
...TAK INGIN USAI...
...Tidak semua yang kita cintai harus kita miliki, mempertahankan sebuah hubungan bukanlah tentang cinta. Mencintai tanpa saling mengerti satu sama lain sama aja membangun rumah tanpa pondasi tidak akan bertahan lama....
Berdiri
Ku memutar waktu
Teringat
Kamu yang dulu
Ada di sampingku setiap hari
Jadi sandaran ternyaman
Saat ku lemah saat ku lelah
Ho wo wo
Tersadar
Ku tinggal sendiri
Merenungi
Semua yang tak mungkin
Seorang anak kecil terjatuh dan menangis tersedu-sedu saat Ia sedang berlari mengejar kupu-kupu, suaranya begitu nyaring namun tidak terdengar oleh seorang Pemuda yang berdiri tepat di depannya.
Dengan berurai air mata yang mengalir membasahi pipinya, tatapannya menerawang lurus kedepan, Pria itu tidak melihat ada seorang anak kecil yang menangis di depannya.
" Huhuhu.....Ibu.....Ibu...." Jeritnya memanggil sang Ibu sambil memegangi lutut yang mengeluarkan banyak darah, pecahan kaca menancap di kulitnya. Saling menangis bersama namun memiliki rasa sakit yang berbeda.
Satu persatu bayang-bayang Mauriel terlintas di kepala Leon, bibirnya yang tersenyum ceria, dan kedua matanya yang bulat sebening kristal.
Wajah yang sangat amat aku rindukan, aku tak pernah terpikirkan bahwa gadis itu mampu membuat seorang Leon menjadi gila karena cinta.
Semakin aku mencintai Mauriel, semakin aku harus melepaskan gadis itu, namun dia juga tak ingin ada orang lain yang memilikinya.
Andai semua ini hanyalah sebuah mimpi, hati ini tak perlu merasakan sesak yang amat terdalam, untuk bernapas saja rasanya begitu sulit.
Saat menikah dengan Mauriel, aku bahkan tidak pernah memandang wajahnya, tetapi hari ini, hari terakhir untuk kita bersama, aku tidak ingin memalingkan wajah darinya.
" Ma......uriiiiiiiiieeeeelll....." Teriak Leon sambil menjatuhkan kedua lututnya kebawah. Aku meremas dokumen perpisahan kami dengan erat.
" Jangan pergi " Ucapnya terisak-isak dengan seluruh tubuh yang bergetar.
" Andai kamu tahu, betapa aku sangat mencintai mu "
" Andai kamu tahu, aku tidak pernah ingin melepaskan mu, apalagi menceraikan kamu "
" Andai kamu tahu rasanya jadi diri ku, semua yang aku ucapkan bukanlah kebohongan "
" Aku mencintai mu "
" Mencintai mu "
" Kenapa kamu tidak mengerti diri ku ? "
__ADS_1
Leon mengungkapan semua perasaannya yang terpendam selama ini kepada angin yang berhembus.
Perpisahan ini hanyalah untuk sementara, dan aku tidak ada niat untuk membuang kamu, tetapi kenapa kamu malah memilih pergi ?
cobalah untuk bertahan demi cinta kita berdua.
Apakah sesulit itu ?
Apakah aku egois jika ingin memiliki keduanya ?
Langit yang tadinya cerah mendadak menjadi gelap gulita seakan turut ikut merasakan kepedihan Leon, setetes demi setetes membasahi kepalanya yang menunduk.
...♡♡♡♡♡♡...
Bisa ku putarkan kembali s'perti dulu
Ku bahagia tapi semuanya hilang tanpa sebab
Kauhentikan semuanya
Ho oh oh
Terluka dan menangis tapi ku terima
Semua keputusan yang telah kau buat
Satu yang harus kau tahu
Ku menanti kau tuk kembali
" Riel " Lucas memanggil Mauriel sambil menempelkan minuman dingin ke pipinya yang lembut.
" Setelah dari sini mau kemana ? " Tanya Lucas dengan wajah yang penuh keceriaan.
Lucas tidak bisa membohongi atau menyembunyikan perasaannya, di satu sisi Ia bahagia, gadis yang di cintainya bukan lagi milik Leon,tapi di satu sisi dia ikut sedih melihat hidup kakaknya yang hancur, dan Lucas hanya berharap kakaknya mampu bertahan di tengah kepedihan.
