BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI

BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI
BAB 47 : HONEY MOON


__ADS_3

...HONEY MOON...


Leon membeli makanan khas korea yang paling terkenal bibimbap, Bibimbap merupakan makanan Korea yang dikenal sebagai nasi campur.


Makanan ini tergolong menu sehat dan bernutrisi, karena terdapat banyak jenis sayuran seperti wortel, timun, lobak, dan lainnya. Selain itu, dalam seporsi bibimbap juga terdapat telur ceplok dan daging sapi yang membuat kandungan gizinya semakin lengkap.


" Bagaimana rasanya ? Apakah kamu suka makanan khas korea ? " Seru Leon di tengah-tengah makan.


" Enak, cuma rada aneh di lidahku." Kata Mauriel sambil mengunyah nasi di dalam mulutnya.


" Wajar kalau terasa aneh, kamu belum pernah memakannya kan ? " Leon menatap Mauriel sambil senyam senyum melihat wajahnya.


" Aku memang belum pernah memakannya , cuma sering melihatnya di drakor yang sering aku tonton, dan ternyata seenak ini rasanya. "


Mauriel begitu lahap makan bibimbap, sampai tidak tersisa sedikitpun di piringnya.


Leon memberikan makanan pencuci mulut untuk Mauriel, Patbingsoo adalah kacang merah, susu kental manis, dan bubuk kacang di atas es serut, sangat cocok di cuaca yang begitu terik.


" Kamu beli ini juga ? " Kata Mauriel dengan mata yang berbinar-binar.


" Iya, aku sengaja membelinya karena cuaca sedang panas banget. kamu suka kan ? " Sahut Leon.


" Suka banget " Jawab Mauriel langsung menyantap es serut yang ada di depan matanya.


" Baguslah kalau begitu " Kata Leon sambil tersenyum puas melihat Mauriel menyukainya.


Suasana hati Mauriel mendadak jadi senang, Ia melupakan semua rasa sakit yang Ia rasakan.


" Setelah ini, ayo kita pergi jalan-jalan " Kata Mauriel dengan penuh semangat.


" Apa ? " Tanya Leon tersentak.


" Kamu gak mau pergi jalan-jalan ? tujuan kita datang kesini untuk bulan madu kan ? " Tanya Mauriel sambil memandangi wajah Leon.


Leon menganggukan kepalanya, dan betapa senangnya, Ia mendengar perkataan Mauriel yang berinisiatif terlebih dahulu.


...♡♡♡♡♡♡...


Hari pertama mereka pergi ke pulau jeju, salah satu tempat menarik yang terkenal dan memang sering dikunjungi sebagai tempat bulan madu di Korea Selatan adalah Pulau Jeju.


Pulau Jeju adalah salah satu pulau wisata yang menawarkan berbagai pemandangan yang indah.


Leon mengandeng tangan Mauriel sambil menikmati lautan yang biru dengan ombak yang tenang, serta menikmati sinar matahari yang hangat.


Ada banyak tebing-tebing tinggi juga di Pulau Jeju sehingga suasana eksotis lebih terasa, terdapat hamparan padang rumput dan bunga-bunga yang luas.


Keindahan pulau jeju memang sudah terkenal. Leon juga mengajak Mauriel ke banyak objek wisata yang ada di pulau tersebut untuk menikmati suasana.


Pantas saja banyak orang yang ingin datang ke pulau jeju, karena tempatnya yang begitu indah.


Mereka bermain di pinggir pantai sampai puas, dan tidak terasa hari sudah malam.


Leon berdiri di depan Mauriel, membenturkan keningnya ke kening gadis itu sambil tertawa bahagia.

__ADS_1


Ia ingin waktu berhenti saat ini juga, betapa menyenangkannya dunia bila hanya ada dirinya dan Mauriel, terasa tenang dam damai.


" Aku tahu kamu belum bisa memaafkan ku, tapi terima kasih kamu sudah mau pergi bersama denganku " Ucap Leon dengan napas yang tersengal-sengal, jantungnya berdetak begitu cepat.


Mauriel bisa merasakan hembusan napas Leon dinhidungnya, terasa hangat di kulitnya.


Leon menatap wajah Mauriel yang begitu dekat di wajahnya, kedua tangannya menyentuh pipi gadis itu dengan lembut.


Ia mendekatkan bibirnya perlahan-lahan menuju bibir Mauriel, baru mau mencium gadis itu tiba-tiba ponsel Leon berdering.


