BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI

BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI
BAB 62 : PERGILAH KASIH


__ADS_3

...PERGILAH KASIH...


" Apa itu, Nek ? " Seru Mauriel menatap wanita tua itu.


" Sebenarnya....." Nenek tampak ragu untuk mengatakannya kepada Meuriel.


Mauriel menggenggam tangan Nenek dengan erat, dan menunggu perkataan Nenek sambil menelan ludahnya.


"Nenek ? " Mauriel menyentakan wanita tua tersebut, dan tidak hanya dirinya yang menanti permintaan dari sang Nenek.


Nenek menarik napas panjang, dan memperhatikan semua orang yang sedang menatapnya.


" Apakah setelah bercerai kamu akan pergi dari rumah ini ? " Tanya Nenek.


" Iya Nek " Jawab Mauriel dengan tegas.


" Tidak bisakah kamu tetap tinggal, di sini ? Nenek....."


Mauriel menggelengkan kepalanya, meski Ia merasa kasihan melihat wajah Nenek yang sendu, tapi pendiriannya tidak boleh goyah.


" Tapi sebelum aku pergi, aku mau minta satu hal pada kalian semua. " Mauriel melirik satu persatu wajah keluarga yang akan Ia tinggalkan.


Semua terdiam sambil memandangi gadis itu dengan tampang yang pucat, selama Mauriel tinggal di sini, Ia belum pernah meminta apapun kepada mereka.


" Izinkan Lucas untuk mengejar impiannya, karena aku juga akan meraih impianku." Seru Mauriel, tentu saja Lucas sangat senang mendengar perkataan kakak iparnya, apalagi gadis itu mendukungnya.


" Apa ? " Leon tersentak, dan merasa kesal dengan permintaan isterinya. Bisa-bisanya gadis itu memihak kepada Lucas, apalagi tidak ada satupun yang setuju dengan keinganan pria itu.


"Bagaimana bisa hubungan mereka berdua begitu dekat " Gumam Leon sambil mengepalkan tangan hingga jari kuku menembus kulitnya.


" Maaf jika aku lancang ikut campur masalah keluarga ini, aku bisa melihat tekat Lucas yang begitu besar, dan berikan kesempatan bagi Lucas untuk membuktikan kepada kalian semua "


Mauriel melirik Lucas sambil tersenyum lebar, tentu saja Leon juga memperhatikan gadis itu dengan wajah yang membeku.


Lucas sungguh merasa terharu bisa mendapatkan perhatian dari gadis yang diam-diam dia cintai. ingin sekali dia meraih Mauriel, dan memeluknya dengan penuh kasih sayang.


Rubia memperhatikan mereka bertiga, dan tersenyum kecil," Aku tahu hubungan kalian memang dekat, tapi kenapa kamu begitu peduli dengan dia ? "


Rubia tidak mau melewatkan kesempatan ini untuk memprovokasi hubungan Mauriel dengan Lucas, dan membuat Leon sadar bahwa ada pria lain yang lebih baik dari dirinya yang bisa mencintai gadis tersebut.

__ADS_1


Leon semakin terbakar api cemburu mendengarnya, semua yang dikatakan oleh Rubia memang benar, Apa arti Lucas bagi Mauriel, gadis yang dia cintai.


Suasana yang tadinya sejuk mendadak menjadi panas, ada kobaran api yang di tancapkan di atas kepala Leon.


" Lucas itu sudah seperti Adik kandung ku sendiri, jadi jangan pernah mengganggap semua orang sama seperti kamu yang bisa menggoda pria beristeri " Kata Mauriel dengan pedas.


Rubia langsung tertohok mendapat balasan dari gadis yang paling dia benci, niat hati mau menjatuhkannya di mata keluarga, tapi malah berbalik kepadanya.


" Dasar tidak tahu malu " Lucas ikut mencibir siluman rubah tersebut.


" Sudah.....sudah......jangan pada ribut, kalian bertiga kekanak-kanakan sekali " Mama berusaha untuk melerai perdebatan yang terjadi antara Rubia, Mauriel, serta Lucas.


Papa justru sedang mempertimbangkan kata-kata dari menantunya, sejak dulu, anak bungsunya memang gak pernah mau bergabung di perusahaan, dan hidupnya sudah terlalu bebas, tidak ada salahnya jika anak itu ingin menjadi seorang dokter.


"Menurut Ibu, Bagaimana ? " Papa memandangi wajah Ibunya yang semakin terlihat tua.