Mauriel terdiam mendengar jawaban dari Lucas, hubungannya dengan Leon telah berakhir, status mereka juga bukan lagi suami dan isteri.
Sejujurnya Mauriel masih khawatir dengan Leon, begitu sidang perceraian selesai, mantan suaminya langsung pergi meninggalkan dirinya tanpa sepatah kata pun.
Bagaimana keadaan Leon ?
Di mana Leon berada ?
Apakah dia menyesali perbuatannya yang telah menyakitinya ?
Apakah dia menyesal telah berpisah dengannya ?
Atau apakah dia menyesal karena telah memilih Rubia dari pada dirinya ?
Semua pertanyaan itu hanya bisa Ia pendam tanpa bisa Ia ucapkan kepada Leon, dan ada satu pertanyaan yang sangat ingin Ia dengar jawabannya.
Apakah dia masih mengingat semua kenangan yang telah mereka lalui bersama, dan masih adakah cinta untuk dirinya ?
Tapi tentu saja itu hanyalah sebuah pertanyaan bodoh yang masih di pertanyakan, jika Leon mencintai dirinya, tidak mungkin pria itu mencampakannya demi wanita lain.
Mauriel menggelengkan kepalanya sambil meneguk minuman dingin yang tadi diberikan oleh Lucas, berharap rasa manis yang masuk kedalam tenggorokannya dapat membuatnya kembali tersenyum.
Lucas menggulurkan tangannya, mengelus rambut Mauriel dengan lembut, " Semuanya akan baik-baik saja, kamu tidak sendiri, di sini masih ada aku yang akan menemani kamu."
__ADS_1
" Terima kasih " Kata Mauriel sambil menyunggingkan bibirnya sedikit memaksa.
...♡♡♡♡♡♡...
Seminggu telah berlalu semenjak hari perpisahan kami, baik aku ataupun Leon belum saling bertemu satu sama lain. dan sudah saat aku keluar dari rumah ini.
Dengan berat hati, aku melepaskan cincin pernikahan kami, dan menatapnya dengan tatapan mata yang berkaca-kaca.
Aku mengambil selembar kertas dari dalam laci, lalu mulai menulis sebuah surat untuk Leon, dan tanpa sadar aku menangis karena kehilangan dirinya yang tak mungkin bisa kembali lagi.
Untuk Leon
Hai......
Apa kabar ?
aku harap kamu baik-baik saja 😊
Rasanya baru kemarin kita menikah, saling mengenal, dan saling mengungkapan cinta tapi ternyata kita tidak berjodoh 😂
Cinta itu, aneh banget ya hehhehehe
Maaf.....
Maaf jika aku tidak bisa membuat mu bahagia, aku bukan wanita yang sempurna seperti Rubia, dan kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku.
Dan bila nanti kita bertemu aku harap kita saling melupakan semua kisah yang pernah ada di antara kita, karena kamu sudah memilih dia sebagai pendamping hidup mu yang sejati.
Rubia pasti bisa menjadi ibu dari anak-anak mu, sedangkan aku ?
Aku hanyalah seorang wanita gagal yang tidak mampu memberikan mu seorang anak.
A........aku........
Tessss......tesssss......
tetesan air membasahi surat yang Ia tulis, tangannya seakan tidak mampu menulis sesuatu yang ingin di sampaikan kepada Leon, Pria yang pernah mengisi, atau bahkan masih ada di dalam hati Mauriel.
Leon berdiri di depan kamar Mauriel, tangan ini ingin mengetuk pintu tapi hati melarangnya. Sama seperti hatinya yang ingin mempertahankan gadis itu namun tangan ini justru melepasnya.
Seperti daun yang berguguran, Ia akan terbang terbawa angin dan pergi untuk selama-lamanya.
Dua orang yang saling mencintai namun di pisahkan di tengah kepedihan, semuanya telah berakhir tanpa ada yang mengetahui isi hati masing-masing.
...****************...
Hallo aku kembali, maaf kalau terlalu lama tidak update dan Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga :
1. Anak Genius : Ayah sedingin es.
2. Yang Muda Yang Bercinta : Bitter sweet
3. Paulina Menjadi Paula
Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉
seperti Like , vote , komen atau memberikan gift , di share juga boleh
sekecil apapun. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.
__ADS_1
sampai jumpa di chapter selanjutnya 😍😍