BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI

BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI
BAB 66 : LEON VS LUCAS


__ADS_3

...LEON VS LUCAS...


Lucas menundukkan kepalanya, di depannya duduk Nenek, Papa, Mama, Rubia, serta Leon. semula pria itu mau menyelesaikannya berdua saja, tapi Nenek takut kedua cucunya saling baku hantam, maka Ia beserta kedua orang tua anak itu ikut mendampinginya.


" Kamu dari mana ? " Tanya Papa dengan suara datar yang berwibawa. di lihatnya wajah Leon yang tampak kesal menahan amarah.


" Aku.........pergi ke bandung " Jawab Lucas.


Semuanya membelalakan mata lebar-lebar, tidak ada yang menyangka Lucas membawanya pergi sejauh itu, pantas saja mereka tidak bisa menemukannya di sini.


" Lucas, mengapa kamu lakukan itu ? Bukankah kamu bilang tidak menaruh perasaan pada gadis itu ? lantas kenapa kamu membawanya ke sana ? " Kali ini giliran Nenek yang mengintrogasi cucu laki-lakinya.


Ia sangat paham betul watak cucunya itu karena dia yang merawatnya sejak kecil, dan selama ini pria itu tidak pernah mengecewakannya meski terkadang selalu bertindak sesuka hatinya.


Apalagi selama ini, kedua orang tuanya terlalu sibuk mendidik Leon hingga melupakan anak keduanya. dan anak itu jadi kurang mendapatkan kasih sayang.


Nenek ingin tahu alasannya dari mulut cucunya sendiri, anak laki-laki yang selalu menurut, dan tidak pernah berbuat hal memalukan seperti ini.


" Maafkan aku. Nenek, Papa, Mama, dan.......Kak Leon. aku tidak tahu lagi apa yang harus ku ucapkan selain kata maaf. Aku tidak bermaksud menyakiti hati kalian."


Lucas memandangi wajah mereka satu persatu, dan saat matanya bertautan dengan sang kakak, ada aura dingin yang terpancar dari mata Leon.


Leon yang sejak tadi mengepalkan tangannya, jadi ikut bersuara," Hanya itu yang bisa kamu katakan, adikku ? Maaf....begitu saja ?" Kata Leon dengan nada sinis dan juga sorot mata yang tajam.


"Apa maksudmu, Lucas ? Kemarin kamu bilang tidak mencinta gadis itu, tapi tiba-tiba kamu membawanya pergi hingga semalaman. Mengapa kamu begitu egois, mau merebut isteri kakak mu sendiri ? " Leon meninju tembok untuk melampiaskan amarahnya.


Nenek menghentikan perbuatan cucunya yang melukai tangannya sendiri, tangan itu mengeluarkan darah.


" Jika ada orang lain yang mengetahui perbuatanmu, mau di taruh di mana nama baik keluarga Alexander ? akan ada orang yang menghina kakakmu, Apa kamu tidak berpikir ke arah sana ? " Seru Mama mencoba untuk menyelamatkan harga diri putra sulungnya.


Hal itu sudah terbiasa bagi Lucas. Ibu kandungnya selalu menyayangi Leon, dan rela melakukan apapun demi anak kesayangannya.


Ia pun jadi teringat masa kecilnya yang kelam, sebelum Nenek datang menjemput dirinya.


Waktu itu, Leon berusia tujuh tahun, sedangkan dirinya berusia lima tahun, usia mereka memang beda selisih dua tahun.

__ADS_1


Hubungan mereka sewaktu kecil bisa di bilang akrab, dan Leon sangat menyayangi adik satu-satunya. tapi tidak dengan Ibu mereka yang pilih kasih.


Mama selalu membawa serta membanggakan Leon di hadapan keluarga besar, ataupun di depan publik, dan mengabaikan Lucas, serta membiarkannya sedirian di rumah ini.


Maka'nya orang-orang jadi menganggapnya anak yang tak di harapkan, dan di kucilkan. Setiap kali Lucas menangis karena di ejek oleh teman-temannya, Mama selalu memarahi dirinya. tapi giliran Leon yang nangis karena membela adiknya, dan ikut terkena lemparan batu, Mama malah memarahinya.


Dan masih banyak lagi hal pahit yang di alami Lucas kecil, untunglah penderitaannya bisa berakhir ketika Nenek membawanya pergi.


" Maafkan aku, kalau perbuatanku sudah membuat mama kecewa. " Seru Lucas sambil menahan rasa sakitnya.