" Hallo " Kata Leon sambil menjauhi Mauriel.


Deg......deg.....deg......


Mauriel memegang jantungnya yang berdetak begitu kencang, wajahnya memerah karena tersipu malu, hampir saja Ia terbawa suasana yang romantis, untunglah Ia belum menyerahkan dirinya kepada Leon.


" Siapa ? " Mauriel langsung bertanya begitu Leon menghampirinya.


" Rubia " Jawab Leon sedikit canggung.


Mendengar nama Rubia yang terlontar dari mulut Leon, membuat Mauriel kehilangan mood untuk melanjutkan yang belum sempat di lakukan.


Jantungnya tidak lagi berdebar-debar, wajahnya kembali dingin, sedingin angin laut yang berhembus menembus kulitnya.


" Aku mau pulang " Celetuk Mauriel dengan nada yang datar.


Leon melihat perubahan wajah Mauriel yang menjadi dingin seperti tadi pagi. Ia pun sadar telah melakukan kesalahan lagi, tidak seharusnya Ia menyebut nama Rubia, tapi Ia juga tidak mau berbohong kepada Mauriel.


...♡♡♡♡♡♡...


Malam sudah berganti dengan pagi, Mauriel sengaja tidur sambil membelakangi Leon.


Kalau boleh jujur, Ia merasakan sesak harus tidur bersama dengan pria yang telah memberinya luka.


Mauriel membalikan tubuhnya, dan melihat Leon sudah tidak ada di atas tempat tidur, pria itu sudah pergi entah kemana.


Mauriel menemukan sepucuk surat di atas meja, dan juga sudah tersedia menu sarapan pagi yang di beli oleh Leon.


Leon menyiapkan berbagai macam makanan seperti


galbi (iga panggang), kongnamul bab (nasi dengan tauge), spicy seafood salad, oi naengguk (sup mentimun dingin), moo saengchae (kimchi dari lobak yang diiris-iris) dan seolleotang (sup tulang sapi yang berkuah kental).


Mauriel tertawa kecil melihat makanan segitu banyaknya di meja, dan dia harus memakannya seorang diri.


" Dasar gila ! dia pikir aku babi yang bisa menghabiskan semua makanan ini " Gumam Mauriel dengan raut wajah yang sinis.


Mauriel membaca surat yang di tulis oleh Leon.


Selamat Pagi....


Kalau kamu sudah membaca surat ini, berarti kamu sudah bangun, heheheh.


Maaf, aku pergi tanpa memberitahu mu, ada sesuatu yang harus aku kerjakam, dan aku juga sudah menyiapkan sarapan untuk kamu, semoga kamu makan dengan lahap 😄

__ADS_1


Oia....nanti ada supir yang akan membawa kamu ke suatu tempat, aku harap kamu segera bersiap-siap.


Dari Leon Alexander


" Dasar menyebalkan " Kata Mauriel menggerutu.


...♡♡♡♡♡♡...


Hari kedua, Leon menyewa seorang supir untuk membawa Mauriel ke suatu tempat yang romantis.


Ternyata Leon membawa Mauriel ke Pulau Nami, Jika kalian pernah melihat drama Korea yang berjudul Winter Sonata, maka tempat ini pasti sudah tidak asing lagi, karena pulau ini adalah salah satu spot shooting yang fenomenal.


Leon mau memperbaiki kesalahannya yang kemarin, sebuah pulau yang letaknya cukup terpencil, yaitu di seberang Sungai Bukhan.


Pulau ini juga dipenuhi dengan pepohonan yang tinggi dan tertata dengan sangat indah.


Leon berdiri di tengah pohon-pohon tinggi yang berbaris rapi, sambil mengenggam buket bunga di tangannya. Ia menanti kehadiran Mauriel.


" Leon " Teriak Mauriel dari belakangnya, Ialu Ia membalikan badannya.


" Mauriel " Seru Leon sambil berlari mendekati gadis itu yang sejak tadi Ia tunggu.


Leon memeluk Mauriel dengan erat, Ia sangat takut kalau gadis itu tidak akan datang, atau pergi meninggalkannya.


" Maaf....maaf " Ucap Leon dengan suara yang pilu.


...****************...


Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga :




Anak Genius : Ayah sedingin es.




Yang Muda Yang Bercinta : Bitter sweet




Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉


seperti Like , vote , komen atau memberikan gift , di share juga boleh


sekecil apapun. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.


sampai jumpa di chapter selanjutnya 😍😍

__ADS_1


__ADS_2