BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI

BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI
BAB 22 : SHOPPING


__ADS_3

...SHOPPING...


Di pusat perbelanjaan yang terletak di Jakarta, Salah satu mall paling terbesar di kalangan anak muda. Dengan lokasinya yang strategis, Isi mall juga lengkap, berkualitas, namun dengan harga yang terjangkau.


Bioskop ada di lantai teratas, tempat terakhir yang akan di kunjungi oleh Leon, dan Rubia.


Di dalam toko tas bermerk, yang biasa di pakai oleh ibu-ibu sosialita, para isteri pejabat tertinggi di negara. Mereka kerap kali memamerkan gaya, ketimbang membantu rakyat jelata yang semakin memadati ibu kota.


" Sayang, ini bagus gak ? " Tanya Rubia sambil berlenggak-lenggok di depan cermin.


" Itu juga bagus, Sayang " Leon menjawabnya dengan asal, Ia ingin segera keluar dari toko tas.


Sudah sepuluh kali Rubia mencoba berbagai jenis tas, dari yang bentuknya kecil, sedang, sampai paling besar, dengan pertanyaannya yang aneh-aneh.


" Sayang ! tas ini bagaimana ? "


" Sayang ! kalau yang ini terlalu kecil, gak ? "


" Sayang ! kayanya yang besar, lebih bagus ! "


" Sayang ! ini bentuknya aneh, aku gak suka ! "


Sementara Leon yang tidak begitu paham tentang tas, cuma bisa menjawab ala kadarnya.


" Bagus "


" Gak kecil ko, biasa aja ukurannya. "


"Lumayan "


" Oh "


Kira-kira seperti itulah kerjaan Rubia, dan Leon di dalam toko tas, selama dua jam, hanya untuk memilih tas yang di sukai Rubia. Padahal semua bentuk tas sama saja fungsinya, untuk menyimpam semua barang menjadi satu tempat.


Tapi kenapa seorang wanita terlalu ribet untuk memilih tas, entah bentuknya gak bagus, ukurannya yang terlali besar, terlalu kecil, bahannya tipis, bahannya kaku, dan yang paling utama mereka lihat adalah merk dari sebuah tas tersebut. Semakin bermerk, semakin percaya diri memakainya.


" Sayang, tas yang ini aku suka deh " Kata Rubia sambil memegang sebuah tas Marc Jacob Carolyn Crocodile Handbag. " Seru Rubia terus menatap tasnya.


Senyum Leon langsung mengambang di bibirnya, akhirnya Rubia mendapatkan tas yang dia mau, leganya. Pikir Leon.


" Ya udah beli aja, Sayang ! Sini, aku aja yang bayar ke kasir " Celetuk Leon sambil meraih tas yang ada di genggaman isterinya.

__ADS_1


Namun Rubia langsung mengambil kembali tas tersebut dari tangan Leon, " Tunggu, Sayang "


" Kenapa ? " Tanya Leon sambil menngkerutkan dahinya ke atas.


" Aku gak jadi beli yang ini " Sahut Rubia kembali meletakan tas ke atas etalase.


" Emangnya kenapa ? " Tanya Leon lagi tidak mengerti.


" Alea baru saja membeli tas itu, dan dia sudah memamerkannya lebih dulu di instagram " Keluh Rubia sambil berkeliling mencari tas yang dia mau.


" Memang, apa masalahnya ? Ada banya orang yang memakai tas yang sama, bahkan ada yang menirunya supaya kalangan bawah sanggup membeli tas seperti itu " Kata Leon sembari mengikuti langkah isterinya.


" Itu salah mereka yang tidak mempunyai uang, makanya membeli barang murahan, dan Aku tidak mau memakai barang yang sama dengan temanku. Apalagi kalau mereka sudah memamerkannya lebih dahulu di instagram. " Ucap Rubia santa.


" Yang ada aku malu sama teman-temanku, nanti mereka bakal menertawai " Gerutu Rubia paling tidak suka di cap peniru.


Leon cuma bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, dia akan kalah jika berbicara tentang fashion dengan Rubia. Apalagi Rubia lulusan desainer di Amerika.


" Ah, aku baru ingat ! Minggu kemarin, saat kita semua kumpul, mereka membicarakan sebuah tas yang langka dan belum ada yang memilikinya " Ucap Rubia dengan mata yang berbinar-binar.


Rubia menarik tangan Leon supaya, Ia mengikutinya," Sayang, cepat. aku harus jadi orang pertama yang membelinya " Teriak Rubia.


Tas Chanel sebagai brand high fashion yang memproduksi berbagai fashion item. Seperti parfum, tas, dan lainnya. Pada tas model klasik keluarna Chanel ini, memiliki jumlah total 334 berlian atau seberat 3,56 karat dengan tambahan emas putih 18 karat.