" Ibu juga setuju dengan Mauriel, selama ini kita terlalu lama membiarkannya hidup enak, biarkan anak itu memperjuangkan cita-citanya. Perusahaan juga sudah ada yang mengurusnya. " Seru Nenek melirik ke arah cucu pertamanya, Leon Alexander. Pria itu sedang membisu, entah apa yang ada di dalama kepalanya.


Kemudian Papa juga bertanya kepada Mama, apakah dia menyetujuinya atau tidak.


" Baiklah kalau begitu, aku juga tidak ada masalah jika Lucas mau menjadi seorang dokter, setidaknya anak itu bisa lebih berguna. " Celetuk Mama sedikit pedas.


Tiba-tiba semua orang di kejutkan dengan perkataan Lucas," Aku dan kakak ipar akan masuk di universitas yang sama "


" Jadi kalian berdua berencana untuk melarikan diri dari rumah ini ? Jangan-jangan semua itu cuma alasan saja supaya kalian bisa merajut cinta ! " Ujar Leon dengan rahang yang mengeras.


Di hadapan semua keluarga, Mauriel menampar wajah suaminya. Plakkkkk....!


Suasana kian mencekam, tampak wajah-wajah yang menegang. Mauriel marah bercampur kaget dengan apa yang di lakukannya terhadap pria itu.


Dia tidak menyangka, Leon bisa berpikiran buruk tentang dirinya, Apakah di mata pria itu, dirinya seperti wanita penggoda ?


Ada satu orang yang tampak senang menyaksikan kejadian ini, dia berharap saingannya segera pergi dari kehidupannya dengan Leon.


" Kamu jangan asal bicara, aku tidak pernah menodai pernikahan kita ! Bahkan satu-satunya pria yang ada di dalam hatiku, cuma ada kamu. "


" Dan kamu yang sudah mengkhianti hubungan kita dengan membawa wanita lain kedalam rumah ini "


Mauriel yang tadinya bisa mengkontrol emosinya kian memuncak, mengeluarkan seluruh rasa sakitnya pada pria yang telah menyakitinya.

__ADS_1


Pertama-tama Mauriel bersikap biasa saja melihat Leon bermesraan dengan Rubia, tapi pria itu datang ke dalam hatinya.


Hal itu terlalu memedihkan hatinya, tanpa di sadarinya Ia pun kini membenci Leon. memang benar kata orang bahwa jarak antara cinta dan benci hanyalah setipis benang.


Ia merasa pria itu telah mempermainkan perasaannya dan tidak jujur dengan isi hatinya sendiri. seorang pengecut yang tidak mampu mengatasi pilihannya.


Dan sekarang untuk menyakiti hatinya kembali, pria itu menghina dirinya dengan membawa nama Lucas.


Apakah, dia tidak bisa melihat cinta yang tulus di mata Mauriel ?


" Mauriel sayang, tenangkan dirimu " Seru Nenek menggengaam tangannya yang bergetar, semua bisa di selesaikan dengan baik.


" Kamu juga jangan menghina isterimu ! Aku saja yang sudah tua bisa melihat cinta di matanya hanya di tujukan padamu. " Ujar Nenek.


" Kak Leon salah paham dengan hubungan ku dengan, kakak ipar " Lucas mencoba untuk menyentuh tangan Leon, namun Ia menepis tangan sang adik.


" Salah paham ? Bukankah kamu mencintai gadis itu, yang selama ini, kamu panggil kakak ipar " Leon menatap sinis ke arah Lucas.


Lucas gak bisa menyangkal pernyataan dari Leon, tapi juga tidak bisa mengungkapkan perasaannya," Aku mencintai Mauriel ? yang benar saja ? " Kata Lucas menundukan kepalanya sambil meletakan satu tangan di keningnya.


" Kakak harusnya bisa memahami kakak ipar, kalau memang tulus mencintainya, harusnya kakak mencari tahu tentang Mauriel." Gumam Lucas mencoba untuk keluar dari situasi yang memojokannya.


Lucas tidak ingin Mauriel sampai mengetahui perasaannya yang sesungguhnya, dan membuat hubungan mereka jadi menjauh.


Kali ini Leon yang merasa terpojok dengan perkataan Lucas, dia memang mencintai Mauriel, tapi dia belum mengenal gadis itu sepenuhnya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga :


1. Anak Genius : Ayah sedingin es.


2. Yang Muda Yang Bercinta : Bitter sweet


3. Paulina Menjadi Paula


Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉


seperti Like , vote , komen atau memberikan gift , di share juga boleh

__ADS_1


sekecil apapun. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.


sampai jumpa di chapter selanjutnya 😍😍


__ADS_2