BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI

BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI
BAB 52 : PAYUNG TEDUH


__ADS_3

...PAYUNG TEDUH...


Malam yang begitu sunyi hanya terdengar suara jangkrik saling bersautan dengan gemericik air hujan yang turun membasahi bumi.


Mauriel memandangi lampu-lampu kota mulai di nyalakan, dan cahayanya kerlap-kerlip membuat sungai jadi terlihat indah.


Mauriel membayangkan dirinya duduk bersama dengan Leon sambil memakan kimbab, saling tertawa bersama, dan menikmati hari terakhir mereka di negeri gingseng.


Siapa yang akan menduga bahwa Leon tidak akan pernah datang menemuinya.


Justru yang berdiri di hadapannya sekarang adalah Lucas, bukan Leon.


Melihat Lucas ada di depan wajahnya, Ia buru-buru menghapus air matanya yang sudah menyatu dengan air hujan, dan memasang sebuah senyum di bibirnya.


" Lu-cas " Kata Mauriel dengan senyum yang terpaksa.


" Kalau mau nangis, nangis aja jangan kamu tahan "


Lucas tahu, kalau gadis itu sedang berusaha kuat di depannya. Sedang menyembunyikan perasaannya yang sesungguhnya.


" Siapa yang menangis " Jawab Mauriel smabil mengusap matanya dengan suara yang getar.


" Kamu ngapain di sini ? " Celetuk Mauriel mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


Tapi Lucas hanya terdiam sambil menatap wajah Mauriel dengan perasaan yang sakit, entah kenapa hatinya begitu menderita melihat wanita yang dia cintai.


" Kenapa sih diam aja, aku dah kaya bicara sama batu tau. Dari tadi ngoceh-ngoceh sendiri " Gerutu Mauriel sambil tertawa kecil.


" Lucas " Mauriel menarik napasnya dengan menahan dadanya yang mulai sesak.


Tiba-tiba air matanya mengalir begitu saja membasahi pipinya yang tembem.


Lucas melepaskan payung dari tangannya, dan memeluk Mauriel dengan erat.


Dirinya sudah tidak tahan melihat Mauriel yang sok kuat, memendam rasa sakitnya seorang diri.


" Dasar bodoh."


" Kenapa kamu tetap ada di sini, dan membiarkan dirimu seperti orang bodoh ? "


" Memangnya kamu anak kecil yang harus di suruh pulang ketika hujan turun ? "


" Mengapa kamu sangat bodoh menunggu orang yang tidak akan pernah datang. "


" Bagaimana jika aku tidak datang kesini ? "


" Apakah kamu akan terus berada di sini seperti orang bodoh ? "


Lucas terus mengluarkan semua uneng-uneng yang ada di dalam hatinya, Ia tidak peduli apakah kata-katanya terlalu kasar atau tidak.


Yang paling penting adalah mengungkapkan seluruh isi hatinya.


Lucas semakin mengencangkan pelukannya sampai Mauriel sulit bernapas, tapi justru dia tidak merasakan sesak sama sekali, dekapan Lucas terasa hangat di dalam hatinya.


Ternyata Mauriel sangat membutuhkan seseorang yang dapat menghiburnya, dan menenangkan hatinya yang pedih.


Yang Ia butuhkan bukanlah cinta dari suaminya tapi seorang sahabat yang bisa mengerti dirinya, sesuatu yang tidak akan pernah Ia dapatkan dari Leon.


Leon memang mencintai dirinya, tapi dia tidak memahami perasaan Mauriel sama sekali.


Apakah cinta yang di tawarkan oleh Leon hanya terucap lewat bibirnya saja ?


Mauriel menyambut pelukan Lucas dengan erat, di bahu pria itu Ia menangis sepuasnya.


Membiarkan dirinya terhanyut dalam kesedihannya yang selama ini Ia pendam sendirian.


Tak ada suara Lucas yang memarahinya, atau memakinya, yang ada hanyalah suara tangisan dari pria itu di telinga Mauriel.

__ADS_1


Di tengah hujan yang deras, dua orang manusia saling menangis bersama-sama, serta memberikan penghiburan satu dengan yang lainnya.


...♡♡♡♡♡♡...


Setelah dua jam mereka menangis bersama di sungai Han yang seharusnya menjadi tempat romantis bagi pasangan, justru jadi momen yang berbeda bagi Mauriel.


Lucas mengantar Mauriel kembali ke penginapannya.


" Lebih baik kakak mandi aja duluan supaya tidak masuk angin. " Seru Lucas.


Mauriel menganggukan kepalanya sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Sementara Lucas menunggu di balkon sambil memandangi laut yang pemandangannya begitu indah .


" Si brengsek itu, ternyata pintar memilih tempat yang romantis " Kata Lucas mengumpat kakak kandungnya sendiri.


Lucas mengadahkan kepalanya ke atas langit, hujan tidak lagi deras, dan bulan mulai muncul meski masih tertutup awan.


