BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI

BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI
BAB 2 : MENIKAH DIAM-DIAM


__ADS_3

...MENIKAH DIAM-DIAM...


Karena aku bukan pengantin yang Ia pilih , aku hanya menjadi pengantin penganti yang telah membohonginya .


Posisi Mauriel serba salah , Satu sisi aku harus menyelamatkan kehormatan keluarga , di sisi lain aku merasa terhina karena Leon tidak memghargainya.


Pernikahan kami di awal dengan kebohongan , dan aku harus menerima kenyataan bahwa Leon tidak memcintai ku .


Apakah aku sanggup untuk mempertahankan mahligai pernikahan kami , pernikahan yang tidak di dasari oleh cinta ?


Apakah aku layak mendapat cinta Leon , walau aku telah menipunya ?


...♡♡♡♡♡♡...


Sehari setelah pernikahan , Mauriel bisa merasakan kemarahan di mata Leon , mulutnya memang tidak mengatakan apapun , tapi dari matanya terpancar kebencian untuk ku.


" Siapa nama , Lo ? " Leon bertanya sambil memandangi Mauriel.


" Mauriel " Jawab ku singkat.


" Gue tidak mengenali wajah dan nama itu " Kata Leon memghina diri ku.


" Maaf , Gue terpaksa melakukan ini , Di hari pernikahan , Kakak melarikan diri , supaya keluarga tidak menanggung malu , Gue menggantikan kakak. " Aku menjelaskan sambil menjenntikan kuku jari.


" Lalu ! Gue yang harus menerima penghinaan ini ! " Seru Leon sangat ketus


" Sekali lagi , Gue minta maaf " Aku memberanikan diri untuk menatap wajahnya.


" Sudahlah , Gue sudah membayar dengan mahal " Jawab Leon sambil melewati Mauriel begitu saja , Ia membanting pintu kamar.


Brakkkk......


" Dasar pria yang sangat tempramen " Aku tersungkur di lantai , tubuh ku seketika sangat lemas


...♡♡♡♡♡♡...


Pagi hari sangat cerah , matahari bersinar begitu teriknya , kicauan burung saling bersautan seolah-olah mereka sedang bernyanyi untuk Mauriel.


Mauriel terpaksa tidur di ruang tamu , dan masih mengenakan gaun pengantinnya. Ia tidak punya muka untuk tidur bersama dengan Leon.


Leon keluar dari kamar , rambutnya yang masih basah menetes di wajahnya.


Mata kami berpapasan , tapi anehnya di antara kami tidak ada yang saling menyapa.


Leon sudah rapih berdandan , sepertinya bersiap-siap berangkat kerja.


Mauriel menjalanlan perannya sebagai istri , buru-buru masuk ke dapur , menyiapkan sarapan dan susu untuk Leon.


" Tidak usah " Teriak Leon memperharikan Mauriel di dapur.


" Sangat baik untuk mengisi tenaga , sebelum melakukan aktivitaa " Seru ku sambil membuat roti bakar dengan selai coklat.


Leon mengabaikan Mauriel , Ia pergi begitu saja , tidak mengatakan sepatah katapun.

__ADS_1


" Huh....kehidupan baru yang sangat berat , udah gak bisa mundur lagi " Gumam Mauriel sambil memakan sendiri roti bakar yang Ia buat.


...♡♡♡♡♡♡...


Mauriel sudah mengganti pakaian segera membereskan barangnya yang Ia bawa dari rumah.


Rumah baru tempat Mauriel tinggal sangat besar , dan perabotannya sudah lengkap seperti sudah di persiapkan untuk pengantin baru.


Apakah benar semua ini di persiapkan untuk ku ? Aku merasa ini semua bukan milik ku.


" Ayo membersihkan rumah. Semangat ! " Teriak Mauriel menghibur dirinya sendiri.


Waktu berjalan sangat cepat , tidak terasa sudah magrib.


Mauriel sudah memasak tumis kangkung , sambel terasi , beserta lauknya ikan cuwek di sambelin dengan tempe orek.


Berjam-jam Mauriel menunggu Leon pulang , tapi sudah lewat tengah malam , Leon tidak muncul juga.


Mauriel sampai ketiduran di ruang tamu karena menunggu Leon semalaman , ternyata Leon tidak pulang ke rumah.


Makanan yang kemaren Mauriel masak masih tersaji di meja makan , Ia membuang tumis kangkung ke dalam tong sampah.


" Capek- capek Gue masak tapi di buang percuma ! kan sayang membuang makanan , tau gitu kemaren Gua makan aja " Aku mengumpat memaki tidak jelas.


Untung Ikan cuwek , tempe orek dan sambal terasi masih bisa di panaskan , jadi tidak membuang makanan terlalu banyak.


