BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI

BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI
BAB 56 : LAYANGAN PUTUS


__ADS_3

...LAYANGAN PUTUS...


Sebenarnya cinta itu, apa ?


Aku jadi bertanya-tanya tentang arti cinta yang sesungguhnya.


Dulu aku pernah bahagia bisa mencintai dan di cintai, tapi suatu hari dia pergi meninggalkanku tanpa sebab, dan menghilang begitu saja.


...----------------...


Selama satu setengah tahun aku bertahan di dalam pernikahan yang tanpa cinta, aku bahkan tidak pernah mengharapkan cinta dari pria itu.


Dan aku masih bertahan ketika menerima kenyaataan bahwa dia mencintai wanita lain, serta membawanya kedalam kehidupan kami.


Aku masih tetap bertahan dan menjaga diri supaya tidak terjerat dengan pesonanya, dan aku sangat yakin dengan hatiku sendiri tidak akan pernah bisa jatuh cinta lagi.


Namun ternyata aku salah, aku terjebak dengan perasaan ku sendiri.


Aku mencintai'nya lebih dari yang aku bayangkan.


Dan aku harus menerima kenyataan pahit di dalam hidupku, dia menyatakan cinta dari mulutnya, ternyata dengan mudahnya, dia mengatakan perceraian.


Apakah seorang wanita yang tidak sempurna seperti diri ku, tidak pantas untuk di cintai ?


Apakah cinta itu hanya milik wanita yang sempurna ?


Itu bukan kesalahanku, dan juga bukan keinginanku kalau aku tidak bisa memberinya seorang anak.


Lantas, siapa yang harus aku salahkan ?


Sementara dia berdiri membelakangi suaminya, bukan keindahan pernikahan yang di bayangkannya.


Mauriel jadi bertanya-tanya, jika dia tidak mencintai Leon, Apakah perasaannya akan baik-baik saja ?


Rasanya seolah-olah seseorang di antara mereka baru meninggal, seolah-olah segalanya sudah hancur dalam sekejap, tak pernah bisa di perbaiki lagi, dan kembali seperti semula.


" Jika kamu memang berniat untuk menceraikanku, mengapa harus mengatakan mencintaiku ? " Mauriel berbalik dan wajahnya penuh penyesalan.


Menyesal karena membiarkan hatinya masuk terlalu dalam, dan sangat menyesal karena telah membiarkan dirinya terlalu lemah.


" Aku......," Kata Leon, tapi tak bisa melanjutkan kalimatnya. Kini tak ada lagi yang bisa di katakannya untuk memperbaiki keadaan, Untuk menghapus rasa sakit dari wanita yang sangat di cintainya.


Leon tidak pernah memandang wanita lain selain Rubia, dan dia yakin tidak akan jatuh cinta kepada Mauriel meski Ia menikahi gadis itu.

__ADS_1


Dan entah bagaimana, selama menjalani pernikahan, dia bisa tergoda dengan pesona Mauriel, senyumannya, dan tawanya yang di lihatnya setiap hari telah meluluhkan hatinya.


Awalnya cuma rasa penasaran saja melihat tingkah konyolnya, tapi begitu dekat denganya perasaan itu tumbuh menjadi cinta.


Dia begitu mencintai gadis itu sampai membuatnya gila, dia cemburu melihat Mauriel dekat dengan adiknya sendiri, serta tidak ingin ada laki-laki lain yang mendekatinya.


Rasa cinta'nya begitu besar sampai membuat dirinya melupakan Rubia, gadis yang pernah di sukainya.


Dan perbedaan cinta kepada dua gadis itu sangatlah berbeda, Leon tidak pernah mencintai Rubia sebesar dia mencintai Mauriel.


" Aku tak tahu apa yang harus ku katakan padamu, Mauriel. Sungguh....dan ku pikir...."


" Aku tak peduli apa yang kau pikirkan ! " Tiba-tiba Ia memandangnya berapi-api pada laki-laki yang telah di kenalnya dan di cintainya selama satu tahun terakhir.


Leon adalah laki-laki pertama yang bercinta dengan dirinya, dia menyerahkan sesuatu yang paling berharga kepada suaminya sendiri.


Dia berbadan tinggi seperti seorang atlet, rambutnya berwarna pirang, cocok dengan warna kulitnya yanh putih, dan sangat tampan.


Meski baru mengenal Leon, tapi dia yakin ada banyak wanita yang tergila-gila, dan mengejar cintanya, termasuk Mauriel.


" Apakah kamu tahu apa yang sedang aku pikirkan ? ku pikir kamu akan menceraikan Rubia dan memilih diriku, saat di pulau jeju kamu terlihat begitu mencintai ku, ku pikir kamu tulus mengatakannya, ku pikir....." Ucap Mauriel dengan suara yang bergetar sejak Leon mengucapkan kata-kata yang mengerikan.


