BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI

BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI
BAB 67 : LUCAS VS LEON


__ADS_3

...LUCAS VS LEON...


Tentu saja Leon tidak ingin menyudahi pembahasan ini begitu saja, Ia butuh kepastian dari gadis itu, bahwa dia tidak akan meninggalkannya.


Pria itu mencekal tangan Mauriel, dan mengeluarkan semua pakaian yang ada di dalam koper. Segala cara akan di lakukan agar gadis itu tidak pergi dari rumah.


" Apa yang kamu lakukan ? " bentak Mauriel.


" Mengembalikan semua baju itu pada tempatnya, aku tidak akan pernah mengizinkanmu meninggalkanku. "


" Meski nanti kita sudah bercerai, sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan kamu berpaling ke yang lain. kamu harus ingat ! sampai selamanya kamu tetap milik ku " Kata Leon tegas.


Mauriel merasa darahnya sudah mendidih mendengar perkataannya sampai naik ke ubun-ubun. Perkataan Leon kedengaran sangat egois di telinganya. Demi kebahagiaan, serta kepentinganya sendiri Ia tidak mempedulikan perasaan orang lain.


Apa arti Mauriel di matanya, sekedar sebuah burung yang bisa di mainkan sesuka hatinya, lalu setelah merasa bosan Ia akan meletakan burung itu di dalam sangkar, dan mengurungnya agar tidak lepas.


" Apa kamu mengerti ? " Tanya Leon sambil menekan pundak Mauriel.


" Aku mengerti, karena kamu hanya menganggap aku seperti sebuah boneka yang bisa kamu mainkan kapan pun, dan setelah merasa bosan kamu menyimpannya di sudut ruangan, kemudian mulai bermain dengan boneka yang baru. " Jawab Mauriel dingin.


" Tentu saja bukan, aku sudah bilang pada mu bahwa aku mencintaimu. Aku mohon tolong mengerti diriku. aku tidak mau semuanya menjadi kacau. " Seru Leon membenturkan kepalanya di kening gadis itu.


Heh....Apakah aku kurang mengerti dirimu ? saat kamu membawa wanita lain, menjadikannya isterimu, aku tidak mempermasalahkannya, dan ketika kamu lebih mencintainya aku juga tetap diam. Apakah kamu tidak sadar dengan dirimu sendiri ?


Mauriel jadi bertanya-tanya di dalam hati, sebenarnya pria itu tulus mencintainya atau hanya sebuah obsesi ?


Sebuah kata-kata yang terdiri dari lima huruf yang baru saja di sebutkannya, cinta. tapi rela mempermainkan perasaan orang lain.


...♡♡♡♡♡♡...


Nenek menepuk bahu pria itu dengan lembut, tangan yang keriput sudah tidak kuat lagi untuk menggendong tubuhnya yang semakin berat. Kalau dulu dia masih sanggup meletakan anak itu di bahunya.


" Sudahlah jangan kamu pikirkan kata-kata Mama mu, kamu kan sudah tahu wataknya. " Kata Nenek turut bersimpati.


Lucas hanya menundukan kepalanya ke bawah lantai, rasa sakit yang selalu Ia pendam kini berkumpul jadi satu seolah-olah siap untuk meledak.


Dengan suara pilu bercampur dengan air mata yang mengalir," Aku tidak pernah mengerti dengan sikapnya, sebenarnya apa salahku ? Kenapa Mama begitu benci dengan diri ku ? "


Tiba-tiba terdengar suara isak tangis dari matanya, Ia juga tidak memahami mengapa dia harus menangis. bukankah itu sudah biasa.

__ADS_1


" Mungkin sebaiknya aku tidak pernah di lahirkan saja, supaya hidup Mama bahagia, supaya....." Lucas tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, Ia pun menangis.


Nenek memeluk cucunya dengan erat, dan mengusap punggungnya yang bidang," Sstttt.....jangan ngomong seperti itu, kamu sama seperti Leon, bagian dari Alexander yang berharga. "


" Mama mu itu cuma emosi sesaat, jadi abaikan saja perkataannya. " Ucap Nenek mencoba menghiburnya.


" Tapi Mama hanya menyayangi kak Leon " Bisiknya di telinga wanita tua itu.


" Kan ada aku yang selalu menyayangimu, meskipun kamu membuat ku kesal dengan tingkah mu. " Celetuk Nenek menggoda pria yang sedang menangis di pelukannya.


