannya di telinga sang putri tidur, dan berteriak dengan suara sekencang mungkin.


" Hey.....Bab* cepat bangun, sudah jam berapa ini ? "


Aku terhentak dan membuka mata, telingaku pun berdengung.


" Lucaaaaaaaaaaaaasssss " Mauriel berteriak sambil mencubiti lengan Lucas.


Lucas menghindari serangan Mauriel sambil cekikikan " Hahahahha "


Drrrttt......drrrrtttttt


" Awas ya nanti " Celetuk Mauriel mengancam Lucas sembari mengangkat ponselnya.


" Hallo, Mauriel " Kata Orang di ujung sebrang.


" Iya, siapa ini ? "Tanya Mauriel.


" Ini, Nathan " Jawab Nathan.


Mauriel mengernyitkan alisnya, seingatnya Ia tidak memberikan nomer ponselnya, tapi Nathan bisa menghubunginya.


" Ah, kamu pasti bingung ! kenapa aku bisa tahu nomer kamu, sebenarnya aku kemarin sempat mampir ke rumah kamu. " Sahut Nathan.


" Ke rumah ? " Ucap Mauriel tambah bingung.


Memang saat dulu, Aku dan Nathan pacaran, kami sudah saling mengenal dengan keluarga masing-masing, dan Nathan sering berkunjung ke rumahnya hanya untuk sekedar bermain catur bersama Ayah. Tapi sekarang kami sudah tidak memiliki hubungan apapun, untuk apa dia datang kerumah.


" Kenapa datang ke rumah ? Aku kan sudah tidak tinggal di rumah, dan lagipula hubungan kita sudah berakhir. " Seru ku kepada sang mantan.


Lucas yang mendengarkan perbincangan ku dengan Nathan cuma menganggukkan kepala.


" Memangnya aku tidak boleh untuk bertemu Ayah dan Ibumu ? Aku sudah mengenal mereka cukup lama, tidak salahkan berkunjung ke rumah kerabat dekat. Aku cuma memberikan oleh-oleh dari jepang, dan sebenarnya aku juga membelikannya untukmu. "


" Aku tidak tahu, apakah pantas memberikan mu hadiah " Sahut Nathan.


Aku tidak bisa menjawab pertanyaan Nathan, dan lebih tepatnya aku bingung harus bagaimana. Tidak boleh memutus silahturahmi hanya karena sudah tidak memiliki hubungan.


" Mauriel ? " Ucap Nathan memanggil diriku yang terdiam di ujung telepon.


" Hah, Iya kamu benar. Ayah dan Ibu pasti senang bisa bertemu dengan kamu lagi. " Gumam ku.

__ADS_1


" Tentu saja mereka senang, terutama Ayahmu. Dia langsung mengajakku main catur. hmmm....lalu bagaimana dengan kamu ?


Apa kamu juga senang, melihatku kembali ? " Nathan menceritan pertemuannya dengan keluargaku.


" Hahahahah, kenapa kamu bertanya hal itu " Ujar ku sambil tertawa geli.


Dari dulu Nathan tidak pernah berubah, selalu mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya, tidak mempedulikan sekitarnya. Padahal dia tahu aku sudah menikah, tapi masih menggoda isteri pria lain.


" Ada keperluan apa menelpon ?" Kata ku mengalihkan pembicaraan.


" Oh....aku hampir lupa karena keasyikan mengobrol denganmu. Aku mau memberikan sesuatu, bisa kita bertemu ? " Tanya Nathan.


Sejenak aku mempertimbangkan ajakan Nathan, tidak ada salahnya bertemu dengan seorang teman, " Oke " Jawabku.


" Oke, kalau begitu kita bertemu di La piaza kelapa Gading " Kata Nathan.


" Oke " Jawab ku singkat.


Nathan sempat ragu untuk mengatakannya tapi pada akhirnya Ia katakan juga, " Mau aku jemput ? "


Jedaaaaarrre......


Aku menggeleng-gelengkan kepala sambil cekikikan, Nathan ini benar-benar ya. yang dia ajak pergi bukan perempuan single tapi perempuan yang sudah menikah.


" Kamu mau suami aku cemburu " Celeruk ku.


Aku segera menutup mulutku. tidak tahu apa yang aku pikirkan, mana mungkin Leon cemburu.