" Memang sudah sepantasnya kamu merasa bersalah, dan seharusnya kamu tidak la......." Ucapan Mama di potong oleh Nenek, dan suaminya.


" Jangan pernah mengatakan itu ! Biar bagaimanapun dia tetap putra kita " Teriak Papa menatap isterinya.


Semua jadi sunyi karena kata-kata yang terlontar dari Mama, lalu Papa membawa Mama pergi dari tempat itu suapaya tidak memperkeruh masalah.


Kini tinggal Lucas, Leon, Nenek, dan Rubia berada di ruang tamu. Lucas masih belum berani mengangkat wajahnya untuk memandang semua orang, dan tubuh pria itu sedikit bergetar.


Mereka berempat diam tanpa suara, akhirnya Nenek yang lebih dulu bicara.


" Kamu dan Mauriel......Apakah kamu benar-benar tidak mencintainya ? " Nenek ingin semua masalah yang terjadi di keluarganya segera terselesaikan.


" Jika semua yang kamu katakan adalah kebenarannya maka sangat bagus. Kalau kamu mencintai gadis itu, kamu sudah menyakiti hati Leon, dan pastinya akan ada berapa banyak luka yang telah kamu buat di hati semua orang. orang tuamu, dan aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian."


Lucas diam saja mendengarkan perkataan Neneknya, Ia tidak tahu harus menjawab apa. Ia sangat paham betul segala konsekuensi karena suah jatuh hati pada kakak iparnya sendiri.


Dan dia tidak mau menjadi serakah, itulah sebabnya Ia harus menyembunyikan perasaannya sampai mati. biar waktu yang menyelesaikan semuanya.


...♡♡♡♡♡♡...


Sebenarnya masih banyak hal yang ingin Ia bicarakan dengan adiknya, tapi waktunya sedang tidak pas. tidak mungkin memojokan orang yang sedang terguncang.


Leon memutuskan untuk menundanya, dan pergi meninggalkan mereka semua. dan ada hal yang lebih penting, yang harus Ia lakukan.


Leon menghampiri Mauriel kekamarnya, dan langsung membuka pintu itu tanpa mengetuknya terlebih dulu.

__ADS_1


Gadis itu sedang mengemasi pakaiannya ke dalam koper, dan langkahnya terhenti melihat seorang pria masuk ke dalam kamarnya.


" Leon...... " Gumam Mauriel melihat ke arah pintu yang terbuka.


Ia melihat koper yang ada di depan gadis itu," Jangan pergi ! Aku tidak ingin kehilangan dirimu " Kata Leon sambil mendekap tubuh Mauriel dengan erat. Gadis itu tidak bergeming sama sekali, tapi Ia tidak mempedulikannya.


Terlintas kejadian saat di kolam renang, pria yang dia cintai lebih memilih menyelamatkan gadis lain dari pada dirinya. Rasa sakit itu akan terus ada di relung hatinya.


" Kamu tahu betapa aku sangat mengkhawatirkanmu. Mengapa kamu tidak memberi kabar ? " Tanya Leon.


Mauriel sendiri tidak tahu Lucas akan membawanya, kalau boleh mengatakan sejujurnya, Ia sangat senang adik iparnya bisa membuatnya kembali bernapas, tetap berada di rumah itu hanya terasa sesak.


" Maaf " Hanya itulah yang dapat di katakan Mauriel.


" Jangan pernah melakukan hal ini pada ku lagi, semua itu adalah kesalahan Lucas. Aku akan memberinya peringatan agar dia tidak mencoba merebutmu. Aku yakin sangat yakin dengan penglihatanku, dia sungguh mencintaimu. " Leon melepaskan pelukannya, dan memegang pundak gadis itu dengan erat.


Mauriel mau membela Lucas tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat, malah akan membuat adik iparnya terpojok.


" Hubungan di anatara kita tidak ada sangkut pautnya, kamu yang memilih untuk bersama dengan Rubia, dan aku memutuskan pergi dari kehidupanmu " Seru Mauriel menjaukan diri dari pria itu


" Tapi......... " Leon ingin mengatakan sesuatu tapi alam bawah sadarnya menghentikan ucapannya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga :


1. Anak Genius : Ayah sedingin es.


2. Yang Muda Yang Bercinta : Bitter sweet


3. Paulina Menjadi Paula


Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉


seperti Like , vote , komen atau memberikan gift , di share juga boleh

__ADS_1


sekecil apapun. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.


sampai jumpa di chapter selanjutnya 😍😍


__ADS_2