" Lain kali , Gue gak akan masak untuknya lagi " Gerutu Mauriel sambil memakan makanan yang Ia masak kemaren.


...♡♡♡♡♡♡...


Mauriel tertawa meratapi kehidupannya , dalam sekejap hidupnya berubah sangat tragis.


Ceklek.....


Leon akhirnya pulang kerumah dengan penampilan yang sangat rapih , mengenakan kemeja putih dengan tuksedo dan juga dasi kupu-kupu .


" Ada apa ? " Leon risih karena Mauriel terus memandanginya.


" Tidak ada apa-apa ! mau makan gak , biar Gue siapin " Sahut ku.


" Tidak usah , Gue mau langsung istirahat. Jangan menganggu " Kata Leon dengan dingin.


" Iya " Gumam Mauriel lirih.


TIGA HARI YANG LALU


Seorang wanita cantik keluar darii ruang fiting , menggunakan gaun pengantin dengan desain ala disney membuat dirinya tampak seorang princess.


" Sayang ! Bagaimana ? " Kata wanita itu menanyai penampilannya.


" Sangat cantik , kamu memang selalu cantik " Jawab Leon kepada wanita yang mengenakan gaun pengantin.


" Benarkah ! Lebih cantik mana , aku atau dia " Seru wanita itu sambil berputar-putar.

__ADS_1


" Itu tidak perlu di tanyakan , tentu saja kamu , Rubia. Kamu jauh lebih cantik dari pada wanita bodoh itu " Leon mendekati Rubia , dan menyentuh pipinya ,wajah Rubia tersipu malu.


" Ayo gandeng tangan ku , kita harus berangkat sekarang " Rubia mengandeng tangan Leon.



Leon mengadakan pernikahan tertutup di The Ritz-Carlton Mega Kuningan Jakarta , hanya orang-orang tertentu saja yang Ia undang . Bahkan istri pertamanya , Mauriel tidak mengetahui Leon sudah menikah lagi , karena Leon menikahi Rubia secara diam-diam.


Leon dan Rubia tampak bahagia berdiri di pelaminan , tidak ada rasa bersalah sedikitpun di wajah mereka , telah menyakiti hati wanita lain.


Leon dan Rubia , tidak ada rasa malu saat mereka berciuman di depan para tamu undangan.


Leon yang tersenyum ceria di hari pernikahan keduanya , sementara di rumah , Mauriel memasak untuk dirinya.


...♡♡♡♡♡♡...


Drrttttt....Drrrrttttt....


Sejak pagi ponsel Leon terus berdering , aku tidak berani untuk mengangkat panggilan tersebut atau untuk membangunkan Leon , Aku tidak memiliki keberanian.


Sore menjelang malam Leon terbangun dari tidurnya , walau rambutnya berantakan Leon tetap terlihat tampan.


Leon Alexander , seorang pria bertubuh tinggi , berkulit putih , berhidung mancung , dengan rambutnya yang berwarna pirang dan bermata biru , siapapun yang melihatnya pasti akan jatuh hati kepada Leon.


Kalau saja sikap Leon tidak dingin , aku pasti sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.


Mencintai suami sendiri tidak masalahkan ?


Tapi sayangnya , aku tidak layak untuk mencintainya.


" Kemarin , Gue lupa memberikan ini " Kata Leon memberikan kartu vip kepada Mauriel.


" Beli'lah apapun yang Lo butuhin , jika memerlukan sesuatu katakan saja " Seru Leon.


" Baik , apa Gue boleh pergi bekerja ? Gue bosen sepanjang hari di rumah terus " Kata ku meminta izin kepada Leon untuk kembali bekerja.


" Kerja ? Mau kembali bekerja di supermarket lagi ? tidak usah , Gue masih sanggup untuk menghidupi Lo , lagipula beberapa bulan lagi , kita akan pindah. " Jawab Leon tidak menyetujui permintaan Mauriel dan terkesan merendahkan pekerjaan Mauriel.


" Memang apa salahnya bekerja di supermarket , selama itu halal " Seru ku tidak terima Ia menghina pekerjaan ku.


" Sangat salah , sebagai istri dari Seorang Leon alexander itu suatu penghinaan. " Jawab Leon dingin sambil menatap tajam ke wajah Mauriel.


" Tapi..... " Seru ku membela diri.


" Sudah tidak perlu di bahas , lebih baik Lo bersiap-siap , kita akan pindah ke rumah utama dan tinggal bersama dengan seluruh keluarga. " Kata Leon sambil pergi meninggalkan Mauriel yang masih diam mematung.


" Aaarrggggg .......dasar pria sombong " Teriak Mauriel memaki Leon.


...****************...


Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga Anak Genius : Ayah sedingin es.


Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉

__ADS_1


sekecil apapu. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.


sampai jumpa di chapter selanjutnya.


__ADS_2