Lucas menoleh ke arah pintu kamar mandi yang terbuka, aroma buah strowberry tercium dari tubuh Mauriel.


Tiba-tiba mereka berdua jadi merasa canggung berada di dalam ruangan yang sama.


" A-aku pinjam kamar mandinya " Teriak Lucas sambil berlari ke kamar mandi.


Mauriel jadi tertawa melihat tingkah konyol adik iparnya.


Untung dia sudah membereskan semua kopernya, malam ini Mauriel tidak ingin bertemu dengan Leon.


Mauriel akan pergi dari sini, dan akan memesan kamar di hotel yang sama dengan Lucas.


...♡♡♡♡♡♡...


Leon mengantar Rubia kembali ke penginapannya, Ia ingin segera menemui Mauriel tapi bingung melepaskan diri dari wanita yang tengah mengandung.


" Kak Leon " Seru Rubia sambil duduk di pangkuan Leon.


" Hmmm " Sahut Leon sambil membuang muka melihat kearah jendela.


Rubia menarik wajah Leon untuk menghadap wajahnya, sehingga mata mereka saling bertemu.


" Kak Leon masih mencintaiku, kan ? " Tanya Rubia dengan wajah yang serius.


...♡♡♡♡♡♡...


Lucas sudah selesai mandi namun Ia tidak msnganti bajunya karena semua pakaiannya di tinggal di hotel.


" Kenapa gak ganti baju ? " Tanya Mauriel sambil memegang baju Lucas yang lembab


" Mau ganti pakai baju, apa ? " Kata Lucas sambil mendekatkan wajah.


Mauriel segera menghindari wajah Lucas yang terlalu dekat dengan wajahnya.


" A-aku akan ambilkan baju Leon untuk kamu, sepertinya ukuran kalian sama " Kata Mauriel sambil menjauh dari Lucas.


" Tunggu ! " Seru Lucas sambil menarik tangan Mauriel.


" Kenapa ? " Gumam Mauriel dengan wajah bingung.


" Aku tidak mau memakai baju orang itu " Sahut Lucas.


" Hah ? Memangnya kenapa ? " Mauriel mengangkat kedua alisnya.


" Kamu cerewet sekali, pokoknya aku tidak mau " Kata Lucas sambil mencubit kedua pipi Mauriel yang tembem.


" Tapi baju kamu masih basah ! kalau kamu masuk angin, bagaimana ? " Kata Mauriel dengan wajah yang cemas.


" Aku pakai baju kakak, saja " Kata Lucas sambil menatap baju yang melekat di tubuh Mauriel.

__ADS_1


Mauriel salah paham dengan perkataan Lucas sambil menutupi kedua dadanya dengan tangannya, wajahnya pun bersemu merah.


" Bukan itu maksudku " Kata Lucas ikut salah tingkah.


" Maksudku, baju kakak yang ada di dalam koper " Seru Lucas sambil menunjuk ke arah koper.


" Bilang donk dari tadi " Mauriel menepuk bahu Lucas dengan keras, hingga Ia menjerit kesakitan.


Tapi Mauriel malah melepaskan tawanya dengan bebas," Hahahahahah "


Mauriel mengambil kaos berwarna pink dengan corak boneka panda di depannya.


" Ya Tuhan " Seru Lucas sambil menutup mulutnya.


" Kakak nyuruh aku pakai baju itu ? Memangnya tidak ada yang lain ? " Lucas menyipitkan matanya dengan geli.


" Memangnya kenapa ? cuma ada ini yang ukurannya lumayan besar, tapi tetap saja pasti terlalu ngpas di badanmu. " Gumam Mauriel.


" Tapi......." Gerutu Lucas.


" Mau pakai bajuku atau aku ambilkan bajunya Leon ? " Kata Mauriel setengah mengancam.


Lucas mengambil kaos pink dengan corak boneka panda dari tangan Mauriel sambil mengeluh.


" Kalau ada daun pisang aku tidak akan memilih keduanya, lebih baik pakai daun dari pada harus memakai kaos ini "


Mauriel menggeleng-gelengkan kepalanya sambil senyam -senyum.


...♡♡♡♡♡♡...


Waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam, dan Leon sengaja menemani Rubia sampai Ia tertidur.


Leon beranjak dari tempat tidurnya dengan sangat hati-hati, Ia tidak mau Rubia terbangun.


" Mauriel pasti mencemaskan dirinya, atau mungkin dia sedang menunggunya " Gumam Leon di dalam hatinya sambil tersenyum.


Leon sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Mauriel, memeluk gadis itu dengan erat, wangi strowberry tercium dari tubuhnya bagaikan sebuah sihir yang membuatnya ketagihan.


Dengan langkah cepat Leon meninggalkan Rubia.


...****************...


Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga :




Anak Genius : Ayah sedingin es.




Yang Muda Yang Bercinta : Bitter sweet




Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉


seperti Like , vote , komen atau memberikan gift , di share juga boleh


sekecil apapun. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.


sampai jumpa di chapter selanjutnya 😍😍

__ADS_1


__ADS_2