Untuk seri ini, Chanel hanya memproduksi 13 item sehingga memang jadi incaran utama para kolektor nih Toppers. Harganya mencapai 261 ribu USD, lho atau sekitar Rp 3.6 miliar!


Rubia melihat harga yang tertulis di atas etalase, tapi tetap saja dia berteriak ke suaminya, " Sayang, harga tasnya tiga puluh koma enam milyar " dengan wajah yang sombong.


Leon menganggukan kepalanya, Ia tidak peduli dengan harga tas tersebut, semahal apapun harganya akan Ia beli, asalkan Rubia senang, itu sudah cukup bagi dirinya. Rubia melompat-lompat kegirangan, dia sudah tidak sabar untuk di pamerkan ke teman-temannya, dan segera menguploadnya di instagram.


Setelah puas berbelanja, Leon dan Rubia pergi ke lantai atas, tempat bioskop berada. Tapi sesampainya di sana mereka cekcok, karena film yang ingin Rubia tonton berlawanan dengan yang ingin Leon tonton.


" Aku tetap mau nonton Encanto " Seru Rubia tidak mau kalah, sementara Leon mau menonton film horor. Sudah dari dulu gentre mereka berbeda.


" Ya udah terserah, kamu aja " Jawa Leon sambil menghembuskan napas panjang.


Hari ini Rubia tersenyum dengan ceria, karena Leon terus memanjakannya, tidak sekalipun Ia menolak keinginan sang isteri.


Rubia duduk di kursi sembari memegangi tasnya dengan senyam senyum, sementara Leon bediri untuk mengantri tiket film.


" Sayang " Panggil Leon ke arah Rubia yang sedang duduk santai.

__ADS_1


Rubia bangit berdiri dari kursinya, dan menghampiri Leon. Mereka berdua masuk kedalam gedung teater, sambil bergandengan tangan. Orang yang melihat mereka pasti akan mengatakan pasangan yang serasi dan tampak bahagia.


...♡♡♡♡♡♡...


Sementara itu di taman sekolah yang terik dengan matahari yang sangat bersinar, ada seorang pria berpakaian kaos putih, dangan celana pendeknya, sedang mengangkat sebuah meja dan kursi bersama assistennya. Sebenarnya dia bisa saja menyuruh assisten ataupun orang lain untuk melakukannya, tapi entah kenapa, dia tidak mau orang laing yang mengerjakannya.


Nathan ingin menyiapakan tempat itu dengan usahanya sendiri, demi orang yang berharga untuknya, Mauriel.


Begitu pula dengan Lucas, Ia bekerja di dapur bertempur dengan tepung, gula, mentega, dan bahan-bahan sejenisnya untuk membuat kue ulang tahun.


Ini sudah yang ke lima kali Lucas gagal membuat kue, padahal dia sudah memanggil seorang koki untuk mengajarinya. Tapi Lucas tetap berusaha membuat kue sampai berhasil dengan tangannua sendiri.


" Ulangi " Seru Koki sambil membuang kue yang ke sekian xxxx kali.


" Gagal lagi " Ucap Lucas tidak menyerah, dan langsung membuat lagi.


Sekretaris Leon datang menemui Nenek di kamarnya, Ia meminta Dion untuk membelikan satu set perhiasan dengan di lapisi berlian untuk Mauriel. Perhiasan yang langka, dan hanya ada satu di dunia.


Nenek mau memberikam barang yang terbaik untuk cucu menantunya, meski harus ke ujung dunia sekalipun.


" Ini yang, Nenek minta. Saya meminta desainernya langsung untuk membuatnya " Ucap Diaon sambil menyerahkan kado yang sudah terbungkus dengan cantik.


" Terima kasih, kamu boleh pergi " Jawab Nenek.


Dion ragu untuk pergi, sampai akhirnya Ia mengatakannya kepada Nenek," Apa, saya perlu mengatakan ke Tuan, kalau hari ini ulang tahun Nona Mauriel ? " Tanya Dion ragu-ragu.


" Tidak usah " Jawab Nenek, setelah mendengar perkataan Nenek, Dion langsung pergi.


Sedangkan yang punya hajat, Mauriel sibuk memilih baju yang akan Ia kenakan nanti malam untuk bertemu dengan Nathan.


...****************...


Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga Anak Genius : Ayah sedingin es.


Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉


seperti Like , vote , komen atau memberikan gift , di share juga boleh


sekecil apapun. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.


sampai jumpa di chapter selanjutnya 😍😍

__ADS_1


__ADS_2