" Sudah ya, sampai ketemu di sana " Kata ku langsung menutup telepon tanpa menunggu jawaban dari Nathan, bicara dengannya terlalu lama, bisa ikutan jadi gila juga.


" Teman sekolah, dia baru pulang dari Jepang. " Jawabku seadanya.


" Oh...sepertinya Kakak ipar mau pergi dengannya " Seru Lucas bertanya lagi.


" Iya, kami janjian untuk bertemu " Sahutku dengan jujur, tidak mau menyembunyikan apapun dari keluarga ini.


" Aku boleh ikut " Celetuk Lucas, Aku memandanginya dengan raut wajah yang serius.


Lucas mendekati wajah ku, lalu mencubit hidungku, " Baiklah...baiklah aku tidak akan menganggu, Aku hanya bercanda " dan bergegas keluar dari kamar Mauriel. Aku terus menatapnya sampai menghilang dari kamar ku.


...♡♡♡♡♡♡...


Nathan melambaikan tangannya, sambil memanggil nama ku ,


" Mauriel "


" Maaf aku telat " Ucap ku, padahal Aku sengaja datang terlambat.


" Tidak apa-apa, aku juga belum lama menunggu " Serunya dengan wajah yang ceria.


" Jadi....Apa yang mau kamu kasih ? " Celetuk ku langsung ke intinya, dan segera pulang.

__ADS_1


" Ini " Nathan memberikan bungkusan yang sangat besar.


" Besar banget, gih mana bawanya " Sahutku sambil mengambil hadiah daei Nathan.


" Mau aku bawakan ? " Nathan menawari bantuan.


" Tidak usah " Jawabku cepat, dan menolak bantuannya.


" Kalau gitu, aku pulang ya. Dan terima kasih " Ucap ku sambil bergegas pergi meninggalkan Nathan, tapi Ia menahan tanganku.


" Ada apa ? " Tanya ku.


" Masa begini aja, ayo kita pergi nonton " Ajak Lucas kepada Mauriel.Ia enggan untuk langsung berpisah.


" Hah " Gumam Mauriel sambil melirik dua tiket film di tangan kiri Nathan.


" Tapi ? " Nathan lansung mengandeng tangan Mauriel dan menyeretnya ke gedung bioskop.


Langkah kami terhenti di depan pintu bioskop, lalu Nathan menelpon sopirnya untuk membawakan hadiah Mauriel.


" Tunggu sebentar ya " Seru Nathan lembut.


" Pak, di sini " Teriak Natham ketika melihat sopirnya datang.


" Tolong di masukan ke dalam mobil, Pak " Nathan meminta sopirnya.


" Baik, Tuan " Jawab sang sopir lalu pergi meninggalkan majikannya.


" Yuk, kita nonton " Kata Nathan sambil mengandeng tangan Mauriel.


Nathan dan Mauriel terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan, sudah terlambat baginya untuk menolak Nathan.


Kurang lebih tiga jam kemudian lampu bioskop di nyalakan dan penonton bergegas keluar. Nathan sibuk berkomentar panjang-lebar mengenai film yang barusan mereka tonton kepada Mauriel.


Mengomentari film setelah menonton adalah kebiasan mereka dulu, tapi kini hanya Nathan yang memberi kritikan, sementata Mauriel pikirannya melayang kemana-mana, dan Mauriel cuma menganggukan keoalanya untuk menanggapi ocehan Nathan. karena aku saja tidak terlalu memahami alur film yang di tonton.


Siapa sangaka saat keluar dari gedung bioskop, secara bersamaan Leon dan Rubia keluar dari gedung sebelah, tapi sayangnya Mauriel tidak melihat mereka, dan cuma Leon yang melihat Mauriel.


Leon mengikuti Mauriel dari belakang sambil mengandeng Rubia, melihat Mauriel bercanda dan tertawa dengan lelaki lain , membuat perasaannya tidak tenang.


Berkali-kali Leon mengabaikan Rubia , karena bayang-bayang Mauriel yang tersenyum ceria terus terlintas di dalam otaknya.


Leon merasakan amarah di kepalanya jika terus mengingat Mauriel pergi dengan pria asing, apalagi pria itu mengandeng tangan isterinya, emosinya semakin memuncak.


...****************...


Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga Anak Genius : Ayah sedingin es.


Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉


seperti Like , vote , komen atau memberikan gift , di share juga boleh

__ADS_1


sekecil apapun. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.


sampai jumpa di chapter selanjutnya 😍😍


__ADS_2