" Baru aku bilang, sekarang kamu sudah membuatku kesal dengan ingusmu yang menempel di baju "


" Namanya juga habis nangis, wajarkan kalau keluar ingus. " Kata Lucas kembali tersenyum. dan Nenek mengacak-acak rambutnya hingga mereka saling melempar tawa.


Lucas teringat kenanganya dengan Mauriel, gadis itu juga menangis di pelukannya. Seperti de ja vu saja. Pikirnya di dalam hati sambil senyam-senyum.


...♡♡♡♡♡♡♡...


" Aku sungguh minta maaf sudah membuatmu berada dalam posisi ini " Ujar Leon mencoba untuk memeluk gadis itu dari belakang, tapi Mauriel dengan cepat menghindarinya.


" Sudahlah aku tidak butuh permintaan maaf mu, yang aku inginkan adalah kebebasan untuk melanjutkan hidup, dan mengejar impian ku. " Kata Mauriel dengan nada yang datar.


" Tentu saja !! memangnya kamu pikir aku perempuan yang mudah jatuh cinta dengan pria lain ? Lagipula Lucas itu sudah aku anggap seperti adik ku. " Mauriel jadi menyesal pernah mencintai pria macam Leon.


Tapi Lucas tidak menganggapnya seperti ini, dan aku tidak suka melihat kalian selalu bersama. Gumamnya di dalam hati.


" Aku minta ma..... " Mauriel memotong perkataan pria yang sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya.


" Sudah aku katakan, kalau aku tidak butuh kata-kata maaf mu itu " Cibir Mauriel sambil melipatkan tangan di depan dadanya.


Leon terdiam sambil memandangi gadis yang berdiri di hadapannya, Ia mau memeluknya tapi tidak bisa di jangkau.


" Sidang perceraian kita, kapan di laksanakan ? " Gadis itu ingin tahu bagaimana perkembangan proses perceraiannya.


" Beberapa minggu lagi " Sahut Leon dengan wajah yang lesu.


Sejak kejadian di kolam renang telah merubah hatinya, dan merasa lega mendengar semua itu, entah kenapa dia tidak lagi merasa sedih dengan perpisahannya.


" Aku lelah, biarkan aku beristirahat dulu. Kamu sendiri harus istirahat. " Katanya sambil mendorong tubuh Leon ke luar pintu.

__ADS_1


Leon masih ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak jadi Ia ucapkan. Gadis itu menutup pintu kamarnya, dan dia menatap pintu dengan perasaan yang merana.


" Kamu langsung mengusirku begitu saja, Aku bahkan belum mengucapkan selamat berisitrahat " Katanya sambil menyentuh pintu itu dengan penuh perasaan seolah-olah dia sedang memegang wajah Mauriel.


...♡♡♡♡♡♡...


" Mama ini apa-apaan, sih ? Mengapa bicara seperti itu pada Lucas ? " Kata Papa dengan nada yang tinggi, selama mereka menikah, tidak sekalipun Ia memarahi perkataan maupun perbuatan isterinya.


" Papa kan tahu dari dulu Mama tidak setuju anak itu lahir, tapi kalian yang memaksa ku untuk melahirkan Lucas. " Seru Mama ikut terpancing emosi.


" Ya....ampun Mama !!! Semua itu kan sudah masa lalu, mengapa kamu masih mengingatnya ? " Terlihat wajah Papa yang semakin putus asa. Apakah selama ini, dia terlalu memanjakan isterinya hingga wanita itu jadi seenaknya.


Papa betolak pinggang menghadap ke luar jendela, Ia sedang menahan amarahnya. Meski isterinya bersalah tapi Ia juga tidak boleh melampiaskan amarahnya. Apa bedanya dia dengan wanita itu, jika Ia melakukan hal yang sama.


" Tapi tolong kasihani dia sedikit saja, biar bagaimana pun anak itu tetap anak kita " Kata Papa sedikit menurunkan suaranya.


" Memangnya anak itu bisa mengembalikan seperti seperti semula, kalau aku melupakan semuanya ? "


Papa terdiam mendengar perkataan wanita itu, dan Ia kembali teringat kejadian beberapa tahun yang lalu.


Dari luar keluarga Alexander memang terlihat baik, tapi sebenarnya ada banyak luka yang tersembunyi.


...****************...


Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga :


1. Anak Genius : Ayah sedingin es.


2. Yang Muda Yang Bercinta : Bitter sweet


3. Paulina Menjadi Paula


Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉


seperti Like , vote , komen atau memberikan gift , di share juga boleh


sekecil apapun. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.


sampai jumpa di chapter selanjutnya 😍😍

__ADS_1


__ADS_2