" Semua yang kamu katakan di pulau jeju adalah kebohongan, kamu tidak benar-benar mencintaiku "


" Kamu bohong " Teriak Mauriel yang kini menangis terang-terangan dan merasa seolah-olah Leon telah menusuk jantungnya, dan membuangnya ke dasar laut.


" Kalau memang kamu mencintaiku lalu mengapa kamu menceraikanku begitu dokter memvonis ku mandul ? Apakah hanya sebatas itu cinta mu pada ku ? Apakah aku tidak penting bagi hidup mu ? " Suaranya menjadi histeris dan Mauriel mendekati Leon.


" Bisa kamu jelaskan kepadaku ? Antara aku dan anak yang ada di dalam kandungan Rubia, mana yang lebih kamu cintai ? "


" Atau jangan-jangan anak hanyalah alasan mu saja, kamu sebenarnya cuma mempermainkanku, dan setelah puas menghancurkan ku, kamu langsung mencampakan ku, begitu saja " Mauriel semakin mendekati Leon, memukuli dada Leon dengan tangannya, kemudian menjambak rambut Leon, dan menampar wajah suaminya.


Dengan mudah Leon menghentikannya, menarik kedua tangannya, dan memeluknya dengan erat.


" Mauriel maafkan aku, semua yang aku katakan di jeju adalah perasaan ku yang sesungguhnya. "


" Aku mencintaimu, Mauriel "


" Cinta ? " Suara Mauriel melengking antara tawa dan air mata, sambil melawan untuk membebaskan diri.


" Kamu mengatakan cinta kepadaku, namun kamu juga meminta maaf karena akan menceraikan ku hanya demi seorang anak yang ada di dalam kandungannya Rubia ? " Mauriel menarik napas dalam-dalam sambil terus meronta di dalam pelukan Leon.


" Lepaskan aku, brengsek " Mauriel memandangi Leon dengan pandangan tersiksa, antara cinta dan sakit hati.

__ADS_1


Perlahan-lahan Leon merenggangkan pelukannya, dan membiaekan Mauriel duduk di bangku taman sambil menenggelamkan wajahnya kebawah, matanya masih basah oleh air mata.


" Apakah memiliki seorang anak sangat penting buat mu ? kalau kamu mau aku tidak masalah mengadopsi anak atau aku bisa menganggap anak mu dengan Rubia sebagai anak kandung ku " Rasanya dia tidak percaya akan mengatakan itu.


" Kamu benar, memiliki seorang anak sangat penting bagi keluarga Alexander. Aku......" Buru-buru Leon menghentikan perkataannya, hampir saja dia mengacaukan segalanya.


Leon tidak ingin semua rencannya hancur begitu saja, apalagi dia tahu betul sifat Rubia, akan kacau kalau sampai Rubia mengetahui perceraiannya hanya sementara.


Leon tidak sungguh-sungguh mencampakan Mauriel, dia hanya akan menceraikannya, lalu menikahi Rubia secara resmi, dan menjadikannya isteri pertama Leon.


Jika anak itu telah lahir maka Ia akan segera menceraikan Rubia, dan menikahi Mauriel kembali.


Membawa kembali cinta'nya kedalam kehidupannya, dan hidup dengan bahagia.


"Mengapa ? " Tanya Mauriel tidak melihat ke arah Leon melainkan ke atas langit dengan tatapan yang kosong.


Leon duduk di samping Mauriel sambil menatap wajah gadis itu yang basah, Ia menyesal sudah membuatnya menangis, dan dia menyesal harus merahasiakan semua itu.


Leon benci berada di dalam situasi seperti ini, dia membenci apa yang telah di lakukannya terhadap Mauriel, tapi dia tahu bahwa itu harus di lakukannya untuk mencapai tujuannya.


Rubia memiliki apa yang tidak bisa di berikan oleh Mauriel, seorang anak yang lahir dari darahnya sendiri, anak laki-laki yang akan meneruskan perusahaan alexander group.


Dan anak itu akan menjadi milik mereka berdua, Leon percaya Mauriel bisa melalui semua ini, dan dia yakin dengan cinta Mauriel kepadanya, isterinya pasti akan mengerti.


...****************...


Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga :


1. Anak Genius : Ayah sedingin es.


2. Yang Muda Yang Bercinta : Bitter sweet


3. Paulina menjadi Paula


Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉


seperti Like , vote , komen atau memberikan gift , di share juga boleh


sekecil apapun. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.


sampai jumpa di chapter selanjutnya 😍😍


__ADS_1


__ADS_2